

Shanty sempat mendapat tawaran bermain film beberapa waktu yang lalu. "Kemaren sempet dapet tawaran film Indonesia - Perancis, tapi nggak tahu kenapa batal. Padahal pengen banget main film lagi. Kangen juga ya, udah lama nggak maen untuk film," ungkapnya.
Nama Shanty memang lebih dikenal sebagai penyanyi, namun ia juga sempat bermain dalam beberapa judul film. Meski ia tidak begitu fokus menggeluti dunia seni peran, namun ia mengaku masih ingin terjun lagi ke dalamnya.
Batal membintangi film yang sudah ditawarkan padanya, Shanty sedikit kecewa. Namun disinggung soal keinginannya mendapatkan suatu peran, saat dijumpai dalam acara Johnny Andrean Awards ke-7 di Pacific Place, Sudirman, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu, Shanty pun menjawab sambil tertawa, "Mau jadi polwan!" (kpl/gum/dew)

Menanggapi aksi langsung yang digelar oleh mahasiswa dan masyarakat, beberapa artis pun turut berkomentar. "Saya berharap enggak rusuh. Ramai di twitter, kalau sudah singgung politik saya deg-degan, takutnya ada yang nunggangi. Kalau di Papua saja itu beli bensin 70 ribu kok. Saya takut demo BBM ini meluas," ungkap Shanty.
Memantau perkembangan tentang Indonesia melalui berita dan media sosial belakangan ini memang cukup beragam topik yang dibicarakan. Selain serangga tomcat dan kenaikan BBM, masih banyak lagi isu lain yang berkembang di sini. Shanty pun mengaku kerap ingin mengetahui lebih banyak berita dari dalam negeri.
Dalam era modern seperti sekarang, berita apapun dan dari manapun, sangat mudah dipantau. "Kadang saya streaming, pingin tahu berita di negara saya kayak apa. Rok mini, zona waktu, Indonesia lagi ramai banget. Aku pikir ramai banget ya negara ini," ujarnya saat dijumpai dalam acara Johnny Andrean Awards ke-7 di Pacific Place, Sudriman, Jakarta Selatan, pada hari Senin (26/3). (kpl/gum/dew)

"Sekarang lagi belagu, soalnya pingin jalan-jalan terus, soalnya baru bisa jalan walaupun suka oleng gitu. Jadi sebenarnya agak kehilangan," ujar Shanty saat ditemui di acara soft launching Gentur Cleft Foundatio, yayasan yang menangani pasien bibir sumbing yang kurang mampu di Indonesia, di Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012).
Layaknya kebanyakan para ibu yang lain, meski mempunyai asisten untuk menjaga namun tidak sepenuhnya lepas tangan. Urusan makanan dan lain-lain tetap dalam pengawasan Shanty. Apalagi kesehariannya di Hong Kong tidak bekerja, kecuali mengurus rumah tangga.
"Saya ada asisten, tapi saya yang kontrol, mulai dari makanan. Saya nggak mau anak saya lebih deket sama suster, apalagi saya nggak kerja, bukannya yang harus show ke mana-mana," tuturnya.
Sang anak yang saat ini sudah bisa memanggil mama, menjadikan Shanty lebih tenang ketika pulang dengan segudang persoalan.
"Bangga banget, saya seperti jatuh cinta setiap hari, pokoknya terserah mau dunia sekacrut apapun tapi setelah melihat muka dia dan manggil mama, sudah damai semuanya," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Iya itu sudah ditanyakan banyak orang, cuman saya itu lagi enjoy banget sama Juno, itu lagi lucu-lucunya, terus dia juga lagi mulai lari, terus nanti kalau saya lagi hamil nanti ngejar-ngejar susah, masih menikmati masa-masa lucunya," ungkap Shanty.
Shanty yang ditemui di acara soft launching Gentur Cleft Foundation, sebuah yayasan yang menangani pasien bibir sumbing yang kurang mampu di Indonesia, di Cafe Sinou, Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012) mengungkapkan, tidak menargetkan, kapan harus memiliki anak lagi.
"Enggak tahu...Pengen, tapi kita nanti dulu deh, soalnya ini baru dinikmatin ya," pungkas Santy yang mengaku sudah pernah membicarakan dengan suaminya, Sebastian Paredes, soal rencana memiliki anak lagi. (kpl/gum/dar)

