

"Pas ditawarin seneng banget, dan pemainnya juga kebanyakan senior aku semua dan aku juga bisa belajar," ujarnya senang saat ditemui di Planet Hollywood beberapa waktu lalu. Dalam film barunya ini, Nadia Vega bergabung bersama jajaran pemain watak seperti Meriam Bellina, Nadia Vega, Torro Margen, Helmalia Putri, dan Trie Utami.
Bermain dengan jajaran pemain watak di atas membuat Vega wajib menampilkan akting terbaiknya. Salah satu bentuk totalitasnya adalah dengan tak takut berpanas-panasan kala syuting di pantai. "Kemaren aja di Aceh, terus yang belum tayang juga di Anyer jadi agak item sedikit," ceritanya.
Dalam kesempatan yang sama, bintang film yang kabarnya sedang menjalin kedekatan dengan David Peterpan ini mengungkapkan ketertarikannya pada bentuk film yang lain, yakni animasi.
"Seru aja, kemaren kan di depan layar, sekarang di belakang layar juga, stres-nya berbeda," jelasnya. Vega mengaku bersyukur mendapat kepercayaan bermain dalam dua jenis film yang berbeda-beda. Masing-masing dengan prioritas yang berbeda. Kabar terbaru, Vega sedang merampungkan proyek film animasi yang judulnya masih dirahasiakan. (kpl/gum/dka)

"Merasa terhormat. Apalagi ini ditawari langsung dari om Peter. Seneng banget, banyak juga yang nonton, penuh. Bangga lah," ungkap Barry Likumahuwa saat ditemui di JJF hari kedua. Keponakan Utha ini mengaku sangat terharu saat lagu mendiang, Esok Kan Masih Ada dinyanyikan Monita. Baginya, lagu tersebut punya arti yang mendalam. Lagu Utha yang lainnya, Tersiksa Lagi, juga membawa kesan bagi sang keponakan.
"Liriknya itu menyentuh banget. 'Di mana akan kucari lagi pengganti dirimu' buat saya, Utha Likumahuwa itu suaranya gak bisa ada yang gantiin. Kalau ada yang mengikuti itu mungkin, tapi kalau untuk mengganti itu kayaknya gak bisa," ujarnya.
Tangis pun tak bisa dibendung Barry saat ia melihat saudaranya, anak Utha, menangis saat lagu tersebut diperdengarkan. "Jadi makin gimana gitu. Tadi ada Harvey Malaiholo, Mike Mohede, Ivan Saba, Mus Mujiono juga," pungkasnya. Awalnya, Trie Utami dikabarkan ikut manggung juga namun batal karena ada keperluan. (kpl/ato/dka)

Sebut saja Al Jarreau, bagi seorang pelakon jazz tentu nama ini adalah sebuah legenda. Al Jarreau merupakan penyanyi jazz yang telah memenangkan 7 piala Grammy dalam genre yang diusungnya. Penyanyi senior ini juga telah menelorkan 15 album studio sepanjang tahun 1975-2008, ditambah dengan beberapa album live dan kompilasi serta banyak single.
Lalu Herbie Hancock, pria Amerika bernama lengkap Herbert Jeffrey Hancock ini adalah seorang pianis, keyboardis dan komposer yang handal. Salah satu karya terbaiknya adalah sebuah album tribute Rivers: The Joni Letters yang dirilisnya pada tahun 2007 dan memenangkan Grammy Awards 2008 untuk kategori Album Of The Year.
Bobby Caldwell apalagi, musisi senior yang telah menggelontorkan banyak hits hebat diantaranya What You Won't Do For Love, Heart of Mine, Beyond The Sea, Take Me I’ll Follow You, Don’t Led Me On, Loving You, Back To You, dan lainnya.
Nama Depapepe juga tak bisa dianggap remeh. Duo gitar asal jepang ini merupakan salah satu yang ditunggu oleh penonton. Penampilan apik nan kocak mereka pada Java Soulnation, September 2011 lalu telah merebut hati publik penikmat musik tanah air. Tentu, alunan lembut musik musik instrumental seperti Sakura Mau, Koi Mizu, Kitto Mata Itsuka, Spur, Aishu Violet, Rosy, Start bakal menjadi nomor yang menarik untuk disimak.
Musisi luar lainnya seperti Erykah Badu, Bobby McFerrin, Herbie Hancock, Ron King Big Band juga siap beradu. Lalu beberapa yang berasal dari dalam negeri pun tak mau kalah. Dewa Budjana dengan musik-musik jazz halusnya, Maliq and D Essentials, Donny Suhendra bersama Trie Utami, Cindy Bernadette, Dwiki Dharmawan, God Bless, Indra Lesmana saling berlomba untuk menyuguhkan aksi menawan mereka. (kpl/ato/faj)

"Pengen liat penyanyi favorit aku nyanyiin lagunya Whitney. Karena aku salah satu fansnya Whitney. Dia memang pantes selama sepanjang hidupnya dapetin Grammy," ujar Ririn ketika dijumpai di acara Tribute to Whitney di Hard Rock Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada Minggu (19/2) malam.
Wanita cantik ini mengaku sudah lama ia menjadi fans Whitney. Bahkan lagu-lagu Whitney selalu menjadi pilihan utama Ririn saat berkaraoke. "Aku punya albumnya juga kok. Album keduanya. Ya aku suka nyanyiin waktu karaokean tapi karena suaranya tinggi banget jadi gak sampai," ucap Ririn.
Melihat beberapa beberapa kawannya seperti Ruth Sahanaya, Titi DJ, Trie Utami menyanyikan lagu Whitney, Ririn mengaku terkesan. Sementara itu, ditanya tentang penyebab kematian Whitney yang dikabarkan berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba, Ririn enggan berpendapat. Ririn lebih suka melihat Whitney dari segi positif. "Jangan lihat dari negatifnya tapi lihat positifnya," pungkasnya. (kpl/gum/adb)

