

"Almarhum orang yang hangat, senang bercanda, orang yang tepat diajak berdiskusi, beliau pintar, saya orang yang mengagumi beliau dan melekat sampai saat ini. Semoga Mama diberikan ketabahan, kekuatan, setahu saya beliau orang baik," ujar Vira saat mendatangi kediaman KH Zainuddin MZ di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7).
Sambil menangis, Vira pun berdoa semoga arwah almarhum bisa diterima di sisi Allah SWT. Apalagi, menurut Vira, sosok KH Zainuddin hanyalah manusia biasa.
"Kalau doa pasti lah, lepas dari beliau manusia biasa yang punya kekurangan tapi saya yakin banyak nilai kebaikan yang beliau sampaikan untuk semuanya dan saya yakin itu jadi amal kebaikan buat beliau. Beliau orang yang nggak banyak bicara, hangat, suka bercanda, orang yang pas diajak diskusi soal apa saja," ujar Vira.
"Apa yang beliau tinggalkan akan menjadi cerita, selamat jalan ayah, doa saya dan doa seluruh umat selalu menyertai ayah," tambahnya (kpl/adt/faj)

"Sekolahan sudah punya. Kita memang berencana membangun sebuah miniatur ponpes yang mengelilingi kediaman beliau. Beliau suka curhat, nggak segampang membalikkan telapak tangan, gigih, ulet. Makanya kita mau meneruskan keinginan beliau," ujar Fikri saat ditemui di rumah duka di jalan H. Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (05/07).
Ponpes ini rencananya ditujukan untuk menciptakan penerus-penerus da'i seperti KH Zainuddin MZ. Apalagi saat ini sangat jarang ada anak muda yang mau menjadi pendakwah.
"Saya melihat beliau seorang mujadid (ahli dakwah), ditentukan oleh Allah, yang adanya 100 tahun sekali ada mujadid dalam bidangnya, yang nggak bisa dikaderisasi, karena yang bentuk jamaah. Semoga beliau wafat dan ada Zainuddin muda yang berkompeten dan punya bobot terhadap agama Islam," ujarnya.
Kalau ada keinginan membuat sebuah pesantren, apakah makam KH Zainuddin MZ akan dipagari? "Kita sadar dari awal Zainuddin MZ bukan hanya punya kita tapi juga punya umat. Nggak akan ada pagar pembatas. Kami sekeluarga memperbolehkan umat untuk siapa saja berziarah ke makam beliau," pungkasnya. (kpl/adt/sjw)

"Wallahuallam kalau menggantikan ayah, lagi-lagi umat yang akan menentukan, saya sudah ikhtiar, sudah ke arah sana, terserah umat nantinya," ujar Fikri saat ditemui di rumah duka di jalan H. Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (05/07).
Mantan kekasih artis Vira Yuniar itu pun mengatakan jika ayahnya juga tidak memaksakan mengenai profesi dakwah yang dijalaninya.
"Secara spesifik sih nggak, beliau moderat, terserah anak, kita paham, anak punya nasib sendiri dan sudah ditentukan. Terserah anak mau jadi apa," ujarnya.
Hanya saja Fikri mendapatkan amanat dari almarhum, bahwa apa yang sudah ada, seharusnya diteruskan oleh sang anak. Selain itu sejak 3 tahun yang lalu, Zainuddin MZ sudah meminta untuk dimakamkan di samping masjid.
"Beliau bilang teruskan yang sudah ada. Menjalankan amanat, 2-3 tahun lalu memang pesan pingin dimakamkan di areal masjid. Karena beliau punya cita-cita di lingkungan ini mau didirikan asrama dan sekolahan. Memang ada tradisi kyai dimakamkan di situ (masjid)," ujar Fikri. (kpl/adt/sjw)

