

"Aku memang mulai serius dan latihan vokal dari tahun 2008, dan kini single terbaru I'll be There for You sudah keluar. Sebelumnya juga sempat beberapa kali belajar vokal dari Purwatjaraka dan juga mematangkan vokal dengan Om Dody Katamsi," ujar Adi saat ditemui di Blok M Square, Jakarta, Sabtu (04/02).
Selain telah mengeluarkan single, Adi yang mengaku terinspirasi dari Brian McKnigt dan Bruno Mars itu memiliki keinginan untuk berduet dengan mantan vokalis Kerispatih, Sammy Simorangkir.
"Aku senang sama karakter vokalnya. Dia sampai sekarang aku lihat masih bagus vokalnya. Saya lihat Sammy pinter dengerin nadanya dan cocokin sama karakter vokalnya. Dia punya karakter suara yang khas. Aku siap kalau memang ada kesempatan buat duet atau bahkan bernyanyi bareng," ujar pria kelahiran 20 Januari 1990 itu.
Dalam setiap penampilannya, Adi pun kerap didampingi oleh band pengiring. Ini menurutnya dilakukan agar penampilannya di atas panggung bisa maksimal. “Penampilan saya bisa maksimal jika bermain bareng personel band,” pungkasnya. (kpl/adt/sjw)

"Kita semua memang lulusan Purwatjaraka semua. Dukungan dari beliau memang tidak langsung, tapi ucapan selamat berjuang. Beliau support terus dan benar-benar bangga, akhirnya ada juga produk dari beliau yang bisa masuk industri musik," ujar sang drummer, Reno saat ditemui di Pisa Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/1).
Namun meski begitu, anak-anak Shortcut yang terdiri dari Danang(vokalis), Muhammad Yorriz Arba'a (gitar), Anantyo Busono (Basis), Muhammad Rachmadani (Keyboardis) dan Reno Ryandra (Drummer) tak ingin meminta langsung keterlibatan sang guru.
"Kalau melibatkan nggak ya, kang Purwatjaraka jadi penonton saja, dan menyaksikan anak-anaknya bisa begini. Kalau insting beliau, ya itu tadi, senang dan bangga kalau untuk puas mungkin belum, masih banyak di luar shortcut yang lebih baik," ujar Reno.
Anak-anak band yang berdiri pada tanggal 14 Februari 2009 itu pun tak pernah membayangkan sebelumnya bisa masuk ke dunia industri musik Indonesia. Untungnya mereka banyak mendapatkan arahan dari para guru mereka sehingga bisa seperti sekarang.
"Jurusnya ya dari musikalitas, benar-benar siap dan bisa bersaing dengan kompetitor yang lain, dengan musik bagus hingga diterima dan nggak pernah berhenti berjuang," pungkasnya. (kpl/adt/aia)

Pun demikian halnya dengan karangan bunga. Tampak pasangan musisi Memes - Addie MS, Dwiki Dharmawan, Rio Febrian, Jimmy Manopo beserta anaknya Marsya Manopo. Mereka langsung masuk untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri Utha, Debby sekaligus melihat dari dekat jenazah Utha.
Sementara di luar beberapa ucapan dukacita melalui karangan bunga menghiasi depan rumah duka. Terlihat rangkaian bunga dari berbagai pihak seperti Yorrys Raweyai, Purwatjaraka, Djakarta Artmosphere, Dian Piesesha, Pasadama Record.
Saat berita ini dibuat kidung puji-pujian gereja oleh pelayat tengah dilantunkan. Diperkirakan teman dan sahabat Utha akan menyambangi rumah duka di mana jenazah disemayamkan hingga larut malam. (kpl/dis/sjw)

Di antara musisi-musisi tersebut adalah Sherina, Andien, Rossa, Titi DJ, Rio Febrian, Marcell, Rita Effendy, Vidi Aldiano, Harvey Malaiholo, Candil, Andy Rif, Baron, Yuke Dewa, Yovie Widianto, Dwiki Darmawan, Purwatjaraka, Maya Hasan, Dian HP, Mira Lesmana, Inggrid Wijanarko dan masih banyak lagi.
Salah satu personel Elfa's Singers, Yana Julio mengatakan jika artis-artis itu nantinya akan mengisi acara konser dengan membawakan karya terbaik mereka masing-masing.
"Kalau konsepnya sendiri, tentu Elfa's Singers akan tampil, tapi tidak mendominasi, karena akan ada banyak sekali artis yang diorbitkan oleh beliau akan tampil," ujar Yana Julio, saat gathering dengan wartawan di gedung Telkomsel, Jalan Haji Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (04/07).
Acara konser tribute to Elfa Secioria ini bakal dijadikan sebagai mahakarya terbaik selepas kepergian Elfa. "Intinya kita coba memberikan kepada masyarakat terhadap karya seni yang berkelas dari seorang Elfa Secioria. Juga memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa karya bang Elfa lah yang pernah ada di sini yang akan dibawakan oleh penyanyi nomor satu di Indonesia," ujar Yana.
Sang promotor, Hedi Yunus, dari HY Project mengatakan jika dengan adanya konser tribute to Elfa Secioria ini, harapannya bakal banyak misteri kesuksesan yang menyelimuti pria tersebut bakal terkuak dari kesan-kesan para musisi.
"Kita ingin memberitahu seperti apa Bang Elfa sebenarnya kepada semua. Mudah-mudahan misteri Bang Elfa yang selalu menjadi orang di balik tirai orang-orang sukses akan banyak terkuak," pungkasnya.
Konser Tribute to Elfa Secioria ini rencananya bakal diselenggarakan pada tanggal 24 September 2011 di beberapa kota besar seperti Bandung, Medan, Palembang, Makassar dan diakhiri di kota Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2011. (kpl/adt/sjw)

