KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Dalam konser bertajuk Marlboro Rock in Orchestra ini, diungkapkan Veronica Risariyana dari Marlboro, memang merupakan bentuk apresiasi baru untuk mendekatkan diri dengan konsumen.
"Kami memang ingin memberikan suguhan berbeda agar lebih berkesan di hati konsumen Marlboro," ucapnya dalam jumpa pers di Cafe De Liv Malang, Jumat (26/12).
Selain Slank, dua band rock juga bakal mewarnai konser yang dimulai pukul 16.00 WIB ini yaitu Koil dan BIP. Namun, untuk dua band ini tetap membawakan warna musik mereka, dan hanya Slank yang akan diiringi alunan orkestra.
Dan Untuk bisa menikmati berbagai suguhan menarik - konser dan games yang disediakan panitia, kata Veronica, semua Slankers hanya dibebani uang tiket seharga Rp10.000 plus menunjukkan identitas diri seperti SIM atau KTP, karena ditujukan khusus bagi penonton usia 18+.
"Kami jamin penonton tidak rugi jika menonton hingga tuntas," pungkas Veronica yang menambahkan bahwa penonton bisa langsung request untuk lagu-lagu yang ingin Slank, BIP, dan Koil bawakan.
Slank bakal membawakan 18 lagu yang akan diiringi konduktor Andreas, di antaranya Para Koruptor, Virus, Satu, dan Terlalu Manis. Sementara Koil dan BIP masing-masing akan membawakan 9 lagu andalan mereka. (jp/boo)

"Kita selalu merangkai mimpi satu ke mimpi lainnya, pernah kan kita mimpi rekaman di Amerika, trus ternyata jadi kenyataan juga," kata Kaka pada KapanLagi.com di acara launching handphone Esia, Setiabudi 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Judul albumnya itu ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED,yang dirilis di Amerika lewat internet, i-tune, namun di Indonesia belum rilis," jelas Bimbim soal album Slank yang dibuat di Amerika.
Menurut Bimbim, alasan dibuatnya album baru Slank itu di Amerika agar musik mereka bisa lebih cepat menyebar ke seluruh dunia bagai virus. Apakah memang musik mereka bisa diterima di banyak negara?
"Sambutannya bagus, oke. Kita juga udah promo di 16 kota di Amerika. Saat kita jadi opening band di sana, sambutannya sangat meriah. Trus next summer kita diundang lagi untuk tampil di festival yang lebih besar di sana," kata Bimbim.
"Pokoknya kita harus terus bermimpi, yang membuat Slank ada sampai saat ini adalah karena mimpi. Kan kita selalu berusaha merangkai mimpi-mimpi itu dan mengejarnya bareng-bareng," papar Kaka.
Sementara, bagi Bimbim langkah Slank berprinsip pada keadilan sosial, yang penting dibagi rata dan adil.
"Yang utama adalah prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Slank. Kalau kita baginya rata nggak mungkin ada masalah. Kita juga selalu menyamain mimpi dan mengejarnya bareng. Lakuin sesuatu yang belum pernah, biar kita nggak boring, dan biar adrenaline-nya naik. Pokoknya kita akan terus sebarkan virus Slank di seluruh dunia," pungkas Bimbim. (kpl/ant/bun)

