

"Aku berangkat dari anak band, iklan, FTV, film, tertarik dari dulu. Sekarang lagi datang aja (pingin nyanyinya), sekarang juga lagi featuring sama Slank, pas di sini orang jadi tau aku nyanyi," ujarnya.
Lebih lanjut Poppy mengatakan jika dia ingin mengeksplor kemampuannya. Kebetulan dia juga sudah lama bernyanyi dengan bandnya.
"Sebenarnya aku eksplor aja. Di entertainment ini kan bisa nyanyi, akting bisa, dimacam-macam bisa eksplor semua, yang penting maksimal," papar Poppy yang dulu sempat membentuk band bareng Mitha The Virgin dan memegang posisi gitar.
"Main gitar, sempet punya band cewek sama Mitha The Virgin, namanya Million," tukasnya saat dijumpai di Theater Djakarta, Jakarta, Senin (14/5) (kpl/gum/faj)

Kini Poppy disibukkan untuk jalan bareng Slank untuk ikut dalam turnya. Karena dalam salah satu lagu, Poppy turut menyumbangkan suara di situ.
"Mau jalan sama Slank, nyanyi lagi, feat promo-promo, tur yang luar kota enggak Jabodetabek aja," paparnya saat dijumpai di Theater Djakarta, Jakarta, Senin (14/5).
Poppy mengaku jika dia dulunya adalah Slankers saat masih duduk di SMP. Dia berkhayal berharap bisa nyanyi bareng Slank, dan akhirnya impiannya pun kesampaian.
"Dulu pas SMP kelas 1 ngayal banget bisa nyanyi bareng Slank. Terus sebelum ini ada musikal namanya Kupu-Kupu Biru yang nemuin aku sama Slank, itu keponakannya Bimbim yang bikin. Akhirnya jodoh lah, judul lagu Kupu Biru," ujarnya.
Sebelumnya Poppy juga pernah membuat band bareng Mitha The Virgin. Band tersebut pernah diliput oleh Koran Slank, namun sayangnya band tersebut tak bertahan lebih lama.
"Dulu pernah bikin band cewek, bareng Mita The Virgin, pernah diliput Koran Slank. Nama bandnya Million," tukasnya sambil tersenyum. (kpl/gum/faj)

"Kesan yang saya salut, tim produksi yang kerja super mepet tapi hasilnya super bagus. Audience yang saya harapkan gak begitu rame, tapi ternyata antusiasme-nya sangat luar biasa," ucap Kaka ditemui di The Ritz Carlton Pasific Place, SCBD, Jaksel, Sabtu (12/5) dini hari.
Tampil di hotel berbintang menjadi konsep berbeda yang disajikan Slank, yang selama ini kerap hadir di panggung terbuka. Personel Slank lantas mengungkapkan keinginan untuk menggelar tur di hotel berbintang demi mengobati kerinduan 'Slankers wangi'.
"Moga bisa dibikin touring di hotel bintang 5 seluruh Indonesia. Seru sih banyak yang terbayarkan setelah sekian lama. Malam ini balik ke konsep yang megah," ucap Bim Bim. "Ini mengobati rindu banget, bagi fans-fans Slankers wangi," sahut Ridho.
Sebagai band legendaris, penggemar Slank saat ini memang sudah begitu besar dan banyak yang berasal dari kalangan mampu atau Slankers wangi. Konser yang pindah ke hotel berbintang ini pun mendapat apresiasi dari Slank.
"salut buat promotor, tim produksi yang harus pindah-pindah tempat. Penonton seru banget," kata Abdee. "Dengan perpindahan tempat justru malah bikin bagus," tandas Ivan. (kpl/ato/sjw)

"Daripada anak gue ngiler?" tukas Ardie seraya tertawa, "Hampir semua lagunya suka. Ya suka aja. Tapi tadi lagu yang apa ya, judulnya.. Yang liriknya 'balikin oh balikin' itu nggak dibawain."
"Baru tau tadi pagi. Kebetulan ngeliat promo konser mereka. Pas nyari tiketnya juga ada, ya udah, nonton," ujar Nia yang saat ini sudah hamil 9 bulan.
"Tadi nendang-nendang baby-nya, seneng. Seru soalnya," tutur Nia lagi, yang ingin melahirkan secara normal walaupun belum mengetahui tanggal pastinya.
Nia pun mengaku sudah siap melahirkan. Semua yang diinginkannya akibat ngidam sudah didapatkan. Karenanya, sekarang pasangan tersebut hanya perlu menunggu hari kelahiran bayi yang dikatakan berjenis kelamin perempuan itu. Satu hal yang masih jadi perdebatan Nia dan Ardie adalah soal nama.
"Lagi sering debat aja sama dia (Ardie). Soalnya aku ada nama satu, dia ada nama satu," pungkas Nia. (kpl/ato/rea)

