< >

BLOG IWAN FALS


Iwan Fals Kenang Putranya di 'Pohon Kehidupan'

Kapanlagi.com - Sambil memainkan gitar buntung, Iwan Fals mendendangkan lagu Darah Muda-nya Rhoma Irama bersama Ikke Nurjanah yang kemudian dilanjutkan dengan lagu Terlena dan Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu. Suasana segar pun terbangun di antara penonton yang memadati Panggung Kita pada Sabtu (14/11) sore di Leuwinanggung, Cimanggis, Depok.

Sesegar 'Pohon Kehidupan' yang menjadi tema konser bulanan Iwan Fals & Band yang diprakarsai Tiga Rambu dan TVS untuk memperingati Hari Pohon yang jatuh pada Sabtu mendatang (21/11) dan Hari Guru pada 25 November.

Sebanyak 19 lagu dibawakan musisi legendaris ini. Setelah lagu Doa Dalam Sunyi menjadi pembuka konser pada pukul 15.15 WIB lalu disusul lagu Bram, Kuli Jalan, Sang Petualang, Ini Bukan Mimpi, Pohon 'Tuk Kehidupan, Kereta Tua, dan Oemar Bakrie.

Untuk Kali pertama Iwan Fals memberanikan diri berkolaborasi dengan band Bunga - band yang pernah diperkuat mendiang anaknya, Galang Rambu Anarki. Maka jadilah pertemuan mereka bagaikan silaturahmi antara ayah dan anak yang telah lama tidak bertemu. Cukup mengharukan, terlebih ketika lagu Kasih Jangan Kau Pergi dikumandangkan. Penonton yang semula berdiri berangsur duduk tanpa dikomando, dan sontak bernyanyi bersama untuk mengenang almarhum Galang.

Di penghujung acara, lagu Robot Bernyawa, Samsara, Lagu Buat Penyaksi, dan Tanam Siram menyudahi konser Pohon Kehidupan yang mengajak penonton yang sebagian besar komunitas Orang Indonesia (OI) untuk berpartisipasi menjaga dan merawat bumi dengan melakukan gerakan menanam pohon untuk kehidupan.    (kpl/bbm/boo)


Lihat profil: Iwan Fals, Ikke Nurjanah
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 16-11-2009 |

Iwan Fals Belum Lepas Pita Hitam Untuk Cicak Buaya

Kapanlagi.com - Perseteruan Cicak Buaya yang semakin memanas ternyata membuat Iwan Fals prihatin. Secara konsisten, Iwan mengenakan pita hitam di lengan kirinya. Termasuk dalam konser bulanannya yang bertajuk Pohon Kehidupan di Panggung Kita, Leuwinanggung, Sabtu (14/11), Iwan Fals mengenakan pita hitam di lengan kirinya.

"Ini bentuk perlawanan. Pita hitam adalah simbol daya hidup. Bahwa saya masih punya perlawanan, kontrol diri, dan percaya pada proses hukum," ujarnya.

Iwan Fals mengingat lagu lama yang diciptakannya Besar Kecil, lagu yang diciptakan tahun 1984 itu bertutur tentang kekuasaan. "Dulu, saya juga menggunakan istilah Cicak dan Buaya. Nggak nyangka ini jadi kenyataan. Sedih juga," imbuhnya.

Lantas di pihak manakah dukungan Iwan Fals? "Saya nggak mendukung pihak mana pun. Saya sedih untuk KPK juga sedih untuk polisi. Mari bersama-sama tunggu pembuktian di pengadilan," sarannya.

Iwan Fals belum berniat melepas pita hitam tersebut. "Saya akan terus konsisten. Karena pita hitam ini daya hidup. Kita harus yakin keadilan dan kebenaran harus diperjuangkan," tegasnya.

Hal ini pula yang akan menjadi doa di ibadah hajinya. "Insya Allah, setelah masalah pribadi saya akan mendoakan bangsa kita," ungkapnya.