"Saya tidak bicara kans atau peluang untuk menang. Untuk saya, juara itu tidak terlalu penting. Memang penting, tapi tidak terlalu penting untuk dibanggakan. Jadi kita memang tidak punya target. Karena setiap ikut festival kita tidak pernah mengincar piala, tapi pengalaman saja," ujar Purwatjaraka, ditemui di Pusat Perfilman Haji Umar Ismail di Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/7).
Hal itu pula yang membuat Purwatjaraka tak mau terlalu jauh melibatkan peran serta pemerintah dalam upayanya mengikuti ajang internasional. Padahal, kepergian rombongan Purwatjraka adalah untuk mengharumkan nama Indonesia.
"Saya tidak mau merepotkan banyak pihak, saya juga tidak mau terlalu banyak ngurusin itu untuk minta ke sana sini. Tapi saya pikir, saya mengikuti kata mantan Presiden Amerika, 'Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk negara kamu'. Jadi, itu saja yang saya tahu," ujarnya.
Bagi Purwa, kepergian rombongan murid-murid sekolahnya itu adalah berdasarkan hati. "Kita kerjakan dengan senang hati saja. Mendingan pemerintah ngurus yang susah-susah saja, kita mah tidak apa-apa. Tapi kita tetap perjuangkan beban anak-anak untuk berangkat," pungkasnya (kpl/adt/faj)

"Kita memang sedang mempersiapkan diri untuk acara festival choir internasional ini. Nantinya yang akan kita kirim akan ada dua grup nanti yang berangkat, untuk kategori anak-anak dan remaja. Total rombongan yang berangkat semuanya jadi 80 orang termasuk semuanya, kru, dan orang tua. Kalau yang anak-anak maksimal 13 tahun," kata Purwatjaraka ditemui di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/7).
Dengan banyaknya rombongan yang berangkat tentu saja membuat kakak kandung Trie Utami itu memutar otak untuk mencari biaya dan ongkos bagi murid-muridnya. Untung saja, beberapa perusahaan sedikit memberikan bantuan kepada rombongan Purwatjaraka.
"Kalau bicara kesulitan dana, kita berusaha untuk mengongkosi diri kita sendiri saja. Memang cukup berat tapi ya kita memang mempunyai komitmen untuk melaksanakan ini sebagai bagian dari memperjuangkan nama bangsa. Untuk mengharumkan nama bangsa," ujar pria yang akrab dipanggil Kang Purwa ini.
Ngomong-ngomong, lawan terberat dalam kompetisi choir itu berasal dari negara mana? "Dua tahun lalu Inggris. Semuanya tinggi, cantik, suaranya hebat-hebat juga," pungkasnya. (kpl/adt/boo)

"Lagu ini saya persembahkan untuk istri tercantik di dunia," ujar Charly mengawali duetnya dengan sang istri, Regina, dalam membawakan lagu Jangan Pernah Berubah.
Berhenti sejenak, lalu Charly memulai perkataannya lagi, "Lagu ini untuk wanita tercantik di dunia, Syahrini." Maka tembang Rasa Yang Tertinggal pun dibawakan dengan manis dalam duet antara Charly dan Syahrini.
Mengangkat tema 'Karya Terbaik Charly', Konser Harmoni kali ini memang spesial untuk Charly yang merupakan pentolan grup band ST12. Karena Harmoni kali ini khusus membawakan lagu-lagu ciptaan Charly yang dianggap cukup fenomenal dengan banyaknya band atau penyanyi lainnya yang membawakan genre Melayu selepas sukses Charly bersama ST12 yang meramu musik Melayu dengan campuran rock dan pop.
Ditambah dengan masuknya unsur orkestrasi dari Purwatjaraka Orchestra yang dikomandani musisi senior Purwatjaraka, membuat lagu-lagu ciptaan Charly yang dibawakan pada Jumat malam menjadi lebih hidup.
Dibuka dengan lagu Aku Padamu yang dibawakan Charly, Yuni Shara, dan Candil. Lalu disusul penampilan solo dari Syahrini dengan Ada Bayangmu, dan Rio Febrian lewat lagu Aku Masih Sayang, membuat penonton yang memadati venue Balai Sarbini seperti terbius ke dalam lirik dari lagu-lagu yang dibawakan.
Terlebih ketika Tompi membawakan lagu P.U.S.P.A dengan olah vokal khas Tompi yang berbeda dengan cengkok Melayu yang dimiliki Charly, semakin membuat indah suasana.
Kolaborasi lain juga terjadi antara Judika dan Firman saat membawakan Aku Terjatuh, lalu Charly dan Firman lewat Kehilangan, dan gesekan biola Henry Lamiri mengiringi Charly membawakan lagu Saat Terakhir yang sempat membuat vokalis ST12 ini menangis.
Kesegaran terasa saat lagu Cari Pacar Lagi yang dibawakan dengan kecentilan panggung ala Pingkan Mambo yang cukup mengundang senyum penonton. Usai lagu Sinar (Jangan Menangis) yang dibawakan duet Febrian dan Andrea Miranda.
Charly kembali berkolaborasi. Kali ini dengan sang adik, Ilham, yang juga vokalis Sembilan Band lewat lagu Hafizah.
Dan tanpa terasa, rangkaian konser Harmoni yang akan disiarkan SCTV pada tanggal 26 Juni 2011 pukul 22.30 WIB inipun akhirnya ditutup dengan lengkingan vokal Candil yang berpadu dengan cengkok Melayu khas Charly lewat tembang Lady Sky yang terdapat dalam album teranyar dari ST12. (kpl/bbm/bun)

