KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Untuk Pemilu mendatang Indro berharap dapat dilakukan lewat SMS. "Kalau bisa pemilihan 2014 pemilihannya lewat SMS aja. Jadi kan tiap orang satu. Tapi mungkin ribet ya, soalnya di situ yang untung providernya. Nanti yang jadi calon promo di TV, ketik Reg spasi titi-titik dukung saya...." terang Indro yang ditemui di acara Penghargaan PWI kepada Analis Pemilu, di Hotel Niko, Jakarta, Selasa (14/7).
Seperti juga pendapat Ahmad Dhani, yang menginginkan Pemilu dilakukan secara terbuka. Indro-pun berpendapat sama. "Saya setuju sekali dengan Pak Dhani jika rahasia itu dihilangkan. Kalau Dhani nyalon jadi presiden saya pasti dukung," ungkapnya sambil bercanda. (kpl/ant/erl)

"Presiden harus mengerti benar budaya bangsa ini, karena di situlah ada kearifan," kata Indro di Jakarta, Selasa (14/7).
Selama ini, kata Indro perhatian pemerintah hanya pada sisi kuantitatif semata, urusannya hanya angka-angka melulu, sementara budaya yang lebih banyak urusan kualitatifnya, terabaikan.
Pembangunan dilakukan lebih banyak fisiknya, sementara pembangunan yang sifatnya kualitatif seperti budaya, terabaikan akibatnya banyak yang budaya yang tidak berkembang lagi.
Pemimpin yang menguasai budaya, kata Indro, maka dia punya kekuatan tersendiri sebab didukung oleh kekuatan yang mengakar dari masyarakat.
Dengan budaya yang kuat, kata Indro, maka akan timbul kesadaran berbangsa dan bernegara, dengan demikian maka urusan kewajiban terhadap negara misalkan membayar pajak jadi lebih mudah.
"Pendekatan budaya, maka ketaatan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya, tak perlu dipaksa pasti mau melaksanakan kewajibannya," kata Indro.
Menurut Indro tidak perlu ada kementerian tersendiri, tetapi yang paling penting bagaimana akar budaya bangsa dapat menjadi kekuatan membangun kebangsaan.
Perbedaan budaya antar satu daerah dengan daerah lainnya, kata Indro justru menjadi kekuatan tersendiri, sebab pada intinya kebudayaan bangsa Indonesia berada pada satu muara yang sama.
Indro mengakui, masih melihat perhatian besar pemerintah terhadap perkembangan budaya, terakhir saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), setelah itu tidak nampak lagi, sebab kebijakan lebih diarahkan pada fisik dan sedikit melupakan non fisik termasuk budaya. (kpl/dar)

Menurut Indro Warkop, malam penggalangan dana tersebut diadakan secara spontan karena melihat dedikasi Rini yang begitu tinggi kepada dunia perlawakan Indonesia.
"Ya teman-teman di sini berkumpul untuk membantu meringankan bebannya Rini," ujar Indro saat ditemui di 'Malam Amal untuk Rini S Bon Bon' di Galery Café, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Walaupun Indro tidak mengenal pribadi Rini secara dekat, tapi keduanya pernah main bareng di beberapa film Warkop. Indro pun sempat beberapa kali membesuk Rini di rumah sakit. Dikatakan Indro, Rini menolak diamputasi.
"Rini memang sudah memiliki penyakit gula yang sudah cukup lama sekali. Saya sudah beberapa kali membesuk dia dan memang ada satu masalah. Rini seharusnya menjalani amputasi tapi dia nggak mau. Dia ingin menghadap sang Khalik dalam keadaan utuh. Mohon maaf saya nggak tega ngomongnya," kata Indro. (kpl/buj/boo)

"Acara ultahnya sendiri jatuh pada tanggal 21 kemarin. Namun kita berinisiatif untuk membuat sebuah acara yang bermanfaat. Akhirnya kita baru bisa melakukannya sekarang ini dengan memberikan bantuan kepada korban musibah Situ Gintung," kata Ketua Umum PASKI, Indro Warkop, di lokasi pemberian bantuan di SDN Situ Gintung 02, Rempoa, Tangerang Selatan, Sabtu (2/5).
Pemberian bantuan di sekolah ini, selain untuk menghibur anak-anak korban Situ Gintung juga dikarenakan pada tanggal 2 Mei juga diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional.
"Kita sudah melakukan survei sebelumnya. Ternyata untuk saat ini mereka tidak membutuhkan bantuan makan. Ya kita hanya memberikan mereka semangat dan bantuan untuk menghibur mereka yang kehilangan sanak dan saudaranya," kata Indro.
Para pelawak ini juga mengharapkan apa yang mereka berikan jangan dilihat sebagai sesuatu yang tak bermanfaat. Buat Indro, mental psikologis anak-anak tidak boleh terganggu akibat musibah ini.
"Ini mungkin nggak ada apa-apanya ya. Mungkin juga nggak ada harganya. Tapi dilihat, mereka masih kecil-kecil dan sangat membutuhkan sekali hiburan. Pas kan dengan kita yang kerjanya menghibur orang-orang," ujar sahabat almarhum Dono dan Kasino ini. (kpl/mai/npy)

