KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saya tidak melakukan audisi untuk memilih mereka, kebetulan kan saya juri dari INDONESIAN IDOL. Jadi, saya tahu mereka memiliki karakter-karakter yang kuat dalam vokal dan itu saya sudah perhatikan sejak 5 tahun yang lalu," ujar musisi yang identik dengan keyboard tersebut.
Disinggung soal kendala, Indra yang memulai karir musiknya di usia 10 tahun itu mengakui tetap ada masalah, namun sifatnya cenderung kepada administrasi dan non musikal.
"Ya tentu ada masalah, karena masing-masing dari mereka masih ada yang kontrak dengan perusahaan lain, tapi saya usahakan ternyata mereka mau," jelasnya.
Ditemui KapanLagi.com dalam launching album KEMBALI SATU di Jl. Veteran, Rempoa, Jakarta Selatan, Kamis (13/8), saudara kandung Mira Lesmana itu nampaknya memang paham benar kapasitas artis dan musik yang dirilisnya.
"Kita di sini ingin memberikan karya seni musik yang variatif, jadi masing-masing penyanyi membawakan lagu yang sesuai dengan karakter mereka. Ada yang rock, ada yang pop, dan ada juga yang jazz, dan saya juga tidak mau mematok mereka untuk membawakan lagu-lagu baru saja, tapi lagu lama pun nggak apa-apa yang penting cocok," tegasnya.
Sementara itu, deretan finalis INDONESIAN IDOL yang diproduseri oleh Indra antara lain, Nania Jusuf membawakan lagu Tiada Kata, Michael Jakarimilena membawakan lagu Satu Dunia, Monita Angelica membawakan lagu Di Batas Mimpi, Glenn Waas membawakan lagu Terindah Biruku, Sanobo Sasamu membawakan lagu Biarkan Aku Kembali, Marteza membawakan lagu Usai, Gabriela Christy membawakan lagu Renjana, dan Marsya Nada membawakan lagu Dirimu Kasih. (kpl/hen/bar)

"Ini sejak dari satu tahun yang lalu sudah mulai mengumpulkan mereka dari teman-teman Idol, kita membuat format solo, jadi masing-masing penyanyi membawakan satu lagu. Di album ini total lagunya ada sembilan. Ada lagu yang berjudul Kembali Satu itu dinyanyikan secara grup, kolaborasi oleh ke-8 penyanyi," ujar Indra.
Dijumpai KapanLagi.com dalam launching album KEMBALI SATU di Jl. Veteran, Rempoa, Jakarta Selatan, Kamis (13/8), mantan suami Sophia Latjuba yang bertindak sebagai produser dan arranger itu nampaknya memiliki alasan tersendiri merilis album 'keroyokan' tersebut.
"Karena di Indonesia ini masih sedikit album yang seperti ini, jadi kita ingin memberikan warna lain, terhadap musik Indonesia," tegasnya.
Sementara itu, judul album KEMBALI SATU dan single Kembali Satu sendiri adalah sebuah track cover milik Krakatau yang pernah populer di tahun 1988, dan baru pertama kalinya dirilis ulang.
Deretan finalis Indonesian Idol yang diproduseri oleh Indra antara lain, Nania Jusuf, Michael Jakarimilena, Monita Angelica, Glenn Waas, Sanobo Sasamu, Marteza, Gabriela Christy, dan Marsya Nada. (kpl/hen/bar)

Ditanya soal proyek barunya, Candil menegaskan akan menyelesaikannya tahun ini. "Pokoknya tahun ini, insya allah sudah keluar," terang Candil yang juga mengungkapkan musisi seperti Indra Lesmana, Edwin Cokelat dan Gugum Project Pop ikut ambil bagian di album barunya ini.
Candil yang sedang berada di acara Java Rockin' Land, di Ancol, saat ditemui Jumat (7/8) itu, mengaku akan memberikan warna beda dalam musiknya ini. "Yang pasti gue berusaha nyari warna yang beda. Rock sih tetap ada. Gue menganggap ini sebagai penyegaran aja," kilah Candil yang sekarang juga penasaran dengan hasil album barunya nanti. (kpl/ant/erl)

"Dari tahun ke tahun, saya pikir rasanya sudah saatnya saya rekaman album solo saya berikutnya. Namun di saat yang sama masih banyak yang menanyakan album pertama saya, malah banyak yang minta burn ke CD, akhirnya aku pikir saya kok membajak karya saya sendiri, untuk itu atas saran IndiejazzIndonesia akhirnya saya merepackage album saya dengan bonus track lagu baru," terang Donny Suhendra saat gelar preskon di Bentara Budaya Jakarta, Kamis ( 12/02).
Tercatat Donny berkiprah di dunia musik akhir 70-an, di antaranya lewat kelompok G'Brill yang berlanjut dengan ikutnya dia dalam beberapa pementasan karya alm. Harry Roesli, setelah itu Donny singgah di grup musik d'Marszyo yang diteruskan dengan BOM (Batalyon Of Musicians).
Nama Donny Suhendra melejit setelah menjadi Best Guitarist pada ajang kompetisi bergengsi band pada masa itu, Light Music Contest, ditambah grupnya Krakatau yang berpersonil selain Donny ada Dwiki Dharmawan, Pra Bididharma dan Budhy Haryono menjadi nomor wahid di ajang itu. Bahkan Krakatau menjadi tumbuh menjadi salah satu superfusionband paling populer saat itu. Kemudian ia membentuk Dimensi Band. Donny bersama Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan meninggalkan Krakatau masuk dalam formasi Indra Lesmana Java Jazz dan juga adegan di awal tahun 1990-an.
Di tahun 1990-an Donny bersama Indra Lesmana Java Jazz menjalani rangkaian tour ke Amerika. Selain itu Donny juga membentuk Trio Dongilyan, bersama Gilang Ramadhan dan Yance Manusama, Donny juga membentuk kelompok blues, Big City Blues.
Ia juga masuk dalam formasi Gilang Ramadhan NERA, selain juga membantu Syaharani Queenfireworks dan Fariz RM. Terakhir ia menjadi bintang tamu trisum bersama Tohpati dan Dewa Budjana, selain pula disibukkan menjadi pengajar.
"Yang saya sodorkan adalah sebuah musik dan ini adalah komposisi dalam perjalanan musik saya," ungkap Donny sedikit merendah walau pengalamannya segudang.
"Jazz memang enak untuk dinikmati tapi tidak memaksa orang untuk menyukai," terang Denie Sakri salah satu pemerhati musik indonesia yang sadar dengan kondisi pasar sekarang.
Kondisi pasar yang tidak mendukung untuk musik Jazz tidak meruntuhkan semangat Donny untuk membuat album selanjutnya apalagi setelah melihat dukungan dari Label Indiejazz Indonesia dan juga teman teman musisi jazz yang lain. "Ini adalah sebuah permulaan atau jembatan untuk album berikutnya," pungkas Donny. (kpl/wwn)