KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Gue juga dulu keluar lewat rok lho (rok wanita.red). Ya, gue dari SMP emang udah ngeband. Rock itu gue suka semangatnya. Gue suka sound gitar yang suka aneh-aneh. Gue juga main drum. Jadi kalau misalkan nonton gue suka perhatiin, gue datang nonton karena udah lama banget nggak nonton event kayak gini," tutur kelahiran Jakarta, 9 Januari 1973 ini sambil masih tersenyum kocak.
"Di sini bisa dibilang nggak ada event musik rock selain Soundrenalin. Nah dulu gue di Soundrenalin itu ngemsi. Tapi kalau di sini gue bisa nonton sampai puas. Gue juga punya band, kemarin-kemarin itu ngebentuk band ama Tora, namanya The Cast. Tapi sekarang udah pisah, gue beda aliran sama Tora. Sekarang bikin lagi, namanya OMG. Di sini konsepnya beda," tambah Indra yang mengaku sudah mengumpulkan 4 lagu untuk proyek barunya ini.
Bagi komedian yang saat ini sibuk promosi film THE MALINGS KUBURAN ini, musik adalah hobi tapi juga iseng-iseng berhadiah, dalam artian Indra lebih nguber RBT yang dari sisi bisnisnya lebih cepat dapat duitnya kali! Apapun itu, yang penting tetap nge-rock Ndra! (kpl/ant/rit)

Kalau pada film terdahulu Tora berpasangan dengan Indra Birowo, sahabat dan juga rekan mainnya di EXTRAVAGANZA, namun kini Tora dipasangkan dengan Vincent Rompies alias Vincent Club Eighties.
"Dulu kan biasanya sama Indra Birowo, sekarang sama Vincent. Kebetulan sekarang jamannya lagi plot dua-dua, seperti Desta sama Ringgo, Vincent sama saya," kata Tora di sela acara peluncuran film tersebut di Cafe Sing, FX Plaza, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).
"Kalau menurut saya, film saya ini beda. Karena kita sudah lama banget nggak pernah syuting pake film, biasanya pake digital. Akhirnya saya ketemu lagi sama medium itu. Selain itu banyak kejadian aneh selama syuting, syuting sebelah-sebelahan sama syutingnya Slank. Saya lebih senang syuting sama Slank sih," imbuhnya.
Lalu, sebenarnya peran apa sih yang paling diinginkannya? Mengingat Tora sangat dekat dengan dunia komedi, namun sangat bertolak belakang dengan penampilannya yang 'sangar'.
"Kalau ditanya pengen peran apa, agak susah buat saya untuk menjawabnya. Balik lagi, gue di EXTRAVAGANZA gue main jadi apa aja. Jadi pohon gue pernah, Robert De Niro belum tentu pernah jadi pohon. Jadi kalkulator gue pernah, Al Pacino nggak pernah main jadi kalkulator. Jadi gue bingung kalau ditanya ke gue, gue mau peran apa. Tapi gue pengen banget main film serius yang lebih profesional, tentunya harga naik dikit dah," tandasnya. (kpl/gum/bun)

"Film ini lucu, ya aku sendiri kayak main di EXTRAVAGANZA aja. Menurut saya sih ini lebih bisa dibilang film komedi dari pada film horor. Film ini adalah film hiburan murni jauh dari kesan serius. Pokoknya penuh guyonan," ungkap Indra saat ditemui di acara prefiew film THE MALINGS KUBURAN di Blok M Plasa, Minggu (28/6).
Kekonyolan Indra juga ditunjukkan saat ditanya soal akting memeluk penyanyi Syahrini, yang menjadi lawan mainnya. "Ya empuk banget," katanya sambil disusul tawa lebar.
Sementara Syahrini yang berdiri di sampingnya justru menambahkan, kalau pelukan Indra berlangsung cukup lama, meski kemudian ditambahkan, kalau semuanya adalah sekedar tuntutan akting.
"Itu take-nya agak lama lho. Tapi ya nggak papa, itukan tuntutan film. Buat saya bisa main di film itu suatu kebanggaan," terang Syahrini yang mengaku perdana bermain film.
Selain Indra Birowo dan Syahrini, turut membintangi film THE MALINGS KUBURAN di antaranya penyanyi Donita, Yton Club Eighties, Tessy Srimulat dan Heri Savalas. Berperan sebagai pengarah, sutradara muda Dwi Ilalang. (kpl/ant/dar)

