KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Acara ini baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia, dan selama delapan kali penyelenggaraan sebelumnya berlangsung di Malaysia dan Singapura. Sebagai pendukung acara ini adalah Music Award Foundation (YAMI) Singapura dan Sound Recording Industry Association of Indonesia (ASIRI).
"Saya baru ketemu sama mbak Zakiyah, (Wakil Presiden MediaCorp Malaysia, red) tiga bulan belakangan ini, begitu kita bicara ternyata cocok didatangkan di Indonesia, kenapa tidak produksi sendiri, karena selama ini kita hanya re-run (menayangkan ulang, red) saja," terang Daniel Hartono, selaku Direktur Utama Global TV saat konferensi pers di Hard Rock Cafe, Plaza EX Plasa Indonesia, Kamis (4/6).
Ada 18 kategori yang akan diberikan, di antaranya 9 kategori terbaik, 7 penghargaan terpopuler dan 2 kategori penghargaan special, yakni The Planet Muzik Achiefmen Award dan Humanitarian Award.
Dari sekian anugerah tersebut, Indonesia mendominasi perolehan nominasi di setiap kategori, termasuk penyanyi Afgan, Lobow dan Dirly yang bersaing untuk Best Vocal Performance In A Song By A New Male Artiste. Sementara Aura Kasih lewat lagu Mari Bercinta dan Cinta Laura lewat Hey Baby! bersaing meraih Best Vocal Performance In A Song By A New Female Artiste.
d'Masiv lewat Cinta Ini Membunuhku, Hello lewat Ular Berbisa, Hujan melalui Pagi Yang Gelap, Kotak lewat Beraksi, dan ST12 lewat P.U.S.PA. bersaing di Best Vocal Performance In A Song By A New Duo / Group. (kpl/hen/dar)

"Kasihan banget dan sangat memprihatinkan, ngeliat televisi dari awal sampai sekarang korban makin bertambah, sebagai sesama yang masih bisa bantu, tentunya saya ya ikut membantu," ungkap Gretha menahan pilu mengingat sampai saat ini masih banyak korban yang belum diketemukan.
Pelantun tembang Kiss Me ini sempat bersyukur karena tak memiliki kerabat yang tinggal di lokasi tersebut, "Gak ada, tapi kita sesama manusia kan saudara, trus kemarin aku sempat ke sana, dikit-dikit bantu mereka dengan spirit sedikit makanan dan pakaian," ungkap Gretha menunjukkan rasa kepeduliannya.
Walaupun ia memiliki niatan untuk memberikan lebih, namun sayangnya siswi SMAN 31, Kayumanis, Jakarta Timur ini mengaku tak memiliki banyak waktu untuk membantu pengumpulan dana. "Sejauh ini belum sempat, soalnya belum ada waktu, niatan sih ada, dan kalau bisa sih satu sekolah, pokoknya intinya kita bisa hibur mereka dengan bikin mereka senyum saja bisa bikin kita juga senang," ungkap Gretha penuh harapan. (kpl/ant/bee)

"Ya pastinya pemerintah lah, tapi menurut gue ini cuma sebatas salah koordinasi aja, semoga bencana yang seperti ini nggak terulang lagi," ujar musisi berusia 37 tahun itu, ketika ditanya mengenai siapa pihak yang paling bertanggung jawab terhadap bencana Situ Gintung.
Vokalis BIP itu ditemui KapanLagi.com di sela-sela acara penggalangan dana 'Solidaritas Untuk Situ Gintung', yang digelar di MU Cafe, Selasa (07/4) malam. Dalam acara yang berlangsung dari jam 19.00 sampai jam 23.00 tersebut, nampak juga beberapa pelaku industri musik tanah air, antara lain, Private Harmony, Shandy, dan Lobow
Sementara itu, di tengah perbincangannya dengan KapanLagi.com, Ipang juga mengutarakan niatnya untuk membuat lagu yang bertemakan bencana alam.
"Berawal dengan kejadian ini, gue bisa bikin lagu, karena dari kecil, gue diajarkan untuk selalu memiliki empati terhadap sesama, sebenarnya sih gue nggak ada batasan untuk bikin lagu, tapi gue selalu bersyukur atas apa yang gue kerjakan, gue cuma seorang kreator, dan lebih sreg untuk bikin suatu lagu," jelasnya. (kpl/ant/bar)

"Saya pernah frustrasi, berhenti main band dan bekerja di bidang post production pembuatan film iklan," kata penyanyi asal Makasar bernama lengkap Lobow Ilyas ini.
Sikap pesimistis Lobow bermula dari kegagalan album pertama bandnya bernama Mata Air, yang digarap Universal Musik Indonesia pada 2003. Namun, setelah sadar bahwa jiwanya tidak bisa meninggalkan musik, ia kemudian menempuh karir solo hingga sekarang.
"Sikap yakin pada kemampuan diri inilah yang ingin saya sampaikan kepada band-band baru yang sedang mengikuti kompetisi AMLW di Papua ini. Saya ingin Indonesia Timur juga menghasilkan band yang bagus untuk menambah warna musik di tanah air," katanya usai tampil sebagai bintang tamu dalam konser Final Regional Indonesia Bagian Timur A Mild Live Wanted 2009, di GOR Cendrawasih, Jayapura, Minggu (28/03).
Selain di Jayapura, penyanyi berpenampilan rendah hati itu ini juga tampil sebagai bintang tamu di babak Final Regional Indonesia Bagian Tengah, yang berlangsung di Makasar sepekan sebelumnya.
Lobow mengawali karir di Makasar pada 1995, setahun sebelum ia hijrah ke Jakarta dan membentuk band Mata Air. Setelah 'ngamen' dari kafe ke kafe di Ibukota, bandnya ditarik untuk rekaman, namun gagal dalam penjualan.
Dan bila sesuai rencana, Lobow bakal mengeluarkan single terbaru pada Mei mendatang. (kpl/boo)