< >

ARTIKEL JENNIFER LOPEZ


Hollywood Frenemy

KapanLagi.com - Frenemy sebuah kosa kata baru yang muncul dari Tinseltown. Kata yang berasal dari dua kata bahasa Inggris Friend dan Enemy ini diartikan sebagai teman yang akhirnya jadi musuh. Beberapa kalangan A-list Hollywood mungkin memiliki hubungan yang tidak baik, tapi ada kalanya demi kepentingan publikasi dan berakting di depan kamera frenemy ini saling tersenyum dan bersikap seolah-olah mereka akrab. Mari kita simak beberapa frenemy Hollywood ini.

Gwyneth Paltrow

Pada bulan April lalu, Gwyn menulis di website pribadinya kalau ada seorang frenemy di masa lalunya. Seorang teman yang ingin menjatuhkannya dan melukai hatinya. Tak ada nama yang disebut sebagai frenemy ini, dan media mulai menduga-duga, hingga dua nama jadi kandidat muncul: Winona Ryder dan Jennifer Lopez.

- Winona Ryder

Gwyn dan Winona awalnya bersahabat baik, bahkan mereka sempat tinggal bareng di satu apartemen. Persahabatan mereka putus saat Gwyn memenangkan Oscar untuk perannya di SHAKESPEARE IN LOVE. Peran yang didapat Gwyn ini awalnya ditawarkan pada Winona. Sejak itu tak ada lagi persahabatan di antara mereka.

- Jennifer Lopez

Gwyn sebelumnya menjalin hubungan dengan Ben Aflleck. Tapi sesaat setelah berpisah, Ben bertunangan dengan J.Lo. Menurut rumor yang beredar putus cinta ini disebabkan oleh Jennifer Lopez. Sejak itu hubungan keduanya sama sekali tidak baik. Dalam sebuah wawancara Gwyn menyindir soal pernikahan singkat J.Lo dengan Marc Anthony, yang terjadi sesaat setelah putus dengan Aflleck. Tak kalah sengit, dalam kesempatan lain J.Lo membalas dengan menyatakan tak ingat satupun film yang diperankan Gwyn.

Paris Hilton dan Lindsay Lohan

Dua gadis pesta ini awalnya berteman dan kerap muncul di berbagai pesta bersama-sama. Sampai pada akhirnya mereka jadi rival dan bersaing memperebutkan pria. Seperti mengejek Paris, dalam sebuah pesta Lindsay terlihat bersama-sama dengan mantan kesayangan sosialita ini, Stavros Niarchos.

Paris Hilton dan Britney Spears

Paris mendekati Britney di masa-masa kacau penyanyi ini. Mereka terlihat hang out bareng di club malam. Pada satu kesempatan, Brit membuat ulah dengan mempertontonkan bagian pribadinya pada para paparazi sewaktu naik ke mobilnya. Waktu itu, Paris ada bersamanya. Tak berapa lama setelah kejadian tersebut hubungan pertemanan mereka berakhir.

Britney Spears dan Christina Aguilera

Britney dan Christina sama-sama memulai memasuki dunia hiburan di usia dini. Keduanya berteman saat bersama di Mickey Mouse Club. Tapi nampaknya pertemanan ini tak bisa berjalan dengan baik. Keduanya mulai jadi rival dalam segalanya, mulai dari bersaing untuk tangga lagu Billboard sampai siapa yang nikah duluan atau punya anak duluan. Tapi pada akhirnya permusuhan itu mereda sejak mereka sama-sama jadi ibu.

Sarah Jessica Parker dan Kim Catral

Kedua aktris ini memerankan teman baik di serial dan film SEX AND THE CITY. Tapi dalam kehidupan nyata jauh berbeda dari kisah itu. Rumornya kedua bintang ini tak sudi saling berdekatan. Malahan hubungan buruk ini sempat jadi kendala pembuatan sekuel SATC.

