< >

BLOG MIEA KUSUMA


Miea Kusuma Tak Peduli Gelar

Kapanlagi.com - Raden Ajeng Mira Hendriastuti Kusuma adalah nama panjang dan asli dari artis Miea Kusuma. Kalau mau menilik dari nama tersebut sudah jelas bobot, bebet, dan bibit istri Angga Suryana Patah ini berasal. Miea berasal dari keturunan Raja Solo. Tapi si bungsu dari banyak saudara ini mengaku paling bertingkah, tidak seperti sikap seorang Putri Solo.

Bagi Miea, secara pribadi gelar keningratan seperti itu sebenarnya tidaklah terlalu penting. "Terpenting sekarang ini adalah siapa loe dan apa yang dibuat loe," tandasnya saat disambangi di Planet Hollywood, Selasa (25/8).

Lahir di Bandung 6 Juni 1979, Miea malah ketemu jodoh dari kalangan biasa saja. "Gua Jawa banget yang pecicilan, jadi ketemu dengan dia klik banget," ungkapnya.

Sudah dua tahun menikah tapi Miea sampai saat ini belum diberi tanda-tanda bakal segera dapat momongan. "Aku tidak menundanya, karena anak adalah rejeki, jadi tidak perlu ditunda," katanya.

Padahal baik Miea dan Angga, sama-sama berasal dari keluarga besar. "Kalau susah sih tetap jalan terus," tandasnya.

Sebagai orang Jawa, berbicara mengenai film KERAMAT, Miea menilai KERAMAT adalah sesuatu yang absurd. "Saya telah ditanamkan nilai-nilai itu sejak kecil," kata Miea.

Soal KERAMAT yang paling susah adalah pengejawantahannya karena banyak juga aturan-aturan yang dilanggar.

"Mungkin sebenarnya nenek moyang kita itu ingin berpesan kepada kita untuk menjaga dan melestarikan budaya dengan kehadiran misalnya Candi Borobudur atau yang lainnya," tutur Miea(kpl/wwn/bun)


Lihat profil: Miea Kusuma
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 27-08-2009 |

Miea Kusuma Lebih 'Enjoy' Jadi MC

Kapanlagi.com - Telah tiga film dimainkan Miea Kusuma, TAK BIASA (2004), WAKIL RAKYAT (2009) dan yang terbaru KERAMAT karya Monty Tiwa, produksi Starvision Plus yang baru saja dilansir di Planet Hollywood, Selasa (25/8). Tetapi hati Miea ternyata belum mantap di film. Kalau disuruh memilih, wanita berdarah biru ini tetap pilih menjadi MC (Master of Ceremony).

Hal itu bisa dimaklumi karena MC-lah karir pertama Miea di dunia hiburan. Sampai saat ini Miea masih tercatat sebagai presenter extreme kuliner dan host sebuah tayangan infotainment. Suami Miea pun, Angga Suryana Patah, adalah seorang penyiar radio beken di Jakarta. Jadi kloplah mereka.

"Dulu cita-cita pingin jadi dokter, waktu SMA malah masuk IPS, kuliah di antropologi. Kalau aku sebenarnya mengikuti ke mana angin mengarah saja, intinya jarang orang dapat mewujudkan mimpinya," ujarnya.

"Soal sukses itu kan sebuah penilaian dari orang lain, yang penting bagaimana kita menjalani dan melakukan apa yang di depan kita," imbuhnya.

Seperti saat dia menikah di awal meniti karir, banyak orang meragukannya eksistensinya, apalagi di dunia entertaint status bisa menjadi ruang sensitif. Miea pun tak peduli, pada bulan Agustus 2007 dia menikah.

"Buat menghindari fitnah dan perbuatan maksiat," kelakarnya. Dan terbukti sampai saat ini Miea malah main film lagi. "Kita harus mematahkan mitos seperti itu," ujarnya semangat.  (kpl/wwn/bun)


Lihat profil: Miea Kusuma
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 26-08-2009 |

Miea Kusuma Terbawa Karakter 'Judes'

Kapanlagi.com - Secara watak Miea Kusuma punya bakat judes, makanya sangat pas saat sarjana antropologi Universitas Padjajaran ini diplot oleh sutradara Monty Tiwa untuk membawakan karakter judes, keras, dan powerfull dalam film KERAMAT.

