KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Setelah menyanyikan beberapa lagunya yang riang seperti Dia Adalah Pusaka Berjuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Dunia dan Uang, Naif kemudian berkisah tentang dua orang kekasih yang harus berpisah.
"Ini lagu tentang dua kekasih. 'Pernah ku mencintaimu, tapi tak begini,'" tutur David sambil menyanyikan sebait lagu terbaru Anang.
"Kenapa lagu-lagu sedih selalu disukai di sini? Apakah karena Indonesia adalah bangsa yang cengeng?" lanjut David menanyakan kalimat retorika.
"Karena lagu sedih selalu menjual dan banyak diputar di televisi!!" jawab David sendiri sambil langsung menyanyikan lagu Televisi diiringi oleh gebukan drum mantap dari Pepeng, betotan bass Emil, dan petikan gitar Jarwo. (kpl/npy)

Setelah menyanyikan lagu Juwita Malam yang diaransemen ulang untuk soundtrack film RUMA MAIDA, David, sang vokalis, menyatakan rasa terima kasihnya karena para penonton yang benar-benar menghargai lagu-lagu Naif. Mereka pun lalu meminta para penikmat musik untuk melestarikan lagu-lagu Indonesia.
"Mari melestarikan lagu Indonesia yang indah-indah. Jangan lagi menyanyikan lagu Malaysia," kata David lantang yang disambut dengan teriakan setuju dari para penonton.
Tak berhenti sampai di situ, David pun lalu menyanyikan sepenggal lagu Isabella, lagu Malaysia yang kembali dinyanyikan oleh sebuah band tanah air.
Namun akhirnya Naif kembali melantunkan hits-hits populernya dan membuat penonton yang hanya memadati 3/4 venue yang disediakan panitia mulai meloncat-loncat dan bergoyang mengikuti irama. (kpl/npy)

Acara dimulai pukul delapan malam, molor satu jam dari jadwal. Bisa dimaklumi karena hujan lebat membuat venue di dalam gedung masih kosong dan belum dipenuhi oleh penonton. Acara sendiri dibuka oleh penampilan home band Universitas Brawijaya yang cukup bisa menghangatkan suasana yang sedikit demi sedikit menjadi ramai dengan membawakan lagu top forty yang rancak.
Setengah jam kemudian, Wai Rejected, salah satu finalis LA Indiefest 2008 asal Malang dipanggil ke atas panggung oleh dua orang presenter yang cukup interaktif. Sedikit demi sedikit penonton pun berdatangan dan ikut bergoyang-goyang kecil mengikuti musik Wai Rejected.
Saat kemudian mereka melantunkan lagu terkenal yang sebelumnya dipopulerkan oleh Swami, Bento, para penonton pun semakin ramai dan suasana kaku pun mencair. Penampilan Wai Rejected bisa dibilang cukup menghibur walaupun mereka kurang begitu atraktif. Setelah menyanyikan enam lagu, mereka pun masuk ke backstage.
Begitu nama band Kuburan dipanggil oleh presenter, penonton yang sebelumnya duduk-duduk di sisi kanan dan kiri venue langsung merangsek maju ke depan dan memadati bagian depan panggung. Dan band Lupa-Lupa Ingat ini pun mulai menggoyang Malang di malam itu tepat pukul sembilan malam.
Selama satu jam penonton disuguhi musik dan pertunjukan ala Kuburan. Tak bisa dipungkiri, dandanan dan aksi panggung mereka juga merupakan elemen penting kemenarikan band selain musikalitasnya.
Sekitar jam 10 lebih seperempat malam, akhirnya band yang ditunggu-tunggu, Naif, muncul di atas panggung. Dibuka dengan Piknik 72, para penonton pun langsung bernyanyi bersama tanpa perlu dikomandoi.
Acara berakhir pukul 11 seperempat malam setelah Naif memberikan satu bonus lagu pada penonton yang nampak masih kurang puas menonton band papan atas tersebut. Namun begitu, everything has its ending, dan gelaran LA Lights Up Your Soul yang dibesut oleh kerja sama beberapa promotor seperti Maestro dan Lemon ini pun harus berakhir. (kpl/npy)

