KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Eh, ternyata air susu saya belum ada dan terus dipijat supaya keluar. Padahal saya pengen kasih dia ASI. Malah sebisa mungkin saya nggak mau kasih susu kaleng," katanya.
Ditemui di apartemennya secara eksklusif, Minggu (1/11), Masayu mengatakan akibat tidak diberikan ASI itu selama tiga hari suhu tubuh Anaya sempat naik. Masayu segera membawanya ke dokter.
"Hasil diagnosanya ternyata Anaya mengalami kehausan. Untungnya nggak parah dan walau sekarang sudah bisa minum ASI tapi berat badannya belum kembali normal," sambungnya.
Karena pengalaman itu juga, kini Masayu rajin mengonsumsi daun katuk untuk memperbanyak produksi ASI. "Enak ya daun katuk kayak bayam. Malah waktu di rumah sakit, saya makan semua sayur daun katuk yang dibawa mama dan mertua. Sampai sekarang pun saya usahakan makan sayur itu," imbuhnya lalu tersenyum. (kpl/dis/erl)

"Maklum setelah lahiran kita kan cukup repot ngurusi Anaya. Jadi takut nggak kepegang. Sudah gitu, kondisinya juga masih gampang terkena kuman penyakit. Jadi ya dijaga dulu sampai kira-kira kuat imunnya," kata Masayu yang ditemui KapanLagi.com hari Minggu (1/11) malam.
Dikatakan lagi sejak kedatangan Anaya ke ke apartemen mereka di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, kehidupan pasangan ini sedikit berubah. Tak hanya ronda bergilir menjaga Anaya tapi juga pola makan. Bahkan untuk makan, mereka kerap menggoreng nasi plus terasi pada malam hari.
"Kalau malam-malam ya itu kerjaannya selain begadang jaga Anaya. Menggoda tetangga dengan bau terasi. He,he,he,..," ucapnya. (kpl/dis/erl)

"Pengen punya anak, karena saya suka anak kecil. Waktu saya tengok Lembu juga sangat menyenangkan sekali tapi apa daya, nggak mungkin. Pengen sih cepat, mudah-mudahan saja," harapnya saat ditemui KapanLagi.com di Pisa Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (20/10).
Tertundanya keinginan tersebut memang wajar, lantaran Desta dan pasangannya, Gisel masih dalam taraf berpacaran. Bahkan, Desta mengakui, sampai saat ini keduanya masih belum menyinggung soal pernikahan.
"Iya neh belum ada omongan apa-apa. Makanya doain ya biar cepat," tandas pria bernama lengkap Deddy Mahendra Desta tersebut. (kpl/dis/bar)

Dengan kelahiran putri pertamanya, Lembu kini memposisikan dirinya sebagai ayah tulen. "Yang pasti gue udah siap banget jadi ayah. Dan ini jadi PR buat gue ke depan. Mungkin gue sekarang ini akan siap nerabas kemacetan bahkan three in one untuk gantian menjaga Anaya. Ya walaupun gue nggak bisa apa-apa, kalau ganti-ganti popok gue bisa lah. Yang pasti ini obat kangen gue buat cepat pulang ke rumah," ujar Lembu yang ditemui di Rumah Sakit Gandaria, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (20/10).
Sebagai wujud kebanggaan dengan kehadiran buah hatinya, Lembu berniat memperkenalkan si kecil ke seluruh keluarga. "Maunya sih touring ke rumah keluarga, dikenalin sama keluarga-keluarga gue dan keluarga Ayu, ini loh anak gue," tegas Lembu. (kpl/hen/erl)

