KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Aku diskusi sama Mama dan Papa aku, ada tawaran baru dengan jalan cerita dan karakter dan dengan pertimbangan honor yang sekian kita ngomongin bareng-bareng gitu sih, jadi ada satu suara," terang Naysila.
"Kalau Papa dan Mama nggak setuju, aku tanya kenapa, aku balik lagi kalau memang pertimbangan-pertimbangannya sesuai. Ya aku ikut pendapat mereka aja," sambung Naysila saat ditemui di sela syuting DOA DAN KARUNIA di Studio Persari, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Dan walaupun Naysila selalu meminta saran dari orang tuanya, bukan berarti dia tidak memiliki konsep untuk menerima pekerjaan bermain sinetron.
"Ya semua jadi pertimbangan lah. Jadi semuanya sudah terkonsep jika aku ngambil pekerjaan," jelasnya. (kpl/buj/boo)

Menurut Naysila, sebenarnya keberadaan dirinya di dalam dunia entertainment adalah karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuknya menjalankan keseriusan dalam berakting.
"Kalau menurut aku sih itu ini semua karena Tuhan sih, Tuhan tahu aku di sini serius dan aku dikasih kesempatan untuk bekerja di sini, aku bersyukur banget," terang Naysila saat ditemui di sela-sela syuting sinetron DOA DAN KARUNIA di Studio Persari Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Totalitasnya dalam sinetron ini kabarnya mampu mengangkat rating sinetron tersebut yang sempat merosot ke urutan terbawah. Ketika tim KapanLagi.com mengonfirmasikan hal itu, dengan rendah hati Naysila menjawabnya.
"Kalau menurut aku, aku bersyukur banget ya kalau sinetron aku digemari oleh masyarakat, tapi ini semua berhasil bukan karena aku doang, bukan karena aku sebagai pendongkrak rating, nggak, tapi memang kerja sama dari semua tim dan konsistensi dari semua karakter yang ada dipertahanin," pungkasnya. (kpl/buj/boo)

"Film merupakan media PR bangsa dan media budaya kesenian bangsa namun terdapat pula moralitas yang harus dititipkan untuk masa depan. Misalnya ada artis yang melahirkan tanpa bapak dan dianggap legal biasa. Mestinya ada hukum publik, di mana orang yang merusak moralitas tatanan moralitas tak layak diperlakukan seperti orang biasa. Dalam pengertian bahwa masa sih nggak ada bintang film lain selain bintang porno itu? Kepada para produser jangan hanya mementingkan orientasi keuntungan semata tapi bagaimana moral bangsa itu ongkosnya jauh lebih mahal dari profit itu," urainya kepada KapanLagi.com belum lama berselang di Jakarta.
Miing juga mengatakan bila hukum publik atau sosial di masyarakat mesti tetap dijaga supaya moralitas dapat terus dikembangkan pada masa mendatang. Terlebih kian menipisnya dekadensi moral yang terjadi sekarang ini. Pun bukan alasan tepat jika produser hanya ingin memperlihatkan Miyabi dari sisi lain.
"Saya rasa dalam berkesenian siapa pun sah. Namun ini kan bangsa ini bukan seperti bangsa lain. Masyarakat kita punya moralitas publik dan sosial yang mesti dijaga, siapa orang ini. Misalnya contoh skandal penyanyi dangdut dengan orang DPR dan malah masyarakat ingin foto dengan artis tersebut. Ini kan sudah aneh. Bukan harus dihukum. Masalahnya dekadensi moral sudah tipis. Jadi antara terkenal dan tercemar sudah samar," terangnya.
"Kalau soal akting, apa sih hebatnya dengan Christine Hakim atau Lydia Kandou? Saya takut berdampak masyarakat ikut secara psikologis melegalisasi tindakan-tindakan semacam itu. Kita punya bargaining position terhadap itu bahwa kita ketat terhadap perbuatan amoral," sambungnya panjang lebar.
Baca Juga:
Lantas tindakan yang diambil bila Miyabi tetap berakting? Miing dengan diplomatis menyatakan bahwa ada dua acuan untuk menangani ini.
"Ada dua wilayah yakni moral pemerintah dan moral masyarakat. Kita lihat saja nanti. Tapi saya kasih contoh sekali lagi, orang berskandal malah dimintai foto bersama oleh ibu-ibu, saya nggak bisa bicara jika seperti ini," tukasnya.
Yuk ngobrol tentang Miyabi gagal ke Indonesia di: Facebook KapanLagi.com dan Forum KapanLagi.com!
(kpl/dis/boo)

Salah satu yang menjadi korban adalah rumah Lidya Kandou di Bukit Cireundeu Permai. Rumah itu semestinya ditempati Naysila Mirdad, namun urung ditinggali lantaran direnovasi sejak beberapa waktu lalu. Namun begitu, Nay mengaku kaget ketika mendengar rumahnya digenangi air setinggi tiga meter, Jumat (27/3) pagi.
"Saya sempat shock waktu dengar kabar itu dari Mama. Saat itu saya sedang menuju ke lokasi syuting. Untungnya tiga orang penjaga nggak sampai jadi korban karena keburu menyelamatkan diri," katanya.
Ditemui di Ballroom Jakarta Teater, tadi malam, Nay menambahkan bila dirinya belum mempunyai waktu untuk melihat kondisi rumah itu. "Saya belum sempat lihat. Maunya bareng keluarga untuk kesana. Tapi lihat nanti," lanjutnya. (kpl/dis/npy)

