KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Fenomena aji mumpung di kalangan artis memang sangat sering didengar pada saat ini. Berganti haluan dari akting menjadi penyanyi, atau sebaliknya, sudah kerap terjadi di Indonesia. Apakah yang menyebabkan terjadi fenomena aji mumpung tersebut?
Sepertinya tingkat popularitas memang sangat dibutuhkan saat menentukan berada di level manakah keartisan atau ketenaran seorang selebriti. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang paling ternama di mata publik. Selain itu, mengejar suatu target yang berupa finansial juga bisa saja dijadikan sebuah acuan untuk memiliki berbagai profesi di dunia hiburan.
Kadang, banyak juga artis-artis yang hanya memanfaatkan penampilan secara fisik untuk bisa menjadi apapun. Karena, banyak juga para pesinetron yang merasa dirinya sudah baik di dunia akting, akhirnya mulai merambah dunia tarik suara. Sebut saja, Intan Nuraini, Ussy Sulistiawaty, Revalina S Temat, sampai ke artis pendatang baru Cinta Laura.
Dari segi musikalitas, bisa dibilang mereka belum layak untuk disebut sebagai musisi. Karena basic musikalitas mereka juga ada dalam standar yang berbeda dengan para seniman musik yang memang dari awal benar-benar berkecimpung dalam dunia musik. Tapi karena penampilan atau tingkat ketenaran para pesinetron tersebut, para produser memanfaatkan nilai jual artis-artis tersebut.
Sebaliknya, saat ini juga banyak sekali musisi yang mulai mencoba-coba dalam dunia akting, bahkan sampai di layar lebar. Misalnya, Desta dan Vincent Club Eightees, Aryo Wahab, hingga mantan vokalis grup Ada Band, Baim, juga sempat mendapat peran utama dalam film SUNDEL BOLONG produksi RAPI film.
Yang terbaru, para artis yang sudah memiliki nama yang lumayan dikenal masyarakat, di tahun ini juga semakin banyak yang terjun ke dalam dunia politik. Mereka tak segan-segan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, meskipun kemampuan dan pemahaman tentang pemerintahan sendiri kurang mereka miliki. Sebut saja, Primus Yustisio, Wulan Guritno, Henidar Amroe, Saiful Jamil, dan lain-lain.
Dari sini dapat diambil kesimpulan, untuk melakukan sebuah hal yang bisa dianggap aji mumpung sangat mudah jika kita sudah memiliki sebuah nama dan bisa menarik perhatian masyarakat. Tinggal kita bisa atau tidak memanfaatkan tiap kesempatan yang diberikan. (kpl/dna)

KapanLagi.com - Pemain: Raffi Ahmad, Irgy Ahmad Fahrezy, Asmirandah, Intan Nuraini
Setelah sutradara Iqbal Rais menggarap THE TARIX JABRIX, film komedi bertema geng motor, kini hadir film bertema serupa namun dengan genre sport-action drama. Tak hanya tentang kebrutalan geng motor dan kebut-kebutan, film garapan Rudi Soedjarwo ini juga dipermanis dengan selipan kisah cinta.
Film bertajuk LIAR ini berkisah tentang perjuangan kakak beradik Indra (Irgy Ahmad Fahrezy) dan Bayu (Raffi Ahmad) yang tertarik dengan aksi kebut-kebutan dengan kendaraan roda dua.
Indra adalah mantan pembalap jalanan yang terpaksa pensiun setelah dikeroyok oleh sebuah geng motor. Bahkan mereka merampas motor kesayangan Indra. Dengan memanfaatkan sisa kemampuan balapannya, Indra pun beralih profesi menjadi pengantar pizza.
Kehidupan Indra tampaknya semakin membaik, menjadi karyawan terbaik restoran tempatnya bekerja, dan bertemu dengan Monique (Intan Nuraini), yang mulai tertarik dengan kesederhanaannya.
Berbeda dengan kehidupan kakaknya yang mulai mapan, darah muda Bayu yang bergejolak meminta penyaluran. Bayu yang terjun ke balapan liar mulai menunjukkan bakatnya. Bayu mulai memenangi satu per satu balapan yang diikutinya. Hal ini semakin memupuk percaya diri Bayu sebagai pembalap nomer wahid, tak terkalahkan.
Kemampuan Bayu dilirik, dia pun ditawari menjadi pembalap profesional. Nyali dan kemampuan Bayu sebagai pembalap liar tak cukup untuk menjadi pembalap profesional. Bayu pun ditandingkan dengan pembalap wanita Pepi (Asmirandah). Penampilan Pepi yang cantik dan feminin membuat Bayu lengah, dengan mudah Pepi mengalahkannya. Pihak sponsor pun menunjuk Pepi sebagai mentor Bayu.
Rasa terlalu pede merasa dirinya yang paling hebat tak hanya sekali melanda Bayu. Salah satunya yang paling fatal adalah saat Bayu melihat motor yang dia pikir milik kakaknya. Ketika tak mendapat penjelasan memuaskan dari penunggang motor, Bayu merampas paksa motor tersebut. Sayang, terlambat bagi Bayu untuk menyadari bahwa pria yang mengendarai motor kakaknya tersebut adalah anggota geng motor yang pernah mengeroyok Indra.
Astral Pictures mengklaim kalau film dengan tema seperti ini adalah yang pertama diproduksi di Indonesia sejak era kebangkitan industri film di tahun 2000, setelah 30 tahun film dengan tema serupa juga pernah diproduksi. Sayangnya, film yang dibuat Astral Pictures yang bekerja sama dengan Suzuki dan Pertamina ini terlalu didominasi sponsor. Saking berlebihannya, ada yang tak wajar, seperti 'motor-utuh' yang dipakai oleh para pembalap liar. Umumnya, para pembalap liar telah merombak total motor gacoannya. Meski demikian, aksi kebut-kebutan dalam film ini cukup bagus, apalagi melibatkan stuntman sekelas pembalap motor nasional Ahmad Jayadi.
Namun secara keseluruhan, bisa dibilang LIAR adalah salah satu film jelek Rudi Soedjarwo. Pemeran utama wanitanya, Intan Nuraini dan Asmirandah malah terkesan tak lebih sebagai cameo, dengan peran yang sama sekali ga penting. Meski Rudi berkali-kali menegaskan bahwa peran Pepi penting sebagai 'jembatan' pemeran utama. (kpl/lin)