Blog SETIAWAN DJODI


Setiawan Djodi Ogah Poligami

Sabtu, 30 Desember 2006 15:04 | 

Setiawan Djodi


Kapanlagi.com - Pengusaha dan seniman terkenal Setiawan Djodi tentu tidak menutup mata dengan gosip maraknya poligami. Menurut mantan suami Shandy Harun ini, poligami bukan sesuatu yang ditakuti dan tidak usah dipersoalkan.

"Masyarakat harus mengerti akar poligami. Poligami sudah ada sejak zaman kerajaan di Indonesia, jadi bukan akar dari islam saja," jelas pria berkamata ini saat ditemui KapanLagi.com di Studio Antav, Rabu (28/12).

Menurutnya, ia pernah punya pengalaman pahit ketika poliandri yang dilakukan Shandy Harun. Bukan hanya laki-laki aja yang ingin poligami, tetapi wanita juga ingin poliandri. Cuma persoalannya berbeda, wanita tidak punya payung hukum untuk melakukan hal itu. Apalagi, masyarakat masih memandang wanita sebagai pelapis kedua dari pria.

"Persoalannya adalah payung hukum. Kalau soal nuasa cinta sama saja antara pria dan wanita, sama-sama punya kesempatan untuk poligami," tuturnya.

Kendati polemik poligami marak, namun ketua Kantata Taqwa ini berujar, kalau dirinya enggan melakukan poligami, bukan alasan tidak mampu, tapi demi culture dan ahklak.

"Saya nggak ingin poligami meskipun mampu, poligami tidak usah diagungkan," katanya. (kl/iin)


Lihat profil: Setiawan Djodi
Diposting oleh: Editor |


Setiawan Djody Dicalonkan Pimpin Partai Buruh

Selasa, 30 Mei 2006 19:01 | 

Setiawan Djodi


Kapanlagi.com - Sejumlah Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Partai Buruh menjagokan pengusaha yang juga penyanyi Setiawan Djody sebagai Ketua Umum partai itu untuk periode 2006-2011 dalam kongres di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.

Kepada pers Ketua DPD Partai Buruh Sulawesi Selatan Muhammad Rustam, Ketua DPD Jawa Barat Heri Suntoro dan Ketua DPD Jawa Timur Suhari menyatakan, penyanyi yang pernah berduet dengan Iwan Fals itu merupakan salah seorang pendiri Partai Buruh dan merupakan sosok yang paling tepat memimpin partai itu untuk lima tahun mendatang.

"Kami di sini mewakili 24 DPD lainnya. Kami datang dengan semangat perubahan. Kami ingin ada perubahan pimpinan di tingkat pusat. Kami mencalonkan Pak Setiawan Djody, salah seorang pendiri Partai Buruh yang saat ini tidak masuk dalam struktur kepengurusan, sebagai Ketua Umum," kata Rustam.

Menurut Rustam, DPD yang menginginkan perubahan dan mendukung Djody antara lain Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, dan seluruh DPD di Indonesia Bagian Timur.

Heri Suntoro menambahkan, pihaknya mengajukan Setiawan Djody karena ia merupakan figur yang layak jual, memiliki komitmen pada perjuangan buruh, serta pengusaha yang memiliki rekam jejak yang baik.

"Beliau juga memiliki kemampuan untuk menggali sumber dana bagi partai," katanya.

Rustam, Heri, dan Suhari mengaku telah bertemu dengan Setiawan Djody. Menurut mereka, Djody menyatakan tidak keberatan diajukan sebagai Ketua Umum asal pencalonannya merupakan aspirasi dari bawah. Pada kongres sebelumnya mantan suami bintang model Donna Harun ini pernah dicalonkan, namun akhirnya mengundurkan diri.

Memasuki hari kedua kongres yang dibuka Menko Polhukam Widodo AS pada Senin (29/5), sejumlah nama telah muncul dalam bursa calon Ketua Umum Partai Buruh. Mereka antara lain Muchtar Pakpahan sebagai 'juara bertahan', Setiawan Djody, mantan Komandan Puspom TNI Mayjen (Purn) Syamsu Djalal, dan aktivis buruh Sonny Pudjisasono.