Naif memilih 2 lagu yaitu Memang dan I Miss You But I Hate You, sementara Dira Sugandi membawakan lagu Foto Dalam Dompetmu, dan Sashi melantunkan tembang #1. Tak mau kalah, Alexa pun langsung menggelontorkan Jakarta Pagi Ini, Terlalu Manis dan Mawar Merah. Tika dan Pure Saturday juga membawakan lagu di antaranya Kirim Aku Bunga, Koepoe Liar, dan Kalah.
Pertunjukkan inti pun dimulai dengan paduan suara yang melantunkan lagu Pulau Biru dan Bang Bang Tut. Lalu Kaka, Bimbim, Ivan, Abdee dan Ridho langsung menyambut dengan lagu medley, Bang Bang Tut dan Tong Kosong.
"Assalamulaikum. Banyak banget halangan dan rintangan, tapi kami tak pernah lelah menyebarkan virus kedamaian," ucap Kaka sebelum melantunkan lagu Virus.
Di lagu Virus ini, Kaka memainkan gitar bolong. Medley lagu Mars Slankers, Lo Harus Grak, Jurus Tandur, Garuda Pancasila dan Pak Tani menjadi rangkaian selanjutnya. Sedangkan Bimbim membuat penonton bernyanyi bersama saat dirinya melantunkan lagu tanpa musik, Bidadari Penyelamat. Drummer ini diangkat ke atas menggunakan panggung hidrolis. Usai menyanyikan lagu, ia menyobek celananya hingga menjadi celana pendek.
Nomor lawas tak lupa dibawakan Kaka dan kawan-kawan, seperti Lorong Hitam, Anyer 10 Maret, Piss, Ketinggalan Jaman, Gara Gara Kamu dan Kilav di mana Slank berkolaborasi dengan Sashi serta musik orkestra.
Di sesi akustik, Slank membawakan lagu Lembah Baliem, serta berduet dengan Dira Sugandi di medley lagu Maafkan dan Ku Tak Bisa. Tika kembali beraksi lewat duet di lagu Reaksi dan Poppies Lane Memories. Lalu Titiek Puspa juga diajak bergoyang bersama di lagu Orkes Sakit Hati.
Kurang lebih 3,5 jam konser berlangsung. Sekitar pukul 00.30 WIB Sabtu dini hari, konser baru selesai. Lagu Terbunuh Sepi menjadi suguhan terakhir. Di lagu ini Kaka memakai aksesoris sayap kupu-kupu Slank. Sebelumnya, lagu Pandangan Pertama dan Kupu Biru (kolaborasi dengan Yuyun dan Poppy Sovia) serta Kamu Harus Pulang turut dibawakan. (kpl/ato/rea)

"Ayo kita njoget bareng-bareng," ujar Titiek Puspa saat didapuk Slank melantunkan lagu yang memang berirama dangdut tersebut di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan (11/5).
Tak lupa, Titiek Puspa juga memberikan pujian kepada band pelantun lagu Maafkan ini.
"Ini cucu saya luar biasa, untung udah pakai baju lagi, kalau nggak bisa melorot nanti. Tapi tanpa Bunda Iffet, ini ndak ada. Saya harus berterima kasih kepada Bunda, karena di saat mereka down, Bunda yang membimbing. Manusia gak ada yang sempurna. Tapi kalau kita mau, kita pasti bisa lebih baik lagi," tukas Titiek Puspa.
Tak hanya sekedar konser. Karena beberapa persen hasil dari penjualan tiket konser I Slank U ini akan disumbangkan ke Yayasan Syair Untuk Sahabat yang berkonsentrasi pada anak-anak penderita HIV/AIDS.
"Nanti apalagi akan ada yang disumbangin ke Yayasan AIDS. Itu yang lebih luar biasa lagi menurut saya," pungkas Titiek Puspa.
Selain melakukan duet dengan Titiek Puspa, Slank juga menampilkan beberapa bintang tamu seperti Dira Sugandi, Tika, Alexa, Naif, Pure Saturday, Poppy Sovia, dan lainnya. (kpl/ato/faj)

Di sela menyanyikan lagu berjudul Pak Tani, Slank memberikan gimmick tentang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
"Ayo kita bikin Pilkada kecil di sini, di Ritz Carlton ini. Karena gue yakin yang berada di sini adalah perwakilan kecil dari DKI Jakarta. Gue juga yakin pasti kalian mempunyai pilihan yang beda-beda," ucap Kaka mengawali gimmicknya di konser bertajuk I Slank U, The Journey Of Blue Island, Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (11/05).
Beberapa nama kandidat pun disebutkan. Termasuk guyonan Kaka bahwa dua personil Slank juga bakal maju dalam Pilkada nanti.
"Kalau Ivan Gubernurnya dan Bimbim sebagai Wakil Gubernurnya mungkin atau nggak mungkin?" lempar Kaka ke ribuan penonton yang menjawab dengan lirik lagu Pak Tani, "Gak mungkin, gak mungkin, semua itu terjadi, 103 tahun mungkin," jawab penonton kompak.
Kaka pun melanjutkan pertanyaannya ke penonton, " Kalau Gubernurnya Jokowi dan Ahok, atau Alex Nurdin dan Nono?" teriak Kaka. Penonton pun masih teriak "Nggak mungkin," sesuai lirik lagu Pak Tani.
Juga ketika nama Fauzi Bowo disebut. Ribuan penonton makin kencang meneriakkan penolakannya, "Huuuuuuuuu... Gak mungkiiiiiinnn," teriak penonton.
Dari teriakan penolakan penonton, peringkat pertama ditempati Fauzi Bowo - Nuchrowi, peringkat kedua ditempati Alex Nurdin - Nono Sampono, dan peringkat ketiga ditempati Jokowi - Ahok.
"Lo kata gampang mimpin Jakarta. Semua punya visi dan misi, tinggal pembuktiannya aja nanti," tandas Bimbim. (kpl/ato/sjw)

