KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saat habis pulang operasi tumor di perut di Singapura, aku langsung terbang ke Palangkaraya untuk manggung dengan kondisi jahitan masih basah. Aku memang sakit tumor tapi suka pindah tumornya," kata Melanie di sela acara HIFFEST di High/Scope, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11).
Melanie menuturkan, penyakit yang dideritanya sudah 15 tahunan. Dari 8 tahun lalu ia memang sudah tahu tidak bisa hamil dan memang gara-gara penyakit ini. Pun begitu ia tidak pasrah begitu saja. Ia memilih bekerja meskipun sekarang lebih gampang capek. Dan untung saja, dari keluarga juga selalu memberikan dukungan.
"Keluarga aku juga gimana ya, mereka ada selalu di samping aku, tapi mereka kan nggak tahu sakit yang aku alami. Mereka men-support banget, tapi ini bukan pembicaraan yang sering dibahas di keluarga. Ya, sekarang jalanin sekuatnya," kata musisi yang masih harus menjalani operasi lagi pada 23 November mendatang, setelah proses pengangkatan tumor di rahim selama 15 hari di RS Singapura pada 2 September lalu.
"Ya sebenarnya dokter yang menangani aku orang Kanada, terus RS suka pindah-pindah, jadi yang terakhir operasi kemarin di Elizabeth," tambahnya. "Sekarang tinggal bekas lukanya, jadi kayak digaruk-garuk dari dalam."
Ditanya perannya sebagai juri di acara HIFFEST, Melanie makin semangat menjawab. "Tujuannya, lebih mempraktekkan apa yang sudah diajarkan. Kalau untuk aku mencari ide baru, aku memang bukan pelaku film. Tapi aku sudah ngobrol-ngobrol dengan pelaku film, dan acara ini memang bagus. Kita hanya mencari sesuatu yang beda," terangnya. (kpl/adt/boo)

"Iya, aku melihat teman-teman kayak Luna Maya jadi produser, kenapa aku nggak? Segala sesuatu sih harus panggilan jiwa. Kalau produser memang aku udah kepikiran. Aku mau tahu kalau menciptakan sebuah proses itu menarik," katanya.
Pun optimis dengan niatnya, Kinar mengutarakan bahwa ada sedikit ketakutan jika ia menjadi produser. "Takut dengan hasilnya yang tidak memuaskan, kendala di lapangan. Nanti aku harus menghadapi itu semua, mental bener-bener deh," ujar Kinar.
Ketakutan itu, lanjutnya, sebenarnya lebih ke hal teknis. Tapi jika nanti ada kesempatan untuk terjun langsung, Kinar yakin bisa lebih cepat mengertinya. "Aku nanti nggak terlalu idealis, tapi masih komersil. Aku juga pengen mendengar pendapat orang tentang aku," terangnya.
Disinggung perasaannya menjadi juri di ajang ini, artis kelahiran Jakarta, 3 Maret 1979 yang ditemani juga oleh Melanie Soebono ini mengaku agak takut. Pasalnya, ini kali pertama ia menjadi juri. Alhasil sempat bingung dan beberapa kali bertanya kepada Melanie.
"Ternyata simple, nggak terlalu ribet. Aku juga senang di bidang ini, dan ini adalah karya anak-anak kecil. Aku sih di posisi yang menilai, jadi nggak sabar segera mengomentari," pungkasnya. (kpl/adt/boo)

"Lagi buat album perempuan. Itu semua tentang perempuan dan bukan untuk komersil," tutur Oppie saat ditemui di Istora Senayan, Sabtu (07/11) kemarin.
"Ada program peduli perempuan dan ada 7 LSM perempuan tergabung di sana dan membutuhkan dana. Saya ditunjuk sebagai duta dan itu bentuk kepedulian saya yang nantinya dijual murah," terang Oppie mengenai proyek album perempuannya itu.
Dan Oppie tidak sendiri dalam proyek ini. Rencananya, dia akan menggandeng musisi-musisi perempuan lainnya seperti Tere, Rika Roeslan, dan Melanie Subono.
"Sebenarnya yang duta itu saya dan Melanie dan ini ide saya. Jarang punya lagu perempuan yang memberikan motivasi apalagi inspirasi. Banyak perempuan-perempuan yang tidak punya mimpi dan kesempatan. Intinya, lagu itu memberikan semangat buat perempuan-perempuan," kata Oppie bersemangat.
Proses album itu sendiri masih terus berjalan, apalagi, Oppie baru saja mendapatkan sponsornya saat ini walaupun seharusnya album itu selesai bulan Desember mendatang.
"Tidak ada yang mau mendanai karena ini bukan untuk komersil. Cukup sulit mencari dana untuk hal ini dan benar-benar niat untuk sosial. Ini biaya kita sendiri," tambah Oppie mengenai album berjudul SEPERTI KARTINI itu.
Hasil penjualan album berisi enam lagu itu pun tidak akan masuk ke kantong Oppie dan kawan-kawan. Semuanya disumbangkan untuk LSM perempuan.
"Di sini saya nggak dapat royalti karena akan disumbangkan semua untuk LSM perempuan," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"Lha menurut loe sekarang gue sebagai apa?" Ujar putri sulung pasangan Adrie Subono - Chrisye Subono tersebut kepada KapanLagi.com sambil tersenyum.
"Meskipun kemarin rahim gue diangkat karena kena tumor, namun gue juga masih sebagai seorang wanita. Gue sih enjoy aja jalani hidup ini," sambungnya setelah cukup lama tersenyum.
Ditemui KapanLagi.com saat menjadi juri acara Starbuzz, di Studio TPI, (22/10), Melanie lantas menjelaskan aktivitas barunya yang merupakan hasil kepercayaan seorang Menteri.
"Gue juga kan kemarin diberi kepercayaan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan sebagai duta wanita untuk human traficking," terangnya bangga.
"Bagi gue, seorang wanita itu bukan cuma yang berpenampilan pakai rok, banyak juga kan yang pakai rok ternyata kelakuannya nggak mencerminkan sebagai seorang wanita," pungkasnya. (kpl/ant/bar)