Meski menginginkan jabatan Ketua Umum tidak lagi dipegang Muchtar, kelompok Rustam tersebut tetap menghendaki Muchtar tetap duduk di DPP.

Mereka menilai Muchtar sosok yang tepat untuk mengisi jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat. Sementara Syamsu Djalal diproyeksikan mengisi jabatan Wakil Ketua Umum.

Kongres Partai Buruh sebelumnya dijadwalkan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun batal karena Presiden memilih sementara berkantor di Yogyakarta menyusul gempa yang melanda wilayah itu dan menelan ribuan korban.

Kongres tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari 33 DPD dan 400-an DPC. Pemilihan Ketua Umum dijadwalkan berlangsung Rabu (31/5) malam. (*/dar)


Lihat profil: Setiawan Djodi
Diposting oleh: Editor |


Setiawan Djodi Tertarik Kolaborasi Bareng Radja

Selasa, 21 Februari 2006 14:46 | 

Setiawan Djodi


Kapanlagi.com - Pentolan Kantata Taqwa, Setiawan Djodi ternyata tertarik untuk manggung bareng Radja. Ketertarikan Setiawan ini terungkap seusai dirinya menonton Radja manggung di JCC, Senin (20/2) malam tadi.

Keinginan untuk berkolaborasi ini terkait dengan album baru Kantata yang bertajuk OPERA BIRU. Dan rencananya album tersebut sudah siap pada April nanti. Namun hal tersebut hanya disambut senyum oleh Djodi. Menurutnya yang menarik dari mereka adalah karakter machonya.

"Setelah Peterpan dengan lagunya yang rada melo, Radja merupakan alternatif lain yang layak didengar," ungkapnya.

"Kalau Kantata merupakan ego dari kita semua. Ada saya, Iwan dan serta Jabo," lanjutnya. "Namun apa salahnya kalau album kita mentok, kita nitip sama Radja kan bisa juga," kelakar pria asli Solo ini.

Dia juga menilai kalau lead gitar mereka, Moddy, dianggapnya sebagai nyawa dari sang Radja. "Permainannya bagus," pujinya.

Bagi Djodi apa yang dilakukan Radja dan Ratu merupakan tontonan yang menarik dan sangat entertain. Mereka telah melakukan revolusi di dunia hiburan.

"Sekarang ini tontonan semacam ini banyak diminati anak-anak dan hebatnya mereka yang datang ke sini hafal semua lagu yang dinyayikan," jelasnya.

Salah satu lagu Radja yang disukai Djodi adalah Jujur. Baginya lagu Jujur ini paling tidak mewakili apa yang sedang terjadi di negeri ini. Negeri yang telah terkoyak dan kehilangan kebenaran, dan yang tersisa adalah pembenaran. Maka diperlukan politisi, pejabat dan aparat yang jujur. "Lagu Jujur itulah yang dapat menyentuh perasaan saya," terangnya.

Tentang banyak grup musik yang sekarang ini banyak bermunculan, Djodi berharap agar mereka dapat go internasional. Untuk itu dia menyarakan agar, paling tidak mereka bisa menulis lagu dalam bahasa Inggris. "Atau buat lagu berbahasa Indonesia tapi dapat diterima di tingkat Internasional," harapnya. (kl/ww)


Lihat profil: Setiawan Djodi, Radja
Diposting oleh: Editor |


Setiawan Djodi Ajak Cucu Nonton Konser

Selasa, 21 Februari 2006 10:46 | 

Setiawan Djodi


Kapanlagi.com - Pengusaha sekaligus budayawan Setiawan Djodi tak ingin ketinggalan dengan para penggemar Grup band Radja dan Ratu. Personil grup band Kantata Taqwa ini asyik menikmati iringan lagu-lagu yang diperuntukan bagi kaum muda-mudi itu.

"Saya senang sama Radja. Tapi bukan itu yang membuat saya kemari melainkan karena cucu saya ini, yang kepengen menyaksikan lagu-lagu mereka," kata Setiawan Djodi saat ditemui usai menyaksikan konser Radja dan Ratu di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (20/2) malam.