Denise Richard dan Heather Locklear

Kedua wanita ini awalnya tinggal berdekatan. Mereka juga jadi sahabat dekat. Namun hubungan ini berubah jadi permusuhan saat Denise terang-terangan memacari mantan Heather, Richie Sambora, padahal waktu itu mereka baru saja memutuskan bercerai. Kabarnya Denise telah menggoda Richie sebelum Heather mengajukan gugatan cerai. (kpl/erl)


Lihat profil: Gwyneth Paltrow, Winona Ryder, Jennifer Lopez, Paris Hilton, Lindsay Lohan, Britney Spears
Diposting oleh: Editor | Jumat, 25-09-2009 |

'BORDERTOWN', Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko

KapanLagi.com - Pemain: Jennifer Lopez, Antonio Banderas, Martin Sheen, Maya Zapata, Sonia Braga

Oleh: Fatchur Rochim

Ambisi Lauren Adrian (Jennifer Lopez) sebagai seorang reporter adalah mendapatkan tugas ke garis depan pertempuran di Irak untuk meliput perang ini. Sayang sang editor, George Morgan (Martin Sheen) tak sependapat dan mengirim Adrian ke kota kecil di perbatasan Meksiko.

Adrian ditugaskan untuk menyelidiki beberapa kasus kematian tak wajar yang terjadi pada beberapa wanita di kota kecil itu. Eva (Maya Zapata), salah seorang korban yang berhasil lolos, tak mau memberikan kesaksian karena takut pada pelaku pemerkosaan sekaligus pembunuhan ini. Namun Adrian tak hanya ingin mendapat kesaksian dari Eva saja, ia juga ingin menangkap basah pelaku meski untuk itu ia harus menjadi umpan.

Dengan bantuan Alfonso Diaz (Antonio Banderas), seorang editor di sebuah harian di kota itu, Adrian lantas berusaha menjebak pelaku dengan berpura-pura menjadi salah satu wanita pekerja pabrik di kota itu. Sayangnya tanpa ia sadari usaha ini membuat banyak nyawa terancam termasuk nyawa Diaz, pria yang sempat menjadi rekan kerjanya enam tahun sebelumnya.

Film berjudul BORDERTOWN ini mencoba mengangkat sebuah tema yang cukup berat berbau politik. Meski tak sepenuhnya bisa dibilang sebagai kisah nyata, namun Gregory Nava, sang sutradara yang juga menulis naskah film ini, mendasarkan film ini pada sebuah kejadian nyata yang pernah terjadi di Meksiko. Tokoh-tokoh dalam film ini sepenuhnya fiksi, namun ide ceritanya nyata.

Ide mengangkat kisah berbau politik memang sama sekali tak salah tapi yang jadi masalah dalam film ini adalah justru penyutradaraan yang kurang pas. Nava mencoba memadukan drama politik dengan thriller yang hasilnya malah membuat film ini kehilangan kekuatannya. Perpaduan yang 'tak umum' ini malah menjadikan BORDERTOWN sama sekali tak punya arah yang jelas, menjadi film thriller atau drama politik.

Akibatnya, para bintang yang dipasang sebagai pemeran malah terasa tersia-siakan. Karakter yang diperankan Antonio Banderas, Martin Sheen dan Sonia Braga terasa kurang digarap dan Nava sepertinya hanya ingin menonjolkan karakter yang diperankan Jennifer Lopez. Sebenarnya tak ada yang salah dengan keputusan ini namun meninggalkan karakter pendukung tak tergarap bukanlah sebuah keputusan bijak.

Ide mengaitkan serangkaian kasus pembunuhan ini dengan kebijakan North American Free Trade Agreement (NAFTA) juga sepertinya tak beralasan sama sekali. Banyak faktor lain yang bisa jadi pemicu kejahatan berantai ini dan spekulasi politik yang diambil Nava ini juga tak membuat film ini jadi terasa solid. (kpl/roc)


Lihat profil: Jennifer Lopez, Antonio Banderas, Martin Sheen
Diposting oleh: Editor | Rabu, 20-05-2009 |

«12345»