KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Jadi konsep dasarnya benar-benar mengikuti lirik yang ada di lagunya, dua orang pasangan yang pacaran tapi kondisinya sedang berantem. Pada akhirnya si cewek jalan sama cowok lain yang bukan pacarnya, bikin si cewek cemburu dan si cowok juga demikian," ungkap Rizal Mantovani saat ditemui di lokasi syuting di Kawasan Kota Tua Cipta Niaga, Jakarta Utara, Kamis (12/11).
"Jadi tarik ulur antara perasaan sayang dan sebel di antara mereka berdua," tegasnya menambahkan.
Keberadaan Raffi dan Bella dengan berbagai kisah masa lalunya, sangat mendukung pembuatan video klip tersebut. Di samping keduanya juga sudah memiliki kemampuan dalam soal akting.
"Senengnya aku dapetin mereka berdua sudah dekat, jadi chemistry di antara mereka untuk ditangkap kamera itu aku rasa akan lebih mudah," ungkapnya.
Kisah masa lalu keduanya pun, diakui Rizal dimanfaatkan sepenuhnya untuk sebuah hasil yang maksimal.
"Untuk saya plusnya dua, selain saya kerja dengan dua insan yang dulu pernah dekat tapi di luar konteks itu mereka pemain-pemain yang sangat bagus," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Nggak risih sama sekali, karena aku dapat dukungan dari Chico (pacarnya sekarang, red), mama, teh Melly. Karena menurut aku setiap orang punya masa lalu dan aku sama Raffi sudah kaya temen banget. Buat aku yang namanya mantan nggak pernah jadi musuh," aku Bella dengan suara seraknya.
Bella sendiri yang ditemui di sela pengambilan gambar video klip Jodoh di Tangan Tuhan di Kawasan Kota Tua Cipta Niaga, Jakarta Utara, Kamis (12/11), mengaku tidak merasa tersindir dengan lagu itu. Justru, mungkin orang lain yang merasa tersindir.
"Karena lagunya nggak kena aku, mungkin kenanya ke temen-temen BBB Zone (komunitas fans, red) karena ini salah satu permintaan mereka. Tapi buat aku alhamdulillah nggak kena. Kalau putus ya putus,"
Bella sebelumnya diketahui telah menjalin hubungan dengan Raffi Ahmad, setelah berganti beberapa pacar, terakhir pacaran dengan bintang sinetron Chico Jericho. Seperti tak mau kalah Raffi pun demikian, dan terakhir memilih janda berputra dua, Yuni Shara.
Lagu Jodoh di Tangan Tuhan sendiri diciptakan oleh Melly Goeslaw pemrakarsa berdirinya BBB (Bukan Bintang Biasa, red). Sementara video klipnya digarap oleh Rizal Mantovani. (kpl/gum/dar)

KD bertekad menjalani karirnya secara profesional, soal DI3VA dan mantan suaminya, yang selama ini banyak menyumbang lagu padanya, KD masih enggan untuk memberikan keterangan. "Tentang DI3VA, dan segala macamnya saya nggak bisa ngeluarin statement dari mulut saya sendiri, karena menyangkut orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saya berharap nantinya, pengacara saya bisa menyampaikan. Tentang larangan menyanyikan lagu dari mas Anang, sampai sekarang belum ada surat resmi darinya. Tapi kalau pun ada, saya tidak masalah, justru dari situ bisa dilihat bagaimana saya menomorsatukan profesionalitas saya," ungkap KD saat menggelar konpres di rumahnya kawasan Radio Dalam, Jaksel, Minggu (25/10).
Meski tanpa dukungan Anang, KD masih punya teman-teman lain yang mendukung dengan karya mereka "Saya juga berterima kasih kepada Melly, yang dengan baik hati dan penuh persahabatan tetap mengizinkan saya untuk menyanyikan lagunya. Dan terakhir-terakhir ini saya lebih banyak menyanyikan lagu Melly," terangnya.