Menurut produser Lollypop, Revo A Herlan, saat ditemui di Tebet, Kamis (15/10), hal pembeda dari band pengusung musik sejenis tak lain kostum dan style panggung mereka yang lebih warna–warni.
"Jadi ibarat permen, mereka itu manis dan berwarna. Dan kalau perbedaannya dengan Naif, jelas Lollypop lebih muda dari Naif," kelakar Revo.
Dan untuk sementara ini, masih kata Revo, Lollypop tengah gencar membuat promo album, terutama ke media-media radio. "Kalau bicara target, Lollypop sendiri pinginnya terkenal dan bisa ikut ramaikan musik Indonesia ini," tuturnya.
Kalau dirunut ke belakang, band asal Lampung ini terbentuk dari pertemanan antara Andre (vokal), Roby (gitar), Dandi (bass) dan Aci (keyboard) dengan nama Hiragana pada 29 September 2005. Mereka aktif di jalur komunitas indie dengan genre pop progresif.
Pada awal tahun 2009 mereka beralih ke musik oldies hingga tercipta lagu Nyasar. Karena perbedaan background dan karakter musik mereka berganti nama Lollypop dengan formasi baru, Andre (vokal), Roby (gitar), Dandi (bass), Andy (gitar), Nicko (drum), dan Iyes (keyboard). (kpl/wwn/bun)

Di venue ada sekitar 8 panggung yang bermain bersama-sama dengan tiket terjual 3.200 untuk tiga hari ke depan. Harga tiket yang dipatok memang cukup mahal, yaitu sekitar Rp 200.000 dan menjadi salah satu dampak sepinya acaaa.
Salah seorang pengunjung membeli bahkan sempat membeli tiket dari calo seharga Rp 50.000 yang jauh lebih murah.
Selain Candil and friends, Andra and The BackBone, Naif, Alexa, Burger Kill, Seringai, Bagga Bownz, Melee, Netral, Koil, Furgatori, Saint Loco, dan Vertical Horizon juga turut meramaikan pergelaran musik rock terbesar di hari pertama. Sementara Jouka Mad Keeper, band rock dari Jepang menutup pergelaran hari pertama pada pukul 01.15 dini hari.
Performance Melee dan Vertical Horizon menjadi magnet yang menyerap ratusan penonton dan konsentrasi penonton menjadi padat saat mereka tampil di panggung. Sementara itu Netral dan Seringai juga mendapat tanggapan positif dari penonton. (kpl/ant/rit)

Hentak drum Pepeng terdengar sangat menghentak sehingga menambah adrenalin memacu jantung. Seolah tak mau kalah dengan Pepeng, David yang mengenakan jas berwarna ungu pun mampu menciptakan suasana semakin hangat lagi.
Sambil berlompatan dan berlarian, David meneriakkan kepada penonton, "Ayo mana suaranya??!! Yang di sana?! Yang di sini?!" Dan seruan tersebut membuat penonton semakin energik mengikuti irama lagu Piknik 72 yang dilanjutkan dengan lagu Televisi sebagai playlist awal mereka.
Di sela penampilan Naif, David juga sempat mengecam tindakan teroris yang mengebom JW Marriott dan Ritz Carlton. Dia juga mengimbau agar band-band luar negeri tidak usah merasa takut datang ke Indonesia.
"Hayo, mana suaranya malam ini? Buat band-band luar, jangan takut datang ke Indonesia. Gimana tuh bahasa Inggrisnya? Come on going to Indonesia here. Ya udah, ini satu lagu dari Naif yang judulnya Speed Racer (Mobil Balap -red)," ujar David seraya menutup percakapannya.
Selain Naif, festival meriah itu juga diramaikan oleh The S.I.G.I.T, Rock n Roll Mafia, dan ditutup dengan aksi panggung The Phoenix, band asal Perancis. (kpl/buj/npy)

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Jakarta Fair 2009, Budi Santoso, di Jakarta, Selasa (09/6), mengatakan, selama penyelenggaraan Jakarta Fair mulai 11 Juni sampai 12 Juli 2009, berbagai kelompok musik ternama tanah air akan menghibur pengunjung pada setiap harinya.
"Berbagai kelompok musik serta musisi papan atas Indonesia akan tampil di panggung utama di area terbuka Pekan Raya Jakarta," katanya.
Sejumlah kelompok musik yang akan tampil pada Jakarta Fair ini di antaranya Padi, Peterpan, Slank, Ungu, Naif, dan sebagainya.
Penampilan kelompok musik itu, lanjut dia, akan didukung dengan tata panggung dengan teknologi terkini, sehingga para penghibur ini dapat tampil maksimal.
Selain konser musik, kata dia, panitia juga memberi kesempatan bagi kesenian tradisional, untuk unjuk kebolehan di arena ini. "Kesenian dari sejumlah daerah akan diberi kesempatan untuk tampil di panggung budaya," katanya.
Ia menambahkan, berbagai produk terkemuka akan dipamerkan dalam kegiatan yang sudah digelar untuk ke-42 kali ini. (kpl/bar)