KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Pemain : Ben Joshua, Nadila Ernesta, Rahma Landy, Meity Josefina.
Film horor tampaknya masih mendominasi. Namun kali ini sutradara kenamaan Rudi Soedjarwo yang ambil bagian. Diawali dengan kisah hubungan antara Adit (Ben Joshua) dan Annisa (Rahma Landy) ketika masih duduk di SMA. Adit yang akan meneruskan studinya di London, terpaksa berpisah. Namun sebelum pergi, mereka sempat saling mengikat janji.
Selang beberapa tahun, Adit pun menjalin dengan wanita lain, Lulu (Nadila Ernesta). Namun ternyata, Annisa masih menginginkan Adit. Ia pun mencari-cari keberadaan Adit.
Sementara itu, Adit dan ibunya baru saja membeli sebuah rumah baru. Tak disangka, rumah baru itu banyak penampakan hantu wanita di dalamnya. Ia dan ibunya kerap mendapatkan teror dari hantu wanita tersebut. Secara kebetulan, tetangga baru Adit adalah seorang paranormal. Paranormal itulah yang akhirnya memberitahu Adit, bahwa penampakan itu terjadi karena ia pernah melakukan kesalahan di masa lalu.
Adit pun langsung teringat pada Annisa. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, ia pun meninggalkan Lulu dan mencari Annisa. Lulu yang tidak terima dengan sikap Adit, akhirnya mengancam Adit, akan bunuh diri.
Nama besar Rudi Soedjarwo tampaknya menjadi jaminan di sini. Dari semua film-film besutannya, hampir semua tidak ada yang sama. Kali ini Rudi tampaknya ingin menampilkan sesuatu yang beda lewat film horor.
Dibandingkan dengan film-film horor yang biasanya selalu menampakkan nilai 'plus' berupa penampilan wanita-wanita seksi, beda dengan HANTU RUMAH AMPERA. Di sini penonton benar-benar disuguhkan film horor tanpa bumbu 'plus-plus'. (kpl/riz)

KapanLagi.com - Pemain: Sheila Marcia Joseph, Melvin Lim, Nadila Ernesta
Usai sejenak dunia perfilman Indonesia dimanjakan dengan film-film religi dan komedi dewasa, kini horor kembali lagi. Kereta api Jabodetabek yang penuh dengan hantu telah menjadi legenda. Dan kali ini Rapi Films mengangkat urban legend tersebut ke film layar lebar.
Kisah bermula dari kakak beradik, Rossa (Sheila Marcia Joseph) dan Emily (Stefanie Hariadi), yang tak akur. Mereka kerap kali bertengkar. Hingga puncaknya pada suatu malam mereka bertengkar hebat yang berakhir dengan perginya Emily dari rumah untuk menginap di rumah kerabat mereka di Bogor.
Sayangnya, Emily tak pernah sampai di Bogor, dia hilang. Menurut informasi, Emily ke Bogor dengan menumpang kereta Jabodetabek dari stasiun Manggarai.
Merasa bersalah, Rossa pun mencari adik semata wayangnya itu. Rossa yang resah pun menceritakan hal itu pada sahabatnya, Tari (Nadila Ernesta). Tari menaruh curiga, Emily dibawa kereta hantu. Dia pun memperkenalkan Rossa pada Bobby (Melvin Lim), orang yang menjalankan situs 'Dunia Gaib' dan sangat terobsesi dengan kereta hantu. Konon, kekasih Bobby meninggal secara tragis akibat naik kereta hantu.
Rossa yang tak percaya hal-hal berbau mistik menolak ajakan Bobby untuk naik ke kereta hantu. Selain mencari tahu tentang Emily, tujuan Bobby naik kereta itu adalah untuk menghapus rasa penasaran Bobby tentang kereta yang menjadi legenda itu.
Akhirnya Bobby mengajak kedua temannya Dody dan Peggy untuk menaiki kereta hantu dibantu oleh Ki Anom, seorang paranormal. Di stasiun Manggarai mereka melakukan ritual. Setelah muncul, mereka akhirnya menaiki kereta hantu tersebut. Berbagai peristiwa mengerikan terjadi selama mereka di atas kereta hantu. Akhirnya, mereka selamat berkat pertolongan Ki Anom.
Apa yang terjadi di dalam kereta hantu rupanya terus meneror dan mengikuti mereka satu per satu, terutama sosok hantu yang paling mengerikan.
Satu demi satu mereka tewas dan Rossa juga kerap mengalami penampakan. Dapatkah Emily ditemukan? Bagaimana nasib Rossa?
Secara umum, film karya Nayato Fio Nuala ini kalah seram dengan film horor yang telah beredar. Tak ada yang istimewa, hantunya pun sudah biasa tampil di film horor Indonesia, yaitu perempuan jelek yang ga serem sama sekali.
Tapi penampilan artis-artisnya dengan baju 'seadanya' cukup menyejukkan mata. Meski hal itu sama sekali tidak masuk akal, karena wanita waras tak akan berani mengambil resiko naik kereta ekonomi, malam-malam pula, dengan baju seketat dan seminim itu. (kpl/lin)