KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Pertama kita harus menjaga kebugaran dengan makanan yang sehat. Mudah-mudahan teman-teman di Komisi 9 lebih mencanangkan lagi yang namanya 4 Sehat 5 Sempurna," kata Inggrid saat ditemui di Studio Persari, Jaksel, Selasa (17/11) lalu.
Dia mengaku sudah lama tidak mendengar kampanye 4 Sehat 5 Sempurna. Padahal, hal itu termasuk masalah yang penting untuk kesehatan masyarakat.
"Saya sudah nggak pernah mendengar lagi 4 Sehat 5 Sempurna. Kalau sekarang sudah jarang mencanangkan 4 Sehat 5 Sempurna. Yang saya jalani sekarang adalah 4 Sehat 5 Sempurna dan diiringi dengan olahraga. Seminimal-minimalnya seminggu tiga kali," terang anggota dewan yang juga istri menteri ini.
Dan dengan memikul dua pekerjaan seperti itu, Inggrid pun sampai merelakan waktu tidurnya demi tugasnya.
"Saya pernah tidur hanya tiga jam. Di sini juga kan saya stripping ya. Terus pagi-paginya saya harus melepas jamaah haji di bandara karena ini berkaitan dengan Komisi saya. Ya itulah, namanya pengorbanan," aku Inggrid yang rencananya akan mengadakan pengajian konstitusi bersama Jimmy Assidiq ini. (kpl/buj/npy)

"Saya sih bersyukur saya berada di legislatif sementara suami berada di eksekutif dan berasal dari satu partai yang sama visi dan misinya. Jadi saya sebagai anggota dewan sering memberikan masukan yang berhubungan dengan perindustrian, bidang kerjanya beliau. Jadi kita saling mengisi," tutur Inggrid saat ditemui di Studio Persari, Ciganjur, Jaksel, Selasa (17/11) lalu.
Inggrid sendiri mengaku dibantu oleh Ibu Negara dan istri-istri dari para menteri yang lain. Dan dia bersyukur bisa menjalankan yang harus dijalankan dengan baik.
"Dalam hal ini saya juga diberi pandangan oleh ibu negara selaku penasehat dari istri-istri kabinet. Bahwa di sini ada tiga orang menjadi istri yang menjadi anggota DPR yaitu istrinya Fadel Muhammad dan istrinya Surya Darma Ali," tambah Inggrid.
"Jadi, beliau menyarankan untuk menjalankan fungsinya masing-masing baik sebagai istri menteri ataupun sebagai anggota dewan. Jadi, kita harus manage waktu dengan baik. So far sih aku masih bisa menjalankan yang seharusnya dijalankan," pungkasnya sambil tersenyum. (kpl/buj/npy)

"Kesibukan saya sekarang pastinya yang menjadi prioritas adalah pekerjaaan saya di DPR Senayan. Terus juga untuk mendukung suami saya juga berkegiatan di solidaritas istri Kabinet Bersatu dan terakhir saya juga harus menyelesaikan kontrak sinetron saya. Desember habis karena ini merupakan tanggung jawab saya profesionalitas saya sebagai pemain sinetron," ungkap Inggrid yang ditemui di Studio Persari, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Inggrid mengindikasikan ini adalah penampilan terakhirnya di layar kaca, mengingat peran barunya, ke depannya dia akan lebih sibuk lagi. "Saya pikir ini adalah judul sinetron saya terakhir. Ke depan saya tidak menerima lagi judul stripping seperti ini karena untuk ke depan pastinya kesibukan juga sudah pasti banyak karena saya juga sudah mengkonsep pekerjaan untuk daerah konstituen di Kabupaten dan kota Sukabumi jadi saya tidak bisa bermain sinetron stripping," terang
Namun meski jadi wakil rakyat, Inggrid berpendapat tak seharusnya seniman memutuskan hubungan dengan dunia seni. "Tapi yang namanya seni kan tidak dapat di pegang ya tapi dirasakan. Saya pikir. Semua seniman-seniman tidak mudah begitu saja meninggalkan duinianya saya pikir itulah adalah sesuatu yang natural itu talenta yang diberikan Allah kepada seniman ini dimana kita implementasinya adalah sebuah karya," terangnya.
"Jadi menurut saya pribadi para seniman-seniman yang berada di DPR jangan mengacu begitu saja mengebiri talenta menjadi putus kita tetap menjalankan karya. Misalnya Tere kalau di waktu senggang dia bisa menulis sebuah lagu, memainkan musik tanpa meninggalkan prioritasnya dia sebagai anggota DPR," tambahnya. (kpl/buj/erl)

