< >

ARTIKEL JUSTIN TIMBERLAKE


Ciara: 'FANTASY RIDE', Album Kurang Sempurna

KapanLagi.com -
Oleh: Yunita Rachmawati

Setelah merilis album terakhirnya pada tahun 2006 lalu berjudul THE EVOLUTION, kini Ciara tampil lagi dengan membawakan album lainnya bertajuk FANTASY RIDE. Sayangnya, justru di album yang mengusung nama-nama seperti Justin Timberlake, Missy Elliot, dan Ludacris ini malah 'kurang' dari album sebelumnya.

Yah, memang semenjak Rihanna melejit, banyak penyanyi-penyanyi R&B yang makin melebarkan sayapnya. Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Ciara tahun ini. Suaranya terlalu flat dalam album ini. Padahal begitu banyak musisi-musisi handal yang diajaknya bekerja sama. Selain nama-nama tadi, ada juga Chris Brown, Ne-Yo, Darkchild, dan juga produser yang menggarap lagu Since You Been Gone milik Kelly Clarkson.

Di lagu pertamanya, Ciara To The Stage, ia terkesan berusaha mengandalkan vibrasinya. Cukup lumayan, meski tak sebagus lagunya di track keenam berjudul Never Ever - hasil kolaborasinya dengan Young Jeezy, yang menarik di chorus-nya.

Beralih ke lagu berikutnya, Ciara menggandeng Justin Timberlake di lagu Love, Sex, Magic. Pertama mendengar judulnya saja, terkesan pasti lagu ini seksi khas Justin. Tapi lama-lama mendengar, beat-nya terkesan kurang beraturan. Musiknya datar dari awal hingga akhir. Meski begitu, dalam video klipnya gaya seksi Ciara dikolaborasikan dengan Justin tampil sempurna.

Di lagu High Price, musik Ciara makin kedengaran lebih kuat. Diproduksi The Dream dan menampilkan Ludacris sebagai rapper, Ciara cukup 'mengguncang' dengan vokalnya. Sayangnya kembali ke chorus, lagu ini kembali tampil biasa - berbeda dengan Like A Surgeon, yang lebih menarik perhatian.

Selanjutnya ada Turntables. Lagu yang mengandalkan suara khas Chris Brown. Tapi (sekali lagi) disayangkan karena vokal Chris tidak terlalu masuk dengan karakter Ciara. Agak mengecewakan juga lagu ini. Sementara di lagu-lagu selanjutnya, sepertinya tidak ada yang terlalu istimewa.

Ciara sepertinya terlalu 'ngotot' di album yang punya cover menarik ini. Walau menggandeng musisi-musisi besar, hasilnya tidak terlalu sempurna. Mungkin ia harus lebih memilih warna dan juga menyetarakan kolaborasinya, sama seperti album sebelumnya bertajuk THE EVOLUTION - yang bagus dalam penjualan, tapi tak terlalu menarik didengar. (kpl/boo)


Lihat profil: Ciara, Justin Timberlake, Chris Brown, Missy Elliott, Ludacris, Kelly Clarkson
Diposting oleh: Editor | Selasa, 19-05-2009 |

Chris Cornell: 'SCREAM', Dominasi Timbaland!

KapanLagi.com -
Oleh: Galih Akbar

Ia adalah orang yang (bersama Soundgarden) mendobrak dominasi heavy metal di awal 1990an, bahkan kabarnya tanpa dia Kurt Cobain tak pernah teken kontrak dengan label Sub Pop, dan tak akan pernah ada Nirvana. Namun setelah 19 tahun berselang, rupanya seorang founding fathers of grunge pun harus rela melakukan kompromi, itulah yang jelas terjadi saat seorang Chris Cornell merilis album solo ketiganya, SCREAM.

Album yang rilis pada 10 Maret 2009 tersebut berisikan 13 track yang seakan dipersiapkan Chris untuk mengejutkan Anda, bagaimana tidak, dari cara bernyanyi yang berubah (atau diubah), hingga pemilihan sound yang terkesan bukan hanya eksplorasi semata, SCREAM adalah rilisan Interscope yang boleh dibilang 'bukan' Chris Cornell.

Single pembuka yang minim improvisasi vokal khas Chris, Long Gone adalah pertanda bahwa album ini jauh dari apa yang menjadikan nama Chris Cornell menjadi besar. Single kedua yang juga sudah dirilis adalah Watch Out, sebuah track yang nyaris tanpa dasar musik yang jelas, selain permainan sampling dan loop yang mendominasi power chords gitar yang monoton, sekali lagi, 'bukan' Chris Cornell.

Kejanggalan berikutnya akan Anda temui pada track Ground Zero, sebuah lagu yang rasanya akan lebih cocok jika dinyanyikan oleh Justin Timberlake, atau Nelly Furtado, kenapa? karena paduan tempo yang rapi dari metronome looping, sampling yang (lagi-lagi) mendominasi, dan bahkan scratching turntable ala musik-musik disco 80an akan Anda temui di track dengan durasi tiga menit sembilan detik tersebut, boleh dibilang itu semua adalah resep mencipta lagu untuk musik hip-hop.

Berikutnya anda akan disuguhi oleh single yang 'menelanjangi' musikalitas Chris, Scream. Dalam single yang bertitel sama dengan judul albumnya ini, campur tangan Timothy Mosley atau lebih dikenal dengan nama beken Timbaland sebagai eksekutif produser jelas sudah terkuak. Tanpa gitar, hanya sampling, dan sound effect yang menambah kesan aneh dan dominasi sang produser.

Lagu-lagu sisanya, Part of Me, Time, Get Up, Never Far Away, Other Side Of Town, Climbing Up The Walls, jangan harapkan ada perbedaan signifikan, semuanya akan jauh menanggalkan image Chris Cornell, mulai dari penggagas Seattle sound sampai membuat Audioslaves bernuansa blues, semuanya hilang tak berbekas.

Soal musikalitas pria bernama lengkap Christopher John Boyle itu tak perlu dipertanyakan, soal olah vokal, apalagi. Namun saat kompromi pasar menjadi harga mati, adalah saat di mana seorang musisi kharismatik berada di studio yang 'salah', bersama produser yang 'salah', demi produk yang 'ramah' dipasarkan. (kpl/bar)


Lihat profil: Chris Cornell, Kurt Cobain, Timbaland, Nirvana, Nelly Furtado, Justin Timberlake
Diposting oleh: Editor | Rabu, 25-03-2009 |

«1234»