Meskipun sibuk dengan keadilan di negeri ini, Iwan menganjurkan agar masalah lingkungan tidak dilupakan. "Karena persoalan lingkungan itu butuh solusi yang nyata dan cepat," pungkasnya.    (kpl/uji/erl)


Lihat profil: Iwan Fals
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 16-11-2009 |

Iwan Fals Dukung Pohon Untuk Mas Kawin

Kapanlagi.com - Iwan Fals geram karena banyak hutan gundul dan orang-orang tidak peduli. Melalui konser bulanan Iwan, yang bertajuk Pohon Kehidupan di Panggung Kita, Luwinanggung, Sabtu (14/11), Iwan ingin sekali lagi menegaskan pentingnya pohon untuk paru-paru dunia.

"Saya sudah pernah membuat lagu Isi Rimba tahun 1982 yang berkisah tentang hutan kita yang semakin berkurang. Kita tidak juga peduli, dan sekarang saya buat konser lagi karena terakhir saya ngobrol dengan M.S. Ka'ban usia hutan kita tinggal 15 tahun.Kalau tidak mulai menanam pohon dari sekarang kita akan kehilangan paru-paru dunia," katanya seusai konser.

Iwan Fals menyebut di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hijau kembali. Karena itu kepedulian harus selalu digalakkan. "Waktu saya ke Dubai tanahnya coklat dan gersang, tidak ada pohon. Kalau di Indonesia masih ada banyak pohon, kita harus bangga dengan itu. Jangan dirusak hijaunya, tambahkanlah," harapnya.

Bahkan Iwan mengaku senang ketika ada orang yang menggunakan pohon untuk hadiah perkawinan. "Pernah saya melihatnya orang yang menikah dan menanam pohon untuk mas kawin. Nanti kalau melahirkan anak juga menambah pohon. Itu bagus, kesadaran harus dimulai dari lingkup terkecil," tuturnya.

Ikke Nurjanah sepakat dengan hal tersebut.

"Saya sih soal pohon harus dimulai dari diri sendiri. Harus peduli dengan pekarangan rumah. Itu harus hijau. Setelah dari pekarangan, baru pedulikan lingkungan sekitar. Dari yang kecil begitu akan terasa lingkungan yang nyaman. Terlebih saat hujan, kalau banyak pohon banyak penyerap air sehingga tidak cepat banjir," imbuhnya.   (kpl/ato/bun)


Lihat profil: Iwan Fals, Ikke Nurjanah
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 16-11-2009 |

Serigala Terakhir Kompak Nonton Konser Iwan Fals

Kapanlagi.com - Ada yang berbeda di konser bulanan Iwan Fals, Sabtu (14/11). Pemain film SERIGALA TERAKHIR duduk di bangku VIP untuk ikut nonton klonser Iwan Fals yang bertajuk Pohon Kehidupan di Panggung Kita, Luwinanggung.

Kedatangan mereka selain untuk menonton konser juga untuk menyambung silahturahmi karena sudah diizinkan menggunakan lagu Pesawat Tempur sebagai lagu bersama geng Serigala Terakhir.

"Nggak nyangka bisa nonton langsung konser Bang Iwan. Senang sekali, karena teman-teman juga suka lagu-lagu Bang Iwan," kata Fathir Muchtar. Datang bersama Vino G. Bastian, Reza Pahlevi, Dallas Pratama, dan Ali Syakieb, mereka nonton hingga konser berakhir.

Vino menampik isu yang menyebut kedatangannya bertujuan untuk mempromosikan film SERIGALA TERAKHIR. "Nggak ada niat promosi, kami datang untuk mendukung Bang Iwan. Tema konser ini juga sangat bagus, mengajak kita peduli untuk menanam pohon," kilahnya

Hadir bersama dengan film 2012 yang membuat banyak publik penasaran, Vino optimis film SERIGALA TERAKHIR yang dibintanginya akan tetap ditonton masyarakat.

"Meskipun film 2012 meledak dan membuat orang-orang penasaran, kami optimis film kami akan diterima masyarakat. Buktinya ketika kami main ke bioskop, film SERIGALA TERAKHIR tetap diputar dan ramai," kata Vino.

Berteman dalam satu produksi film rupanya membuat mereka semakin akrab. Film yang bertema kesetiaan dan persahatan tersebut mengurai banyak pertempuran dan intrik. Apakah tidak takut karakternya terbawa dalam kehidupan pribadi?