"Kita akan banyak kolaborasi dengan orkes orkestra dan banyak juga additional-additional," kata Bimbim, saat ditemui di acara peluncuran produk terbaru Esia, Setiabudi 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
Lantas, kenapa konser tersebut digelar di Surabaya? Kenapa bukan di Jakarta? "Yang berbaik hati ngasih tempat ya Surabaya," tukas Kaka, sang vokalis.
"Basis Slanker di daerah timur setelah Jakarta ya Surabaya dan Surabaya juga sebagai pusat timur Indonesia," imbuh Bimbim.
Berbicara soal film yang mereka bintangi, GENERASI BIRU, yang akan dirilis di tahun 2009 mendatang, Bimbim menjelaskan bahwa film tersebut sifatnya lebih ke dokumenter. Rencananya, film tersebut juga diikutkan di Festival Film di Berlin.
"Itu film lebih ke dokumenter, nggak ada biografi tentang Slank. Di situ menceritakan Indonesia di mata Slank. Slank sebagai pencatat kejadian di dua dasawarsa itu. Rencananya, film itu juga akan kita ikutkan di Berlin Film Festival. Untuk masuk ke situ susah banget, soalnya harus ada muatan politiknya. Namun kita berpendapat itu bisa nguatin penyebaran 'virus' Slank. Kita lagi nyelesaiin skoring musiknya, soalnya di film itu nggak ada dialog," papar penggebuk drum Slank itu.
Film GENERASI BIRU, disutradarai oleh Garin Nugroho, bertemakan tentang Slank dan ke-Indonesia-an. Untuk pemeran utama dipercayakan pada Kaka Slank dan Nadine Chandrawinata.
Film ini bercerita tentang lima orang anak yang lari dari situasi penuh keseragaman dan ketidakbebasan. Mereka mencari pulau kebebasan yang disebut 'Pulau Biru'. Dan perjalanan mereka menjadi perjalanan ke-Indonesia-an. Dari era Soeharto – reformasi – sampai era 'gosip jalanan'. (kpl/ant/bun)

"Kita pengen punya alat komunikasi yang murah, kita sering kerepotan, paling cuman SMS antara Slank dan Slanker," kata Bimbim, drummer grup Slank, saat ditemui di acara launching handphone Esia dengan konten-konten Slank, di Setiabudi 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Di sini juga ada menu request lagu, trus wallpaper Slank, trus kabar terbaru dari Slank, poly ringtone dan itu free," sambung Ivanka, pencabik bass grup Slank.
Senada dengan Bimbim dan Ivanka, Abdee mengatakan bahwa konten yang ditawarkan oleh handphone Esia tersebut sungguh menarik. "Ini sangat menarik, baru pertama ada handphone dengan menu khusus untuk Slank. Di sini juga ada konten warung Slank," tandasnya.
Kaka, sang vokalis, menambahkan bahwa peluncuran fitur baru tersebut merupakan berkah di ulang tahun Slank yang ke-25 pada tanggal 29 nanti. "Dengan berbagi pengalaman spesial di tahun 2008, kami menganggap ini adalah kebanggaan tambahan di tahun ini," pungkasnya. (kpl/ant/bun)

"Kita akan tampil di enam kota," kata vokalis Slank, Kaka, saat ditemui pada jeda latihan bandnya bersama Andreas Arianto Orkestra di Studio FX Sudirman, Jakarta, Kamis (11/12) malam.
"Kalau indoor (di dalam ruang tertutup-red) sudah beberapa kali. Yang sekarang outdoor baru pertama kali," imbuhnya.
Kota yang akan dikunjungi Kaka dan kawan-kawan untuk konser tersebut adalah Jember di mana mereka akan tampil di Lapangan Hadinotonegoro pada 13 Desember 2008, kemudian Kediri (Lapangan Ngeronggo, 20/12).
Selanjutnya Malang (Lapangan Rampal, 27/12), Madiun (Lapangan Iswahyudi, 10/1 2009), Solo (Alun-alun Surakarta, 17/1/2009), dan terakhir di Semarang (Simpang Lima, 24/1/2009).
Mengenai alasan waktu pergelaran yang dijadwalkan di setiap hari Sabtu, Kaka mengatakan, "Biasa, band keluarga (semua personilnya sudah berkeluarga) kalau tampil bisanya ya di hari-hari santai."
Acara pertunjukan musik keliling itu sendiri merupakan program musik tahunan Marlboro yang ketiga sejak 2006, kali ini dijuluki Marlboro Filter Rocks In Orchestra.
Jesse, dari Departemen Humas H.M Sampoerna selaku sponsor acara mengatakan, konser kali ini berbeda dengan konsep konser yang dilakukan tahun lalu, karena kali ini akan mengusung konsep kolaborasi antara musik rock dengan orchestra.
"Tapi konsep itu hanya untuk Slank sebagai penampil utama. Band-band lainnya seperti Andra and The BackBone, BIP, Boomerang, KOIL, The Brandals, dan band lokal akan tampil tanpa dukungan orkestra," katanya.
Sementara itu, konduktor Andreas Arianto mengatakan pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan Slank. "Kebetulan saya penggemar berat mereka," kata dosen musik Universitas Pelita Harapan (UPH) yang baru berusia 23 tahun tersebut.
Sembilan dari 18 lagu yang akan dibawakan oleh Slank akan diiringi Andreas Arianto Orchestra. Beberapa hits Slank di antaranya adalah Rock N Roll, Seperti Para Koruptor, Virus, Simpati Blues, Gosip Jalanan, Aku Tak Bisa, dan Terlalu Manis sebagai nomor klimaks pertunjukan.
Untuk orkestranya, Andreas merekreut teman-temanya sesama musisi dari UPH, IKJ, Sekolah Musik Bandung. "Jumlahnya ada 30 orang, dan hampir semua sebaya dengan saya," katanya. (kpl/boo)

