

"Album ketiga ini beda banget, beralih ke beberapa lagu yang club anthem. Up beat banget. Saya kan mellow dan ballad," tukasnya kala ditemui di JITEC Mangga Dua.
Mengerjakan sesuatu hal yang belum pernah dikerjakan, tentu Afgan menemui kesulitan, "Ini di luar comfort zone saya. Kayak LMFAO. Saat saya bawain di panggung itu dengan gaya apa nanti," ujarnya seraya menambahkan ada sekitar 2 atau 3 lagu yang bertempo cepat dalam album terbarunya nanti.
Album yang belum punya nama ini, dikerjakan Afgan bersama musisi-musisi ternama seperti Bebi Romeo. Nantinya, juga akan ada kolaborasi bersama Raisa, RAN dan Andien.
"Saya nggak mau pengulangan musik. Album satu sama dua beda. Di album tiga nggak mau ulangi. Saya pingin orang nggak sangka ini Afgan," tandas penyanyi yang demi album barunya sampai harus belajar menari.
"Saya belajar nge-dance. Nggak pernah kan, sebelumnya? Saya selalu andalkan suara saya," tutup Afgan. (kpl/ato/rea)

"Sebenarnya kita sebelum berkumpul saja, kita bertiga (RAN) udah sering bikin lagu. Jadi kita bertiga, bisa dibilang jadi produser untuk kita sendiri. Itu sebetulnya kepuasan batin untuk kita jika ada yang pakai lagu kita," paparnya.
Nino juga memperlakukan HiVi layaknya bandnya sendiri. Dia memilihkan materi lagu yang terbaik seperti halnya dia di RAN.
"Dulu kita (RAN) punya komitmen kalau kita mau bikin sesuatu yang berbeda. Karena buat kita sebelum dilempar keluar buat musik yang kita suka dulu, baru bisa di lempar keluar," ujarnya saat dijumpai di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (17/4).
Bagi Nino menjadi produser adalah pegangannya untuk ke depan. Dia berharap agar band besutannya nanti bisa memberikan kesegaran bagi musik Indonesia.
"Buat saya ini adalah pekerjaan masa depan. Harapannya semoga apa yang mereka ciptakan sekarang bisa jadi segar. Semoga apa yang mereka kerjakan bisa dinikmati," tukasnya. (kpl/dis/faj)

"Kami ingin lagu kami cepat diterima. Makanya kami berusaha agar musik gak terlalu pusing untuk dicerna dengan lirik-lirik yang gak pasaran. Paduan itu kami jadikan ciri supaya melekat di pendengar," ujar Febry (vokal/gitar) diangguki Dea (vokal), Ezra (vokal/gitar) dan Ilham (vokal).
Maka dari itu, mereka pun belajar dengan band-band sebelumnya. Sehingga tak heran jika pengaruh Kahitna, The Groove, Warna, Yovie and Nuno ada di dalamnya. Bahkan di album produksi Universial Music Indonesia tersebut, mereka dibantu Nino RAN sebagai produser dan Aldan STORIA yang menjadi co produser dan music director.
"Musik kami cukup variatif. Jadi tak sekedar musik cepat namun musik medium dan balada. Tetapi kami tetap jaga mood supaya modern dan fun," tambah Dea lalu tersenyum.
Fun dan modern yang dikatakan Dea, benar adanya saat beberapa penggemar HiVi langsung memenuhi depan panggung Hard Rock Kafe untuk melihat aksi dari dekat HiVi. (kpl/dis/adb)

Mereka membawakan karya masing-masing di acara yang dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Gumelar ini. Sementara flashmob dipimpin Indra Bekti dan Nycta Gina serta pihak radio Prambors usai band Geisha beraksi.
Dalam aksinya, Momo dan kawan-kawan berhasil membawa suasana karya yang disajikan bersemangat. Para penonton yang juga peserta flashmob itu langsung berjingkrak kala Geisha membawakan lagu yang tak asing lagi di telinga. Pada acara ini Geisha membawa semangat anak muda dengan lagu
Kamu Yang Pertama, Cintaku Hilang, Pergi Saja, Cinta dan Benci serta Penyesalan Terdalam. Sedangkan aksi Nidji kian membakar emosi anak muda yang menyemuti atrium. Apalagi ulah sang vokalis Giring yang aktraktif kian menaikkan adrenalin mereka walau karya yang dibawakan Indahnya Cinta, Heaven, Shadows, Disco Lazy Time dan Laskar Pelangi.
Di tempat yang sama, Linda Amalia Gumelar meminta kepada semua pihak untuk menghilangkan budaya kekerasan di Indonesia. "Kekerasan itu merugikan semua. Maka dari itu bangga dengan anak muda Indonesia yang mendukung gerakan ini," tegasnya dari atas balkon. (kpl/dis/faj)

