KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Gue main secara profesional," tegasnya saat ditemui di sela syuting sinetron LAILA di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (01/10).
Menurut Ijonk, demikian biasa dipanggil, Dewi Perssik selama syuting tetap konsentrasi dengan pekerjaannya. Syuting pun dapat berjalan secara lancar tanpa rintangan yang berarti.
"Dia juga profesional dan konsentrasi 100%. Kalau aku lihatnya bukan dari negatifnya. Aku orangnya mencari teman, jadi yang positif-positif aja," terangnya.
Dewi Perssik memerani tokoh Laila, seorang perempuan soleh yang banyak menerima cobaan. Sinetron yang akan tayang di Indosiar itu, kini tengah dalam proses produksi, dan akan segera diputar. (kpl/buj/dar)

"Kebetulan aku lihat track-nya besar-besar dan mobilnya kencang-kencang. Seru banget. Berawal dari Paulus Paxel, kebetulan dia yang punya tempat ini. Awalnya memang sulit, kalau mau belajar kenapa tidak. Semua bisa dijalani," saat ditemui di sirkuit Tamiya di Mangga Dua Square Lt. 3 Blok B, Jakarta Utara, Rabu (23/9).
Dan demi memenuhi hobinya itu, Ijonk, sapaan akrab Jonathan rela merogoh kocek yang jumlahnya lumayan banyak.
"Pastinya, karena gue beli semuanya sendiri, mulai dari boxnya, mobilnya, dinamo, pengukur kecepatan, dan lain-lain. Jadi memang gue banyak tahu tentang Tamiya," tandasnya.
Walau terlihat tak berbahaya, namun Ijonk pernah juga mengalami cedera kecil saat bermain Tamiya. "Saking kencangnya, tangan gue sampai biru bahkan pernah sampai lecet dan pernah robek. Tapi itu seninya dan serunya bermain tamiya," ujarnya.
Jika sesuai rencana, pada akhir bulan ini Ijonk akan mengikuti lomba. Dirinya merasa yakin akan mobil-mobilnya, yang dirasanya sudah bisa melaju dengan sangat kencang.
"Ini bicara hobi dan hadiahnya lumayan. Lagipula main Tamiya ini pun gratis. Buat gue lebih baik main Tamiya dibanding main perempuan," tandasnya. (kpl/hen/bun)

"Gue orangnya suka nyenengin orang lain, dengan belajar sulap ini gue bisa bikin penonton seneng. Gue senang liat reaksi penonton, senang bisa membuat tertawa aja. Senang melihat penonton dibodohi oleh kita," ujarnya sambil tertawa.
Ditemui KapanLagi.com saat bermain tamiya di Mangga Dua Squere lantai. 3 blok B, Jakarta Utara, Rabu (23/9) kemarin, Ijonk lantas menuturkan jika ia sudah lama menekuni sulap.
"Udah cukup lama, tapi emang cuma buat seneng-seneng aja, nggak yang diseriusin sampai jadi profesi," tuturnya.
Sementara itu ketika disinggung keinginannya untuk berperan dalam film-film mafia layaknya sang idola Al Pacino, Ijonk yang baru berakting sekali di film layar lebar tersebut mengaku sedang tak ingin bermain di film-film percintaan.
"Mungkin karena sejauh ini belum ada film mafia, kalau cinta cukup di sinetron aja jangan di film layar lebar. Nggak juga sih, cuma mungkin lebih pada terlalu banyak aja," pungkasnya. (kpl/hen/bar)

"Tidak juga (pilih-pilih peran), tapi gue pengen banget bisa berperan seperti Al Pacino seperti di film GODFATHER. Karena buat gue peran seperti itu belum ada di sini, kalau orang gila sudah banyak," ujarnya.
"Gue suka sama Al Pacino dan gue suka dengan mafia, apalagi berakting seperti itu butuh keseriusan dalam melakukan peran," imbuh lajang yang akrab disapa Ijonk tersebut kemudian.
Ditemui KapanLagi.com saat bermain tamiya di Mangga Dua Squere lantai 3 blok B, Jakarta Utara, Rabu (23/9) kemarin, Ijonk lantas menepis kabar jika dirinya sudah tak menerima job lagi.
"Sebenarnya masih syuting, cuma Sabtu dan Minggu, malah saking sukanya gue usahakan main tamiya. Bahkan sampai-Sampai tracknya gue bawa ke lokasi syuting. Mungkin bisa dibilang addict dan ternyata ini hobby gue sejak kecil," pungkasnya. (kpl/hen/bar)

"Latar belakangnya ikut home schooling kejar paket C, dan ternyata bisa lulus. Di sini saya merasa punya tanggung jawab mengajak teman-teman yang lain untuk membantu anak-anak yang putus sekolah dan anak jalanan supaya fokus ke sekolah," jelasnya.
Awalnya, Dominique sempat melihat seorang anak kecil peminta-minta di jembatan penyeberangan yang tak mengenakan baju ketika ia terpaksa harus naik ojek karena terjebak kemacetan. Dari sini ia berpikir bahwa tak seharusnya itu terjadi. "Waktu itu aku naik ojek karena kejebak macet. Nah pas turun lihat kondisi anak itu, hati saya tersentuh, masak sampai begitu?" jelasnya.
Sebagai anggota masyarakat yang diberi kelebihan materi dan kesempatan,dia merasa harus bisa sedikit menurunkan ego dengan turun langsung menemui mereka. "Berbagi itu menyenangkan," paparnya kemudian. (kpl/ant/roc)