Meski di tengah perceraiannya, semangat KD untuk terus meniti karir tidak juga pupus. Dan berharap semua yang dilakukannya berguna untuk kedua buah hatinya. Selain tampil di Malaysia, pelantun Menghitung Hari ini juga akan meluncurkan single bareng Maia Estianty. "Saya di Malaysia itu kemarin launching album AKU WANITA BIASA, saya berharap bisa jadi impact yang baik untuk kesejahteraan anak-anak. Rencana ke depan, tidak ada yang berubah, saya akan belajar ikhlas," tegas ibu dua anak ini.
"Kalau show kemarin itu nggak padat, saya mengambil nilai positifnya, yaitu istirahat dan kumpul bersama keluarga. Saya juga akan mengeluarkan single bersama Maia Estianty. Akan rilis bulan November. Terus aku ada proyek bersama Siti Nurhaliza. Sekarang udah ngumpul enam lagu, dan insya allah akan segera rilis awal Januari. Bertepatan dengan ulang tahun dia, tanggal 11 Januari," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Ya jabatan itu kan tidak harus pakai batik terus kan, kebetulan pulang dari Bali habis ketemuan warga Sunda di sana. Kebiasaan saya kalau jalan keluar, sempatkan ketemu dengan teman-teman," ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat ini yang saat itu terlihat hanya bersama ajudan tanpa ditemani sang istri.
Ayah dua orang anak ini selalu menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan di sela-sela tugasnya kepada negara. Lalu apakah yang biasa ia lakukan di kala senggang? "Kalau kita berbicara di dalam era politik itu berbicara kekuasaan dan pemerintahan, kalau menurut saya politik itu adalah rakyat ketika kita berbicara tentang rakyat kita harus berbahasa rakyat yang ada di sekeliling kita ini. Mulai dari petani sampai dengan kelas yang ada di gedung bertingkat. Dan karena background saya selebriti jadi tidak ada jeda antara masyarakat dan ini benar-benar saya manfaatkan untuk berkomunikasi," jelas Dede.
Diakui oleh Dede aktivitasnya di pemerintahan kadang menimbulkan rasa kangen di dunia hiburan. "Oh ya kangen saya, kalian saja yang tidak pernah ke Bandung. Saya dan teman-teman seperti Hedi Yunus, Melly (Goeslaw, red) sedang bikin GASS (Gabungan Artis Seniman Sunda), insya allah tanggal 31 (Oktober) saya undang mereka (teman-teman artis) untuk halal bihalal sekalian teman-teman (pers) kalau mau ikut," pungkasnya sembari menambahkan ia ke Jakarta juga menyempatkan diri menengok anaknya, baru setelah itu kembali ke Bandung. (kpl/gum/riz)

Untuk program DAHSYAT yang merupakan program in-house musik RCTI ini akan hadir berkolaborasi dengan Tim News Seputar Indonesia RCTI. Hal ini dikatakan oleh Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming RCTI melalui Yulia Maroe selaku Communications Officer RCTI pada Jumat (16/10), melalui siaran persnya yang diterima KapanLagi.com.
"Untuk program DAHSYAT Spesial sebelumnya, DAHSYAT akan hadir di lima lokasi area RCTI dan juga Gedung MPR serta Istana Negara. Dalam program Pelantikan Presiden dan Wapres RI tersebut akan ditampilkan Performance Band/Solo, Talk Show, Chart Dahsyat, Laporan Langsung (Live Report) baik di Gedung MPR maupun Istana Negara," katanya.
Dikatakan Harsiwi bahwa sebagai program musik yang menampilkan musisi dengan karya musiknya untuk DAHSYAT spesial ini, akan menampilkan tampil beberapa musisi di antaranya The Rock Indonesia, Mulan Jameela, Melly Goeslaw, Saykoji, Netral, Cokelat, Ari Lasso, Zigaz, Pee Wee Gaskin dan The Moon.