"Karakternya sih nggak sampai masuk kehidupan pribadi. Kita nggak sampai bertengkar dan bergaul segarang geng Serigala Terakhir. Tapi kekompakan persahabatan yang kita pertahankan," imbuhnya.       (kpl/uji/bun)


Lihat profil: Iwan Fals, Fathir, Reza Pahlevi, Vino G Bastian, Ali Syakieb
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 16-11-2009 |

Iwan Fals Dukung Upaya Pelestarian Hutan Gambut

Kapanlagi.com - Penyanyi Iwan Fals mendukung upaya-upaya Greenpeace menjaga kelestarian hutan gambut Semenanjung Kampar, Riau, dengan menyerukan pentingnya pelestarian melalui lagu-lagunya.

Dalam acara yang digelar di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Selasa (3/11) itu Iwan Fals dengan diiringi bandnya tampil menyanyikan empat lagu yang berlirik soal pelestarian lingkungan. Empat lagu yang dia bawakan yaitu Robot Bernyawa, Ini Bukan Mimpi, Pohon Kehidupan dan Siram Tanam.

"Tiga Rambu (manajemen Iwan Fals) dalam rutinitas memilih Greenpeace sebagai temen seperjalanan. Ini kerinduan saya," kata Iwan Fals di sela-sela bernyanyi.

Iwan mengaku selalu terkesima dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh anggota Greenpeace secara global yang terlihat begitu tulus dalam memperjuangkan idealismenya.

"Beberapa tahun lalu saya bekerja dengan pemerintah untuk menanam pohon. Mungkin ada jutaan pohon yang sudah ditanam, tetapi saya tidak tahu apakah pohon itu sekarang tumbuh dengan sehat," katanya.

Direktur Kreatif PT Tiga Rambu Kresnowati mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan awal dari konser bulanan Iwan Fals dan bandnya untuk bulan November 2009 dengan judul Pohon Kehidupan.

Aksi tersebut bertujuan membangun kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk memerangi perusakan hutan gambut di Kampar, Riau yang sudah semakin parah. Sedangkan perwakilan Greenpeace Indonesia Nurhidayati mengatakan, aksi ini berusaha menunjukkan kegentingan kerusakan hutan yang terjadi di Kampar.

Nurhidayati mengatakan hari ini sekitar 50 aktivis Greenpeace bersama dengan masyarakat Kampar membendung kanal yang menguras dan mengeringkan lahan gambut. Greenpeace juga membangun Pos Pembela Iklim di jantung hutan tropis Indonesia dan berencana akan terus membangun bendungan di area Semenanjung Kampar.

Pada acara tersebut Iwan Fals lewat manajemennya PT Tiga Rambu memberikan dukungan kepada Greenpeace berupa uang tunai yang diberikan oleh Direktur PT Tiga Rambu, Rosana Listanto, kepada perwakilan LSM Jikalahari.

Sedangkan pihak Greenpeace memberikan cenderamata berupa potongan kayu meranti dari hutan Kampar kepada Iwan Fals(ant/bun)


Lihat profil: Iwan Fals
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 04-11-2009 |

Iwan Fals Berduka Untuk Ketidakadilan

Kapanlagi.com - Penyanyi Iwan Fals pun, Selasa (3/11), mengenakan pita hitam pada lengan sebelah kiri untuk menunjukkan keprihatinan terhadap ketidakadilan yang terjadi.

"Pita hitam ini tanda kehidupan, tanda jangan menyerah, tetap melawan," kata Iwan Fals usai tampil di aksi sosial acara Greenpeace di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).

Ketika ditanya apakah pita hitam tersebut sebagai tanda dukungan terhadap pimpinan KPK nonaktif Candra M Hamzah dan Bibit S Rianto, Iwan menjawab diplomatis bisa saja dikaitkan dengan hal tersebut.

"Secara teknis bisa saja ke KPK," katanya.

Tetapi Iwan menambahkan bentuk perjuangan tersebut agar dilakukan secara damai. "Memperjuangkan ketidakadilan dengan damai," katanya.

