KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Ngiler lah. Tapi mudah-mudahan, minta doanya aja dah," kata Ruben saat ditemui di Della Rossa, Kemang, Jaksel, Sabtu (14/11) lalu.
Ruben sendiri menuturkan jika dia merasa terharu melihat sang sahabat akhirnya bisa melamar kekasih hatinya itu. Namun, Ruben menyayangkan ketidakhadiran Irfan Hakim di situ.
"Terharu lah melihat ekspresi Bekti. Tapi kurangnya satu lah ya, Irfan Hakim seharusnya hadir. Kan dia yang nyomblangin Bekti dan Dilla," terangnya.
Lalu, apakah Indra Bekti benar-benar serius dalam langkahnya ini? Ruben pun menjawab pasti.
"Ya ini justru keseriusannya Bekti. Ini kan permintaan orang tuanya Dilla yang meminta karena orang tuanya mau ke Eropa. Dan Bekti menunjukkan keseriusannya sama Dilla," pungkas Ruben. (kpl/buj/npy)

Karena tanpa disadari, menurut Irfan, anak sekarang memiliki perkembangan dan semangat ingin tahu yang tinggi dalam banyak hal. Bintang komedi NGELENONG NYOK itu mencontohkan perkembangan anak pertamanya yang masih balita itu.
"Di usia satu tahun lima bulan, gue kaget banget lihat perkembangannya. Ketika di depan setir saja, tangan kanannya sudah di setir sementara tangan kirinya di gigi. Di depan computer dia sudah bisa pegang mouse. Apalagi nanti jika sudah lima tahun dan kenal dengan dunia maya," terangnya.
Namun sebagai orang tua, suami Della Sabrina Indah Putri itu tidak akan membatasi sang anak dalam memanfaatkan teknologi informasi. Meski tetap dalam kapasitas membimbing agar tidak salah jalan.
"Gue nggak akan batasi, tapi gue kasih tahu bahwa hidup itu pilihan dan pilihan itu tanggung jawab sendiri. Kalau mau lihat situs porno silahkan, tapi tahu resiko dan bahayanya apa," tegasnya setengah bertanya.
"Jangan dibatasi sebab itu kan hanya alat. Kalau ditutupi (dilarang, red) mau jadi apa, mau kembali ke masa lalu yang tidak mengenal dunia maya. Istilahnya di internet pun yang porno ada, paling berapa persen sih sedangkan yang positifnya lebih banyak," ungkapnya menambahkan.
Irfan yang ditemui di Studio Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/10), mengaku akan tetap memberi kebebasan sesuai haknya. Karena jika dilarang dapat berdampak pada semangat ingin tahunya, yang berakibat kurang baik pada perkembangan jiwa. (kpl/dis/dar)

"Sejujurnya gue nggak 'ngeh'. Tapi kalau gue nggak pernah nonton film porno gue bohong, gue pernah lah lihat film blue, tapi sejujurnya gue bukan fans pemain porno. Jadi gue nggak tahu siapa nama-nama pemainnya. Gambarnya aja kali dilihat, nggak usah pemainnya. Kecuali kalau film Indonesia atau barat non porno itu gue lihat nama pemainnya," ungkap presenter yang juga komedian ini.
Baca Juga:
Dijumpai di Studio Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/10) kemarin, Irfan mengaku agak sedikit kaget ketika pertama kali tahu Miyabi akan datang ke Indonesia untuk syuting film komedi MENCULIK MIYABI. Pasalnya, dari awal ia tidak tahu pasti bintang porno yang bernama Miyabi itu beneran ada. "Ternyata Miyabi beneran ada dan sudah terkenal bagi laki-laki yang orientasinya Miyabi. Awalnya saya juga nggak tahu," ujarnya.
Lalu, bagaimana jika Irfan ditawari ikutan main film yang sama dengan Miyabi? Mendengar ini, pria kelahiran Bandung, 15 Oktober 1978 tersebut langsung menggeleng.
"Kalau main film porno ngapain? Nggak Miyabi pun, artis di sini banyak sekali yang menyerempet ke pornografi, nggak usah gue sebutkan. Ya, bedanya kalau Miyabi sudah lebih mendunia. Makanya terlalu frontal sekali Indonesia yang dikenal dengan negara agamis mengizinkan pemain porno berkarya walau bukan film porno. Mungkin dengan mendatangkan dia seperti mendukung Miyabi berkarya dan juga melegalkan pornografi. Tapi itu mungkin ya. Yang pasti kalau pun dia main film nanti akan gue tonton," pungkas Irfan.
Yuk ngobrol tentang Miyabi gagal ke Indonesia di: Facebook KapanLagi.com dan Forum KapanLagi.com! (kpl/dis/boo)

