

Film ketujuh yang dinahkodai Harry Dagoe ini bakal menampilkan banyak aktor dan aktris cilik pendatang baru. Sebut saja Adam Farrel Xavier dan Ersya Aurelia.
Selain nama baru, film ini juga turut dibintangi aktor aktris ternama seperti Indra Bekti, Sita Nursanti, Mpok Atiek dan Vincent Rompies.
Sosok Ahmad Albar yang menjadi Jendral kancil versi lawas diplot mendukung film versi baru ini. Di sini Ahmad Albar akan memerankan kakek dari Jendral Kancil.
JENDRAL KANCIL memang masih akan dirilis pada 5 Juli 2012 mendatang untuk mengisi masa liburan. Namun melalui akun twitternya, Harry Dagoe selaku sutradara merilis poster film tersebut.

Poster: Jendral Kancil @harrydagoe
Poster itu menampilkan sekumpulan anak-anak dengan pose ketakutan. Sedang sosok Jendral Kancil berdiri di tengah memakai baju kuning sedang memegang sulur pohon. (kpl/twt/abs)

"Ingin buat album solo yang benar-benar. Karena selama ini kan aku memang single-single saja ya. Kalau besok-besok maunya album solo," paparnya.
Penyanyi kelahiran Sumedang ini belum tahu kapan impiannya ini bisa terwujud. Namun dia ingin agar hal tersebut bisa terealisasikan ke depannya.
"Belum tapi jangan ngomong rencana gitu yah. Setelah vakum yah setelah hampir 10 tahun makanya saya ingin mengerjakan itu," tukasnya saat dijumpai di Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu. (kpl/uji/faj)

Namun anehnya dia lebih percaya diri jika disuruh menyanyi di sebuah drama musikal. Dan kini penyanyi kelahiran Sumedang ini lebih memilih untuk bernyanyi di musikal.
"Rada keteteran sih kalau menyanyi sebenarnya. Makanya sekarang musikal dulu saja. Sebenarnya kalau menyanyi di musikal itu ya terkadang sih lebih percaya diri. Malah kalau sendiri yang nggak pede," paparnya.
Lantas apa yang membuat mantan personel RSD ini bisa mengalami hal seperti itu? Sita mengatakan jika dia kagok dan kurang pede karena sudah lama tidak bernyanyi. Lama absen membuat dirinya kaku untuk bernyanyi kembali.
"Lebih tepatnya agak kagok gitu, bukan nggak pede karena mungkin sudah lama tidak menyanyi, dan tidak sesering dulu. Sekarang juga industri per-musikan kita lebih muda. Zamannya boyband dan girlband," ujar Sita yang terus mengasah vokalnya.
"Latihan tetap ada yah, untuk vokal tetap," tukasnya saat dijumpai di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu. (kpl/uji/faj)

Sebagai satu kesatuan, akting dan musik bisa ia tuang dalam drama musikal. "Sebuah bentuk wadah dan ekspresi yang saya memang masih sangat pemula. Masih tetep belajar semua bisa diakomodasikan yah," paparnya saat dijumpai dalam acara syukuran syuting film Jendral Kancil.
Dalam hal akting, Sita memang masih terus menggali bakatnya. Ia terus belajar dari pementasan-pementasan dan film-film yang ia bintangi. Drama musikal sendiri merupakan hal yang cukup menarik baginya.
Dengan mengikuti drama musikal Sita bisa lebih memperdalam pelajaran aktingnya. "Merupakan salah satu pementasan yang cukup menarik untuk bisa belajar dan belajar akting lagi," pungkasnya di Kabayoran Baru, Selasa (17/4). (kpl/uji/dew)

"Saya nggak tahu harus berapa kilo. Lihat saja kemampuan saya. Waktu 7 bulan ini cukuplah harus menurunkan," ujar Sita Nursanti saat ditemui di preskon drama musikal Sangkuriang di Pusat Kebudayaan Italia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012).
"Bukan soal kurusnya sih yang saya cari. Yang penting stamina dan kesehatan. Dengan badan besar saya sulit untuk bernyanyi lebih power full," ungkapnya
Sita sudah mulai menjalani olahraga dan dampaknya pun sudah mulai dirasakan. Waktu yang ada diyakini akan mengantarkan berat tubuhnya menurut, di samping semakin sehat dengan olahraga.
"Ternyata olahraga 2 minggu saja sudah memperbaiki sedikit. Kebayang kalau terus-terusan saya melakukan itu," tambahnya.
Sita pun sama sekali tidak mengurangi porsi makan sebagaimana yang biasa dikonsumsi selama ini. Bahkan tidak mengenal kata pantangan, apapun jenis makanan masuk.
"Nggak mengurangi makan, tapi lebih listen to my body. Saya nggak pantang makanan, dan tidak akan memantangkan makanan apapun. Yang perlu saya kenali, adalah lapar fisik atau cuma pengen makan saja," akunya. (kpl/gum/dar)

"Waktu itu sudah benar, cuma agak ekstrem. Saya nggak bisa keep my lifestyle untuk selamanya," ujar Sita Nursanti saat ditemui di preskon drama musikal Sangkuriang di Pusat Kebudayaan Italia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012).
Kali ini, Sita akan kembali menurunkan berat tubuhnya, namun dengan treatment yang berbeda, yakni dengan menjalani olahraga secara rutin.
"Renang dan jalan kaki cepat saja. Belum kuat joging, karen lutut saya juga cidera. Yang alami saja," terangnya.
Sita mengaku pernah merasakan efek negatif dari kegemukan. Gerak tubuhnya serasa kurang lincah, cepat lelah dan ngos-ngosan saat beraktivitas. Sebelumnya Sita sudah sering konsultasi ke dokter untuk permasalahan berat badan yang di alaminya itu.
"Jangankan buat nyanyi, buat ngomong saja ngos-ngosan. Bukan cuma masalah orang gemuk, tapi semua orang yang sudah lama tidak berolahraga. Saya sudah berkali-kali datang ke dokter, ternyata bukan soal dokter, lebih ke psikologi," akunya. (kpl/gum/dar)

"Kangen banget sih. Saya sampai lupa jadi penyanyi. Kebanyakan nyanyi di acara musikal. Harus punya album solo, biar nggak dikait-kaitkan terus sama RSD. Sekarang malah suka ditanya, kapan main film lagi, mentas di teater lagi, manggung di acara musikal lagi," ungkapnya.
Sita sangat berharap bisa mengeluarkan album solo. Dirinya percaya bahwa pada waktunya nanti albumnya pasti benar-benar ada. Sementara itu, sampai saat ini Sita masih menggarap album tersebut, yang diakuinya masih abstrak.
"Paling tidak ya rilis single lagu dulu. Tapi kayaknya tetap pop. Di TBP ini pop dance ciptaan Dimas yang nge-rap karena dia DJ. Saya merasa tertantang aja," ujarnya saat dijumpai dalam acara I Radio INTRO The Broadcaster Project di EX Plaza, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9). (kpl/buj/dew)

