KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Tema Langit Ketujuh menjadi tema yang menggambarkan sebuah analogi perjalanan Global TV dalam menemukan sendi-sendi kreativitas yang inovatif. Sehingga layak berada di langit ketujuh dalam industri televisi nasional.
Konsep ini mengajak berpetualang menyusuri ruang dan waktu melalui sebuah pertunjukan musik kolosal. Membawa imajinasi setiap penonton untuk berpetualang, dan merasakan tujuh masa yang berbeda dalam perjalanan menuju langit ketujuh.
Aksi spektakuler pun terjadi saat para pengisi acara mulai menyanyikan lagu. Seperti Slank yang tampil awal dengan digantung menggunakan sling. Dilanjutkan tampil bersama Dewi Sandra menyanyikan lagu I Miss You But I Hate You.
Nidji juga muncul dengan konsep pakaian ala mumi, dengan digotong pakai peti mati. Terakhir Giring Nidji sempet diving terjun ke arah penonton.
Grup musik Kotak pun nggak mau ketinggalan dengan menunjukkan sebuah aksi panggung yang memukau. Dilanjutkan Sherina yang tampil menawan dengan diiringi penari balet. Dan J-Rock yang juga tampil dengan tubuh tergantung.
Slank juga tampil dengan penari latar yang memakai pakaian adat dengan iringan Reog Ponorogo. Pesan untuk melestarikan budaya pun sangat terasa kental ketika Slank membawakan lagu daerah, seperti Punk Java dan Rasa Sayange.
Slank juga tampil bersama Bunga Citra Lestari menyanyikan lagu Sosial Betawi Yoi (SBY). Dan juga tak lupa aksi mengagumkan dari beberapa pengisi lainnya seperti Afgan, Vidi Aldiano, Petra, Mike Idol, d Massiv, The Dance Company dan Kahitna. (kpl/ant/dar)

Di antara para penonton yang mengaku terhibur dan puas dengan aksi panggung para personil dua grup band papan atas Indonesia itu adalah Ary Bestari dan I Gede Suparwata. Kedua anak muda Bali ini mengatakan, mereka bersyukur dapat menyaksikan konser dua grup musik yang sudah lama menjadi idola mereka itu dalam satu panggung yang sama.
"Aksi panggung Nidji dan Kahitna heboh dan top. Buatku, harga tiket 35, 45, dan 60 dolar Australia nggak mahal karena kita dapat nonton dua grup band papan atas sekaligus. Pokoknya keren dan mereka tampil sangat maksimal," kata Ary.
Anak muda yang belum lama menamatkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini mengatakan, konser musik yang berlangsung sekitar empat setengah jam di panggung gedung Sancorp Piazza South Bank itu diawali dengan aksi personil band lokal, Faroroci, dan sendra tari Rama-Shinta. Sehabis itu giliran para personil Kahitna, kelompok musisi asal Bandung yang dibentuk tahun 1986, membawa ingatan para penonton dengan serangkaian lagu-lagu pop mereka, seperti Cantik, Cerita Cinta, Andai Dia Tahu, dan Tak Sebebas Merpati.
"Menurutku, lagu-lagu Kahitna lebih enak di telinga pas mereka live daripada hanya didengar lewat kaset. Kalau mereka konser di Hard Rock Cafe dan Kamasutra Bali, pasti saya nonton," katanya.
Kehebohan sekitar 200 orang yang menyaksikan konser Pesta Rakyat yang merupakan puncak acara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-64 Sabtu (26/9) malam itu bertambah ketika para personil Nidji menguasai panggung dari pukul 20.30 - 22.00 waktu Brisbane. Grup musik asal Jakarta beranggotakan Giring Ganesha (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass), dan Run-D (keyboard) ini, menurut Ary, tampil secara maksimal dengan serangkaian lagu-lagu hitsnya seperti Laskar Pelangi, Hapus Aku, Biarlah, Disco Lazy Time, Child, Shadow, dan Sudah.
"Tak lupa juga Giring membawakan lagu dari album barunya yang kabarnya akan dirilis Oktober ini, Sang Mantan, dan lagu tenar John Lennon, Imagine. Di antara para penonton, tampak juga beberapa orang Australia, khususnya mereka yang punya teman khusus orang Indonesia," katanya.
Kegiatan Pesta Rakyat itu dimulai dengan aneka games pada pukul 10.00 - 12.00 dan dilanjutkan dengan konser band lokal, pertunjukan tarian Ekspresi, Gamelan, tari Megapati (Bali), angklung, tari Nusa Tenggara Timur, Saman (Aceh), tari Minahasa, simfoni Indonesia, serta pameran busana daerah.
Pesta Rakyat 2009 merupakan puncak kegiatan perayaan HUT RI yang sudah ketiga kalinya digelar komunitas Indonesia di Brisbane yang dimotori Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland sejak 2007. (kpl/boo)

