KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Olok-olok kata autis memang sering didengar seperti misalnya main BlackBerry sendirian. Sebenarnya jangan melabeli orang itu autis. Nantinya jadi kebiasaan dan takutnya jadi salah kaprah serta dapat bikin sakit hati orang itu," terangnya di Senayan City belum lama berselang.
Kepada KapanLagi.com, Indra menghimbau kebiasaan olok-olok autis sebaiknya dihindari atau malah dihilangkan. Sehingga autis tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dijauhi dalam kehidupan masyarakat.
"Ya, walau sekedar bercanda tapi jangan deh. Sebab kalau benar-benar ada ibu atau orang yang punya autis terus tersinggung, bisa berabe," pungkasnya. (kpl/dis/erl)

"Walau di masyarakat mulai tahu dan menerima anak yang autis namun tetap perlu disebarluaskan terutama peran media. Sebab belum semua masyarakat mau menerima autis. Apalagi jika ada masyarakat awam yang masih memandang aneh dan sebelah mata," katanya kepada KapanLagi.com.
Dilanjutkan, bahwa sebenarnya anak dengan autis bisa bersosialisasi dan berkomunikasi jika diberikan kesempatan memperlihatkan prestasi yang dimiliki kendati tidak sepenuhnya seperti anak normal.
"Kebetulan saudaraku ada yang autis. Awalnya memang aneh melihatnya tapi bukan untuk dijauhi. Malah dengan kasih sayang kita dekati dan ajak ngobrol seperti anak biasa. Dengan cara khusus maka kita dapat berinteraksi lebih bebas. Sebab mereka hanya tahu hitam dan putih," urai Indra. (kpl/dis/erl)

"Konsep itu kita berdua aja yang tau, agak sedikit nasional aja. Apalagi kita ada yang dari daerah sini daerah sana. Aku Jawa - Padang, dia ada Arab - Belandanya," ungkap Indra Bekti usai acara lamaran di Della Rossa Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/11).
Kini baik Indra maupun Dilla, berharap dapat menjalani masa menunggu itu dengan sabar. Semoga juga dapat lancar menjalani aktivitas, termasuk usahanya di dunia entertainment.
"Aku harap bisa direstui pemirsa, keeping touch, saling dekatkan diri dengan keluarga. Nanti kita jadi suami istri yang baik," tegasnya.
Sementara itu, menurut Indra lamaran Sabtu (14/11) malam itu bukan sebuah pembuktian, namun sebuah doa yang dikabulkan oleh Tuhan. Karena sudah sekian waktu berharap untuk segera mendapatkan pasangan yang cocok.
"Ini bukan sebagai pembuktian, ini adalah doa yang terkabulkan, apalagi tahun 2003 aku sempat ke Makkah umroh dua kali setahun dan itu aku mintanya jodoh dan belum dikabulin juga," tegasnya.
Menurutnya persoalan jodoh menjadi cobaan yang diberikan oleh Tuhan. Padahal sebelumnya doa Indra yang lain, seperti meminta rezeki, karir dan lain-lain telah Allah berikan. Dengan bersabar, ternyata itu pun dikabulkan juga.
"Ini adalah doa yang dikabulkan. Ini lebih dari yang saya bayangkan. Bahkan saya sempat sujud syukur saat mau lamaran," ungkapnya haru. (kpl/buj/dar)

"Sekarang aku juga mulai batasi diri tidak terlalu mulai yang kaya gimana, hormati pasangan, dengan dewasanya dia pernah bilang be your self. Nggak kepikiran dia bisa ngomong gitu," ungkap Indra disusul dengan tawanya saat ditemui usai lamaran.
Presenter Indra Bekti dan Adilla Jelita menyelenggarakan sebuah upacara pertunangan di Della Rossa, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/11) malam. Pada pertunangan tersebut, diserahkan oleh Bekti berupa kalung dan gelang dari bahan emas putih dengan bertuliskan ID (Indra - Dilla). Namun tidak dijelaskan nilai nominalnya.
Sementara itu, Marjam Jannete Van De Hoeven, ibunda Adilla Jelita, mengaku akan mendukung pria yang menjadi pilihan putrinya. Meski sempat kaget dengan rencana Dilla, yang saat itu masih kuliah.
"Saya sangat cintai putri saya, dan apa yang dicintai putri saya pasti akan saya support. Saat dia minta jadi istrinya, saya sempat kaget. Lalu saya sampaikan dia harus selesaikan kuliah dulu dan itu dua tahun lalu. Tapi yang namanya sudah jodoh akhirnya dia tetep aja nyatu lagi. Saat pulang dia bilang pengen married cepat, ya cepatlah. I want make it sure. Buktikan bahwa Bekti memang cintai putri saya," ungkapnya panjang.
Sang mama juga tidak melihat sosok Indra seperti apa, terpenting mencintai dan dicintai sang anak. Bahkan tidak peduli dengan gosip entertainment atau perkataan orang sekali pun.
"I don't care people say, I trust him, waktu dia datang saya untuk hatinya. Saya tidak lihat luarnya Bekti seperti apa mau dia artis, mau dia kaya, mau dia miskin," ungkapnya.
"Yang penting bentuknya Bekti, dalamnya kayak apa. dia bisa cintai putri saya dengan sungguh-sungguh. Lakukan dengan hati, sedikit demi sedikit saya percaya dengan Bekti," pungkas setengah berpesan pada Dilla. (kpl/buj/dar)

