KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Menurut Tata, walaupun dirinya dan Puri dalam keadaan sakit tapi bukan halangan untuk tampil menghibur penonton.
"Iya gue tiba-tiba flu karena cuaca lagi nggak bener tapi kita nggak boleh nyalahin alam. Puri juga suaranya bindeng tapi tak jadi halangan buat kita tampil," tutur Tata saat ditemui Kapanlagi.com (31/10).
Uniknya walaupun dalam keadaan sakit Tata dan Puri mengenakkan kaos tank top. Tapi Tata berdalih selain cuaca panas, busana semacam itu sudah menjadi image Mahadewi.
"Kan sekarang cuacanya lagi panas juga. Sama aja kok, maen malem sama siang pakai baju gini. Udah ciri kita juga," ujar Tata.
" Walau panas tapi masih ada yang jingkrak-jingkrak, musik kan universal. Kita kerjanya senin ampe minggu dan justru Sabtu Minggu kita kerjanya, kalau hari biasa ya..gitu aja," tambah Tata. (kpl/buj/erl)
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Minggu, 01-11-2009 |

Hiburan musik yang menghadirkan artis Mahadewi dan The Law ini dikemas dalam satu pagelaran bertajuk "Pesta Rakyat Simpedes 2009" yang digelar BRI Cabang Palu. Konser yang dilansir sekitar pukul 19.00 itu memukau para penonton yang seakan terhipnotis saat kedua penyanyi mengawali tembangnya berjudul Sumpah I Love You.
Lagu-lagu lain yang juga sudah sering dibawakan pada setiap penampilan mereka, antara lain Mahadewi Cinta, Elang, Begini Salah Begitu Benar, juga dibawakan dengan begitu apik dan kompak.
Suasananya semakin riuh tatkala artis The Law ikut serta berduet dengan Mahadewi di atas panggung lewat beberapa tembangnya seperti Sumpah I Love You dan Dokter Cinta. Penonton pun diajak berkaraoke oleh personil J-Rocks tersebut hingga lagu penutupnya Lepaskan Diriku.
Dalam konser itu, beberapa lagu yang sering dibawakan Mulan Jameela, seperti Wonder Woman juga dibawakan begitu maksimal.
Kedua penyanyi cantik ini dinilai banyak penonton setempat memiliki karakter vocal yang kuat dengan teknis dan penjiwaan yang matang, karena dengan range vocalnya yang lebar memudahkan mereka mengambil nada-nada rendah hingga nada tinggi.
Selain Mahadewi, pada konser kali ini juga diisi dengan penampilan sexy dancer dan sejumlah band lokal Kota Palu seperti Prima Band dan G-Star Band.
Malam konser itu bertambah meriah dengan diadakannya pesta kembang api. Menurut Kepala BRI Cabang Palu, Yoel Charles Sitompul, konser Mahadewi yang mereka gelar tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi hiburan musik kepada para nasabah BRI yang berada di wilayahnya.
"Kami berharap masyarakat Kota Palu, khususnya para nasabah BRI, dapat terhibur dengan suguhan konser musik serta kegiatan hiburan lain yang digelar selama dua hari ini," kata dia ketika memberikan sambutan di hadapan ribuan penonton.
Pada akhir konser, Mahadewi menutup penampilannya dengan lagu andalannya, Sakit Minta Ampun diiringi dengan letupan kembang api yang menghiasi malam Sulawesi Tengah itu. (kpl/bee)

"Aku nggak mau lagi bisnis di bidang makanan lagi. Rencananya aku memang akan membuka bisnis pakaian atau butik. Yang terpenting buat aku bisa menjalankan bisnis," kata Tata saat ditemui di studio RCTI , Jakarta, Kamis (23/7).
Namun meski begitu, Tata mengaku tak trauma. Justru, ia tetap ingin mempunyai usaha. "Aku nggak trauma sih buka usaha. Tapi, usahanya tidak di bidang makanan. Insya Allah, kalau ada peluang aku mau buka usaha butik," ujar Tata.
Tata mengatakan, usaha warung baksonya bangkrut akibat pengeluaran lebih banyak ketimbang pemasukan. Ditambah lagi, ia tak fokus serta tak mengontrol usaha tersebut. Sebab, kata Tata, ia sibuk dengan aktivitas menyanyinya.
Sebagai pemilik pun, Tata tak intens mengurus usahanya. Dengan demikian, ia mempercayakan warung baksonya kepada pembuat sekaligus yang meracik bakso. Hasilnya, baru tujuh bulan buka, warung bakso rusuk yang terletak di Cibubur pun mengalami kerugian.
"Aku buka warung bakso tahun lalu atau saat kelompokku masih bernama Dewi-Dewi. Warung itu hanya bertahan selama tujuh bulan. Ke depan, jika mempunyai usaha aku harus mencari orang yang bisa dipercaya sehingga usaha bisa aku lepas," tandas Tata. (kpl/mai/npy)

