KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Beliau itu orang bersih, dia tidak pernah minum-minuman keras walau pun temen-temen di sekitarnya pada minum, dia tetap tidak. Hanya minum kopi saja. Kesukaannya minum kopi itu sejak dulu," demikian ungkap Anto Baret, teman sesama seniman di Komunitas Bulungan, Jakarta, Selasa (4/8).
Hal senada disampaikan oleh Farid, anggota Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Komunitas Wapres, yang mengaku menemukan hal istimewa pada Mbah Surip. Meski berada di jalanan sejak muda, namun tidak terbiasa minum-minuman beralkohol. "Itulah keistimewaan Mbah Surip, nggak pernah minum minuman keras, paling ngopi dan rokok," tegasnya.
Sementara teman lainnya, Nurhadi mengaku mengenal Mbah Surip 12 tahun lalu. Sepanjang itulah dirinya mengenal Mbah Surip sebagai pribadi yang tulus dan ikhlas.
"Dia itu sosoknya sederhana periang, tulus, ikhlas, dan omongannya nggak pernah nyakitin orang. Kalau diminta buat ngisi acara tidak pernah minta bayaran," tegasnya.
Untuk menemui Mbah Surip untuk terakhir kali, anak-anak KPJ berangkat. Sekitar pukul 12.00 berangkat dengan tiga buah kendaraan menuju ke rumah Mamiek.
"Kita denger kabar dari teman-teman itu sekitar jam 11-an. Kita telepon-teleponan," pungkas Farid. (kpl/ant/hen/dar)

Arif, salah satu sound engineer Mbah Surip contohnya, ia sempat mendapatkan hadiah dari pelantun single Tak Gendong itu, yaitu motor Kawasaki KLX 150S yang bernilai Rp22 juta.
"Emang ini dikasih Mbah Surip, karena RBT-nya meledak, nah dia juga rencananya mau memberikan hadiah kepada sekitar 8 orang yang ada di produksi," ujar Arif menceritakan kronologis pemberian hadiah oleh Mbah Surip.
Ditemui KapanLagi.com di kediaman Mamiek Prakoso, Kampung Makassar Jakarta Timur, Selasa (4/8), Arif dan beberapa kru yang biasa menemani Mbah Surip terlihat laut dengan suasana duka.
Sementara itu, Yus, begitu ia biasa dipanggil, seorang music director yang biasa menangani karya-karya Mbah Surip mengungkapkan, jika sebenarnya pria bernama lengkap Urip Ariyanto itu masih berencana memberikan kejutan di bulan puasa nanti.
"Yah mau gimana lagi mungkin belum rejeki, kita hanya bisa berdoa semoga Mbah Surip bisa diterima, ia juga sempat bilang sama anak-anak, nanti bulan puasa dia mau kasih kejutan. Tapi ya gimana lagi sebelum puasa dia ternyata sudah meninggal," tuturnya. (kpl/ant/bar)

"Jumlah pelanggan yang mengaktifkan RBT (Ring Back Tone -red) Mbah Surip dari Februari 2009 sampai Juni 2009 saja sekitar 60.000 pelanggan," kata Division Head Content Management Indosat, Dhoya Sugarda yang dihubungi di Jakarta, Selasa (4/8).
"Untuk pendapatan dari RBT Mbah Surip kita belum tahu karena kita belum hitung," kata Dhoya.
Dhoya juga enggan menjelaskan lebih lanjut berapa persen dari pendapatan RBT untuk Mbah Surip karena kerja sama Indosat melalui label tempat Mbah Surip bernaung. Indosat sendiri belum melakukan rencana apapun terkait dengan meninggalnya Mbah Surip.
"Sampai detik ini belum ada rencana apa-apa karena masih koordinasi dengan label dan CP (content provider) mereka akan melakukan apa," tambah Dhoya.
Jenazah Mbah Surip kini disemayamkan di rumah seniman W.S Rendra di daerah Cipayung, Pondok Gede, Jakarta, Timur sekitar pukul 14.30. Sebelum dibawa jenazah Mbah Surip dimandikan dan dikafankan di rumah pelawak Srimulat Mamiek Prakoso. (kpl/dar)

