KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Saat ditemui KapanLagi.com di Planet Hollywood (4/8) usai preskon film IDENTITAS, untuk mematangkan karakter yang diperankan, Leony mengaku lebih banyak ngobrol dengan orang-orang yang berhubungan dengan pelacur selama persiapan.
"Prosesnya lebih lama dari syuting sinetron striping," ujarnya, seakan menjelaskan proses syuting film itu sendiri yang memakan waktu 13 hari lamanya.
Pada awalnya, Leony mengaku takut dan menolak membawakan peran sebagai pelacur, karena ada scene telanjang khas sang sutradara, Aria Kusumadewa. Tapi dengan rekayasa efek, akhirnya dara berusia 21 tahun itu bersedia. "jadi tidak ada sesuatu yang saya lakukan dengan terpaksa," tuturnya.
Dalam film ini, kata peraih Panasonic Award untuk FTV JANGAN PANGGIL AKU CINA itu, tidak ada sesuatu yang vulgar untuk ditampilkan.
"Seperti ada sedikit scene kegiatan sehari–hari sebagai pelacur yang tidak digambarkan secara harfiah, yang ada hanya simbol-simbol dari pekerjaan pelacur," tambahnya.
Dalam film IDENTITAS garapan sutradara Aria Kusumadewa ini, Leony sendiri dinilai bermain apik oleh kritikus film. Sementara itu, ini merupakan film pertama Leony yang bertemakan indie. (kpl/wwn/bar)

Seperti saat mengarap film IDENTITAS, peran perempuan tak bernama berwajah oriental yang cantik, sudah ia temukan dalam diri Leony.
"Dia punya talenta bagus, kalau tidak punya talenta saya tidak mau memakainya, saat ini jarang pemain berwajah oriental yang seperti dia," puji Aria.
Meski demikian, Leony yang pernah menyabet penghargaan AMI Award di tahun 2001 itu ternyata masih harus melewati proses audisi.
"Lain dengan Tio (Pakusadewo), dia sudah aktor yang bisa saya lepas begitu saja, hanya saya menjaga tak lepas dari karakter saja," tambah Aria saat dijumpai di Planet Hollywood (4/8).
Sementara, bagi Leony terpilih sebagai pemeran perempuan tak bernama merupakan kesempatan yang baik untuk terus mengeksplorasi kemampuan aktingnya. "Selain ngefans dengan sutradaranya karena saya sudah beberapa kali nonton filmnya, di sini saya banyak belajar tentang semangat. Kalau ada semangat pasti ada jalan," kata Leony.
Selebihnya, Leony berharap film ini bisa laku. "Sangat mengagetkan sebagai film indie ternyata bisa masuk ke 21. Ini di luar prediksi," ujarnya. (kpl/wwn/bar)

"Dia adalah mentor saya. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk belajar yang tidak mungkin untuk dilewatkan," kata Leony di Planet Hollywood, Selasa (4/8).
Dia juga menampik, berbagai pernyataan miring yang mengatakan untuk dapat bermain dia harus dekati Aria, seperti saat dia mendekati Eross Candra dari Sheila On Seven.
"Itu hanya sebuah pernyataan yang dibentuk oleh wartawan saja. Buktinya kalau saya seperti itu, tentunya saat ini saya sudah punya album, tapi nyatanya tidak," tukasnya.
Saat pertama kali tergabung di komunitas indie, target pertama Leony adalah belajar. Ia ingin mendapatkan satu pengalaman yang baru. Makanya ia rela untuk tidak mengambil sinetron selama hampir 3 tahun ini.
"Rencananya saya ingin membuat film pendek dan mas Aria bersedia mengajari saya. Ini adalah kesempatan yang baik bagi saya," pungkasnya. (kpl/wwn/bun)