Sang cucu pertama yang diketahui bernama Mawira menurut Djodi sangat suka sekali dengan grup band Radja. Katanya, ketika besar nanti dirinya juga akan mengajarkan tentang bermusik kepada Mawira.

"Kebanyakan kan keluarga saya menyukai musik dan pemusik. Saya sangat mengharapkan setelah besar nanti dirinya akan bisa menjadi musisi yang handal. Tentunya langkah pertama adalah dengan sering-sering menonton pertunjukkan musik," kata mantan suami Sandy Harun ini.

Lalu, kapan dirinya sendiri akan kembali aktif dimusik mengingat Kantata Takwa sedang vakum dalam bermusik. "Oo tunggu sebentar lagi kita akan mengeluarkan album baru. Tunggu saja," kata Djodi. (kl/zee)


Lihat profil: Setiawan Djodi
Diposting oleh: Editor |


Tes DNA Setiawan Djodi Dianggap Tak Sah Sebagai Bukti

Rabu, 11 Januari 2006 12:17 | 

Setiawan Djodi


Kapanlagi.com - Tes DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) yang dilakukan bekas suami Sandy Harun, Setiawan Djodi setahun silam di luar negeri ditanggapi berang kuasa hukum Sandy, Tomas Suwondo.

Menurut Tomas, jika tes DNA yang dilakukan Djodi tersebut, nantinya bakal digunakan sebagai alat bukti kepolisian maka dia menilai tes asal-usul keturunan itu tidak sah.

"Seharusnya tes tersebut di-back up oleh penyidik juga, jadi saat berangkat itu kita harus mendapatkan surat dulu dari penyidik baru kita berangkat bersama-sama untuk tes DNA, kalau belum diketahui oleh penyidik ya, nothing, nggak ada gunanya. Karena DNA itu harus dipertanggungjawabkan secara hukum," ujar Tomas saat dijumpai di Gedung Great River Kuningan usai membuka kantor barunya.

Sebaliknya, dalam kesempatan itu Tomas justru menagih janji Djodi yang beberapa waktu lalu membuat tantangan untuk tes DNA. Menurutnya hingga detik kemarin pihak Djodi belum pernah menghubunginya untuk merealisasikan janjinya itu.

"Justru yang membuat tantangan untuk membuat tes DNA itu dari pihak Djodi, bahkan mereka katanya mau membiayai tes DNA itu. Waktu itu kami tanggapi hanya minta di luar negeri di Singapura atau di London, agar hasilnya bisa lebih netral, tapi sampai saat ini belum ada yang menghubungi saya maupun Sandy ," katanya lagi.

Saat ini, lanjut Tomas, pihaknya masih menunggu follow-up dari pihak kepolisian. Namun berdasarkan informasi yang diperolehnya hingga saat ini kasus perseteruan bekas suami-istri itu belum di SP 3, jadi masih ada kesempatan untuk membuka kembali kasus tersebut.

"Sejak awal saya sudah katakan bahwa saya dan Sandy Harun itu sifatnya defense, kami tidak mau menyerang. Kita hanya akan menyerang balik atau counter attack ketika mereka menyerang kita. Kalau dia (Djodi) diam yah kita diam," imbuhnya.

Jika sang pengacara begitu berkobar, berbeda halnya dengan Sandy Harun yang saat itu duduk di samping Tomas. Sandy nampak santai seperti tak ada beban hukum yang tengah dipanggulnya.

"Kalau menurut saya, kalau dia sudah diam sih sudah bagus. Ya sudah tutup buku, selesai," katanya singkat.

Sekedar informasi beberapa bulan lalu Djodi memang telah melakukan tes DNA di luar negeri, sebagai langkah antisipasi jika dirinya mengalami kecelakaan, mengingat kesibukannya sebagai pebisnis yang kerap bepergian dengan pesawat terbang. Kartu DNA itu selalu menemani ke manapun dia pergi. (kl/kkn)


Lihat profil: Setiawan Djodi, Sandy Harun
Diposting oleh: Editor |




Lihat Arsip Berita Setiawan Djodi

2006

WHAZZ UP!







Kota

Merk