"Ngiler lah. Tapi mudah-mudahan, minta doanya aja dah," kata Ruben saat ditemui di Della Rossa, Kemang, Jaksel, Sabtu (14/11) lalu.
Ruben sendiri menuturkan jika dia merasa terharu melihat sang sahabat akhirnya bisa melamar kekasih hatinya itu. Namun, Ruben menyayangkan ketidakhadiran Irfan Hakim di situ.
"Terharu lah melihat ekspresi Bekti. Tapi kurangnya satu lah ya, Irfan Hakim seharusnya hadir. Kan dia yang nyomblangin Bekti dan Dilla," terangnya.
Lalu, apakah Indra Bekti benar-benar serius dalam langkahnya ini? Ruben pun menjawab pasti.
"Ya ini justru keseriusannya Bekti. Ini kan permintaan orang tuanya Dilla yang meminta karena orang tuanya mau ke Eropa. Dan Bekti menunjukkan keseriusannya sama Dilla," pungkas Ruben. (kpl/buj/npy)

"Kita memang sudah janjian sih datang ke sini," kata Ruben. "Aku sama Vanes itu lebih di kerjaan karena sering masuk ke studio. Habis Vanessa live aku baru live, jadi selalu bertemu setiap hari. Awalnya dia sering curhat, jadi aku nyambung lah dengan anak ini."
Saat ditanya sudah berapa lama jalan bareng, Ruben tak mau mengatakannya. "Hanya kita berdua yang tahu aja deh. Lagi jalanin aja, aku takut kalau bilang nanti gagal lagi karena kita mencoba menjadi sesuatu yang baik aja," tampik Ruben.
Vanessa sendiri merasa Ruben adalah sosok pria yang baik dan seru. Apalagi, Ruben juga sabar menghadapinya.
"Ruben baik dan seru. Yang pasti sih gue ketika jatuh cinta dengan dia karena sering ketemu bareng di stasiun TV. Dia mengerti pekerjaan gue dan dia sabar, itu sih intinya," tutur mantan pacar Dwi Andhika ini.
Lalu, apakah kegagalan mereka di masa lalu menjadi sebuah hal yang membuat trauma bagi mereka berdua?
"Justru kita belajar dari kegagalan itu. Kebetulan Vanes yang aku kenal adalah anak yang mau nurut," terang Ruben yang diangguki Vanessa. "Yang sebaliknya, aku sering dengerin nasehatnya dan diam," tambah Vanessa. (kpl/buj/npy)

"Biasanya kalau lamaran kan dilakukan beberapa hari sebelum hari H baru diadakan lamaran. Tapi kebetulan maminya Dilla ingin lihat keseriusan aku untuk mengikat Dilla. Aku di sini sebagai calon mantu turuti keinginan mami, dan dia juga ingin lihat anak bahagia," terang Indra usai acara lamaran di Della Rossa Kemang, Jakarta Selatan.
Indra yang mengaku siap menikah tahun depan itu, melamar mahasiswa Sekretaris Internasional Cosmopoint University, Kuala Lumpur ini dengan pengikat berupa gelang dan kalung. Hal ini untuk membuktikan pada keluarga sang pacar bahwa presenter program CERIWIS itu memiliki keseriusan dalam menjalin hubungan.
"Aku sendiri siapnya (nikah, red) tahun depan dan dilakukan baru serah-serahan dan nantinya lebih serius lagi. Ini juga serius, ikat Dilla dan ingat bahwa dengan adanya gini bisa terus mengikat," ungkapnya didampingi calon istri. "Pastinya ya, jangan sampai dia berpaling ke yang lain," tegasnya menambahkan.
Sementara itu Dilla yang mengaku berpacaran dengan Indra sejak 13 Maret 2009, mengaku lega setelah dilamar. Dirinya semakin yakin, jika pemilik nama lengkap Bekti Indra Tomo itu adalah pria yang akan menjadi suaminya kelak.
"Ada grogi juga, seneng, lega semuanya. Yakin (sebagai calon suami, red), ya Insya Allah dan itu seterusnya, pungkasnya. (kpl/buj/dar)