"Waktu dia mau datang gue bingung. Di satu sisi itu hak produser untuk buat film dengan siapa pun bebas. Namun sekarang karena latar belakang pemainnya itu sedikit membuat susah masyarakat kita, sepertinya bingung antara mendukung atau tidak," kata Irfan ditemui di Studio Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/10) kemarin.
Tapi yang pasti, lanjut Irfan, ada atau tidaknya Miyabi harus dilihat manfaatnya, dilihat mudaratnya mana yang lebih banyak. Dan apabila datangnya Miyabi malah menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya dicari pemain lain saja.
"Tapi jika memang datang juga saya nggak tahu. Kita harus hadapi dengan kepala dingin bila dia datang. Namun kalau memang harus Miyabi juga terserah. Soalnya masyarakat Indonesia itu dikenal ramai kalau ada isu yang sedang hangat ya hangat, tapi kalau dingin ya dingin. Jika pun dia datang bawa saja ke Malaysia dan syuting di sana," ujarnya.
Baca Juga:
Sementara, saat ditanyakan sikapnya mengenai pro dan kontra, pria yang sudah dikaruniai satu momongan ini mengaku masih bingung di mana harus berdiri. "Secara masyarakat Indonesia negara agamis dan kebetulan gue juga besar di lingkungan agamis. Dalam hati kecil gue ngapain sih bawa-bawa Miyabi kalau nantinya buat masalah plus protes-protes. Ngapain mesti urus seorang Miyabi sebab masih banyak yang harus diurus dan penting," katanya.
"Ya kalau bisa sih nggak jadi aja. Pakai aja Jupe (Julia Perez) atau Sarah Azhari untuk membuat imej seksi. Namun di sisi sisi lain juga gue hargai seniman yang mau berkarya. Gue mendingan no comment. Kalau jadi gue tonton, kalau nggak ya sudahlah, lupakan," sambung Irfan.
Yuk ngobrol tentang Miyabi gagal ke Indonesia di: Facebook KapanLagi.com dan Forum KapanLagi.com! (kpl/dis/boo)

"Keluarga sudah saling kenal, hanya satu, aku belum ketemu sama papanya, karena papanya strict, makanya kalau ketemu sama pacar dia selalu bilang 'kamu dicari sama daddy tuh'" tegas Indra menirukan sang pacar.
Indra yang ditemui di konferensi pers Nickelodeon Indonesia Kid's Choice Award 2009 di Prefero 72 Playground, Jl. Kemang Timur No. 72, Jakarta Selatan, Jumat (12/6) itu, juga membantah disebut takut dengan calon mertua. Faktor waktu saja yang belum mendukung, suatu saat pasti menemuinya.
"Why not, siapa takut," tegasnya.
Indra menjalin hubungan dengan seorang WNI yang tengah menempuh pendidikan di Malaysia sejak 13 Februari 2009. Ia menolak memberikan nama sang pacar, hanya saja memberikan inisial D. Kini keduanya pun menjalin hubungan jarak jauh, akibatnya tidak jarang sang pacar juga dilirik teman kuliahnya di negeri Jiran itu.
Untuk saling menjaga Indra mengenakan cincin sebagai penanda kesetiaan, sekaligus 'pelindung' agar tidak ada pria yang menganggu.
"Gara-garanya waktu di Malaysia banyak yang deketin dia, makanya dia beli cincin dua, buat aku satu, dia make satu, biar nggak ada yang deketin lagi," terangnya. (kpl/hen/dar)

