KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saya tidak merasa nyaman membicarakan masalah pribadi di depan umum," ungkapnya sambil tertawa saat David Letterman langsung menodong Penelope dengan pertanyaan soal pertunangan ini. Tapi David sepertinya tak menyerah dan mencoba mengorek lebih jauh soal hubungan Penelope dengan Javier yang sudah berumur dua tahun itu. Sayangnya lagi-lagi Penelope tak mau menjawab.
"Ada satu hal yang tidak suka saya lakukan. Saya tidak suka membicarakan masalah pribadi. Ini masalah yang sakral buat saya. Ini hidup saya tapi saya tidak mau membicarakan masalah ini karena saya alergi pada hal seperti itu," tandas Penelope seperti dikutip dari Splash News.
Akhirnya David Letterman pun menyerah dan tak melanjutkan 'interogasinya'. Rumor pertunangan Penelope dengan Javier Bardem ini berawal ketika ada yang melihat Penelope mengenakan cincin yang bertatahkan batu safir dan berlian di jari manisnya bulan Oktober lalu. (spl/roc)

Jero Wacik dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada para kru film karena telah memilih Indonesia dalam hal ini Bali sebagai lokasi pengambilan film berkelas dunia dunia.
"Otomatis hal ini akan menjadi promosi yang bagus bagi Indonesia dan Bali," katanya.
Ke depan, Jero Wacik juga mempersilahkan kepada produser lain yang ingin melakukan pengambilan gambar di Indonesia, tidak hanya di Bali saja karena tempat wisata yang indah banyak tersebar di negeri ini.
Sementara pengambilan gambar dalam film yang diambil dari novel dengan judul yang sama karangan Elizabeth Gilbert itu ada sebuah lokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digunakan sang tokoh bersama kekasihnya untuk berlibur.
Namun nampaknya lokasi itu tak akan dipakai karena dipindahkan ke Pulau Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung, Bali.
Kabid Humas Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Gde Sugianyar yang sempat datang ke lokasi pengambilan gambar di Pelabuhan Benoa mengemukakan, dalam novel itu dijelaskan ada nama tempat wisata Gilimeno di Lombok.
Dipaparkan Sugianyar, sang tokoh yang diperankan Julia beradegan menaiki sepeda dan mengalami kecelakaan kecil di bagian lutut akibat ditabrak mobil yang melintas. Dia ditolong Javier Bardem yang berperan sebagai Felipe, yang kekasih Liz Gilbert.
Khawatir lutut kekasihnya infeksi, Felipe membawa Liz ke seorang ahli pengobatan herbal bernama Wayan yang diperankan aktris terkenal Indonesia, Christine Hakim.
Christine Hakim yang sempat ditemui wartawan menolak untuk berkomentar dan mengaku masih terikat kontrak kerja. "Saya baru bisa jelaskan semua setelah selesai semuanya," kata dia. (ant/bun)

"Sepanjang pengambilan gambar sudah berlangsung lebih dari dua pekan di Bali, saya dan pengurus PHDI sama sekali belum pernah diajak bertemu bahkan berkoordinasi," keluhnya kepada ANTARA di Denpasar, Jumat (30/10).
Dia juga menduga PHDI Daerah yang dijadikan lokasi pengambilan gambar film EPL juga tidak dilibatkan karena tidak ada laporan dari pembuat film ke PHDI. "Saya berharap ada pengawasan dari desa Pakraman jangan sampai ada yang mengganggu kesucian pura dan tempat suci lainnya," katanya.
Dia menganggap panitia film tidak mengerti Bali sehingga mereka tidak berusaha melapor, padahal jika tempat suci juga diambil gambarnya maka panitia hendaknya berkoordinasi dulu. "Jangan sampai apa yang dilakukan warga luar di Bali ini justru membuat tidak nyaman masyarakat kita sendiri," ujar Sudiana.
Faktanya, sejumlah pengambilan gambar dalam film itu memang berhubungan dengan kegiatan keagamaan masyarakat Hindu Bali.
Di Ungasan, kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung misalnya, tim film membangun rumah berlantai dua dengan persiapan dua bulan sebelum pengambilan gambar dimulai dari sebuah pohon beringin besar sampai bangunan pura. "Jika kondisinya seperti itu maka minimal pengempon pura atau desa Pakraman dan PHDI setempat mengawasi jangan sampai ada yang menodai pura," katanya.
Menurut dia, pengambilan film Julia Roberts ini berbeda dengan beberapa pengambilan film yang pernah digelar di Bali sebelumnya. Sebelumnya PHDI selalu dilibatkan, tapi dalam film Julia Roberts itu tidak. (ant/boo)

"Saya sayangkan syuting film yang berlokasi di Desa Pecatu dan Ungasan, Kabupaten Badung, sampai harus meliburkan anak-anak sekolah dasar, sehubungan kawasan itu dipakai aktivitas pengambilan gambar," kata Diesel Astawa, politisi asal Desa Ungasan, di Denpasar, Kamis (29/10).
Ia mengatakan, meliburkan anak-anak sekolah gara-gara ada pengambilan gambar film artis Hollywood Julia Roberts, sangat bertentangan terhadap tuntutan wajib belajar.
"Itu bertentangan, karena kegiatan tersebut dirasa tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan," ucapnya.
Disel Astawa yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali itu mengingatkan, aparat desa dan masyarakat harus juga memantau pengambilan gambar film tersebut, sehingga segala aktivitas yang mereka lakukan tidak sampai mencoreng citra Bali ke depannya.
"Aparat desa dan tokoh masyarakat setempat harus memantau syuting Julia Roberts sebagai upaya mengantisipasi adegan-adegan yang tidak cocok untuk budaya Indonesia," tegasnya.
"Saya setuju Bali dijadikan tempat syuting film, tapi berharap pihak produsen film harus mengerti dan memberikan kontribusi secara proporsional ke desa setempat," tambahnya.
Film EPL menceritakan kisah nyata Elizabeth Gilberth dalam memoarnya. Lawan main Julia Roberts dalam film ini antara lain James Franco, Richard Jenkins, Bill Crudup, Viola Davis, dan Javier Bardem.
Warga Bali yang ikut bermain adalah Ketut Liyer, seorang balian (dukun) di daerah Ubud, Gianyar. Syuting film itu di Pulau Dewata dijadwalkan selesai pertengahan November mendatang. (kpl/bar)

