KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Krisdayanti baru-baru ini memang meluncurkan buku biografi miliknya, sementara Anang meluncurkan album terbarunya. Dan timbul kecurigaan jika kasus perceraian mereka hanyalah sebuah setingan untuk mendongkrak penjualan buku serta album tersebut. Namun hal itu dibantah oleh Marissa Haque.
"Bukannya sudah? Kayaknya nggak ada setingan, mereka emang pengen cerai. Aku nggak mau menduga-duga," ujar Marissa saat ditemui di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Jumat (04/09) malam kemarin.
Lebih jauh, Marissa menolak untuk menduga-duga terlalu dalam. Pasalnya, dia khawatir bisa diancam dengan undang-undang pidana.
"Aku bukan orang politik, aku orang hukum. Kalau hukum itu hitam putih, tidak boleh ada dongeng. Nggak boleh menduga, kalau enggak bisa kena pasal 310 dan 311 KUHP Pidana. Yang penting pokoknya aku dan Ikang sama-sama berpihak kepada Anang," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"Aku belum mau jauh terlibat karena masih fokus dengan konstitusi. Tapi yang jelas, buku terakhir yang ditulis Albertine Endah (buku Krisdayanti -red), aku nggak suka. Buku itu yang mempercepat perceraian Kris dengan Anang. Buat aku, Anang baik sekali, dia cukup sabar menghadapi Kris. Kalaupun Kris pernah melakukan selingkuh, itu tidak perlu sampai orang lain tahu, nggak penting banget," tuturnya saat ditemui di Pondok Indah Mall 2, Jumat (04/09) malam kemarin.
Marissa juga tak yakin jika yang melatarbelakangi perceraian Anang - KD adalah persoalan materi. Apalagi, yang membuat Krisdayanti menjadi seperti sekarang ini adalah Anang.
"Enggak ah, dulu KD siapa sih? Kan suaminya yang bikin KD jadi seperti sekarang. Kalau dalam bahasa ekonomi, suaminya yang meningkatkan level KD sebagai katalis. Ya, ada istilah kacang lupa ama kulitnya. Yang jelas, secara pribadi, aku menyayangkan dan hatiku ada bersama Anang," tambah Marissa.
Lalu apa harapan Marissa terhadap dua orang temannya tersebut? "Ya udah, terlanjur cerai, ya mau diapain lagi," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"Oh, pada lapar mata semuanya, maunya makanan beli di luar padahal buka puasa hanya minum teh manis sudah selesai. Jadi saya tidak mengajarkan bulan puasa itu jadi konsumtif kepada mereka," kata Shahnaz.
Di tahun ini, lanjut istri Gilang Ramadhan tersebut, anak-anaknya yang ikut berpuasa ada dua orang. "Yang sulung dan yang tengah. Kalau yang berumur 3 tahun belum," ujarnya saat ditemui di Restoran Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).
Dan kala disinggung soal beban pekerjaan selama bulan suci, artis lulusan Fakultas Teknik Sipil UI 1996 juga mengungkapkan jika tidak ada pekerjaan yang dikurangi. Malahan, tawaran kerja jadi makin banyak. Pun begitu ia tetap menjalani tugasnya sebagai ibu yang bertanggung jawab terhadap ketiga anaknya.
"Untuk radio masih tetap jalan. Buka puasa Insya Allah di Metro TV, acaranya INDAHNYA SHOLAT selama 30 hari. Jadi anak-anak datang ke sana juga," jelasnya. (kpl/gum/boo)

Dijumpai di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8), Marissa menuturkan untuk menjaga kesehatan kulit, biasanya keluarga mereka memilih perawatan yang khusus. Pasalnya, peluang mereka menderita kanker lebih besar karena menurun secara genetika.
"Untuk umur saya yang segini ini bukan lagi memakai pelembab, tapi serum, karena keluarga kami mempunyai genetic cancer, jadi lebih cepat menopause dan cenderung kulit kering. (Tapi) yang paling penting adalah think beauty is think happy," kata Marissa.
Soraya menambahkan jika bertambahnya usia sama sekali bukan masalah dalam keluarga mereka. Malahan menjadi tua adalah sesuatu alami yang bahagia. "Kalau merasa tua itu akan beda dengan menjadi tua. Kalau merasa tua, apa yang ada di dalam pikiran yang harus kita takutkan adalah bagaimana kita bertambah usia tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk orang lain," katanya.
Shahnaz juga ikutan berbagi tips rahasia mereka untuk selalu menjaga kestabilan kecantikan. Kuncinya hanya satu, selalu merasa bahagia walau sedang ada masalah.
"Kita bahagia, ketawa-ketawa, tidak mengumbar kesedihan itu akan tetap akan kelihatan muda. Berhentilah mengeluh karena memang lebih banyak mengeluh daripada senang. Kalau mengeluh terus, matinya cepat deh," ujarnya seraya tersenyum. (kpl/gum/boo)