Informasi yang dihimpun ANTARA dari komunitas mahasiswa Indonesia di Brisbane, Jumat (25/9), menyebutkan, para pengunjung 'Pesta Rakyat' 2009 yang membeli karcis kelas VIP seharga 60 dolar Australia berpeluang bertemu para personel Nidji dan Kahitna dalam acara meet and greet selama satu jam mulai pukul 16.30 waktu setempat.
Anggota Panitia 'Pesta Rakyat 2009', Machda Tambunan, mengatakan, panitia mendatangkan Nidji dan Kahitna setelah sebelumnya menandatangani kontrak. "Kami sudah tanda tangan kontrak dengan kedua (grup) artis tersebut," ujarnya.
Selain dimeriahkan dengan penampilan dua grup musik papan atas tanah air itu, kegiatan tahunan komunitas Indonesia yang dimotori para mahasiswa dari berbagai universitas di kota Brisbane dan sekitarnya itu juga diisi dengan aneka pertunjukan seni budaya, permainan, dan bazar makanan asli Indonesia.
Kegiatan Pesta Rakyat itu akan dimulai dengan aneka permainan pada pukul 10.00 - 12.00 waktu setempat, dan dilanjutkan dengan konser band lokal, pertunjukan tarian Ekspresi, Gamelan, tari Megapati (Bali), angklung, tari Nusa Tenggara Timur, Saman (Aceh), tari Minahasa, simfoni Indonesia, serta pameran busana daerah.
Aksi panggung Nidji dan Kahitna yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga 22.00 menjadi puncak acara yang sepenuhnya mendapat dukungan dana dari Pemerintah Negara Bagian Queensland itu.
Tak hanya itu, para pengunjung 'Pesta Rakyat' yang digelar di kawasan wisata kota di pinggiran Sungai Brisbane itu akan dimanjakan dengan aneka menu makanan Indonesia, seperti ayam bakar, nasi timbel, bakso Malang, Pempek, sate ayam, sate Komoh, kue kering, klepon, onde-onde, siomay, dan es kelapa muda.
'Pesta Rakyat 2009' merupakan puncak kegiatan perayaan HUT RI yang sudah ketiga kalinya digelar komunitas Indonesia di Brisbane, yang dimotori Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland sejak 2007. (kpl/bar)

"Kami tidak bubar. Jadi saya keberatan ini dianggap sebagai reuni. Walau kami, tak mengeluarkan album. Kegiatan kami tetap ada. Misalnya mengisi acara-acara off air. Jadi meski kami tidak mengeluarkan album bukan berarti band kami mati," ujar Hedi usai mengisi acara di Grand Indonesia, Minggu (6/9).
Dalam waktu dekat, sambungnya, Kahitna akan terbang ke Brisbane, Australia. Di sana Kahitna turut meramaikan pesta rakyat seraya menampilkan lagu-lagu hits Kahitna terbaru maupun lama. "Setelah Lebaran nanti kami akan berangkat," katanya lagi.
Selain itu Kahitna juga akan mengeluarkan album baru ke tujuh usai Idul Fitri. Menurutnya Kahitna terakhir mengeluarkan album pada 2006 silam. "Album kali ini, juga tak beda jauh dengan album-album sebelumnya. Yakni, tentang cinta," lanjutnya.
Tentang album kata Hedi, sebenarnya album akan dikeluarkan pada tahun lalu. Namun karena waktu kurang tepat maka album urung dikeluarkan. "Kita mencari waktu yang pas. Sekarang saatnya yang cocok mengeluarkan album," pungkas pria yang pernah menjadi budak narkoba ini. (kpl/dis/erl)