"Saya ke sini karena suami lagi ke luar negeri. Saya pikir ada jeda 2 minggu terus ya sudah lah mendingan saya ke sini (Indonesia)," ujar Shanty saat ditemui di acara soft launching Gentur Cleft Foundation di Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012).
Kepulangan Shanty dan Juno ke Indonesia dimanfaatkan untuk silaturahmi dan menyambangi makam (ziarah) kakek Juno. Selama ini Shanty tinggal di Hongkong, tempat tinggal suaminya.
"Kangen sekali, saya sudah dua mingguan di sini, jadi sempat nyekar bapak saya ke Bandung terus ke Sukabumi terus kangen-kangenan saja sama keluarga. Sebenarnya tiga bulan sekali pulang, pokoknya tiga bulan sekali harus pulang," terang Shanty yang akan kembali ke Hongkong, Jumat (23/03/2012). (kpl/gum/dar)

"Saya begitu ditelepon sama Tompi, terus ditodong, 'mau nggak bantuin gue?' Apapun yang bisa saya bantu, kayak ada anak sakit, anak yang terlahir kurang beruntung, anak yang cacat, sudah deh sejak gue punya anak, gue lebih sensitif sama yang kayak gitu," ucap Shanty.
Shanty yang ditemui di acara launching Gentur Cleft Foundation (GCF), sebuah yayasan yang menangani pasien bibir sumbing yang kurang mampu di Indonesia, di Cafe Sinou, Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012) mengungkapkan, selayaknya para publik figur, dia memanfaatkan popularitasnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dari situ biasanya teman-temannya yang memiliki rezeki lebih, akan mengirimkan berapapun nilainya.
"Apalagi kalau ada yang lagi di rumah sakit mana, perlu bantuan, kita bisa bantu misal diumumin lewat twitter, menurut saya itu bisa ngaruh, followers saya banyak, kebayang nggak kalau satu orang yang saya hubungi bisa bantu 10 perak saja itu bisa banyak," paparnya.
Shanty berpikir, kenapa kekuatan jaringannya lewat twitter tidak digunakan untuk sesuatu yang positif. Lewat informasi itu akan membantu orang-orang yang dalam kondisi kesulitan. Shanty pun siap melakukan sesuatu, bahkan berkorban kalau memang untuk kepentingan mereka.
"Apapun saya lakuin, mau mengumumkan kembali juga kan sudah bantu ya, yang jelas kalau ada dana saya bisa bantu atau lewat suara saya, nyanyi," akunya. (kpl/gum/dar)

"Waktu hamil naik dua puluh enam kilo. Waktu lagi hamil sempat ngambek sama dokter dan minta ganti dokternya karena saya disuruh diet," beber Shanty kepada tim KapanLagi.com™, Minggu (13/11) kemarin.
Namun, berkat program dietnya yang dia lakukan di Hongkong, berat tubuh Shanty sekarang sudah turun drastis. Sekarang berat tubuh Shanty adalah lima puluh kilo, hanya terpaut satu kilo saja dengan berat tubuhnya sebelum melahirkan, ungkapnya.
Saat ditanya mengenai keberhasilannya dalam mendapatkan berat tubuhnya yang ideal, Shanty mengungkapkan bahwa keberhasilannya itu hanya dilakukan dengan olahraga dan diet. Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak percaya dengan metode sedot lemak.
"Yang penting olahraga sama diet. Udah ga ada jurus lain. Saya mah ga percaya sedot lemak dan suntik lemak. Karena hasilnya sementara. Diet setelah Juno berumur enam bulan, dua bulan terakhir digenjot habis-habisan," ungkap Shanty saat ditemui di acara Jakarta Fashion Week, Pacific Place, Jakarta, Minggu (13/11/) kemarin itu. (kpl/gum/nic)