Tike menyatakan pamit dari program siaran ROTI (Ronal dan Tike) di Radio 101 JAK FM. Sekaligus berpisah dari Ronal Surapradja, yang menjadi soulmate pasangan duetnya selama tiga tahun dalam siaran yang biasa didengar pagi hari oleh jutaan pemirsa.
"Berat memang meninggalkan Ronal dan keluarga besar Jak FM, terlebih
meninggalkan satu juta lebih pendengar setia siaran ROTI, yang saya dan
Ronal bawakan setiap pagi," ujar Tike, yang langsung mendapat pelukan
hangat dari para kerabat tempatnya bekerja sebagai penyiar radio.
Meski belum diketahui siapa pengganti Tike yang akan menjadi partner Ronal
siaran dalam program acara ROTI selanjutnya, namun Ronal sudah mempunyai syarat, "Yang pasti pengganti Tike harus juga berawalan nama 'Ti', tapi bukan Tante Titiek Puspa…" selorohnya, memecah hening menjadi tawa.
Acara pun dilanjutkan dengan parodi lagu Bohemian Rhapsody dari Queen, menutup acara 5uparoti Concerto. Acara ini juga turut dimeriahkan penampilan dari Project Pop, Jamaican Cafe, RAN, Cherry Belle, Aditya, Ello, dan trio Pay-Vanya-Irang.
(kpl/bbm/rea)

Acara konser parodi 5uparoti Concerto dibuka dengan lagu parodi dari Bruno Mars yang berjudul Lazy Song dan diplesetkan menjadi Banci Cong. Meski diubah, para penonton terlihat ikut menyanyikan lagu tersebut.
Aksi Ronal dan Tike memang cukup menggelitik. Meski banyolan-banyolan yang dibawakan mereka sudah sering didengar di radio, namun keduanya cukup piawai membawakan lagu sambil menari. Apalagi ketika membawakan lagu Ojeg Umbrella (Umbrella - Rihanna), sambil memainkan payung, keduanya terlihat seperti para penari latar.
Dalam konser tersebut tak hanya menampilkan Ronal dan Tike, sebab ada beberapa musisi lainnya yang juga memeriahkan 5uparoti Concerto. Mereka adalah Project Pop, Aditya, RAN, Ello, Cherry Belle, Irang, Vanya feat Pay, dan Jamaica Cafe.
Di penghujung konser, adegan haru pun dimulai, di mana Ronal mulai menceritakan tentang tiga tahun perjalanannya bersama Tike. Ronal berusaha untuk tidak menangis saat mengucapkan salam perpisahan dengan sahabatnya itu, berbeda dengan Tike yang tidak bisa menahan tangisnya.
"Berat untuk meninggalkan kalian semua apalagi dengan sahabat saya ini, Ronal. Tapi semoga Ronal bisa mendapatkan pengganti saya, yang lebih baik dan bagus," ungkap Tike. (kpl/adt/rea)

"Kalau soal nyanyi sih nggak masalah buat saya," tukas Ronal yang memang sudah merilis dua album, "Saya punya album walaupun tidak laku. Saya sama Tike tersanjung ya, acara ini membuat kita terharu. Tempatnya mewah, pakai orchestra, pengisinya luar biasa."
"Kita ini komedian," sahut Tike, "Penyiar, dan dibikinin konser. Itu rasanya luar biasa. Apalagi kali ini lebih megah."
Walaupun mengakui kesulitan membagi jadwal padatnya, bagi Ronal lamanya jadi penyiar memberi keuntungan, "Kalau latihan salah nyanyi, kita alasan penyiar," ujar pria berambut keriting ini sambil tertawa, "Kalau penyanyi salah, dimarahin."
Rencana membawakan 7-8 lagu parodi, Ronal - Tike membenarkan bahwa sudah ada tawaran label untuk membuat album. Namun sejauh ini mereka mengatakan masih ada ganjalan copyright dari lagu-lagu yang mereka parodikan, terutama lagu dari luar negeri.
Tike menjanjikan penampilan yang berbeda siap disuguhkan tanggal 15 Maret nanti, "Ada nyanyian dan tarian," tutur komedian EXTRAVAGANZA ini, "Ini hiburan musikal, bukan komedi seperti di televisi."
"Kekuatannya memang di audio. Kami tidak berusaha menjadi lucu, karena titel komedian itu berat. Saya dan Tike kan orang Sunda, singkatannya 'Suka Bercanda'," Ronal menutup dengan tawa. (kpl/ato/rea)