Ibunda Vira, Gusniar mengaku tidak mengetahui mengenai perdamaian antara keduanya. Namun, untuk persoalan rujuk, dirinya sudah mengetahui karena keduanya sudah tinggal satu rumah.
"Kalau soal permohonan perdamaian itu saya malah nggak tahu. Yang penting sekarang sudah baik-baik saja enggak ada masalah. Kalau mereka sempat bermasalah, namanya juga rumah tangga pasti ada masalah. Sekarang sudah enggak ada apa-apa lagi," kata Gusniar kepada wartawan saat dihubungi via telepon, Rabu (25/5).
Ibunda Vira mengaku tak senang jika perdamaian antara anak perempuannya dengan Ryan diketahui oleh khalayak.
"Sebenarnya hal ini nggak perlu orang lain tahu, yang penting mereka berdua saja. Semuanya sudah biasa saja," tukasnya.
Vira Yuniar mengajukan gugat cerai kepada suaminya, Teuku Ryan pada bulan Juli 2009 lalu. Setelah melalui beberapa proses, Vira dan Ryan resmi bercerai pada Januari 2010. Namun, rupanya keduanya sepakat untuk mengajukan permohonan damai pada 21 Desember 2010. (kpl/adt/faj)

"Semuanya sudah kembali seperti biasa lagi yah. Ya iya lah saat ini sudah tinggal serumah lagi. Namanya juga suami istri," ujar ibunda Vira Yuniar, Gusniar kepada wartawan saat dihubungi, Rabu (25/5).
Gusniar pun mengatakan jika rujuknya kembali Vira dan Ryan memang sudah lama terjadi. Semuanya memang dikembalikan lagi kepada kedua belah pihak. Sebagai orangtua, dirinya pun ikut senang dengan bersatunya kembali rumah tangga anaknya.
"Perdamaian itu sudah lama. Sudah hampir satu tahun yang lalu. Sekarang sih sudah biasa saja, enggak ada masalah lagi. Mereka kan juga punya anak yang harus diurus secara bersama," papar Gusniar.
Vira Yuniar dan Teuku Ryan memang memutuskan untuk rujuk kembali setelah bercerai. Saat ini, prosesnya sendiri sudah dimasukkan ke Mahkamah Agung untuk mempersatukan keduanya. (kpl/adt/faj)

"Ada yang bentrok dalam hati karena saya, hampir 16 tahun berkecimpung di dunia peran, tapi saya belum sanggup menjalani antagonis total. Karena saya memiliki anak, karena takut dampak psikologis buat anak saya," ujarnya saat ditemui di launching Sinetron CAHAYA CINTA di Jl. Sepat 77, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (4/5).
Ryan menceritakan pengalamannya saat anak-anaknya protes tentang peran jahat yang ia bawakan. Mereka protes karena orang jahat tak sesuai dengan apa yang ia ajarkan kepada mereka selama ini.
"'Ayah, katanya nggak boleh jahat? Kok Ayah jahat di tivi, pake bunuh-bunuh segala?'. Nah, kan repot. Itu makanya saya jelaskan panjang lebar juga gak mungkin," papar Ryan.
"Itu menjadi PR, saya kan harus bertanggung jawab untuk menjelaskan juga ya. Apalagi, anak saya yang perempuan itu usianya enam tahun, dia pernah diam ketika saya tanya," imbuhnya.
Ryan berpendapat bahwa situasi zaman sekarang ini dunia entertainment begitu dekat dengan realita. Maka ia sangat berhati-hati terhadap apa yang dilakukannya, agar jangan sampai memberikan teladan yang tak bagus.
"Karena golden age itu situasi sekarang dunia entertain itu sangat dekat, karena salah satunya lewat nonton tivi. Apa yang mereka liat dan dengar itulah yang mereka anggap. Itu yang saya kontrol," tegasnya. (kpl/adt/bun)

Pasangan yang telah divonis cerai oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 20 Januari 2010 lalu ini terlihat sangat mesra. Keduanya bergandengan tangan seolah tak peduli dengan kehadiran wartawan yang memang sedianya meliput pesta resepsi tersebut.
Melihat kemesraan yang mereka tampakkan, beberapa pewarta pun langsung mengejar Vira dan mantan suaminya ke arah lift saat mereka mau pulang. Namun sayang keduanya tidak bersedia untuk memberikan keterangan terkait kembalinya mereka jalan berdua setelah bercerai.
Hanya senyuman dan gandengan tangan yang erat yang mereka pertontonkan kepada wartawan. Seperti yang telah diketahui, pasangan artis ini telah divonis cerai oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan tepat saat mereka merayakan ulang tahun anak kedua, Prayaa Alcany Ryan.
Lantas akankah mereka kembali bersatu? Hanya waktu yang akan menjawabnya. (kpl/ato/bun)

