KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Waktu Metallica mencari pemain bas, saya sempat menghubungi mereka tapi saya tidak pernah mendapat tanggapan balik. Saya bisa saja meninggalkan dunia gulat kalau saya diterima menjadi pemain bas Metallica," ungkap pria bernama asli Terry Gene Bollea ini dengan mantap.
Dan antusiasme menekuni dunia musik ini ternyata bukan sekedar luapan emosi sesaat saja. Buktinya, Hulk Hogan juga sempat 'melamar' menjadi pemain bas dari grup band lain selain Metallica. "Waktu itu saya sedang berada di Inggris untuk menyerahkan sebuah penghargaan bersama Jerry Hall, mantan kekasih Mick Jagger, dan dia mengatakan kalau The Rolling Stones sedang mencari pemain bas. Setelah itu saya langsung mengirim banyak barang yang ia minta dan saya bilang, 'Bilang pada Mick kalau saya adalah pemain bas yang handal.' Sayang saya tidak pernah dihubungi mereka," ungkap Hulk Hogan seperti dilansir FemaleFirst. (fmf/roc)

Saat itu, John Phillips, pentolan The Mamas and The Papas, datang mengunjungi Mick bersama putrinya, Mackenzie, untuk acara makan-makan bersama. Saat John kemudian keluar untuk berbelanja, Mick dengan segera mengunci pintu dan segera merayu Mackenzie yang ternyata juga tak keberatan dengan perlakuan Mick Jagger ini.
"Ayah saya keluar untuk berbelanja, Mick lantas mengunci pintu, memandangi saya dan berkata, 'Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak kamu berumur 10 tahun.' Dan mulai merayu saya. Waktu ayah saya datang dan berkata, 'Anakku ada di dalam sana, biarkan dia keluar,' tapi kami tidak peduli," ujar Mackenzie seperti dikutip dari FemaleFirst.
Untungnya John tak marah dan hanya menanyakan apakah anaknya baik-baik saja. Dasar Mick Jagger. (fmf/roc)

Undercover memberitakan bahwa ada seorang sumber yang melaporkan bahwa Charlie Watts tak akan lagi ikut dalam tur maupun rekaman bersama grup ini dan sebagai gantinya, sisa personil The Rolling Stones merekrut Charlie Drayton, seorang drummer session dari New York yang sempat bekerja sama dengan Keith Richards sebelumnya.
Pihak The Rolling Stones sendiri sepertinya merasa gerah dengan berita ini dan segera melepas pernyataan resmi bahwa Charlie tak akan keluar dari The Rolling Stones. "Bertolak belakang dengan rumor yang dimuat di sebuah situs musik di Australia, drummer Charlie Watts tidak keluar dari The Rolling Stones," papar Fran Curtis, juru bicara The Rolling Stones, lewat sebuah email seperti diberitakan Reuters. (omg/roc)

"Kebanyakan rock star tak pernah menjadi dewasa. Dan bukan itu yang saya cari saat ini. Sama sekali bukan," ungkap Jerry Hall mengomentari Mick Jagger. Awalnya, Jerry mengaku terpikat oleh kharisma Mick Jagger dan mengira bahwa suatu saat nanti Mick pasti juga akan menjadi dewasa seperti orang-orang lain. Celakanya, sampai lama Mick tak pernah berubah dan terpaksa Jerry yang mundur.
Sejak saat itu, Jerry Hall mengaku kapok menjalin hubungan dengan seorang rocker seperti Mick. "Saya tidak akan kencan dengan rock star lagi. Buat saya Mick adalah masa lalu. Saya hanya ingin bertemu orang yang saya sukai, seseorang yang baik pada saya," lanjut Jerry seperti dikutip dari FemaleFirst.
Sampai saat ini, Mick Jagger telah memiliki tujuh orang anak dari empat wanita yang berbeda. Dari Marsha Hunt, Mick mendapatkan seorang anak sementara dari Bianca Jagger, ia juga mendapatkan seorang anak pula. Yang terakhir Mick mendapatkan seorang putra dari wanita bernama Luciana Gimenez. (fmf/roc)