"RCTI selalu berupaya menampilkan program spesial untuk pemirsa di rumah. Khusus untuk program pelantikan ini kami kembali mencoba menghadirkan kolaborasi antara program berita yang serius dan program musik. Ini sebuah terobosan baru sehingga masyarakat dapat menikmati prosesi pelantikan Presiden dan Wapres kita dengan lebih ringan," kata Harsiwi Achmad.
Untuk program DAHSYAT ini juga akan diramaikan host yang sudah sangat kompak dan kocak yaitu Raffi Ahmad, Olga Syahputra dan Luna Maya, serta turut hadir pula Ade Namnung, Marcel Chandrawinata dan beberapa artis lainnya.
"Sedangkan dari Studio RCTI, host Putra Nababan akan menggelar talkshow bersama Eep Saefulloh Fatah, serta perwakilan Partai Demokrat dan Partai Koalisi - PDIP. Dan dari Gedung MPR, Luna Maya akan talkshow bareng Ari Lasso dan dipandu oleh Host Isyana Bagoes Oka. Host Aiman Wicaksono sendiri akan memberikan laporannya dari lokasi lain, yaitu Istana Negara," paparnya. (kpl/rom/bun)

"GASS lebih kepada kegiatan sosial," tutur Melly saat ditemui di aksi pengumpulan dana sekaligus peresmian GASS di Just Steak, Mahakam, Jaksel, Kamis (15/10).
"Banyak sekali seniman-seniman sesepuh yang kurang dapat perhatian dari negara akan kita perhatikan. Kalau ada bencana seperti di Tasik dan Padang kita akan bergerak untuk melakukan penggalangan dana. Seperti malam ini, selain peresmian GASS, kita juga mengumpulkan dana," terangnya.
Dana yang terkumpul malam itu sendiri sebanyak Rp300 juta dan akan disalurkan ke korban bencana di Sumbar selain juga untuk para artis sesepuh.
"Target kita lebih ke rehabilitasi anak-anak yang masih trauma karena bencana gempa dan disumbangkan kepada sesepuh kita yang membutuhkan," tambah Melly.
"Sementara ini banyak sekali seniman, baik dari tari atau penyanyi, yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional dan membawa prestasi yang luar biasa. Jadi, sementara ini apa yang bisa kita lakukan akan kita lakukan. Kita tidak mau kesenian kita diambil oleh bangsa lain," pungkasnya. (kpl/hen/npy)

"Ini bukan gerakan etnik. Kita ingin memperjuangkan hak kita bahwa kita termasuk donatur yang terbesar terhadap negara, tapi fasilitas buat kita bisa dibilang zero," terang Melly dalam aksi pengumpulan dana dan peresmian GASS yang dilangsungkan di Just Steak, Mahakam, Jaksel, Kamis (15/10) kemarin itu.
"Sampai saat ini tidak pernah difasilitasi gedung. Sampai mati pun kita mungkin masih menyanyi di tempat seperti tempat undangan, tempat olahraga," lanjutnya.
Melly menuturkan jika selayaknya pemerintah memperhatikan hal ini. Pasalnya, mereka juga telah patuh membayar pajak.
"Sejauh ini kita membayar pajak tapi kita tidak dikasih fasilitas yang layak seperti gedung pertunjukan untuk konser besar. Jadi, saya rasa banyak sekali tugas buat pemerintah karena pajak adalah kewajiban setiap warga," tutur pencipta lagu sekaligus penyanyi handal ini.
Lalu kenapa hanya seniman Sunda saja? "Mungkin untuk sementara waktu baru Sunda dulu nanti akan menyusul gabungan dari Batak, Ambon. Karena untuk merekrut se-Indonesia susah yang nantinya akan menjadi Gabungan Seniman Indonesia. Jadi kalau ada yang mau ambil kesenian kita, kita enggak bakal tinggal diam. Kalau angklung diambil, GASS maju, kalau pemerintah nggak dengar, kita nanti yang akan maju," jawabnya. (kpl/hen/npy)