< >

BLOG JOCKIE SOERYOPRAYOGO


Jockie Berharap Ada Kerja Sama Musisi Antar Generasi

Kapanlagi.com - Iklim dunia musik Indonesia yang seolah kurang bersahabat pada musisi senior membuat Jockie Soeryoprayogo merasa prihatin. Sebagai musisi senior, ia berharap ada kerja sama antara musisi generasi tua dan musisi generasi muda agar musisi senior lebih terpacu untuk membuat karya-karya baru.

"Seyogyanya ada kerja sama antara kami, seniman-seniman, dalam hal ini saya mewakili Chrisye dan teman-teman di sini, kita kerja sama, bantulah atau doronglah senior-senior ini untuk berkarya, bahwa apa karya kamu hari ini?" ungkap Jockie saat ditemui dalam acara Classic Chrisye, a Night to Remember di Ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (12/10) kemarin.

Sebagai sahabat mendiang Chrisye, Jockie Soeryoprayogo tahu bahwa di hari-hari terakhirnya almarhum juga sempat mengeluhkan masalah yang sama. "Karena sekali lagi saya tegaskan, musik tidak ada hubungannya dengan usia. Itu juga yang dikeluhkan, setidaknya, sedikit menjadi beban bagi Chrisye pada saat akhir-akhir hidupnya," lanjut musisi senior ini.

Sebagai seorang musisi senior yang tetap eksis hingga saat ini, Jockie berprinsip, "Apa artinya dengan usia tua dengan usia muda. Di sini karya yang dipertanyakan." Dalam kenyataannya, pencarian Jockie di dunia musik memang tak pernah berhenti di tahun 2003 lalu ia sempat bereksperimen menggabungkan musik dan teater dalam format rock opera yang didukung oleh Iwan Fals, Renny Djajusman dan Teater Koma.   (kpl/ant/roc)


Lihat profil: Jockie Soeryoprayogo, Chrisye, Iwan Fals, Renny Djajusman
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 14-10-2009 |

Jockie Suryoprayogo: Musik Tak Ada Hubungan Dengan Usia

Kapanlagi.com - Jockie Suryoprayogo berpendapat bahwa tak ada hubungan antara usia dan musik. Berusia tua bukan berarti lantas tak boleh berkreasi dalam dunia musik. Sayangnya, iklim di Indonesia sepertinya masih menganggap musik adalah untuk orang-orang muda dan itulah yang ingin diubah oleh musisi senior ini.

"Kenapa sih nggak berubah paradigma bahwa musik itu (untuk) ABG. Sekarang gini aja, kenapa pers tidak mempertanyakan kepada teman-teman senior, mana karya-karya kalian hari ini? Itu akan lebih fair, akan lebih memacu kreativitas kami, senior-senior terutama, untuk berbuat lebih baik," ungkap Jockie saat ditemui dalam acara Classic Chrisye, A Night to Remember, Senin (12/10) kemarin.

Soal konser yang digelar untuk menghormati almarhum Chrisye ini sendiri Jockie berpendapat bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk menyatukan dua generasi musisi di Indonesia. Jockie juga mengaku terharu karena ia sempat satu panggung dengan mendiang dan kini ia tampil tanpa almarhum.

"Saya begitu terharu saat bisa tampil di atas panggung. Apalagi sekarang kan saya tampil tanpa dia. Kalau dulu pernah satu panggung ama dia. Dengan acara seperti ini, di mana antara generasi muda dan generasi tua bisa berkolaborasi adalah sangat bagus. Karena bisa mendorong seorang senior seperti saya untuk terus bisa berkarya, karya yang dalam ini musik ga bisa kita sangkutkan dengan usia. Karena bagaimana kita bisa mempertahankan eksistensi kami di dunia ini, seperti halnya chrisye yang bisa jadi contoh dalam hal ini," lanjutnya.

Acara mengenang almarhum Chrisye yang digelar di ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta ini dihadiri banyak musisi senior termasuk Ahmad Albar, Utha Likumahua, dan Vina Panduwinata.     (kpl/ant/roc)


Lihat profil: Jockie Soeryoprayogo, Chrisye, Ahmad Albar, Vina Panduwinata
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 13-10-2009 |

Yockie: Musik Indonesia Cenderung 'Mellow'

Kapanlagi.com - "Masyarakat Indonesia itu romantis. Karena itu, kebanyakan lagu yang disukai cenderung mellow (merdu)," kata musisi legendaris Yockie Suryoprayogo, dalam acara peluncuran album EVOLUSI berisi lagu-lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jakarta, Selasa (6/1).

Mantan kibordis God Bless dan Kantata Takwa itu mengemukakan pendapat tersebut untuk menanggapi pertanyaan wartawan tentang lagu-lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diaransirnya dalam musik instrumentalia.

Lagu-lagu karya SBY dalam album itu sendiri sudah pernah dibawakan oleh sejumlah penyanyi dan band termasuk Ebiet G Ade, Kerispatih, dan Dharma Oratmangun.

"Jadi, kalau musiknya saya buat seperti yang sudah ada, ya tidak ada bedanya, buat apa?," katanya setengah bertanya. Menurut Yockie, masyarakat Indonesia memiliki sifat romantis karena budayanya memang demikian.

