Blog RATNA SARUMPAET


Ratna Sarumpaet Rebutan Warisan Mantan Suami

Kapanlagi.com - Sutradara film yang juga aktivis sosial Ratna Sarumpaet, bersama anak-anaknya Muhammad Ikbal, Watum Sawulina, Ibrahim, dan Atiqah Hasiholan berusaha mendapatkan hak, atas waris yang ditinggalkan mantan suaminya (Alm) Ahmad Fahmi.

Tuntutan atas nama keempat anak Ratna tersebut diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 30 Januari 2009 lalu, dengan nomor perkara 203/PDTG/2009/PAJS. Kini proses persidangan telah berlangsung, dan telah memasuki masa persidangan untuk kali yang kedua. Namun hingga kini, putusan pengadilan masih belum keluar.

Menurut Harum Rendeng, selaku Humas Kantor Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, proses pengadilan masih berjalan, sehingga belum diketahui pihak mana yang benar dan berhak atas warisan tersebut.

"Masih berjalan masih belum ada keputusan. Kalau seseorang merasa dilanggar haknya, mereka berhak menuntut, tapi tetap keputusannya ada di pengadilan. Saya belum bisa mengatakan, kalau anak-anak dari anak Ratna Sarumpaet itu punya hak waris atau tidak dari (alm) Ahmad Fahmi, biar pengadilan yang memutuskan," ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Dalam kasus tersebut pihak Ratna menuntut mantan istri kedua suaminya, Tuty Arini Nuraini berikut kedua anaknya Resi Mushira Kadir dan Resa Mahendra Kadir. Selain itu juga menuntut istri ketiga, yang masih sah hingga Ahmad Fahmi meninggal, Sie Bie Hiang berikut anaknya Aisha Nur Alhadi.

Ratna sendiri adalah istri pertama yang kemudian dicerai, dan tidak berhak atas warisan tersebut. Namun keempat anaknya memiliki hak atas warisan yang kini dalam penguasaan pihak istri kedua dan ketiga.

Nilai harta warisan yang diperebutkan pun diperkirakan puluhan milyar rupiah, dalam bentuk rumah, tanah dan kendaraan mewah. (kpl/hen/dar)



Diposting oleh: Editor | Jumat, 15 Mei 2009 23:33 |

Atiqah Hasiholan: Buka-Bukaan Boleh, Asal...

Kapanlagi.com - Penampilan Atiqah Hasiholan sebagai pelacur dalam film terbarunya, JAMILA DAN SANG PRESIDEN patut diacungi jempol. Namun hal itu belum juga membuatnya tergelitik untuk main di banyak film. Ia juga mengaku bukan tipe orang yang suka pilih-pilih peran, tapi jika nantinya terpilih main di film yang ada adegan buka-bukaan ia tidak berani bilang tidak untuk sekarang ini.

"Bagi saya peran sekretaris yang nggak begitu penting dalam film juga punya kesulitan tersendiri, karena bagaimana kita bisa menampilkan sosok karakter yang tepat," ungkapnya saat ditanyakan peran apa lagi yang diinginkannya selanjutnya.

Dijumpai saat acara nonton bareng JAMILA DAN SANG PRESIDEN bersama para pekerja film yang juga dihadiri Menbudpar Jero Wacik di MPX Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (12/5) kemarin, putri Ratna Sarumpaet ini mengungkapkan jika ia masih belum kepikiran untuk main film yang memiliki adegan-adegan panas.

"Yang terpenting cerita dan misinya seperti apa dulu. Kalau misinya cuma mengumbar dada atau paha, saya nggak mau," ujarnya.

Dan bagi Atiqah satu film itu tidak bisa dinilai baik buruknya hanya dari sekedar adegan 'panas' semata. Untuk itu ia lebih menyerahkan penilaian tersebut kepada pribadi masyarakat masing-masing.

"Ya itu kan entertainment, orientasinya aja. Ya semua orang kan bebas-bebas aja memilih. Terserah, mereka kan tahu yang baik mana, yang buruk mana," pungkasnya.  (kpl/ant/boo)



Diposting oleh: Editor | Rabu, 13 Mei 2009 15:25 |

'JAMILA DAN SANG PRESIDEN', Atiqah Belum Bangga Sepenuhnya

Kapanlagi.com - Atiqah Hasiholan merasa sangat senang karena akhirnya misinya untuk berkampanye tentang perdagangan anak bisa diwujudkan dalam film terbaru, JAMILA DAN SANG PRESIDEN. Apalagi film tersebut juga bisa menarik perhatian Menbudpar, Jero Wacik yang ikutan nonton bareng yang digelar di MPX Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (12/5) kemarin.