Alhasil, dengan sedikit polesan, karakter tersebut dimainkan Miea dengan apik. Tapi celakanya, karakter itu terus menempel padanya hingga produksi film tersebut kelar.

"Sempat ketika pulang ke rumah ngerokok, lebih judes, dan itu berlangsung beberapa minggu setelah syuting kelar. Teman-teman juga yang akhirnya membalikkan keadaan kembali seperti semula," tutur pemilik nama panjang Raden Ajeng Mira Hendriastuti Kusuma ini, saat ditemui di acara premiere film KERAMAT di Planet Hollywood, Selasa (25/8).

Film KERAMAT itu sendiri merupakan film ketiga Miea, setelah sebelumnya dia pernah main di film TAK BIASA (2004) dan WAKIL RAKYAT (2009). Dibanding dua film terdahulunya, film KERAMAT terasa beda bagi Miea.

"Di sini kita dituntut untuk mengembangkan diri, Monty meminta kejujuran kita. Misalnya Miea kalau marah seperti apa sih. Alhasil peran yang sesungguhnya tidak sejudes itu bisa didapat karena pengembangan diri," beber istri Angga Suryana Patah ini.

Salah satu yang kendala terhebat selama masa syuting yang tidak boleh berhubungan dengan orang luar selain kru produksi film KERAMAT, adalah soal rasa kangen. "Kalau sudah gitu aku hanya bisa curhat," aku aktris kelahiran Bandung, 6 Juni 1979, ini.

"Pernah suatu hari aku ulang tahun dan Monty kasih aku BB untuk bisa sepuasnya berhubungan dengan orang luar. Tapi aku tolak karena sudah nanggung, takutnya kalau itu terjadi nanti susah kembali untuk fokus. Daripada nanti kena semprot, mendingan tak usah, nunggu sampai kelar," ujarnya sambil tertawa.  (kpl/wwn/bun)


Lihat profil: Miea Kusuma, Monty Tiwa
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 26-08-2009 |

Monty Tiwa 'Menyontek' Wartawan di Film Terbaru

Kapanlagi.com - Sutradara Monty Tiwa kembali meramaikan dunia perfilman nasional dengan menghadirkan karya terbarunya berjudul KERAMAT. Film produksi PT. Kharisma Starvision Plus dan Wong Cilik's Indie Pictures Production dirilis di Planet Hollywood, Selasa (25/8).

Film KERAMAT ini merupakan 'anti-tesis' yang disodorkan Monty dari pendekatan utama perfilman dalam negeri saat ini, karena berangkat dari ide yang tidak lazim. Pendekatan yang sama pernah dilakukan sejumlah kecil karya sineas internasional dan kini untuk pertama kalinya diterapkan dalam sebuah karya nasional.

"Ide ini sebenarnya nyontek dari kebiasaan yang dilakukan oleh rekan-rekan wartawan, yang biasa disebut dengan kamera subyektif," jelas Monty.

Ia mengaku kerap mengamati tayangan televisi dan acara reality show, "Saya tidak perlu sebutkan reality show apa, tapi yang jelas itu kameranya subyektif dan saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, karena dari sana lah saya belajar."

Hasilnya, film ini mampu menampilkan kisah tentang petualangan supranatural secara jujur. Tiap elemen film dalam KERAMAT diarahkan untuk menangkap ekspresi, suara, gerak dan kejadian yang apa adanya tanpa dramatisasi berlebihan. Hambatan jarak antara penonton dan cerita dapat diatasi dengan lugas.

"Tapi prakteknya susahnya minta ampun, karena kamera subyektif tidak ada sekolahnya," seloroh Monty.

Film yang masuk kategori horor ini didukung artis pemain, seperti Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Dimas Projosujadi, Brama Sutasara, Sekar Kinarsih, dan Rumbara.

"Banyak yang bertanya kenapa horor lagi. Bagi saya yang salah bukan horornya, tetapi yang salah adalah cara membuatnya yang itu-itu saja. Saya pecinta horor," tukas pembesut film MENDADAK DANGDUT ini.   (kpl/wwn/bun)


Lihat profil: Monty Tiwa, Poppy Sovia, Miea Kusuma, Migi Parahita, Dimas Projosujadi, Sadha Triyuda
Komentar : 3 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 26-08-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA MIEA KUSUMA TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA MIEA KUSUMA TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA MIEA KUSUMA TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA MIEA KUSUMA TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA MIEA KUSUMA TAHUN 2004