"Gue nggak takut. Bisa dilihat kan sekarang, ternyata banyak juga yang tampilannya pakai dasi, rapi, malah berbuat kejahatan yang lebih ngerugiin orang lain, dibanding orang yang tampilannya bertato," ujarnya blak-blakan.
Ditemui KapanLagi.com saat menjadi juri acara Starbuzz, di Studio TPI, (22/10), perempuan kelahiran Hamburg, Jerman itu lantas mengatakan jika ia juga sempat mengalami konflik dengan keluarga gara-gara tato.
"Iya awalnya, terutama dari mama. Malah gue sering dibandingin ama saudara, bagaimana seorang wanita itu seharusnya," terang kakak kandung Christy dan Adrian Subono tersebut.
"Namun gue bisa buktiin kalau sampai saat ini gue masih baik, nggak pernah nyentuh drug atau nyolong. Gue pingin bilang kalau tato ini hanya sebuah seni," tandasnya. (kpl/ant/bar)

"Dia kan seniman tato. Rencananya gambarnya adalah gambar seluruh keluarga gue, menceritakan bagaimana gue di keluarga, dan saat kemarin gue kabur," kata Melanie usai menjadi juri di acara STARBUZZ di Studio TPI, Jakarta, Kamis (22/10) kemarin.
Dikatakan putri Adrie Subono ini, tato yang dimilikinya kadang dinilai aneh bagi orang lain, alasan mereka tidak bisa dimengerti. Tapi Melanie bisa memahaminya. "Soalnya memang semua tato di tubuh gue melambangkan apa yang penting, yang terjadi di hidup gue. Sebagian besar orang mungkin akan menceritakan apa yang dialaminya ke buku diary, namun aku lebih suka di tubuh. Soalnya kalau diary kan bisa hilang, kalau di tubuh itu selamanya," tuturnya.
Misalnya saja, lanjut Melanie, tato cincin di jarinya. Itu dibuat sebelum ia menikah dengan Gusti. "Ini perlambang persahabatan kita. Soulmate. Pokoknya semua tato di tubuh gue itu memorial, sampai ada yang gue timpa empat kali, soalnya kejadian tersebut terjadi berulang kali. Itu saya gambar di betis, sampai sakit banget waktu itu," terangnya.
Tapi, walaupun mengaku menyukai tato, Melanie masih punya aturan mengenai tempat-tempat ia membuat gambar-gambar istimewanya. Ia menghindari leher atau pipi untuk tatonya. "Nggak lah, gue mikirnya pasti suatu saat menghadiri acara-acara resmi, nggak sopan banget kalau pakaian gue resmi, semisal pakai kebaya tapi tato kelihatan banget. Meski gue rock and roll tapi gue masih menjaga adat ketimuran. Gue masih sungkem sama ortu, kalau dipanggil masih bilang, 'dalem' (iya dalam bahasa Jawa-red). Apalagi gue juga kan seorang wanita, nggak ingin permalukan Papa," jelasnya panjang lebar.
Melanie juga belum kepikiran untuk memenuhi seluruh tubuhnya dengan tato. Yang pasti apa yang dia alami sekarang dan menurutnya penting bakal dilukis di tubuhnya. "Ya yang sampai mencapai titik batas energi atau emosi gue, atau yang bisa membuat perubahan dalam kehidupan gue," jawabnya kala ditanya kriteria penting dalam hidupnya. (kpl/ant/boo)

"Siap. Kan gue pernah operasi juga dulu. Cuma sekarang ukuran lebih gede dan ada bekas luka, sudah lama dibredel. Ya, cuma dua kali luka aja," ujarnya santai di sela Buka Bersama Bersama Pengajian Kopaja di kediaman Adrie di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (27/8) malam.
Dituturkan Melanie, gara-gara sifat cueknya, perutnya sempat membesar seperti orang hamil 4 bulan hanya dalam waktu 4 hari. Saat itu, meski sakit ia tetap ngotot mengadakan tur di beberapa kota. Alhasil, operasi adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri penyakit yang dideritanya tersebut. Melanie juga pasrah dengan apa pun hasilnya nanti.
"Iya mungkin Tuhan kasih cobaan. Gue kan selalu ngerasa bisa dan kuat, jadi kalau dikasih cobaan kayak gini, kuat apa nggak? Gitu kali," katanya.
Sementara Melanie santai, lain halnya dengan sang suami, I Gusti Ngurah Agus Wijaya. Pria yang menikahinya sejak 11 Januari 2006 lalu itu panik setiap kali Melanie merasa sakit. "Ya kadang dia senewen kalau gue ngeyel, karena dia tahu kalau miom dan kista itu membuat muter. Dia panik, tapi gue lebih panik lagi lihat dia," tukas Melanie.
Dan meski terkesan cuek, sebenarnya dalam hati kecil Melanie, ia merasa tidak nyaman juga dengan penyakitnya. Apalagi jika dihadapkan pada kenyataan bahwa ia tidak bisa memiliki momongan dari rahimnya sendiri.
"Kalau dulu waktu operasi pertama, gue nggak bisa lihat muka bokap-nyokap gue. Mereka mengharapkan cucu, tapi bagaimana dong? Adanya kayak gini. Mereka juga sudah tahu dan sudah terima. Lagian kan ada adik gue. Dia aja suruh kawin," ujar Melanie sambil tertawa. (kpl/buj/boo)