KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Tulisan ini cukup unik. Ini menunjukkan tulisan tangan Paul saat itu dan memperlihatkan bahwa ia saat itu ia sudah berpikir lebih jauh dari usia sebenarnya," ungkap Kevin Roach yang sedang menulis sejarah keluarga Paul McCartney. Kevin berhasil menemukan karya Paul ini di perpustakaan kota Liverpool karena saat itu Paul kecil menjadi pemenang lomba esai saat penobatan Ratu Elizabeth II.
Menurut Associated Press, karya Paul kecil ini berhasil memenangkan lomba untuk kategori usia di bawah 11 tahun dan Paul berhasil membawa pulang hadiah dari wali kota Liverpool. Dalam sejarah The Beatles, Paul McCartney dan John Lennon adalah yang paling banyak menulis lagu. (omg/roc)

Di antara para penonton yang mengaku terhibur dan puas dengan aksi panggung para personil dua grup band papan atas Indonesia itu adalah Ary Bestari dan I Gede Suparwata. Kedua anak muda Bali ini mengatakan, mereka bersyukur dapat menyaksikan konser dua grup musik yang sudah lama menjadi idola mereka itu dalam satu panggung yang sama.
"Aksi panggung Nidji dan Kahitna heboh dan top. Buatku, harga tiket 35, 45, dan 60 dolar Australia nggak mahal karena kita dapat nonton dua grup band papan atas sekaligus. Pokoknya keren dan mereka tampil sangat maksimal," kata Ary.
Anak muda yang belum lama menamatkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini mengatakan, konser musik yang berlangsung sekitar empat setengah jam di panggung gedung Sancorp Piazza South Bank itu diawali dengan aksi personil band lokal, Faroroci, dan sendra tari Rama-Shinta. Sehabis itu giliran para personil Kahitna, kelompok musisi asal Bandung yang dibentuk tahun 1986, membawa ingatan para penonton dengan serangkaian lagu-lagu pop mereka, seperti Cantik, Cerita Cinta, Andai Dia Tahu, dan Tak Sebebas Merpati.
"Menurutku, lagu-lagu Kahitna lebih enak di telinga pas mereka live daripada hanya didengar lewat kaset. Kalau mereka konser di Hard Rock Cafe dan Kamasutra Bali, pasti saya nonton," katanya.
Kehebohan sekitar 200 orang yang menyaksikan konser Pesta Rakyat yang merupakan puncak acara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-64 Sabtu (26/9) malam itu bertambah ketika para personil Nidji menguasai panggung dari pukul 20.30 - 22.00 waktu Brisbane. Grup musik asal Jakarta beranggotakan Giring Ganesha (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass), dan Run-D (keyboard) ini, menurut Ary, tampil secara maksimal dengan serangkaian lagu-lagu hitsnya seperti Laskar Pelangi, Hapus Aku, Biarlah, Disco Lazy Time, Child, Shadow, dan Sudah.
"Tak lupa juga Giring membawakan lagu dari album barunya yang kabarnya akan dirilis Oktober ini, Sang Mantan, dan lagu tenar John Lennon, Imagine. Di antara para penonton, tampak juga beberapa orang Australia, khususnya mereka yang punya teman khusus orang Indonesia," katanya.
Kegiatan Pesta Rakyat itu dimulai dengan aneka games pada pukul 10.00 - 12.00 dan dilanjutkan dengan konser band lokal, pertunjukan tarian Ekspresi, Gamelan, tari Megapati (Bali), angklung, tari Nusa Tenggara Timur, Saman (Aceh), tari Minahasa, simfoni Indonesia, serta pameran busana daerah.
Pesta Rakyat 2009 merupakan puncak kegiatan perayaan HUT RI yang sudah ketiga kalinya digelar komunitas Indonesia di Brisbane yang dimotori Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland sejak 2007. (kpl/boo)

Usut diusut, Kate selalu memperoleh protes keras dari anaknya, Lily dan suaminya Len Wiseman soal urusan rambut ini.
Lily, putri Kate yang saat ini berusia 10 tahun, lebih suka akan tampilan rambut retronya. "Aku tak begitu peduli akan style rambut dan tren masa kini, karena aku tak ingin mengecewakan anakku," ungkap ibu sekaligus artis yang tengah menginjak usia 36 tahun itu.
"Lily akan mengatakan bahwa aku tak seperti diriku, aku bukan diriku jika aku mengubah penampilan rambutku. Dia akan bilang bahwa aku terlihat kacau, dan suamiku mendukungnya!" lanjutnya sambil tertawa.
Seperti dilansir oleh Contact Music, Minggu (13/09), dikatakan bahwa Lily adalah sosok gadis kecil yang sangat suka gaya retro. Bahkan ia sangat mengagumi almarhum Marilyn Monroe dan John Lennon, serta beberapa artis lawas lainnya. (cmc/bee)