"Beliau sangat tender kalau berbicara. Dua hal yang diajarkan ke saya, pertama, jiwa patriotisme itu luar biasa. Right or wrong it is my country. Kita diajarkan dari kecil seberapa baik dan buruk Indonesia di mata dunia, tetap kita bela," ujar Marissa saat ditemui di pemakaman Fawzi di Pemakaman Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jaksel, Selasa (30/06) sore kemarin.
"Yang kedua adalah I can talk to my enemy. Itu adalah yang bisa kita pelajari sekarang, kebanyakan orang tidak mau bicara dengan musuhnya. Maunya berseberangan, tidak empati, tidak mau tahu urusan orang lain, mau menang sendiri," lanjutnya.
Marissa mengaku amat dekat dengan sang mertua. Dia juga selalu mengajarkan padanya bagaimana cara menghadapi musuh politiknya. "Dia sangat berharap Ikang atau saya dapat menjadi wakil bangsa untuk mengurus negeri ini dengan santun dan baik. Dia seorang yang intelektual yang dekat di hati, spirit ekonomi kerakyatan dengan cara diplomatis aku pelajari dari mertuaku," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

Marissa yang sekarang ini masih menempuh pendidikan doktor di UGM dan IPB itu, sedang berusaha mendapatkan kursi dari Pemilu legislative lalu. Pasalnya dalam proses penentuan kursi di DPR, menurutnya, diindikasikan ditemukan kecurangan.
"Diduga mempermainkan UU Pemilu 10/2008 dengan keputusan KPU 15/2009 pasal 25. Aku tau hukum jadi nggak mau dicuri dan kebetulan ini beda dengan kejahatan yang diduga di dalam Pilkada Banten," terangnya saat ditemui di acara pemakaman ayah Ikang Fawzi di Tanah Kusir Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).
Wanita yang akrab dipanggil Icha ini mengibaratkan manuver politik ini bagaikan permainan catur. "Ini ibarat main catur langkah kuda, kalau dilewatkan huruf 'L' itu gosong. Ada sebelas kursi di Dapil Jawa Barat. BPP (Bilangan Pembagi Pemilu, red) putaran pertama sudah terisi. Nah masih ada 9 kursi lagi yang harus diperebutkan oleh 9 partai. PPP tidak BPP. Nggak pecah telor, harus menunggu di putaran 1 dan 2. Tidak masuk, nah di putaran ketiga rumus langkah L itu berlaku," ungkapnya.
Pada penentuan kursi untuk hitungan putaran ketiga di Dapil tersebut, dipastikan akan terjadi pertarungan para Caleg untuk mendapatkan kursi. Termasuk Marissa, yang dimungkinkan akan ikut mempertaruhkan suara yang diperolehnya. (kpl/gum/dar/erl)

"Sakitnya itu tidak terlalu parah. Semuanya seperti sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa. Sebelum jatuh, beliau sudah minta makamnya di mana, sholatnya di masjid mana, dan yayasannya pun beliau yang menentukan," kata Ikang saat dihubungi KapanLagi.com via telepon, Selasa (30/06) siang ini.
Lebih lanjut Ikang mengungkapkan jika sang ayah terkena stroke ringan dan sempat dirawat selama empat hari di RS Meilia, Bogor. "Makin lama penyakitnya makin membaik, tapi tiba-tiba memburuk. Ada penyempitan di pembuluh darah. Dan ini udah keinginannya dan takdir," tambah Ikang.
"Setelah sholat Jumat, sudah terlihat sinyal-sinyal. Setelah makan siang, beliau sempat cuci tangan dan mungkin rasa sakitnya yang tak kuat ditahan membuat beliau terjatuh. Beliau banyak memberi manfaat bagi keluarga dan negara," pungkas Ikang. (kpl/gum/npy)