"Sequel keduanya berjudul POLITIK, dan yang terakhir METAMORFOSA," terang Aria usai preskon di Planet Hollywood, (4/8).
Untuk film IDENTITAS sendiri Aria bersama Titi's Film Workshop mengandeng PT Demi Gisela Citra Sinema dan Esa Film berhasil membawa semangat komunitas film indie untuk memasuki industri perfilman nasional.
Menurut Deddy Mizwar selaku produser eksekutif bersama Anggia Novita dan Aria Kusumadewa, film IDENTITAS merupakan film yang dibuat dari sebuah gagasan yang orisinil dan tidak terkontaminasi dengan film industri.
"Film ini muncul karena resah dengan tema-tema film industri sekarang ini. Di keterbatasan film independen mereka berhasil membuat sesuatu yang bagus dan tertata dengan matang," ujar Deddy Mizwar.
Film IDENTITAS sendiri skenarionya ditulis Ken Chang SR, dan dibintangi Tio Pakusadewa, Leonny VH, dan Ray Sahetapy. Dan kalau selama ini film–film Aria, seperti BETH, NOVEL TANPA HURUF R, dan lain-lain hanya diputar di ruang-ruang kampus, kali ini melalui film IDENTITAS, Aria memasuki industri film nasional. Bahkan SCTV siap melayarkacakan. (kpl/wwn/erl)

Saat dihubungi KapanLagi.com via telepon Sabtu (28/03), ayah Leony, Andi Hartanto membenarkan soal tertangkapnya otak penculikan ini. "Iya udah ketangkep hari Jumat kemarin di Ternate, keluarga cukup senang atas kerja sama polisi Polda Metro sama Polres Ternate," ungkap Andi.
Namun meski peristiwa kejahatan itu merugikan keluarganya, Andi tidak memiliki rencana untuk melakukan tuntutan. "Kalau dari kita nggak ada tuntutan apa-apa, semua kita serahkan sama pihak kepolisian, karena yang kita inginkan Richi kembali dan sekarang Richi sudah bersama kita," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Saat ditanyakan kabar penangkapan penculik ini, Andy membenarkan. Dari ketiganya, salah satunya kini melarikan diri ke Maluku. "Ya betul, kalau nggak salah tiga orang, tinggal 1 orang lagi yang belum tertangkap. Kabarnya dia kabur ke Maluku. Tapi pihak kepolisian sudah berpesan kepada keluarganya. Agar dia kooperatif untuk menyerahkan diri daripada harus dijemput ke Maluku," terang Andy yang mengaku mendapatkan kabar dari kepolisian Serpong Kamis siang ini (19/03).
Dengan tertangkapnya para penculik ini, Andy berterima kasih dengan kerja cepat polisi. Dia pun merasa aman kembali. "Ya seneng banget ternyata kerjanya polisi cukup cepat. 24 jam mereka bekerja. Ya saya sudah cukup aman dengan tertangkapnya para tersangka, saya yakin dengan kinerja polisi," tegas pria ini saat dihubungi via telepon.
Sampai saat ini keluarga Leony masih cukup berhati-hati bersikap terhadap Richie supaya tidak menumbuhkan trauma lebih dalam.
"Ya dia masih seperti anak-nak biasa kita tidak ingin mengingatkan dia dengan peristiwa yang kemarin. Karena saya yakin dia masih trauma. Karena di sana dia tidak dikasih makan dan selalu dibentak-bentak. Dia pun masih sering menangis kalau disinggung masalah itu," ujar Andy yang mengaku cukup aman di lingkungannya dan tidak tergerak untuk pindah tempat. (kpl/hen/erl)

"Ya dia sekarang sedang sama maminya, emang dia mengalami shock berat, kita melakukan terapi dari keluarga saja dulu, untuk mengembalikan mentalnya," terang ayah Leony, Andy Hartanto.
Keluarga Leony sendiri memilih tidak melaporkan kasus tersebut kepada polisi, bahkan sejumlah uang telah diserahkan sesuai permintaan penculik. Diduga keluarga mantan penyanyi anak itu menerima teror dari pelaku, sehingga lebih memperhitungkan keselamatan anaknya ke depan.
Namun dugaan itu segera dibantah Andy, yang dalam jumpa pers di rumahnya, di Villa Melati Mas Blok L, Serpong Tangerang, Selasa (17/3) didampingi pengacaranya, Donny Indra Santo.
"Nggak ada ancaman atau pun tekanan, ya kami hanya memikirkan keselamatan Richie, karena dia sangat ketakutan dan masih trauma. Tadi pun pas ditanya mengenai kejadiannya Richie selalu menangis," tegasnya.
Dengan kasus ini Leony mengaku harus bersikap hati-hati dan waspada terhadap orang lain, terutama dengan orang yang baru dikenal.
"Yang pasti kita harus lebih waspada, ya kita harus hati-hati agar kejadian ini tidak terulang pada keluarga yang lain, karena kejadian ini nggak enak banget," pungkas Leony. (kpl/hen/dar)