KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kedua musisi klasik handal di Indonesia ini akan memainkan komposisi beberapa lagu klasik kontemporer," kata Kepala Humas dan Protokol, Vishnu Juwono, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/10).
Ia mengatakan, mereka akan menjadi penampil pamungkas setelah penampilan para musisi klasik amatir, hasil audisi yang diselenggarakan pada tanggal 11-12 September 2009 yang lalu.
Selanjutnya pada Jumat (16/10), katanya, Addie MS akan tampil sebagai pembicara pada talk show bertema 'Perkembangan Musik Klasik di Indonesia' dengan pemandu acara Dr. A. Harsawibawa, Staf Pengajar Departemen Filsafat FIB-UI.
"Talk show ini bertujuan agar publik dapat mengetahui bagaimana musik klasik berkembang di tanah air dan kendala yang dihadapi para musisi klasik di dalam industri musik Indonesia," ujar Vishnu.
Sementara itu, pada hari yang sama, Twilite Youth Orchestra (TYO) akan tampil dengan konduktor Eric Awuy.
Addie MS, sebagai Music Director of Twilite Orchestra akan berbagi informasi dan pengalaman dengan melihat perjalanan panjang Twilite Orchestra hingga mampu menembus dan tampil di Sydney Opera House, Australia.
FIB KLASIKA 2009 merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman publik kampus tentang apa dan bagaimana musik klasik disajikan.
Pada masa mendatang, melalui acara ini diharapkan akan semakin banyak bibit-bibit baru yang muncul ke permukaan dan tingkat apresiasi mahasiswa terhadap musik klasik juga semakin bertambah.
"Tidaklah berlebihan bila suatu saat kelak dapat terbentuk Pusat Kajian Musik Klasik di FIB-UI, sebagai upaya untuk lebih mengembangkan musik klasik yang bernuansa Indonesia," tandas dosen UI tersebut. (kpl/bar)

Jabo banyak membawakan lagu-lagu ciptaannya bersama dengan Henky Kurniadi, seorang pengusaha dan pecinta seni di Surabaya. Pria yang tampil dengan gaya santai dan seringkali mengeluarkan umpatan khas Surabaya itu membawakan beberapa lagu rancak, seperti Dongeng Politik dan Sang Rajawali.
Penyanyi asli Surabaya yang kini banyak tinggal Australia itu awalnya tampil dengan lagu-lagu santai, namun kemudian dipadu dengan lagu-lagu menghentak.
Sementara itu penyair W.S Rendra, malam itu juga tampil memukau dengan membaca puisi berjudul Maskumambang. Puisi itu berisi kegelisahan seorang tua yang bingung mewariskan budaya yang kacau untuk anak cucunya.
Saat sampai pada kata-kata yang mengritik kekacauan, termasuk politik di negeri ini, Rendra banyak mendapatkan tepukan tangan ratusan penonton yang memadati gedung di kompleks Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) itu.
Sementara Maya Hassan sempat mengiringi Jabo, namun kemudian diberi kesempatan untuk tampil solo dengan iringan musik rekaman. Harpanis terkemuka itu juga banyak mendapatkan tepukan tangan penonton. (kpl/dar)

Walaupun pameran seni biasanya identik dengan pameran lukisan, namun ternyata Maya bukan ingin memamerkan lukisan di kesempatan ini.
"Saya bukan pelukis, tapi sih pengen banget melukis. Kalau untuk sekarang saya kalau menggambar parah banget. Misalkan kalau nggambar anjing jadi kayak jerapah, trus ikan mas koki jadi kayak paus. Nggak karuan pokoknya. Tapi buat saya nggak ada yang paling membahagiakan selain berkesenian, apalagi yang bisa membuat orang lain senang," katanya.
Jadi, walaupun tidak menyumbangkan karya seni lukis, Maya ingin menunjukkan bakatnya dalam bentuk berkesenian yang lain.
"Ya paling menampilkan lagu-lagu saya, lagu-lagu baru. Saya nantinya akan mengangkat genre baru dalam bermain harpa," ungkapnya. (kpl/ant/npy)