Nikita berkali-kali ke rumah sakit, mencari donor kornea. Namun 7 tahun berlalu, ia belum mendapatkannya. Akhirnya Nikita mendapatkan donor mata dari Dr. Prita (Cathy Sharon), setelah ia meninggal akibat kecelakaan bersama Arven (Dirly Idol).
Di satu sisi, Nikita bahagia karena akhirnya telah mendapatkan donor mata, tapi di sisi lain keluarga Prita merasa sangat menderita atas kehilangan tersebut. Padahal beberapa tahun silam, anak bungsu mereka dinyatakan meninggal karena terbawa arus sungai.
Sekarang mereka harus menerima sebuah kenyataan yang pahit sekali lagi. Kini, hanya tinggal Vano (Jonas Revanno) anak mereka yang tersisa. Ibu Prita, Diana (Lidya Kandou) mengigau terus memanggil-manggil nama Prita. Sedangkan ayahnya, Tegar (Anwar Fuadi) hanya dapat memandang istrinya dengan sedih.
Donny (Dude Harlino) baru saja kembali dari Amerika, setelah menyelesaikan studi S2-nya. Tujuan lain ia balik ke Jakarta adalah karena ia ingin menyatakan cintanya pada Prita.
Padahal orang tuanya yang merupakan pengusaha kaya raya telah menjodohkan Donny dengan Belinda (Raya Kohandi), yang merupakan anak seorang walikota. Tapi Donny menolaknya, tanpa ia tahu bahwa Prita telah meninggal.
Nikita yang sudah bisa melihat, berusaha keras mencari tahu siapa orang yang sudah mendonorkan mata padanya. Setelah tahu, Nikita pun datang ke rumah keluarga Prita, tepat pada 40 hari meninggalnya Prita. Tetapi sesampainya di sana, Arven pun tiba-tiba mengatakan ke semua orang yang hadir kalau Nikita-lah yang menyebabkan Prita meninggal.
Nikita pun dimaki-maki oleh seluruh keluarga Prita, tanpa mereka pernah tahu kalau Nikita adalah anak mereka yang hilang terbawa arus sungai. Nikita sangat shock mendengarnya, ia tidak menyangka kalau dirinya penyebab kecelakaan yang menimpa Prita.
Sampai suatu hari Nikita harus menggantikan Belinda menemui seseorang untuk menebus kesalahan. Betapa kagetnya Nikita ternyata pria tersebut adalah Donny. Donny pun tak kalah kaget, karena ia tak menyangka kalau gadis yang beberapa kali bertemu dengannya tanpa sengaja itu adalah anak walikota. Nikita dan Donny pun menjadi dekat.
Tapi kedekatan itu membuat Nikita tidak tahan hidup dalam kebohongan. Sebelum Nikita memberitahukan kebenaran pada Donny, Donny terlanjur mengetahuinya dari Belinda. Donny pun marah pada Nikita dan meninggalkannya karena kecewa.
Di lain pihak, Nikita pun mulai sering bertemu dengan Vano. Awalnya Vano sangat membenci Nikita karena kematian Prita, namun lambat laun kebencian itu berubah menjadi cinta. Vano pun berusaha mendapatkan Nikita, tanpa tahu kalau Nikita adalah adik kandungnya.
Bagaimanakah kehidupan Nikita selanjutnya? Akankah ia dan Donny akan kembali bersatu? Akankah ia akan mengetahui kenyataan sebenarnya bahwa keluarga Prita adalah keluarga kandungnya?
Hari tayang : Setiap hari, mulai 9 Maret 2009
Jam tayang : Pkl. 18.00 WIB
Sutradara : Maruli Ara & Gita Asmara
Produser : Leo Sutanto
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Cerita & Skenario : Ina Rosamaya
Produksi : SinemArt (2009)
Para Pemain :
Dude Harlino sebagai Donny
Nikita Willy sebagai Nikita
Jonas Revanno sebagai Vano
Dirly Idol sebagai Arven
Cathy Sharon sebagai Dr. Prita
Raya Kohandi sebagai Belinda
Jessica Mila sebagai Lani
Lidya Kandou sebagai Diana
Anwar Fuadi sebagai Tegar
Rudy Salam sebagai Hari
Debby Cynthia Dewi sebagai Evita
Yati Surahman sebagai Rini
Conny Sutedja sebagai Sumi
Lagu Tema : Saat Terakhir
Penyanyi : ST12
Album : PUSPA
Produksi : TRINITY OPTIMA PRODUCTION (kpl/prl/bun)

"Kita memang buat sebuah acara makan malam. Dan nanti juga ada tukeran kado antara kita. Aku nggak sabar menantikannya, karena tahun lalu kita nggak bisa makan malam karena punya acara masing-masing," ujar Nay saat ditemui di hotel Mulia, Jakarta baru-baru ini.
Saat ditanya mengenai acara tukeran kado, Nay mengaku memiliki pengalaman yang romantis. Diceritakan oleh anak kandung pasangan artis Jamal Mirdad dan Lidya Kandou ini, saat SMP dirinya pernah mendapatkan cokelat dari penggemar rahasianya. Pada 'cokelat rahasia' itu berisi ucapan hari valentine.
"Aku bingung karena cokelatnya dikasih secara diam-diam dan tidak diketahui siapa pemberinya. Di cokelat itu ada ucapan selamat valentine," ujar adik kandung Nana Mirdad ini. (kpl/mai/dar)