"Kebetulan saya memang anggota granat. Kedatangan kami kemari ingin mempertanyakan keseriusan dan komitmen Kejaksaan terhadap penegakan hukum, khususnya mengenai kasus-kasus narkoba. Kenapa menjadi penting, karena narkoba menjadi musuh yang jahat dan tidak nampak. menghancurkan bangsa ini," kata Indro di sela-sela aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung, Blok M, Jakarta, Selasa (14/4).
Indro melanjutkan jika kasus yang dialami saat ini bakal menjadi preseden buruk bagi penegakan supremasi hukum. Maklum, kejaksaan adalah bagian penting dari sebuah pemerintahan.
"Kejaksaan adalah benteng negara penegakan hukum. Nah, kita sama-sama ketahui kemarin ada 2 orang jaksa yang dilepaskan, dan ini kita pertanyakan. Sekali lagi yang kita pertanyakan, saya sebagai anggota masyarakat biasa yang kita berharap penegakan hukum ini bisa membela kita dari musuh-musuhnya, tapi kenyataannya ada sesuatu hal yang tidak kita lihat, bahkan seolah-olah ada pelecehan dari penegakan hukum khususnya untuk narkoba ini. Dan kalau bisa kita memohon kepada kejaksaan dalam hal ini jaksa agung untuk melihat ini secara jernih," kata Indro.
Lalu, bagaimana jika pihak kejaksaan tidak mengabulkan keinginan para demonstran? Akan kah Indro dan kawan-kawan menyerah? "Kita akan terus berjuang sampai kapanpun selama tidak anarkis, kita akan akan melakukan apapun. Kalau perlu kita akan ke DPR," kata Indro. (kpl/mai/erl)

Beberapa artis yang ikut dalam demonstrasi tersebut adalah Indro Warkop, Renny Djajusman, Henry Yosodiningrat, Rhoma Irama dan Five Vi. Pada kesempatan itu, Henry Yoso, yang menjabat sebagai Ketua GRANAT, dalam orasinya meminta Kejagung memperpanjang penahanan dua jaksa nakal.
"Kita mendesak pada Kejaksaan Agung untuk segera memperpanjang penahanan dua jaksa, Esther Tanak dan Dara Feranita. Lalu memberikan sanksi kepada keduanya untuk segera dipecat," kata mantan suami almarhumah Erna Libby itu.
Rencananya, sebanyak 20 perwakilan dari keseluruhan massa yang berjumlah 400 orang, termasuk artis-artis tersebut akan menemui Kejagung langsung untuk audiensi. Hingga berita ini diturunkan masih belum diketahui apakah rencana tersebut jadi dilaksanakan ataukah belum. (kpl/mai/bun)

"Banyak yang perlu dicontoh dari dia. Dia itu orang yang profesional dan tegas. Kalau ada temen-temen yang tak disiplin, pasti akan dia skors. Karena begitulah jiwa seorang pemimpin, harus bijaksana dan tegas. Kalau pemimpin gak bisa kayak gitu jangan berharap dia jadi pemimpin," katanya, usai mengikuti prosesi pemakaman Timbul di TPU Penggilingan, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/3).
Sementara, soal pemakaman yang dilakukan di Jakarta, Tarsan menjelaskan, "Alasannya keluarganya banyak yang dikubur di sini. Ada makam kakak dan ibunya di sini."
Lain dengan Tarsan, Indro mengomentari soal gaya lawakan Timbul Baginya, gaya melawak menjadi ciri khas dan tak akan bisa ditiru oleh pelawak lainnya.
"Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan warna komedi yang dimiliki oleh mas Timbul. Kalau presiden aja masih bisa digantikan, tapi warna lawakan dia gak bisa," katanya.
Selain itu, Indro Warkop juga memiliki kenangan lucu saat ia membesuk pelawak senior tanah air itu saat masih dirawat di rumah sakit.
"Ya, walaupun sakit, tapi masih lucu. Ada satu kejadian waktu aku nengok. Dia gak bisa ngomong, tangannya ke kening, kirain mo apa, mau minta apa kek, pusing kek. Eh, ternyata dia cuma ngomong gatel. Ya, kita sih tertawa, tapi tertawa sedih," pungkasnya. (kpl/ang/bun)