"Terlalu jauh memang kalau kita memutuskan untuk keluar dari manajemen mas Dhani. Terlalu jauh. Bersama RCM, kita juga pernah tampil di Malaysia dan Australia," kata mereka saat ditemui di Studio RCTI, Jakarta Barat, Kamis (23/7) kemarin.
Namun keinginan tersebut belum terlalu diseriusi oleh Mahadewi. Mereka pun hanya memiliki keinginan untuk go Asia dahulu. Plus, mereka berdua ingin berkarya dengan baik di tanah air. "Yang penting itu, berkarya di tanah air. Kemudian, baru loncat keluar," tandas Purie.
Untuk itu, Mahadewi berencana melakukan konser di dalam negeri. Tak lupa, mereka akan meningkatkan kualitas pula. Dengan demikian, mereka tak berencana lepas dari manajemen yang telah membesarkannya.
Walau begitu, sebagai penyanyi mereka tak menampik ingin mandiri dan membentuk manajemen sendiri pula. Tapi, saat ini belum terlintas di benak mereka untuk lepas dari manajemen besutan Ahmad Dhani tersebut. "Kita belum berpikir mau lepas karena kita besar melalui manajemen," tutur Purie.
Disinggung mengenai perkembangan musik tanah air yang saat ini ramai, Purie menyatakan, Mahadewi tetap optimis dan percaya diri. Selain itu, mereka fokus di karir. Plus, tak meninggalkan lagu yang bertemakan cinta. "Itu, pasti dan nggak akan jauh," imbuh Purie. (kpl/mai/npy)

"Kita kemarin ada konser di Bali dan di sana kita sempat menggunakan masker. Yang terpenting bagi kita adalah menjaga kesehatan," kata Purie saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (15/7).
Namun, selepas konser di Bali, Purie sempat mengalami kekhawatiran karena dirinya sempat mengalami flu. "Sempat flu juga sih. Tapi akhirnya penyakit itu bisa sembuh dan bukan karena flu babi," ujarnya.
Epidemi flu babi yang banyak berada di luar negeri ternyata juga sempat membuat takut Mahadewi untuk konser atau sekedar jalan-jalan.
"Takut juga sih kalau harus ke luar negeri. Tapi untungnya kita jarang untuk menerima tawaran ke luar negeri. Tapi selama kita masih menjaga kesehatan untuk tubuh kita, ya nggak apa-apa," ujar Tata. (kpl/mai/boo)

"MJ (Michael Jackson - Red) itu suaranya stabil dan kariernya itu gak pernah turun, dari kecil sampai dia besar dia tetap eksis. Dan untuk itu dia bisa dijadikan legenda," katanya, usai acara Indonesia Bersinar, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).
Lantas, apakah Jacko menginspirasi dirinya dalam menggeluti dunia tarik suara? "Pasti sih terpengaruh, tapi kita sendiri gak merasa ada pengaruhnya. Kalau secara musik tanya saja sama Dhani," kilahnya.
Sementara, bagi personil Mahadewi, yang juga mengisi acara tersebut, mengaku sangat menyukai lagu-lagu Jacko, walau tak membawa pengaruh dalam musiknya.
"Suaranya bagus, gayanya itu punya ciri khas banget sepanjang masa. Itu yang bikin orang inget banget sama dia," kata Tata, salah seorang personil Mahadewi. (kpl/buj/bun)

Dalam kesempatan tersebut Dhani menyebut album NEW BEGINNING 09 menjadi awal karirnya sebagai eksekutif produser setelah terjadi joint venture antara Republik Cinta Records dengan Nagaswara Records. "Ini sebenarnya produksi kedua setelah album DEWI CINTA milik Mahadewi," jelasnya.
Album kompilasi ini dinilai Dhani cukup sukses. Terbukti, lagu Cinta Terlarang milik The Virgin sebagai hit single pertama album kompilasi, berhasil menduduki peringkat teratas di chart RBT pada minggu pertama bulan Mei. "Ini menjadi bukti mutu album ini tidak usah diperdebatkan lagi," tandasnya.
Awal dari album kompilasi NEW BEGINNING 09, seperti diungkap Dhani, bermula saat penggarapan album The Virgin. Bersamaan dengan itu, beberapa demo band pun mampir di meja Dhani sehingga album The Virgin tertunda. Lalu muncul ide baru membuat kompilasi dan lahirlah NEW BEGINNING 09.
"Kriteria dalam album kompilasi ini, pertama materi lagu. Band dengan skill gila tapi tidak punya materi lagu yang memasyarakat tidak bisa masuk. Kedua, mempunyai kemampuan menciptakan lagu, karena dalam proyek ini saya hanya bertindak sebagai eksekutif produser sekaligus mixing dan mastering kecuali untuk Al, El, dan Dul, itu lagu dari saya," terang Dhani. (kpl/wwn/boo)