Menurut Inggrid selain menumbuhkan budaya cinta batik, seharusnya para pengrajin batik juga mendapat perhatian. "Saya berharap dengan batik bukan hanya untuk dipatenkan semata saja dan jangan hanya digunakan sebagai trend setter aja, tapi marilah kita membantu para pengrajin batik juga. Agar mereka bisa merasakan juga hasil karya mereka," ungkap bintang ini saat ditemui di gedung Nusantara DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Inggrid juga mengaku bangga dengan karya warisan nenek moyang ini, apalagi jika mengacu pada ciri khasnya. "Tentulah, apalagi semua batik di Indonesia punya ciri khas lebih etnik dan batik Indonesia lebih mendunia. Karena sudah dipatenkan maka tidak akan mungkin negara lain mencoba mengklaim," ujarnya.
Ditanya jika Malaysia tidak puas, Inggrid berharap mereka mematenkan produk sendiri. "Silakan saja untuk mematenkan juga kalau memang mereka punya produk batik sendiri. Karena di beberapa negara juga ada yang punya batik. Tapi batik Indonesia punya ciri khas yang unik dan sudah mendunia," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Siti pun melahirkan. Alangkah kagetnya Siti, saat bidan itu masuk kembali ke ruangannya, bidan kemudian mengatakan bahwa bayi Siti itu meninggal. Siti merasa itu tak mungkin. Sebab Siti yakin dia mendengar tangisan bayinya yang begitu keras, bahkan sempat melihat betapa sehatnya dia walaupun cuma sekilas. Siti pun jadi histeris. Para tetangga yang menjenguk Siti pun curiga. Tapi bidan kemudian membawa mayat bayi itu sebagai bukti kepada Siti.
Siti yang hancur hati terus menangis. Tapi sang bidan malah mengusir Siti. Siti akhirnya pun pergi. Tak sengaja Siti malah melihat bayi di tangan Zalimah. Alangkah kagetnya Siti karena dia melihat tanda lahir itu. Siti langsung menghampiri Zalimah dan minta bayinya dikembalikan. Tapi Zalimah menolak mentah-mentah dan tetap mengakui bayi itu sebagai putrinya. Mereka pun bertengkar hebat.
Akhirnya, pertengkaran mereka pun dibawa ke kepala desa. Siti menceritakan semuanya. Zalimah juga menceritakan versinya sendiri. Kepala desa akhirnya mencari akal untuk menyelesaikan masalah itu. Dia mengambil parang dan bilang kalau mereka tak berdamai, lebih baik bayi ini dibelah dua saja biar adil. Bukan main kagetnya Zalimah dan Siti. Siti ketakutan dan memohon agar Kepala Desa jangan melakukan hal itu. Siti rela menyerahkan bayi itu pada Zalimah. Zalimah kegirangan.
Tapi Tuhan maha adil! Uang panas yang diterima bidan dari Zalimah rupanya tak berbuah baik. Malah membuat bidan celaka. Bidan yang akhirnya cacat ini pun akhirnya sadar akan teguran Tuhan. Bidan bertobat. Dia akhirnya memberitahu segalanya pada Siti. Bukan main kagetnya Siti. Namun, alangkah kagetnya sang bidan karena Siti tidak marah pada sang bidan. Malahan Siti memaafkan sang bidan. Dan akhirnya membuat sang bidan bisa meninggal dengan tenang.
Siti berusaha mencari Zalimah, tapi Zalimah dan Rajaf sudah menghilang bersama bayinya. Siti sangat sedih. Untuk melupakan segalanya, Siti pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari kampung itu dan memulai hidup baru. Dalam perjalanan, Siti bertemu dengan seorang anak perempuan berumur 2 tahun yang menggembel dan dikejar-kejar kamtib. Siti kasihan sekali pada anak itu. Akhirnya Siti pun mengasuhnya dan mengangkatnya menjadi anaknya. Siti memberinya nama Marwah (Risty Tagor).
Sementara itu, di Jakarta, putri Siti tumbuh dewasa menjadi anak orang kaya raya yang lemah lembut, baik hati, cantik jelita, dan pintar. Dia dipanggil Safa (Nikita Willy). Safa memiliki seorang kakak laki-laki yang tengil, suka hura-hura, dan sedikit jahil bernama Ilham (Rionaldo Stockhorst). Toh Safa tahu bahwa hati Ilham baik. Namun demikian, Safa selalu merasa bahwa Ilham menjaga sedikit jarak dengannya. Safa tak tahu bahwa secara tak sengaja, Ilham sebenarnya tahu bahwa Safa bukan adik kandungnya. Namun Ilham tak sampai hati memberitahu Safa akan hal itu.
Siti sendiri hidupnya masih tetap pas-pasan. Toh dia tetap cukup terhibur dengan kehadiran Marwah. Sebab Marwah telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, tegar, pemberani, sedikit keras kepala tapi berhati baik dan rajin beribadah. Marwah tak pernah ingat bahwa dia bukan putri kandung Siti. Siti sendiri tak sampai hati memberitahu Marwah akan hal itu. Dia pun membiarkan Marwah mengira bahwa dirinya adalah putri kandung Siti. Namun, tak sedetik pun Siti melupakan putrinya. Sejak kecil Marwah juga mengetahui kerinduan hati Siti ini. Sejak kecil Marwah pun cuma punya satu tekad, mempertemukan ibunya dengan 'adiknya' itu suatu saat nanti.
Marwah akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa di sebuah kampus ternama di Jakarta. Marwah sangat bahagia. Siti juga sangat bahagia. Di sana lah Marwah kemudian bertemu dengan Safa. Dan nasib pun seperti terus berusaha mengikat mereka, tanpa mereka pernah menyadari ikatan apakah yang ada di antara mereka sebenarnya.
Dan kisah cinta segi empat antara Safa, Marwah, Ilham (yang sebenarnya merasakan perasaan suka sejak dia tahu kalau Safa bukanlah adik kandungnya, tapi tidak pernah menyadarinya selama ini), dan Adil (Riza Shahab)– seorang lelaki tampan, soleh, bijak, sederhana, anak penjaga masjid, semakin memberikan bumbu yang membuat kisah ini semakin menarik dan tidak ada habisnya untuk digali.
Jadwal Tayang: Setiap hari, mulai 28 September 2009
Jam Tayang: Pukul 19.00 WIB
Stasiun TV: RCTI
Produksi: SinemArt
Pemain : Nikita Willy, Risty Tagor, Rionaldo Stockhorst, Riza Shahab, Mieke Amalia, Cut Memey, Inggrid Kansil, Yadi Timo, dll. (kpl/prl/boo)

