KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Film ini memiliki unsur-unsur pendidikan dalam pentingnya persahabatan, mencintai tanah air, dan penghormatan kepada orang tua sehingga menjadi ramuan yang baik untuk anak-anak," ungkap Vice President Operation Mizan Publika Putut Widjanarko dalam peluncuran perdana film tersebut di Jakarta, belum lama ini.
GARUDA DI DADAKU menceritakan tentang Bayu yang memiliki impian untuk menjadi pemain sepak bola handal dan menjadi pemain tim nasional Indonesia U-13. Bayu dibantu oleh temannya, Heri yang memiliki cacat tubuh, namun sangat gila terhadap sepak bola, dan Zahra, yang memiliki kesulitan hidup namun kuat dalam menghadapi cobaan.
Kisah persahabatan mereka bertiga menjadi inspirasi dan energi positif yang dapat ditularkan kepada para penonton terutama anak-anak yang memiliki potensi dan mimpi untuk berkembang.
Film ini memiliki kemiripan dengan film produksi Mizan pertama yang fenomenal LASKAR PELANGI terutama dari segi persahabatan dan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua. "Konsep ini sangat cocok dengan semua misi Mizan untuk menyuguhkan hal-hal yang memberikan inspirasi dan menambah pengetahuan kita," ujar Putut.
Menurut rencana, bila film ini meledak di pasaran, maka juga akan mengikuti jejak pendahulunya LASKAR PELANGI untuk dipasarkan di tingkat internasional. Selain itu, film ini juga akan dibuat versi bukunya berdasarkan skenario film yang ditulis Salman Aristo.
Penulis skenario, Salman Aristo mengatakan tentang film ini yang juga mengajarkan militansi mimpi dan potensi anak bangsa yang selama ini belum terlihat. "Ini memang sebuah cerita untuk mewujudkan harapan, mimpi dan kebanggaan terhadap tanah air Indonesia," tambahnya.
Film ini dibintangi oleh bintang cilik Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan dan didukung oleh Maudy Koesnadi, Ikranagara, Ari Sihasale dan Ramzi. (kpl/dar)

"Pas bisa, datang casting, besoknya langsung reading. Aku langsung mau waktu ditawarin sebagai Zahra. Karena ini kesempatan yang bagus. Pengen coba peran yang menantang," tuturnya usai launching film GARUDA DI DADAKU di Blitz Megaplex, Rabu (10/6).
Kata Marsha, sosok Zahra adalah tipikal gadis misterius dan pendiam. Dia hanya berteman dengan Bayu dan Heri. Zahra anak yang baik hati dan berbakat dalam seni.
"Pertama kali ketemu Bayu dan Heri, merupakan adegan yang sulit. Karena karakter Zahra selama hidupnya cuma dengan bapaknya. Ekspresinya harus datar, intonasinya harus datar, gitu–gitu deh. Susah," katanya.
"Untung Om Ifa (sutradara) orangnya sangat baik. Karena arahannya jelas dan bahasanya mudah dapat dimengerti, jadi tidak ada masalah dalam syuting," imbuhnya. (kpl/wwn/boo)