"Tergabungnya Rhoma Irama akan memberikan nilai plus pada KDI sebagai kontes dangdut yang berkelas. Kami setengah mati merayu Rhoma Irama untuk membuat KDI menjadi kontes dangdut sesungguhnya," ungkap Syah Reza, Division Head TPI di FX Plaza, Jakarta, Kamis (19/5).
Kehadiran Rhoma Irama diharapkan TPI dapat membawa KDI 6 identik dengan nilai–nilai kesopanan sehingga mengangkat citra musik dangdut menjadi lebih berkelas, elegan dan tetap asyik.
"Kami memang ingin melahirkan bintang–bintang dangdut, bukan menciptakan, kalau menciptakan sekali tampil habis. Ini merupakan kontes dangdut sebenarnya yang punya umur lebih panjang untuk menjadi bintang selanjutnya. Makanya kami lebih menonjolkan kapasitas suara dan penampilan oke," terang Syah Reza lagi.
Berbeda dengan konsep sebelumnya, KDI 6 tidak ada komentator. Diganti dengan Penasehat Tunggal yang akan hadir di tiap episode. Tugas ini akan dipikul Bertha, untuk mengeksplorasi potensi kontestan agar dapat bernyanyi secara baik. Kehadiran Bertha juga diharapkan dapat membawa kontestan KDI 6 menjadi lebih berkualitas dan modern, mampu mengaplikasikan teknik vokal.
Hal baru lainnya, adalah adanya Remote Voter, yang menilai penampilan kontestan secara jarak jauh melalui SMS. Rhoma Irama didaulat sebagai Remote Voter tetap yang akan didampingi dua Remote Voter tamu. Penilaian bagi kontestan pun mengalami perubahan. Pemenang akan ditentukan dari nilai akumulasi antara SMS dari Remote Voter dan SMS pemirsa.
Kontes KDI 6 akan mulai tayang pada 23 Mei 2009 pukul 19.00–23.00 wib tiap hari Sabtu dan Minggu, dengan host Irfan Hakim dan Magdalena. (kpl/wwn/boo)

"Sedari awal memang kita nggak mau pakai baby sitter. Kita ingin coba urus berdua. Jadi kita belajar sendiri. Misalnya dengan cari tahu dari internet atau media lain. Kadang saya tanya teman untuk bahan perbandingan," ujar suami Della Sabrina Indah Putri ketika ditemui di Supermal Karawaci, Tangerang, Sabtu (16/5) kemarin.
Pengasuhan oleh Irfan - Indah berdua bukan tanpa alasan. Pasalnya keduanya pernah membaca langsung tentang polah tingkah oknum baby sitter saat mengasuh anak sang majikan. Berbagai cara mereka lakukan agar si bayi bisa diam, terutama ketika dalam keadaan 'rewel'.
"Misalnya ada yang kasih jempol kakinya supaya dimut (dihisap, red) bayi. Belum lagi ada yang pakai obat tidur agar si bayi tenang. Pokoknya saya baca semuanya maka dari itu saya dan istri yang asuh," lanjutnya.
Kendati begitu, aku Irfan, dirinya tidak anti dengan baby sitter. Sebab suatu saat jasa asuh itu akan dipakai olehnya.
"Mungkin kalau anak sudah agak besaran ya kita gunakan. Kita juga nggak asal pilih baby sitter. Asal usul harus jelas. Tapi itu nanti," imbuh ayah Aisha Maydina Hakim yang mengaku ingin mempunyai anak kembar itu. (kpl/dis/dar)