Tapi kali ini dia ditangani komposer kawakan Edwin Saladin, seorang komposer yang juga menangani Trie Utami dan Ruth Sahayana. Dan uniknya, penetapan single kedua itu, Zahra mengikuti keinginan fans-nya.
"Ya, pemilihan single kedua ini aku memang menanyakan kepada fans lewat Twitter, lagu-lagu mana yang pas untuk bisa dinaikin. Dan ternyata kebanyakan mereka memilih lagu Alasan," jelas Zahra saat ditemui di Aldorama Kemang, Jumat (3/2).
Dari 10 lagu yang ada di album debut, minus lagu Langkahku yang telah menjadi single pertama, lagu Alasan dianggap paling layak dijadikan single kedua oleh fans Zahra yang tergabung di Z-addict. Mereka menilai lagu Alasan sangat Zahra banget dibanding lagu-lagu di album yang rilis pada Juni 2011 lalu.
Kekuatan lain yang dimiliki penyanyi jebolan ajang pencarian Idola Cilik 2008 itu, adalah banyaknya musisi-musisi berkualitas bagus yang ikut terlibat dalam proses pembuatan lagu-lagu di album Langkahku itu. Seperti Tohpati, Andi Rianto, dan Adjie Soetama.
"Untuk single kedua ini, harapannya aku sih klise saja, diterima dan bagaimana memberikan karya yang maksimal. Aku pingin diakui sebagai musisi, tidak hanya sekedar sebagai penyanyi yang tidak mengerti musik," pungkasnya. (kpl/ato/aia)

"Ngayogjazz merupakan sebuah tradisi musik tahunan dalam memainkan musik jaz di Yogyakarta, pada 2011 ini akan kembali kami gelar di Kotagede Yogyakarta pada 12 November mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai," kata Event Director Ngayogjazz 2011, Djaduk Ferianto, Sabtu (5/11/2011).
Menurut dia, Ngayogjazz pada 2011 ini mengusung tema Nandoer Jazzing Pakarti, merupakan sebuah ruang dialog terbuka bagi siapapun untuk ikut guyub bersama.
"Sebab jaz tak melulu soal (jenis) musik, apapun yangg bersahutan dan menjadi sebuah dialog yang bisa dinikmati itulah jaz," katanya.
Ia mengatakan, kini cara bermain musik yang khas ini telah meluas ke seluruh dunia dan melibatkan lebih banyak orang, lebih beragam alat musik dan lebih bermacam unsur kebudayaan, sebanyak ragam kesenian dan bunyi di bumi ini.
Selain Trie Utami dan Idang Rasjidi, Ngayogjazz 2011 ini juga akan menghadirkan Rieka Roslan, Sierra, Ligro Trio (Adi Dharmawan, Agam Hamzah, Gusti Hendy), Tesla Manaf feat. Mahagotra Ganesha (Bandung), Nano Tirta, Gondo & Friends Surabaya, Streamline Quartet feat. Dyah (Solo Jazz Society) dan masih banyak lagi. (antara/dar)

Kini cara bermain musik yang khas ini telah meluas ke seluruh dunia dan melibatkan lebih banyak orang; lebih beragam alat musik dan lebih bermacam unsur kebudayaan, sebanyak ragam kesenian dan bunyi di bumi ini.
Di event tahun ini bertajuk Nandoer Jazzing Pakarti, yang dalam falsafah Jawa, orang mengenal falsafah Ngunduh Wohing Pakarti (menuai apa yang telah kita kerjakan). Namun tak mungkin bisa ngunduh jika kita tak pernah nandur (menanam). Nandur wohing pakarti. Menanam buah perbuatan (baik). Begitulah harapan atas semua yang kita lakukan di Ngayogjazz 2011.
Berbekal semangat itulah, Ngayogjazz 2011 mencoba memberikan tempat bagi para musisi muda untuk bisa mempresentasikan karya-karya mereka. Tak sedikit dari mereka, para musisi muda, memiliki kemampuan bermusik di atas rata-rata. Dengan kemampuan bermusik yang cukup mereka butuh lebih banyak untuk dikenalkan.
Ngayogjazz 2011 akan diselenggarakan pada Sabtu 12 November 2011 di Kota Gede, Yogyakarta pada 14.00 hingga selesai. Even ini digelar secara gratis dan dimeriahkan oleh 19 penampil seperti Rika Roeslan, Idang Rasjidi, Trie Utami, Sierra, Ligro Trio , Tesla Manaf feat Mahogatra Ganesha, Nano Tirta, Gondo and Friends, Streamline Quartet feat Dyah, Gubug Jazz Project,Balikpapan Jazz Lovers dan lainnya
Jadi jangan lewatkan serunya Ngayojazz tahun ini yang penuh hiburan serta berbagai pertunjukan seni lainnya. (kpl/prl/faj)