Dirut Manajemen Kampung Artis, lembaga yang membantu artis-artis yang sedang 'naik daun' untuk mengelola bisnisnya, Sujama Trisnadi di rumah Mamiek Prakoso di Jakarta, Selasa (4/8), mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip.
Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.
Dengan demikian, lanjut Sujama, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.
Menurut Sujama, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan menarik kembali aset itu.
Soal itu, ia mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, apalagi kegiatan Mbah Surip seperti bernyanyi dan lain-lain hanya lima persen saja yang dilaporkan kepada manajemen.
Menurut dia, banyak dari kegiatan Mbah Surip, merupakan kegiatannya sendiri bersama teman-temannya yang bukan komersial dan sekedar menyenangkan masyarakat.
Sejumlah artis dan seniman seperti pelawak Doyok, Tarzan, penyanyi dangdut Mansyur S, serta seniman Slamet Jenggo menjenguk di kediaman Mamiek Prakoso. Termasuk juga artis yang baru saja meroket, Manohara Odelia Pinot ada di sana.
Manohara yang mengaku penggemar Mbah Surip yang datang dengan blus coklat dan rok hijau menyatakan terkejut dan sedih mendengar Mbah Surip meninggal dunia secara mendadak. (kpl/dar)

"Tadinya Manohara mau syuting jam 12, terus dapat kabar Mbah Surip meninggal, makanya kita ke sini. Yang minta itu Mano untuk datang ke sini," ujar Daisy Fajarina mewakili sang putri yang enggan diwawancara oleh media.
Ditemui KapanLagi.com di kediaman Mamiek Prakoso, Kampung Makassar Jakarta Timur, Selasa (4/8), Daisy menuturkan jika Manohara benar-benar merasa kehilangan seorang sosok sahabat baru baginya.
"Mano sempat bilang, kalau dia itu sedih dan merasa kehilangan, karena sosok Mbah Surip itu baik dan seperti sahabat," tambahnya.
Sementara itu, ada kejadian unik di saat Mano dan Daisy hendak pulang dari kediaman Mamiek. Saat menuju ke mobilnya yang berjarak sekitar 50 meter, Manohara mendapat sambutan luar biasa dari massa yang memang telah memadati lingkungan sekitar kediaman Mamiek.
Tak hanya mengelu-elukan nama Manohara, kerumunan massa yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak sampai remaja itu bahkan sampai mencubiti Mano karena nampaknya mereka gemas dapat melihat secara langsung idola mereka. (kpl/ant/bar)

Tarsan yang ditemui di kediaman Mamiek Prakoso di Jalan Kerja Bakti I, Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (04/08) siang selepas pemandian Mbah Surip menuturkan jika seniman berambut gimbal itu akan disemayamkan di Aula Rendra di Pancoran Mas, Depok.
Namun, Tarsan masih belum bisa memastikan di mana pelantun Bangun Tidur itu bakal diistirahatkan di tempat terakhirnya. Nampaknya, kepastian itu baru akan didapatkan saat musyawarah dengan keluarga Mbah Surip di Mojokerto diselesaikan. (kpl/ant/npy)

Masyarakat dan wartawan memang terlihat tumplek blek di kediaman Mamiek Prakoso, kerabat Mbah Surip, di Jalan Kerja Bakti I, Kampung Makassar, Jakarta Timur. Di sanalah Mbah Surip disemayamkan setelah diumumkan resmi meninggal di Pusdikkes, Selasa (04/08) jam 10.30 WIB.
Prosesi pemandian pun dilakukan di sebelah rumah Mamiek dan dimulai pukul 13.45 WIB. Saat itu, kamera para wartawan diminta untuk diturunkan.
Sekitar 20 menit kemudian, prosesi itu selesai. Tak disangka, kemudian banyak yang menyadari jika handphone mereka telah berpindah tempat.
Rupanya, tangan-tangan jahil copet pun ikut beraksi dalam kerumunan orang yang menonton pemandian seniman gaek tersebut.
Berbarengan dengan itu, sosialita yang juga tak kalah kontroversialnya, Manohara Odelia Pinot, datang bersama sang ibu, Daisy Fajarina. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah tanpa bersedia dimintai komentar. (kpl/ant/npy)