"Soalnya ini adalah masalah dunia umumnya dan bangsa ini khususnya. Dengan usia saya yang sekarang saya baru tahu ternyata angka trafficking di Indonesia itu naik dengan signifikan. Makanya bangsa ini butuh dukungan dari Bapak Menteri. Kita kan nggak mungkin ngajak semua orang, kalau Pak Menteri kan efeknya bisa ke mana-mana. Kalau bisa ya sampai ke Presiden," tutur Atiqah usai acara nonton bareng.

Namun, kata Atiqah, rasa bangga yang sepenuh hati belum diraihnya. Pasalnya masih banyak yang harus dikejar dan perjuangannya bukan cuma sebatas film saja.

"Nggak cuma sampai di sini dan ngerasa puas. Ada yang memuji, saya bersyukur. Ada yang mengkritik, saya menerima, ya semua untuk yang terbaik ke depannya," ungkap putri Ratna Sarumpaet ini.

Dalam film ini, Atiqah cukup mendapat tantangan karena ia berperan sebagai seorang pelacur. Tapi peran itu dirasa tidak ada masalah untuknya. Ia tak perlu tampil bitchy, justru yang tersulit adalah mendalami karakter Jamila yang complicated.

"Makanya aku selalu observasi dengan baca buku dan novel. Lagian sebagai sutradara, Mama (Ratna Sarumpaet) setiap hari mengkritik saya, memberi arahan kepada saya. Ibu sayalah yang paling mendukung saya. Bagi saya, berperan dalam film apa pun itu adalah tantangan. Mau berperan sebagai insinyur, pelacur, itu adalah tantangan," pungkasnya.    (kpl/ant/boo)



Diposting oleh: Editor | Rabu, 13 Mei 2009 12:40 |

Jero Wacik: Kita Harus Dukung Perfilman Indonesia

Kapanlagi.com - Menteri Budaya dan Pariwisata Indonesia, Jero Wacik, semalam, Selasa (12/05), mengikuti acara nonton bareng film JAMILA DAN SANG PRESIDEN di MPX Pasaraya, Blok M, Jaksel. Di situ, Jero mengungkapkan jika film yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan disutradarai oleh Ratna Sarumpaet itu adalah film yang bagus.

"Filmnya bagus, apalagi dengan tema sosial seperti itu. Dalam perfilman Indonesia, kita harus memperkenalkan tema apa aja karena justru itu akan lebih menarik," ujar Jero.

Disinggung mengenai adegan buka-bukaan yang juga ada di dalam film ini, Jero menuturkan jika hal itu tidak apa-apa.

"Asal jangan keluar dari jalur itu nggak apa-apa. Kan ada lembaga sensor yang mengawal. Tapi bukan untuk mengebiri kreativitas ya," tuturnya.

Lalu bagaimana film yang bagus menurut pandangan Jero sendiri? "Menurut saya sih film-film yang bisa menyentuh hati. Tapi ya itu, semua terserah orangnya. Orang seperti saya melihat film seperti ini tersentuh tapi nggak sampai menangis," kata Jero.

"Pokoknya perfilman ini adalah lahan ekonomi, makanya kita harus mendukung perfilman Indonesia," pungkasnya.    (kpl/ant/npy)



Diposting oleh: Editor | Rabu, 13 Mei 2009 12:26 |

Julia Perez Bangga Filmnya Diputar di Cannes

Kapanlagi.com - Bintang film seksi Julia Perez mengaku bangga filmnya, KUNTILANAK KAMAR MAYAT, berkesempatan mengikuti ajang film internasional bergengsi, Festival Cannes di Perancis 13-23 Mei 2009 mendatang.

Julia Perez, yang mendatangi konferensi pers 19 Judul Film Indonesia Berpartisipasi di Festival Film Cannes di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, Senin (11/5), mengungkapkan perasaan bangga. Dengan penampilannya yang mengenakan baju putih biru, Jupe mendampingi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk melihat-lihat poster film yang akan diikutsertakan dalam festival film Cannes.

"Bangga sekali, suatu kehormatan film yang saya bintangi ikut dalam festival internasional sekelas Cannes," ujarnya.

Jupe mengakui citra sebagai bintang film horor sekarang tengah melekat pada dirinya. Sejumlah film horor telah dibintangi, seperti BERANAK DALAM KUBUR, HANTU JAMU GENDEONG, SUMPAH (INI) POCONG dan KUNTILANAK KAMAR MAYAT.

Julia Perez sendiri berencana akan ke Perancis, meski bukan karena untuk mengikuti festival film Cannes, tetapi mengurus perceraian dengan suaminya Damien Perez. Namun tetap berusaha untuk bisa hadir di festival bergensing, yang banyak dihadiri sineas film dunia itu.

Beberapa bintang film, produser dan sutradara hadir dalam acara itu, seperti Saiful Jamil, Sheila Marcia Joseph, Ram Punjabi dan Ratna Sarumpaet.