Sosok besar di dunia musik yang sempat menolak Spice Girls, grup musik cewek paling laku di dunia, ini berkata dia akan menendang band ikonik itu dari programnya kecuali mereka mau memecat sang drummer, Ringo Starr.
"Jika The Beatles mengikuti acara itu, kami akan berkata, 'Kami akan memilih kalian bertiga: Paul McCartney, John Lennon, dan George Harrison. Namun, drummer kalian rasanya harus meninggalkan kalian'," kata Cowell seperti dilansir oleh ShowbizSpy.
"Jika kalian masih bersama Ringo, aku takut kami harus mengumumkan berita buruk pada kalian," lanjutnya. (ss/npy)

"Sebenarnya lucu juga tapi itu adalah cerita yang konyol," ungkap Paul setengah jengkel. "Menurut saya hal terburuk yang terjadi setelah kabar itu beredar adalah bahwa banyak orang yang mulai menatap saya dengan tajam sambil berpikir, 'Apa telinganya dari dulu seperti itu?' Ini benar-benar gila," lanjutnya seperti dikutip dari Music-News.
Rumor ini berawal di bulan Oktober 1969 ketika seorang pria yang mengaku bernama Tom menghubungi seorang DJ di Michigan dan mengatakan bahwa Paul sudah meninggal. Tak lama kemudian dua orang mahasiswa Michigan University membuat sebuah tulisan yang mengindikasikan bahwa Paul McCartney meninggal pada tanggal 9 November 1966 dalam sebuah kecelakaan.
Setelah kecelakaan itu, John Lennon, George Harrison dan Ringo Starr kemudian mencari pengganti yang benar-benar mirip Paul agar The Beatles tidak ikut mati. Selama empat puluh tahun itu pula Paul McCartney harus menghadapi sangkaan bahwa ia bukanlah Paul yang sebenarnya. (mus/roc)

Kate mengungkapkan jika putrinya yang berusia 10 tahun, Lily, hanya merasa senang dan terkesan jika dirinya bisa bekerja sama dengan Swift atau Beatles.
"Lily amat retro jadi dia berkata, 'Aduh, aku pengen banget Mama bisa bekerja sama dengan Joan Crawford atau Janice Joplin.' Dan aku cuma berkata, 'Mereka sudah meninggal semua. Jadi itu kayaknya nggak mungkin terjadi," ungkap Kate seperti dilansir dari showbizspy.com.
"Lily amat menggemari Marilyn Monroe dan John Lennon dan semua orang-orang di zaman itu. Mungkin kalau aku bisa bekerja sama dengan Taylor Swift, itu akan menjadi sebuah hal yang mengesankannya," lanjut Kate.
Kate sendiri baru-baru ini mengungkapkan jika dia ingin memerankan karakter Catwoman. Namun karakter itu sendiri nampaknya bakal diberikan pada Megan Fox.
"Aku tak tahu, mungkin suamiku akan berhenti bicara padaku kalau aku menolak melakukannya," kata bintang UNDERWORLD ini. "Jadi aku pastinya akan benar-benar memikirkannya." (ss/npy)

Menurut John Lennon benih perpecahan itu sudah muncul ketika mereka baru meraih sukses di awal tahun 1960-an. Itu juga yang dijadikan alasan oleh John mengapa The Beatles tak pernah banyak berubah dari semenjak mereka berdiri. Masalah lain yang juga muncul adalah kenyataan bahwa ketiga anggota The Beatles selain Paul mulai bosan menjadi bayang-bayang dari Paul McCartney.
Perpecahan itu tak bisa dielakkan lagi ketika Paul, Ringo dan George tak setuju jika John Lennon menjalin hubungan asmara dengan Yoko Ono. "Mereka menghina dia. Sepertinya saya harus memilih antara The Beatles dan Yoko dan saya memilih Yoko," ungkap John Lennon seperti dikutip dari ContactMusic.
Wawancara antara John Lennon dan Jann Wenner dari majalah Rolling Stone ini juga ditayangkan di televisi dalam acara Entertainment Tonight hari Rabu lalu. (cnm/roc)