< >

ARTIKEL MAMIEK PRAKOSO


Jajaran Artis Ungkap Duka Buat Mbah Surip Lewat Twitter

KapanLagi.com -
Oleh: Noppy

Kabar meninggalnya Mbah Surip memang sempat simpang siur. Karena terlalu mendadak, banyak jajaran artis yang malah tidak percaya dan menganggap itu hanya gosip semata. Namun akhirnya Mamiek Prakoso mengonfirmasi jika memang benar Mbah Surip telah tutup usia di RS Pusdikkes sekitar jam 10.20 WIB, Selasa (04/08) pagi tadi.

Kepergian pelantun Tak Gendong itu benar-benar tak terduga dan mengagetkan banyak pihak. Apalagi, sebenarnya Mbah Surip telah berencana untuk syuting video klip single keduanya dan juga syuting film terbarunya. Karenanya, jajaran selebritis pun berlomba-lomba mengungkap duka mereka untuk sang seniman lewat akun Twitter mereka.

Mieke Amalia: Inalilahiwainalilahirojiun... Mbah Surip meninggal dunia.. :( kaget banget dengernya..

Sita Nursanti: Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.. Turut berduka cita utk kepergian Mbah Surip.. :(

Indra Birowo: Berduka bwt Mbah Surip.... May Allah bless you mbah.

Tora Sudiro: Goodbye mbah...... Doa kami bersama mu....

Edric Tjandra: Telah berpulang mbah surip,semoga amal ibadah di terima di sisiNya

Tike Priatnakusumah: RIP Mbah Surip meninggal dunia jam 11 tadi, berita to be comfirm.

Ringgo Agus Rahman: Wahhhhhhh Mbah Surip meninggal,lah??? Padhl ntar gw ama Desta lusa syt vclip nya,sedih gueeeeeeeee, innalillahi...

Nola: Berduka cita atas meninggal nya Mbah Surip :( RIP mba suriiip..kAmi kehilangan mu.. :(

Ivy Batuta: Innalillaaahi...bukannya Mbah Surip itu katanya mau ngisi acara ultahnya Insert ya???

Dewi Rezer: Whattt Mbah Surip meninggal???? Hahh this is not happening!!!! Masa sihh???

Tika Panggabean: Selamat Jalan Mbah Surip, sekarang mbah gk perlu bangun lagi, tidurlah dgn damai dlm gendongan Tuhan...I luv you full mbah. RIP

Novita Angie: Turut berduka cita atas meninggalnya Mbah Surip....

Sherina Munaf: RIP Mbah Surip, smoga amal ibadahnya diterima olehNya. You will be missed.

Cut Tari: "I LOVE U FULL" itulah kata2 terakhir yg selalu di ucapkan Mbah Surip kpd anaknya di saat-saat terakhir kepergian beliau .. (kpl/npy)


Lihat profil: Mbah Surip, Mamiek Prakoso, Tora Sudiro, Desta Club Eighties, Mieke Amalia, Ringgo Agus Rahman
Diposting oleh: Editor | Selasa, 04-08-2009 |

'KING', Bukan Film Biografi Liem Swie King

KapanLagi.com - Pemain : Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra, Mamiek Prakoso, Aryo Wahab, Wulan Guritno, Argo Aa Jimmy.

Jika Anda membayangkan film KING adalah film biografi Liem Swie King, bersiap-siaplah untuk kecewa. Tapi kekecewaan itu justru memberi kejutan saat Anda menontonnya. Ari Sihasale pandai meramu kisah hidup legenda bulutangkis era 70-an itu menjadi film yang mampu membangkitkan semangat penontonnya untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian.

Paham bahwa film biografi cenderung membuat penonton jemu, dihadirkanlah Guntur sebagai pemain utama. Anak SD yang dibesarkan sendirian oleh ayahnya (Mamiek Prakoso). Sebagai seorang komentator untuk pertandingan bulutangkis di depan rumahnya, ayah Guntur berharap anaknya dapat menjadi juara bulutangkis, seperti idola dia dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur hanya bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Karena itulah, Guntur diperlakukan dengan keras dalam hal latihan bulutangkis. Guntur, ditandingkan dengan pemain yang jauh lebih tua dan bepengalaman.

Tentu kekalahan yang dialaminya. Bukannya menghibur, Guntur justru dimarahi oleh ayahnya atas kekalahan tersebut. Mendengar cerita ayahnya tentang King sang idola, yang selalu dibanding-bandingkan dengan dirinya, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada di hadapannya.

Sahabat setianya, Raden dan Michele pun selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia.

Ketika seleksi pendaftaran seleksi beasiswa Djarum untuk bulutangkis dibuka, Guntur berlatih jauh lebih keras. Didampingi sahabatnya, Guntur fokus pada seleksi tersebut. Guntur berhasil lolos pada seleksi awal, untuk dilanjutkan ke seleksi akhir di Kudus. Masalahnya, jarak Banyuwangi ke Kudus tentu bukan perkara mudah untuk seorang anak pengumpul bulu angsa. Itupun dengan pertaruhan, belum tentu Guntur diterima.

Seolah ingin bertutur di mana ada kemauan pasti ada jalan, Ari Sihasale memberikan rangkaian perjalanan yang indah dalam mengantar Guntur ke Kudus. Bukan hanya kisahnya, visual landscape yang ditawarkan sangat menggoda. Mampukah Guntur mewujudkan impiannya dan ayahnya? Seberapa kuat dia bertahan dari persaingan saat di karantina? Bisakah dia bertemu Liem Swie King, sang idola? (kpl/uji)


Lihat profil: Surya Saputra, Mamiek Prakoso, Aryo Wahab, Wulan Guritno, Argo Aa Jimmy, Ari Sihasale
Diposting oleh: Editor | Kamis, 25-06-2009 |

«1»