< >

ARTIKEL JOHN TRAVOLTA


'FROM PARIS WITH LOVE', Ke Paris Memburu Teroris

KapanLagi.com - Pemain: John Travolta, Jonathan Rhys Meyers, Melissa Mars

Richard Stevens (Jonathan Rhys Meyers) tak pernah mengira bahwa bekerja di kedutaan besar Amerika Serikat di Perancis memiliki resiko yang sangat tinggi. Richard sadar bahwa bekerja dalam bidang intelejen memang punya resiko tapi ia tak pernah mengira bahwa resikonya bakal sebesar itu.

Charlie Wax (John Travolta) adalah pria yang membuka mata Richard tentang resiko sebenarnya dari pekerjaan ini. Charlie adalah seorang agen FBI yang dikirim ke Perancis untuk menggagalkan sebuah usaha terorisme yang telah tercium pihak intelejen Amerika. Berbeda dengan Richard, Charlie adalah orang yang lucu namun tak ragu-ragu menembak bila itu diperlukan.

Karena tugas mengharuskan, tak ada pilihan buat Richard selain mendampingi Charlie selagi ia berusaha melacak jejak para teroris ini. Pengalaman baru jelas ia dapatkan. Promosi bisa dipastikan sudah di depan mata. Masalahnya, benarkah Richard Steven sudah siap dengan semua resiko yang akan ia hadapi saat berhadapan dengan para teroris yang sedang ia buru ini? (kpl/roc)


Lihat profil: John Travolta, Jonathan Rhys Meyers
Diposting oleh: Editor | Senin, 19-10-2009 |

'THE TAKING OF PELHAM 1 2 3', Pembajakan Kereta Bawah Tanah

KapanLagi.com - Pemain: Denzel Washington, John Travolta, James Gandolfini, Luis Guzman, John Turturro, Gbenga Akinnagbe

Oleh: Fatchur Rochim

Walter Garber (Denzel Washington) hanyalah seorang petugas kereta api bawah tanah yang ingin hidup tenang. Dan selama ia bertugas memang tak pernah ada kejadian apapun yang sampai membahayakan nyawanya. Semuanya berubah ketika Bernard Ryder (John Travolta) jadi salah satu penumpang di kereta Walter.

Bernard dan kawan-kawannya berencana membajak kereta api bawah tanah yang penuh dengan penumpang itu dan meminta tebusan sebesar US$10 juta. Bernard hanya memberi waktu satu jam untuk mengumpulkan uang sebanyak itu dan menyerahkannya pada Bernard atau ia akan menghabisi seluruh penumpang tak berdosa yang ada dalam kereta itu.

Sebenarnya Walter tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan para penumpang kereta itu namun karena ia yang berwenang di sana, maka mau tak mau ia menjadi negosiator antara pihak kepolisian dan gerombolan Bernard yang makin kehilangan kesabaran.

Saat waktu yang diberikan Bernard sudah hampir habis, Walter hanya bisa menawarkan dirinya sebagai ganti dari para sandera dengan harapan bisa memperdaya para pembajak dengan bekal pengetahuannya tentang jalur kereta api bawah tanah di sana. Ada satu pertanyaan yang masih tetap menghantui Walter. Seandainya para pembajak berhasil mendapatkan uang tebusan, bagaimana mereka bisa meloloskan diri dari polisi?

Membuat remake dari sebuah film tak sama dengan membuat remake dari sebuah lagu. Mendaur ulang sebuah lagu punya sisi menguntungkan karena publik sudah kenal lagu itu dan akan lebih mudah mengadopsi lagu dalam versi baru tersebut. Film, di sisi lain, tidak mendapatkan keuntungan itu karena bila publik sudah tahu jalan ceritanya maka unsur surprise sudah tak ada lagi.

Dalam kasus THE TAKING OF PELHAM 1 2 3, sutradara Tony Scott dan Brian Helgeland sebagai penulis naskah cukup jeli dan mencoba menampilkan film lawas ini dalam interpretasi yang lebih segar. Tony mencoba menggali sisi yang tak didapatkan dari film aslinya dan mengolahnya menjadi sebuah psychological thriller yang memukau. Sisi yang digali Tony adalah hubungan pribadi antara Walter Garber yang diperankan oleh Denzel Washington dan Bernard Ryder yang dimainkan oleh John Travolta.

Pemilihan aktor pun cukup tepat. Kalau Anda masih ingat FACE OFF, Anda pasti masih ingat bagaimana Travolta mampu mengubah dirinya menjadi sosok penjahat keji yang tak kenal belas kasihan. Rekor Denzel Washington pun sudah membuktikan bahwa aktor yang satu ini sama sekali tak bisa diremehkan. Travolta mampu menampilkan kemarahan Ryder dengan sangat brilian sementara Washington pun tampil meyakinkan sebagai Garber yang punya kegigihan luar biasa.

Penampilan kedua aktor ini jadi menarik karena mereka berdua mampu menghidupkan karakter yang sebenarnya klasik ini menjadi sosok yang hidup, fresh dan tak terjebak pada stereotype. Sayang kemampuan ini tak bisa diimbangi oleh para pemain yang berperan menjadi sandera dalam kereta api yang dibajak Ryder. Akibatnya ada kesan bahwa suasana penyanderaan ini sedikit terasa generik.

Kalaupun ada yang terasa mengganggu, barangkali adalah teknik pengambilan gambar yang terlalu 'artistik'. Teknik blur, slow-motion dan swish-pan yang digunakan jadi terasa tak efektif dan cenderung mengganggu. Alur yang sudah bagus dan editing yang efektif sebenarnya sudah cukup membuat film ini jadi menegangkan tanpa harus menggunakan teknik pengambilan gambar yang aneh-aneh. (kpl/roc)


Lihat profil: Denzel Washington, John Travolta
Diposting oleh: Editor | Kamis, 13-08-2009 |

«123456»