< >

ARTIKEL INUL DARATISTA


Karaoke, Hobi Asyik Untuk Ekspresikan Diri

KapanLagi.com - Oleh: Noppy

Siapa yang tak kenal karaoke. Sekarang ini, karaoke telah menjadi suatu hobi yang disukai untuk menghilangkan penat sehabis lelah bekerja atau jenuh berkegiatan. Apalagi, sekarang tempat-tempat karaoke semakin menjamur dan berlomba-lomba menawarkan pelayanan jempolan dengan harga yang bermacam-macam.

Banyak juga yang tak menyadari jika karaoke bukanlah bahasa asli Indonesia. Dan tak banyak yang tahu asal muasal karaoke ini sendiri. Jadi, sebenarnya dari mana sih asal karaoke?

Kata karaoke sendiri berasal dari bahasa Jepang. Karaoke terdiri dari dua kata yaitu kara yang berarti kosong dan okesutora yang berarti orkestra. Dalam bahasa Jepang, karaoke artinya sebuah bentuk hiburan di mana seorang penyanyi amatir bernyanyi dengan diiringi musik/video musik dengan menggunakan mikrofon.

Alat karaoke sendiri ditemukan oleh musisi Jepang, Daisuke Inoue, pada awal 1970-an. Seperti bisa diduga, alat itu menjadi populer dan meledak sampai tersebar ke Asia Timur dan Tenggara hingga akhirnya ke seluruh dunia.

Sebelumnya, karaoke hanya tersedia di klub malam dan hotel-hotel berbintang. Karena ekslusif dan berhubungan dengan dunia malam, karaoke di Indonesia kadang dianggap sebagai hobi yang kurang baik.

Namun, beberapa tahun ini karaoke semakin disukai oleh segala kalangan. Bukan hanya kalangan eksekutif yang ingin melepas penat dan lelah selama bekerja di kantor, namun anak-anak muda seperti mahasiswa dan pelajar pun juga hobi bersenang-senang dengan mikrofon di tangan. Tempat-tempat karaoke pun semakin menjamur di mana-mana, bahkan selebritis Indonesia, Inul Daratista, membuka tempat karaokenya sendiri, Inul Vista.

Sebenarnya apa sih yang menarik dari karaoke ini? Sebagian orang merasa karaoke adalah salah satu sarana yang cukup nyaman untuk mengekspresikan diri. Dengan bernyanyi di ruang tertutup dan kedap suara, mereka tak akan takut mengganggu orang lain dengan suara keras mereka. Mereka bisa menyanyikan lagu kesenangan mereka sesuka hati bahkan berjoget dan berteriak, tak ada yang melarang.

Jadi, apakah Anda juga suka berkaraoke? (kpl/npy)


Lihat profil: Inul Daratista
Diposting oleh: Editor | Rabu, 13-05-2009 |

Pekan Raya Jakarta, Pameran Yang Telah Menjadi Tujuan Wisata

KapanLagi.com - Setiap memasuki bulan Juni, selalu ada kegiatan menarik yang diselenggarakan dalam rangka menyambut ulang tahun kota Jakarta yang kebetulan berbarengan dengan liburan sekolah yaitu diselenggarakannya Pekan Raya Jakarta.

Pekan Raya Jakarta atau yang juga dikenal dengan Jakarta Fair pertama kali diselenggarakan di kawasan Monas pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968. Ide PRJ pertama kali digagas Gubernur Ali Sadikin. Sebuah yayasan dengan nama Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta dibentuk sebagai badan pengelola PRJ sesuai dengan Perda nomor 8 Tahun 1968.

Semenjak 1991, PRJ dipindahkan dari kawasan Monas yang memiliki areal tujuh hektar ke kawasan Kemayoran dengan areal seluas 44 hektar dengan penyelenggara swasta yaitu PT Jakarta International Expo.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, pada PRJ 2007 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun kota Jakarta pada 22 Juni 2007 ini diramaikan dengan Taman Pelangi Kids dan Family Park. Selain itu akan ada juga atraksi balon udara yang mampu terbang hingga 10 meter dari permukaan tanah, juga akan ada Surya Institute.

Ajungan Surya Institute digagas oleh pakar fisika Indonesia Johannes Surya dan akan digelar sejumlah lomba yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan dapat diikuti oleh pengunjung yang datang ke arena tersebut.

Penyelenggara Pekan Raya Jakarta ini juga memperkenalkan rencana penggunaan kartu cerdas (smart card) untuk pengunjung pameran. Penggunaan kartu yang baru dipakai untuk pertama kali itu merupakan salah satu upaya pembenahan guna menyempurnakan penyelenggaraan Jakarta Fair 2007 yang ke-40.

Smart Card ini berisi 32 poin untuk 32 kali masuk ke Jakarta Fair 2007. Setiap kali peserta masuk, maka secara otomatis poin tersebut akan berkurang.

Tak hanya dengan fasiltas kartu canggih tersebut, pengunjung pun dimanjakan dengan kemudahan transporasi untuk menuju arena Pekan Raya Jakarta.

Warga yang hendak menuju PRJ dapat menggunakan bus Trans Jakarta melalui halte Monumen Nasional di Merdeka Barat kemudian melewati Halte Gambir, Istiqlal, Juanda kemudian melintasi jalan Garuda, Benyamin Sueb dan berakhir di halte Gambir Expo.

Sementara untuk dari arah sebaliknya terdapat rute bus dari halte Gambir Expo menuju jalan Benyamin Sueb, jalan Garuda, Bungur, Gunung Sahari, Budi Utomo, Lapangan Banteng, Istiqlal, jalan Majapahit , halte Monas Merdeka Barat dan berakhir di Merdeka Selatan.

Jumlah pengunjung Jakarta Fair 2007 yang diselenggarakan juga dalam rangka HUT DKI Jakarta ke-480 ini diperkirakan mencapai 3 juta orang, naik dari tahun 2006 sebanyak 2,5 juta orang.

Dengan peserta pameran sebanyak 1.615 perusahaan pada PRJ 2006, nilai transaksi mencapai Rp550 miliar, terdiri atas 72% transaksi otomotif/mobil dan sepeda motor, disusul 10,6% transaksi produk makanan dan minuman, 5,1% produk mebel, 3,6% produk elektronik dan komputer, serta 2,2% produk textil dan garmen.

Pada 2007 jumlah peserta diharapkan mencapai 2.195 peserta atau naik 35% dibanding tahun sebelumnya.

Tak ketinggalan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, PRJ pun akan diramaikan dengan penampilan sejumlah artis ternama antara lain Iwan Fals, Bunga Citra Lestari, Inul Daratista, Ira Swara, Dewi Persik, Anissa Bahar, Trio Macan, Tukul Arwana dan lainnya.

Sayangnya dari tahun ke tahun harga tiket masuk terus meningkat, bila tahun sebelumnya harga tiket berkisar Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp15.000 untuk akhir pekan, PRJ 2007 mematok tiket masuk Rp15.000 untuk hari biasa dan Rp20.000 untuk akhir pekan.

Meski demikian pengelola menjanjikan berbagai peningkatan layanan dan juga standar keamanan. (*/cax)


Lihat profil: Iwan Fals, Bunga Citra Lestari, Inul Daratista, Ira Swara, Dewi Persik, Annisa Bahar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 30-06-2007 |

«1»