"Kalau kita yang benar, kebenaran akan berbalik ke kita, kalau bener jangan takut," demikian ungkap Bimbim yang hadir dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, di kantor KPK, Selasa (09/12) itu.
Bagi Bimbim sebenarnya justru takut dengan vonis pengadilan yang terlalu ringan terhadap para pelaku korupsi. Hal ini yang membuat para koruptor tidak lagi merasa takut untuk mengulangi perbuatannya kembali. Ia berharap vonis terhadap para koruptor dapat maksimal, sesuai undang-undang.
"Paling tidak ada efek kapok, efek jeranya, jadi orang akan berpikir seribu kali kalau korupsi," pendapat Bimbim jika korupsi dihukum berat.
Slank yang pernah diangkat sebagai juru bicara gerakan anti korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, juga mengaku memiliki misi yang sama dengan lembaga pimpinan Antasari Ashar itu. Sehingga tindakan yang diambil oleh KPK harus terus didukung, sebagai salah satu tindakan pemberantasan.
"Dengan adanya KPK, kita merasa punya temen untuk memberantas korupsi, karena kita sama-sama punya satu misi," ungkap Kaka yang saat itu didampingi Gigi yang juga turut mendukung kampanye anti korupsi. (kpl/ang/dar)

"Ini adalah PR (Pekerjaan Rumah, red) kita semua, bukan hanya KPK, Kepolisian, bukan hanya Slank atau Gigi, tetapi seluruh lapisan masyarakat," ungkap Kaka yang didampingi personel Slank lainnya.
Slank yang pernah dinobatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai duta anti korupsi nasional itu, bersama Gigi hadir di Gedung KPK, dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Sedunia, yang jatuh pada hari ini, Selasa (09/12).
Kaka menyebut korupsi di Indonesia telah menjadi budaya dan sudah mengakar, menjadi pekerjaan berat, yang bahkan tidak mungkin dapat dihapus sampai ke akar-akarnya. Namun Slank memiliki wilayah sendiri dan cara tersendiri untuk berjuang dalam upaya menghapus tindakan para koruptor itu.
"Kita ingin mengubah cara pikir generasi di bawah kita. Kalau kita menyadarkan generasi di atas kita, katanya tidak sopan, makanya yang kita pikirkan generasi di bawah kita, dan menyadarkan kalau korupsi itu norak, jijay (jijik, red)" demikian ungkap Kaka seperti menyindir.
Senada dengan Kaka, Bimbim drummer Slank ini menyebut perlu dilakukan revolusi terhadap budaya korupsi yang mewabah saat ini. Namun sebagai seniman, Slank hanya mampu berusaha menyadarkan mereka yang potensi sebagai koruptor untuk sadar bahwa tindakan itu sangat merugikan, tentunya melalui syair lagu-lagu yang dinyanyikan Slank.
"Yang direvolusi itu budaya, bagi seniman kita paling lewat lagu, untuk menyadarkan kalau korupsi itu nggak asyik banget," pungkas Bimbim. (kpl/ang/dar)