Mengenai kasus kriminalisasi dua Wakil KPK tersebut, Iwan mengatakan agar hal tersebut diselesaikan di pengadilan saja. Iwan Fals tampil di Teater Salihara dalam acara aksi sosial untuk pelestarian hutan gambut di Semenanjung Kampar, Riau.

Dalam acara tersebut, Iwan Fals dengan diiringi bandnya tampil menyanyikan empat lagu yang berlirik soal pelestarian lingkungan. Empat lagu yang dia bawakan yaitu Robot Bernyawa, Ini Bukan Mimpi, Pohon Kehidupan dan Siram Tanam.

Pada acara tersebut Iwan Fals lewat manajemennya PT Tiga Rambu memberikan dukungan kepada Greenpeace berupa uang tunai yang diberikan oleh Direktur PT Tiga Rambu, Rosana Listanto kepada perwakilan LSM Jikalahari.

Sedangkan pihak Greenpeace memberikan cenderamata berupa potongan kayu meranti dari hutan Kampar kepada Iwan Fals. Aksi sosial tersebut merupakan awal dari konser bulanan Iwan Fals dan bandnya untuk bulan November 2009 dengan judul Pohon Kehidupan yang akan digelar ada 14 November 2009 di PanggungKita, Leuwinanggung atau di rumah Iwan Fals.  (ant/bun)


Lihat profil: Iwan Fals
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 03-11-2009 |

Penggunaan Komponen Lokal TVS Motor Meningkat

Kapanlagi.com - Penggunaan komponen lokal atau local component bagi pembuatan berbagai jenis motor oleh PT. TVS Motor Company Indonesia terus meningkat seiring dengan makin tingginya pembelian motor-motor buatan perusahaan ini di seluruh tanah air.

"Kami mengharapkan penggunaan komponen lokal akan naik dari 50% menjadi 80%," kata Corporate Communications PT.TVS Motor Company Indonesia Nurlida Fatmikasari dalam keterangannya kepada pers di Jakarta, Sabtu (31/10) ketika menjelaskan kinerja pabrik motor ini.

Nurlida Fatmikasari menjelaskan bahwa penggunaan komponen lokal sebanyak 50% itu berlangsung selama kuartal ketiga tahun 2009 ini. TVS menargetkan bahwa pada tahun 2010, tingkat pemanfaatan komponen kolak tersebut akan melonjak menjadi 80%.

Ia menyebutkan bahwa produksi motor perusahaan ini akan mencapai sekitar 300.000 unit per tahunnya.

Salah satu jenis motor yang dihasilkan pabrik ini adalah TVS RockZ 125 CC. yang memiliki berbagai keunggulan yang tidak ada pada motor buatan pabrik-pabrik lainnya adalah adanya musik terintegrasi atau integrated music system sehingga pengendaranya bisa menikmati alunan musik dengan memanfaatkan MP3 player dan juga radio FM.

Nurlida yang akrab dengan panggilan Mieke menyebutkan pula bahwa motor TVS RockZ 125 CC ini dilengkapi peralatan canggih anti maling serta ditambah dengan knalpot segi tiga yang modern.

Untuk semakin mempopulerkan berbagai motor buatannya, maka TVS Motor Company Indonesia telah mengangkat musisi terkenal Iwan Fals sebagai Duta Merk atau Brand Ambassador.

Iwan Fals yang sudah sangat terkenal dengan berbagai lagu yang berisikan kritik-kritik sosial selama bulan Oktober mengunjungi berbagai kota di Pulau Jawa untuk menemui para pengguna motor-motor TVS serta para agennya.

Kota-kota yang dikunjungi Iwan Fals antara lain adalah Gresik, Jember, Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, Malang, Blitar hingga Nganjuk.

Selain menemui para pengguna motor TVS di berbagai kota itu, maka musikus legendaris ini juga mengadakan konser musik. (ant/meg)


Lihat profil: Iwan Fals
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 31-10-2009 |

«123456789»

LIHAT ARSIP BERITA IWAN FALS TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA IWAN FALS TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA IWAN FALS TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA IWAN FALS TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA IWAN FALS TAHUN 2004