"Gue ini orangnya galak. Tapi kalau soal melakukan kekerasan, apalagi sama istri, nggak banget. Gue nggak setuju, dengan kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi selama ini," ujarnya di acara press gathering film THE MALING KUBURANS di sebuah kafe Pizza di Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Bagaimana pun, kata Indra, perempuan fisiknya lemah sehingga tak baik melakukan kekerasan terhadap perempuan. Apalagi, memukulnya. Indra menyatakan jika seorang suami melakukan kekerasan dalam rumah tangga, maka sang suami harus mengetahui resikonya.
Indra menyatakan, jika seorang suami marah terhadap istri sebaiknya tak perlu melakukan pemukulan. Bagi Indra, masih ada cara lain untuk memberitahu istri. "Semuanya kan bisa dibicarakan dengan baik-baik. Nggak perlu dilakukan dengan cara-cara kekerasan," katanya.
Bintang EXTRAVAGANZA ini pun mempunyai prinsip dalam berumah tangga. Menurutnya, dalam berumah tangga seorang istri harus menurut kepada suami. "Secara prinsipil di keluarga, istri harus nurut dengan gue," pungkasnya. (kpl/mai/npy)

Meski baru perdana membintangi film layar lebar, Syahrini merasa cocok dengan karakter yang ditawarkan dalam film yang akan mulai tayang pada 12 Juni 2009. Apalagi, dirinya digandengkan dengan sejumlah bintang yang sudah sekian lama dikenalnya, yaitu Indra Birowo, Donita, Ytonk (Club Eighties, red).
"Jadi senang banget ditawarin ini ternyata horor tapi isinya komedi," katanya dalam jumpa pers di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
Dalam bergenre komedi horor ini Syahrini berperan sebagai perempuan bernama Ayu yang berteman dengan Karyn, yang diperankan oleh Donita. Ayu sendiri adalah seorang perempuan lembut, meski memiliki sikap sok tahu.
"Ayu kerja di salah satu agen, terus aku punya boss itu koleksi benda-benda antropologi seperti mustika (batu, red). Kita mencari-cari mustika ini. Proses pencarian itu aku dan Donita menjadi suster di asrama putri," terangnya.
Syahrini sendiri dalam mendalami seni akting lebih mengandalkan belajar otodidak. Pengalaman membintangi video klip juga menjadi sumber ilmu berakting.
"Semuanya otodidak karena aku buat album yang pertama, bikin video klip pertama waktu itu ada adegan aktingnya lawan mainnya waktu itu Ricard Kevin. Aku berakting di situ, aku terima ilmu dari situ, aku tertarik karena genrenya nggak jauh dari komedi," terangnya. (kpl/buj/dar)

Kesediaan Ytonk menerima peran dalam film ini lantaran sikap penasarannya dengan genre komedi horor yang belum lama diketahuinya. Karena selama ini film Indonesia kebanyakan menyeramkan, dan dirinya ingin menyajikan sesuatu yang membuat penonton tertawa.
"Film ini kalau menurut saya menarik, saya baru tahu ada genre komedi horror. Saya jadi penasaran dan tertarik. Kalau saya lihat film Indonesia menegangkan dan menyeramkan," jelas saat ditemui di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
Ytonk yang juga pemegang keyboard di Club Eighties itu memerankan tokoh bernama Imen, anak seorang pengusaha kaya yang punya hobi menghabiskan uang orang tuanya. Persoalan muncul saat seorang mafia berniat menganggu ayahnya, yang pada waktu miskin masih memiliki utang.
Sementara sosok Imen sendiri adalah pria kocak, tertutup namun kerap bertindak sembrono. Dia bersahabat dengan Niko yang diperankan Indra Birowo, seorang pria jenius dan selalu tampil serius, meski kerap berulah kocak.
"Kebetulan awal saya itu di film GET MARRIED jadi karakter saya terbangun dari film itu, yang orang Jawa banget," tegasnya. (kpl/buj/dar)