"Kalau keinginan banyak sih mau, tapi takut nggak keurus," tuturnya. "Tapi maksimal untuk pendidikan dan apa ajalah untuk anak. Jangan banyak anak tapi nggak keurus."
Karenanya, Lembu pun mengambil pelajaran dari kelinci yang pernah dia pelihara. Saat itu, saking banyaknya kelinci yang dimilikinya, sampai-sampai ada yang tidak terurus.
"Jangan kayak kelinci waktu itu gue punya. Saking banyaknya sampai banyak yang nggak keurus. Ya, gue jadi terinspirasi sama program dua anak cukup," kata vokalis Club Eighties yang tak ingin menggunakan babysitter ini.
Lalu apa harapan dan doa Lembu untuk anak pertamanya yang bernama Anaya itu? "Apa ya? Ya kalau memilih pacar harus yang bener. Pokoknya kalau urusan cowok yang dateng ke rumah, urusannya sama gue. Ya jadi anak yang solehah, berguna buat keluarga, ya standar lah, tapi itu memang harapan semua orang tua terhadap anaknya," pungkasnya. (kpl/hen/npy)

"Ayu kondisi masih lelah, dia belum bisa tidur karena semalam itu baru selesai hingga setengah lima," ungkap Lembu saat ditemui di Rumah Sakit Gandaria, Senin (19/10).
Selama proses persalinan Lembu mendampingi sang istri yang tengah berjuang sebagai seorang perempuan sejati. Dirinya merasa tak tega saat berusaha mendokumentasikan saat-saat kelahiran sang anak.
"Sempet mendokumentasikan selama proses bersalin. Gue sempet nggak tega juga, karena itunya 'diongkrek-ongkrek'," tegasnya
Tangis bahagia bercampur bermacam perasaan akhirnya muncul setelah munculnya tangis sang bayi. Semua seperti menjawab, sekaligus obat penantian selama ini.
"Tapi begitu bayinya keluar gue sempet nangis. Tapi untungnya pake masker, juga nggak ada yang tahu dan itu nangis pertama gue setelah 5 tahun terakhir. Rencana kalau nggak ada halangan besok bisa pulang," tambahnya. (kpl/ant/dar)

"Memang kemarin masuknya ke rumah sakit ini. Dan dari awal kita masuk, kita sudah berusaha sampai jam 10 malam. Sampai akhirnya bukaan kesepuluh, tapi belum keluar juga, kita putuskan untuk caesar itu, karena bayinya yang besar dan kondisi Ayu yang kecil. Bayinya itu bobotnya 3,850 kg dan panjangnya itu sekitar 53 cm atau 57 cm," terang Lembu soal proses kelahiran bayinya, saat dia dijumpai di RS Gandaria, Senin (19/10).
Meski kecewa tak bisa melakukan lahiran secara normal, Masayu dan Lembu tidak mempermasalahkan lagi. "Sebenarnya kita pengennya normal, tapi karena Masayu tidak kuat mendorong, pinggul Ayu itu kecil jadi nggak mudah dengan kondisi bayi yang besar, kelebihan gizi. Yang pasti Ayu sedih banget, begitu juga gue. Dia pengen banget normal, pengen banget merasakan sebenar-benarnya jadi seorang ibu. Kalau lahiran normal kan bisa dibilang perjuangan hidup dan mati seorang ibu. Ya habis mau gimana lagi, kapasitas pinggulnya Ayu 3 kg, bayinya 3,8 kg, dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk normal," terang Lembu.
Lembu juga sempat merasa khawatir dengan proses persalinan. "Memang dari awal kita sudah tahu bahwa anak kita adalah perempuan. Buat gue jenis kelamin apa aja, yang penting anak sama ibunya selamat. Gue sempet deg-degan juga sih, syukur alhamdulillah kedua-keduanya selamat," kilah penyanyi ini.
Dengan pengetahuan tentang jenis kelamin anaknya sebelum lahir, mereka juga telah menyiapkan nama. "Tamara Anaya Amandari. Tamara diambil dari nama bahasa Ibrani dan Sansekerta yang artinya dilindungi oleh para Dewa, kalau Anaya, bini gue suka dengan nama itu, Amandari artinya jiwa yang tenang," tambah Lembu. (kpl/hen/erl)