Penampilan Tia yang jebolan Akademi Fantasi Indonesia (AFI) dengan gayanya yang komunikatif mengajak penonton bernyanyi dan bergoyang di atas panggung, menambah meriahnya acara yang dimulai sejak pukul 10.00 dan berakhir hingga pukul 17.00, Sabtu, waktu setempat.
Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia bersama Ny. Sandra Thamrin yang berbaur bersama masyarakat menikmati hiburan dan menyapa satu persatu warga Indonesia yang datang dari berbagai wilayah di Inggris, seperti Wales, Skotlandia dan Irlandia.
Tia mengawali penampilannya dengan melantunkan lagu Tell Me When You Love Me, langsung saja menyulap semangat penonton yang memenuhi taman belakang Wisma Nusantara untuk berjoget ria. Semakin meriah saat Tia melantunkan lagu Andaikan serta lagu dangdut Terajana, sambil mengajak tiga warga Indonesia naik ke panggung.
Tia dalam komentarnya mengaku sangat senang bisa tampil menghibur masyarakat Indonesia di Inggris. "Saya lihat ada juga penonton yang terharu waktu saya menyanyikan lagu Indonesia Pusaka," ujar gadis kelahiran Surakarta, 7 Mei 1982 itu.
Putri pasangan Bambang Sutopo dan Rini Sudarwati yang juga pernah mengikuti show di Amerika, Swiss, Brunei, Malaysia, Hongkong dan Thailand ikut merasa senang dan puas dapat menghibur warga Indonesia yang tinggal di Inggris.
Selain Tia yang mengawali karirnya sebagai penyanyi kafe di Semarang itu, KBRI London juga mengundang penyanyi Hedi Yunus yang terkenal lewat kelompok musik Kahitna untuk mengisi acara di panggung hiburan.
Hedi yang melantunkan lagu Aku Mau serta Sebatas Mimpi dan Maafkan Daku dengan gayanya juga berhasil membuat gadis-gadis muda ikut bernyanyi dan bergoyang. (kpl/dar)

Setelah bertahun-tahun menjalani karir bersama Kahitna, menurut Yovie keharmonisan sudah terjalin di antara personilnya. "Sudah 23 tahun saya bersama Kahitna, masa ribut pun sudah lewat, tinggal menikmatin saja. Saya sudah punya kegiatan tetapi dari awal pun Kahitna tidak mempermasalahkan karya setiap personilnya," terang Yovie yang ditemui di Ramadhan Rame XL yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (31/7).
Meski eksistensinya sebagai musisi sudah diakui di Tanah Air. Yovie tidak akan pernah meninggalkan wadah pertamanya di panggung musik. "Kahitna itu menjadi perhatian saya, dan saya tidak akan mungkin keluar dari Kahitna, apalagi Kahitna bubar, karena Kahitna sudah menjadi bagian dalam hidup saya. Dan jangan sampai sih saya keluar atau Kahitna bubar, karena kedua-duanya sudah menjadi bagian dari hidup saya," tegas musisi ini yang meski mengaku sering bolos dari grup lawasnya, tapi tetap eksis. (kpl/mai/erl)

"Konser bertajuk Yovie Widianto Fusion Progressive Edition akan memunculkan sisi lain musik Yovie yakni jazz," katanya.
Menurutnya, grup Kahitna, Yovie and Nuno, atau The Indonesian Harmony Orchestra, merupakan sebagian dari jejak musik Yovie Widianto.
Ia juga aktif sebagai produser maupun perancang lagu sejumlah penyanyi, seperti Glenn Fredly, Ruth Sahanaya, dan Chrisye. Kini, katanya, muncul sisi lain wajahnya yang diwujudkan lewat kelompok fusion jazz.
Yovie sebagai musisi memiliki rekam jejak yang panjang, dan prestasinya yang terbaru antara lain album terbaik AMI 2009 untuk THE SPECIAL ONE dari Yovie and Nuno dan produser terbaik AMI 2009.
Dalam konser itu ia bakal tampil dengan beberapa rekannya, seperti Gerry Herb (drum), Adi Dharmawan (bass), Kadek Rihardika (guitar), Bambang (Keyboard), Yoyok (Trompet), Baron (guitar) dan Yunika (vocal layer). (kpl/bun)