Grup yang beranggotakan Mick Jagger, Keith Richard, Ronnie Wood dan Charlie Watts ini memang terkenal tak mau pasang tarif rendah. Angka yang dipatok ini bahkan lebih tinggi dari tarif Elton John yang biasanya hanya meminta 2 juta Poundsterling saja. Kylie Minouge, Christina Aguilera dan George Michael yang konon sering pasang tarif mahal pun masih belum seberapa dibanding The Rolling Stones ini.
Dalam sebuah poling yang diselenggarakan sebuah stasiun televisi di Inggris, The Rolling Stones menduduki posisi pertama dengan tarif paling mahal sementara Duran Duran menutup posisi 12 besar dengan tarif sebesar 500 ribu Poundsterling. Berikut adalah daftar 12 musisi dengan tarif paling mahal seperti dikutip dari FemaleFirst.
1. The Rolling Stones (5 juta Poundsterling)
2. Elton John (2 juta Poundsterling)
3. Kylie Minogue (2 juta Poundsterling)
4. Christina Aguilera (1,5 juta Poundsterling)
5. George Michael (1,3 juta Poundsterling)
6. Amy Winehouse (1 juta Poundsterling)
7. Paul McCartney (1 juta Poundsterling)
8. Leona Lewis (1 juta Poundsterling)
9. Jennifer Lopez (1 juta Poundsterling)
10. Barry Manilow (750 ribu Poundsterling)
11. Rod Stewart (600 ribu Poundsterling)
12. Duran Duran (500 ribu Poundsterling)
(fmf/roc)

Penampilan Kaka Slank ini benar-benar mampu membangkitkan era zaman musik Rolling Stone. Kaka tampil menghentak panggung di tengah malam setelah sebelumnya panggung dihentak beberapa band lokal.
Di malam tersebut Kaka Slank membawakan beberapa hits lagu-lagu Rolling Stone yang dimotori oleh Mick Jagger. Dibantu oleh Yuke Pas Band, ratusan penonton pun langsung terpacu andrenalinnya untuk ikut bernyanyi.
Kaka sendiri yang ditemui juga bangga bisa tampil di Medan karena lagu-lagu yang dibawakan dapat diterima. "Oke, tampil di Medan dan membawakan lagu-lagu milik Rolling Stone benar-benar bisa diterima. Apa lagi ada Konsulat Amerika, benar-benar bangga rasanya," kata Kaka seusai tampil kepada KapanLagi.com.
Hal senada juga dikatakan oleh Yuke yang tidak menyangka bisa tampil di hadapan kaum ekspatriat. "Total seluruhnya lagu yang dibawakan adalah milik Rolling Stone. Ternyata para bule yang ada dapat menerimanya. Jadi buat kita berdua benar-benar merasa bangga," ungkap Yuke. (kpl/rom/npy)

"Tempat yang menjadi tonggak keberhasilan musisi Inggris itu adalah sumber kita semua untuk mempelajari sejarah dan budaya, karena berawal dari tempat itulah, musik Inggris dikenal luas oleh dunia, sudah seharusnya tradisi untuk mempertahankan budaya yang tak ternilai ini dilanjutkan," jelas rocker gaek tersebut.
Sementara, di tempat itulah lebih dari 40 tahun lalu, Rolling Stones, The Beatles, The Kinks dan The Who saling bergantian mengadakan pertunjukan, bahkan Alfred Hitchcock sering mengunjungi tempat tersebut di masa remajanya. Akan tetapi sejak tahun 200 lalu, venue legendaris tersebut telah menjadi hak milik UCKG.
"Sungguh suatu kekecewaan mendengar tempat yang begitu indah, penuh sejarah, serta merupakan pusat berkesenian, kini harus dikuasai oleh komunitas lokal, saya sepenuhnya mendukung setiap upaya pelestaraian yang bertujuan memberi tempat bagi musik, film, dan setiap karya seni yang akan kita wariskan untuk generasi mendatang," tegas Sir Mick Jagger. (mus/bar)