Informasi yang diperoleh ANTARA dari salah seorang kru pembuatan film EPL di Denpasar, Kamis (29/10), hingga hari ke-15 pengambilan gambar film itu, tidak satu pun calon aktor yang mengikuti tes dianggap pas untuk menjadi pemeran Liyer.
Menurut kriteria yang ditetapkan tim penyeleksi, Liyer adalah lelaki yang menjadi dukun dengan perawakan kurus berusia 75 tahun, ompong di bagian depan, mengerti aspek spiritual, dan mampu bertutur kata secara fasih dalam bahasa Inggris.
Liyer, warga Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menolak untuk ikut bermain dengan peran sebagai dirinya dalam EPL, karena mengidap penyakit kencing batu sejak beberapa waktu lalu. Padahal, honor sebesar Rp200 juta telah disiapkan jika dia bersedia bermain dalam film tersebut.
Kru yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, naskah dan dialog EPL dibuat dalam bahasa Inggris dan pemeran Liyer itu harus mampu menerjemahkan keinginan skenario dan sutradara EPL, Ryan Murphy. Dialog Liyer dan Julia Roberts semuanya berlangsung dalam bahasa Inggris.
Sejumlah audisi untuk mendapatkan sosok yang pas sebagai dukun itu sudah dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar. Bahkan tim juga melakukan penelusuran dengan memasuki sejumlah rumah penduduk dan panti jompo di Jakarta guna mendapatkan orang yang sesuai dengan keinginan.
Salah satu anggota tim penyeleksi yang juga enggan disebutkan namanya mengungkapkan, cukup banyak kesulitan untuk mencari sosok Liyer ini. Saat tim merasa sudah menemukan orang yang pas, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki kecakapan dalam berbahasa Inggris.
Ia mengemukakan, banyak lelaki setempat yang berminat, bahkan sampai yang berusia di bawah 70 tahun mencoba untuk ikut audisi, namun ditolak tim penyeleksi lantaran dari segi usia sudah tidak memenuhi persyaratan. Tim penyeleksi itu tak mau sembarangan, karena orang-orang yang terlibat sebagian besar telah memperoleh penghargaan tertinggi di bidang film. Jumlah para calon aktor yang mengikuti audisi dan bersedia untuk diambil foto serta casting tak kurang dari 10 orang.
Menurut dia, terdapat beberapa kesulitan yang dijumpai tim penyeleksi saat audisi untuk menemukan sosok Liyer. Misalnya mereka justru menunjukkan sifat kekanak-kanakan saat dilakukan uji peran. Kesulitan lain yang terjadi adalah tiba-tiba calon aktor itu menolak untuk difoto, atau mereka menolak saat diminta untuk mengulang dialog yang dirasakan kurang pas.
Ada lagi kesulitan terkait gambaran fisik sosok Liyer itu. Ketika menemukan orang yang cakap dalam berbahasa Inggris, ternyata wajahnya sama sekali tak memiliki kemiripan dengan Liyer yang asli.
Pengamanan di lokasi pengambilan gambar film itu sangat ketat. Pihak-pihak yang terlibat pun semua enggan untuk berkomentar dan jika ada yang memberikan informasi, meminta supaya identitasnya tidak dipublikasikan. (kpl/boo)

Kedua bintang ini melakukan adegan percintaan. Julia mengenakan bikini berpola, sedang Javier bertelanjang dada. Pengambilan gambar dilakukan di desa Bentuyung.
Di film ini Julia memerankan Elizabeth Gilbert, penulis buku EAT, PRAY, LOVE yang menceritakan tentang pencarian jati diri dengan mengunjungi Italia (eat-makan), tinggal di kuil di India (pray-doa) dan akhirnya ke Bali, tempat dia menemukan cinta pada suami keduanya, Felipe, yang diperankan Javier. (dlm/erl)

"Dari dulu saya memang selalu khawatir. Dari kecil saya selalu merasa jika saya bisa merasakan kedamaian saya selalu ragu, 'Apa saya yakin bisa bertahan dengan perasaan ini.'," papar aktris yang hampir dua tahun terakhir ini dekat dengan aktor Javier Bardem ini.
Bisa jadi perasaan ini muncul karena sejak kecil Penelope sudah terbiasa mengamati perilaku orang-orang dewasa yang menjadi pelanggan salon milik ibunya. Penelope bahkan mengaku pertama kali mengenal akting dari sini. Ia sering kali mencoba menirukan perangai pelanggan ibunya yang kadang aneh-aneh. Bahkan ia juga sampai pada kesimpulan bahwa salon tak beda dengan ruang kerja psikolog karena banyak orang yang tak sadar membuka rahasia pribadinya saat di salon kecantikan.
"Mereka memperlakukan tempat itu (salon) layaknya ruang kerja psikolog. Mereka tidak ragu mengungkap rahasia terdalam mereka," papar Penelope seperti dikutip dari FemaleFirst. (fmf/roc)