Bersama film KUNTILANAK KAMAR MAYAT milik Jupe, 18 judul film Indonesia lain yang ikut dipromosikan dalam festival tersebut di antaranya, TEROWONGAN RUMAH SAKIT, SUMPAH POCONG, MATI SURI, KERETA HANTU MANGGARAI, THE REAL POCONG dan KUNTILANAK 3.

Ikut juga film bertema politik JAMILA DAN SANG PRESIDEN, film drama KETIKA CINTA BERTASBIH, PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN, AYAT-AYAT CINTA, LASKAR PELANGI, GENERASI BIRU, KALLA, APA ARTINYA CINTA, EIFEL ... I AM IN LOVE, SEPULUH, BUKAN CINTA BIASA, QUEEN BEE dan komedi JANDA KEMBANG.  (kpl/dar)



Diposting oleh: Editor | Senin, 11 Mei 2009 19:38 |

Atiqah Hasiholan: Kerajaan Kelantan Harus Klarifikasi

Kapanlagi.com - Pernikahan di bawah umur yang dialami model Manohara Odelia Pinot bisa saja merupakan pemicu konflik keluarganya, meski tidak menutup kemungkinan faktor lain yang menyebabkan tindak kekerasan terjadi. Namun apa pun alasannya, kekerasan merupakan langkah 'hina' untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Artis Atiqah Hasiholan mengaku menyesalkan perjodohan yang dilakukan oleh keluarga Mona dan keluarga kerajaan Kelantan. Namun bagaimana pun hal iu sudah terjadi, apalagi keluarga Mona menilai, pernikahan tersebut merupakan langkah terbaik untuk menghapus perzinaan.

"Masalah dia menikah di bawah umur itu sangat disayangkan. Sebaiknya sih itu tidak terjadi, karena mungkin umurnya belum siap. Tapi mungkin itu keputusan paling baik saat itu menurut ibunya," ungkap Atiqah saat ditemui di Plasa FX, Senayan Jakarta, Senin (27/4). "Mana mungkin seorang ibu mau menjerumuskan anaknya," tambah putri Ratna Sarumpaet itu.

Dengan kejadian ini, Atiqah yang ditemui di acara rilis film JAMELA DAN SANG PRESIDEN itu meminta pihak kerajaan untuk bertindak jantan dan memberikan klarifikasi. Kalau pun ada penganiayaan itu, harus berani mempertanggungjawabkan secara hukum.

"Keluarga kerajaan itu harus mengklarifikasi yang benar dan jelas supaya semua orang tahu ada nggak sih penganiayaan itu. Karena dia seorang pangeran pasti akan berpengaruh pada hubungan Indonesia-Malaysia. Karena memang kita itu sering dilecehkan," tegas Atiqah.   (kpl/ang/dar)



Diposting oleh: Editor | Selasa, 28 April 2009 23:33 |

Dwi Sasono Malas Pakai Dasi

Kapanlagi.com - Begitu membaca naskah ceritanya, aktor Dwi Sasono tidak kuasa menolak tawaran sutradara Ratna Sarumpaet untuk turut membintangi JAMELA DAN SANG PRESIDEN. Ditambah sosok pribadi sang sutradara yang juga menjadi pertimbangan.

"Skripnya bagus sekali, apalagi ini film pertama buat mbak Ratna. Nggak mungkin gue tolak. Apalagi setelah baca skrip, ini film yang kutunggu-tunggu. Ini film yang beda. Gue bisa ngerasa ini isi hati mbak Ratna yang ingin dikeluarkan," terang suami Widi Mulia itu dalam perilisan film JAMELA DAN SANG PRESIDEN di Plasa FX, Senayan Jakarta, Senin (27/4)

Dwi Sasono dalam film ini berperan sebagai tokoh Ibrahim, seorang pengusaha sukses yang juga penulis novel. Dalam kisahnya sang pengusaha, jatuh cinta pada bintang utama Jamela pada pandangan pertama. Sementara Jamela sendiri adalah karakter penuh persoalan, yang menjadi korban trafficking dan terjebak dalam jaringan bisnis industri seks.

Dwi sendiri dalam keterangan mengaku menyukai peran-peran yang komedian, namun di baliknya penuh dengan pesan yang disampaikan. Sebaliknya, peran yang memaksa dirinya harus pada karakter yang 'sakleg' (kaku, red) dan kering improvisasi, tidak membuatnya tertarik.

"Aku sih kangen main film kayak MENDADAK DANGDUT dan MENGEJAR MAS-MAS, karena filmnya beda. Kalau main serius, harus selalu kontrol. Tapi dua film sebelumnya lepas semua. Mau keringatan, nggak pakai make up nggak ngapa. Itu yang asyik," ungkapnya.

"Bukannya saya menolak peran serius, karena saya males untuk make up. Apalagi kalau pakai dasi, duh malas banget," tambah ayah satu anak ini.  (kpl/ang/dar)



Diposting oleh: Editor | Selasa, 28 April 2009 21:25 |