"Nenek moyang kita mengajarkan sopan santun. Karena itu kita tidak memiliki sifat reaktif terhadap sesuatu. Oleh karena itu pula, sejak zaman Koes Plus, Panbers, Mercy's hingga Rinto Harahap sampai generasi sekarang, umumnya lagu yang disukai lagu romantis, bahkan cenderung mellow," katanya.

Meskipun dikemas dalam bentuk instrumentalia, ada enam dari 10 lagu dalam album EVOLUSI, termasuk Rinduku Padamu dan Hening, memasukkan unsur vokal soprano Aning Katamsi. Menurut Aning, yang hadir dalam acara, fungsi vokalnya tidak berbeda dari fungsi instrumen musik lain yang digunakan untuk album tersebut.

Selain Aning, Yockie juga melibatkan sejumlah musisi kawakan untuk membantunya menggarap lagu-lagu karya SBY dalam album EVOLUSI. Beberapa di antaranya gitaris Kiboud Maulana, Totok Tewel, Eddy Kemput, Wawan (trumpet), Oni Krinerwinto (saksofon), dan Idris Sardi (biola).

Peluncuran album berisi lagu-lagu karya SBY juga menimbulkan pertanyaan seputar masalah politik, sehubungan waktunya yang cukup berdekatan dengan masa Pilpres 2009.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Yockie mengatakan, "Tidak ada suatu itikad tanpa tujuan. Saya sadari, semua ada kepentingannya. Kepentingan Pilpres? Boleh jadi. Kalau musik ini diapresiasi masyarakat, ya itu terjadi apa adanya."

Yockie juga memuji lirik lagu-lagu karya SBY bagus.

"Iwan Fals juga bilang sama saya, 'Yock, lagu-lagu ini bagus'. Tapi, sebuah lagu baru bisa dikatakan bagus kalau ada sinkronisasi lirik dan notasi musik yang menghasilkan harmoni," katanya. (kpl/bun)


Lihat profil: Jockie Soeryoprayogo, God Bless, Iwan Fals, Kiboud Maulana, Idris Sardi, Kerispatih
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 07-01-2009 |

Yockie Soeryoprayogo Reintepretasi Album SBY

Kapanlagi.com - Setahun silam, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat mempersembahkan karya komposisi RINDUKU PADAMU. Sebuah album romantika dalam balutan tema cinta untuk kekasih, negara, dan Tuhan.

Lagu bernuansa pop ringan 80an itu dilantunkan oleh sederet penyanyi papan atas seperti Ebiet G Ade, AB Three, Dea Mirella hingga Kerispatih.

Kini dengan visi musikal tajam, arranger kawakan Yockie Soeryoprayogo memberikan sentuhan baru karya sang Presiden dalam format re-interpretasi bertajuk EVOLUSI.

Dalam acara rilis album di Hard Rock Café - Jakarta, Selasa (6/1), Yockie mengatakan proses kreatifnya dengan SBY tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

"Semua berjalan secara alami, tidak ada unsur apapun, mengalir begitu saja," papar Yockie.

Kalaupun ada dugaan ada unsur-unsur tertentu, terutama terkait politik, saat jelang pilpres, menurut Yockie adalah sah-sah saja.

"Dalam usia saya yang sekarang ini, saya memahami persoalan secara menyeluruh, bahwasanya tidak ada itikad tanpa tujuan. Kalau kaitannya dengan pilpres boleh jadi, semua orang punya kepentingan, saya pun punya kepentingan. Lagu adalah lagu, kalau implikasi ada kepentingan sah saja," tandasnya.

Dalam album EVOLUSI ini, Yockie memainkan konsep instrumentalia.

"Karena lagu-lagu itu sudah pernah direkam dan dinyanyikan beberapa penyanyi sebelumnya, justru menantang mengaransemen ulang dalam format instrumentalia," katanya beralasan.

Sebagai arsitek musik di balik sukses album abadi BADAI PASTI BERLALU, God Bless, dan mega proyek musikal Kantata Takwa, Yockie membuat perubahan besar dalam lagu-lagu 'nir' lirik milik SBY.

Simak lagu Kuyakin Sampai di Sana, gesekan biola Idris Sardi liris di permukaan lagu diselingi angelic dari Aning Katamsi, mengingatkan paduan suara ala choir gregorian.

Nuansa 'jazzy' juga terasa di lagu Dendang di Malam Purnama, tiupan saxophone Oni Krinerwinto turut mempertegas aura romatik. Di album Evolusi ini Yockie juga mapan menterjemahkan visi religius SBY di lagu Mengarungi Kuasa Tuhan.

"Lagu yang bagus adalah hasil sinergi antara lirik dan not, yang membentuk harmoni dengan menghadirkan estetika dari pesan yang disampaikan. Iwan Fals memuji lagu-lagu ini mempunyai pesan yang baik. Dan saya berharap pertemuan saya dengan SBY dapat bermanfaat bagi insan musik indonesia sehingga ada respek terhadap penciptaan musik," pungkas Yockie.   (kpl/wwn/bun)


Lihat profil: Jockie Soeryoprayogo, Iwan Fals, God Bless, Idris Sardi
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 06-01-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA JOCKIE SOERYOPRAYOGO TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA JOCKIE SOERYOPRAYOGO TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA JOCKIE SOERYOPRAYOGO TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA JOCKIE SOERYOPRAYOGO TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA JOCKIE SOERYOPRAYOGO TAHUN 2004