"Saya merasakan suasana yang berbeda karena pada saat itu dari makanannya sangat berbeda yang hanya mungkin kita makan setahun sekali yaitu ketupat, sambel goreng kentang dan di sana yang terpenting biasanya lebih seru karena saudara yang jauh-jauh pasti dateng jadi saya pikir momen yang sangat berkesan buat saya dan keluarga," ungkapnya saat ditemui di Darmawangsa Square beberapa waktu lalu.
Pengalaman adalah guru yang terbaik, mungkin peribahasa ini menjadi tolak ukur untuk Inggrid Kansil ketika ingin pulang mudik ke cianjur tempat kelahiran wanita cantik ini.
"Pernah 2 tahun yang lalu waktu itu macetnya crowded banget, pada saat itu kita pulang Lebaran pertama pagi di puncak jalurnya benar-benar padat sehingga cukup melelahkan akhirnya kita di limpahkan ke Sukabumi yang notabene lebih jauh walaupun cukup agak lancar sehingga harus berhenti dulu di sebuah restoran," tuturnya.
Inggrid pun menegaskan bahwa pengalaman 2 tahun yang lalu itu sangat menjadi pelajaran di sisi waktu agar bisa mengaturnya lebih baik.
"Justru menjadi pelajaran buat saya dari sisi waktu bisa lebih mengatur dan biasanya setelah turun dari Cianjur kita nginap di puncak karena supaya menghindari macet juga ke arah Jakarta kita nginap di hotel Jasmin yang menjadi favorit," kata Inggrid. (kpl/gum/bee)

"Iya, saya pikir tradisi pulang kampung ini sudah menjadi tradisi seluruh masyarakat Indonesia karena kita kembali ke kampung halaman dengan tujuan bersilahturahmi dengan sanak keluarga apalagi kalau masih punya orang tua tentunya pertama-tama yang harus kita berikan ucapan itu orang tua dan Alhamdulillah orang tua saya masih lengkap di Cianjur," tuturnya.
Wanita cantik yang akan dilantik menjadi anggota DPR awal bulan Oktober nanti ini Sengaja memilih pulang kampung di hari Lebaran kedua karena harus sowan kepada bapak Negara Indonesia.
"Karena memang sudah menjadi ritual dan tradisi setelah sholat Ied bersama suami berkunjung ke istana Negara untuk mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada bapak presiden dan ibu karena di sana ada open house pagi harinya. Jadi setelah itu kita leluasa datang ke tujuan-tujuan lain kalau memungkinkan ke Cianjur dulu baru ke makasar," ucapnya.
Inggrid Kansil pun menegaskan perihal mudik lebaran memang sudah menjadi tradisi dan kurang afdol jika tidak bertemu dengan orang tua. "Ya, kalau ga pulang itu pastinya sangat kurang afdol karena orang tua masih lengkap saya pikir patut kita sambangi di hari raya ini orangtua kandung, ibu mertua, selain itu saya juga ziarah ke makam nenek dan anak kandung saya." (kpl/gum/bee)