KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Peraih Grammy berusia 59 tahun ini bahkan sudah berencana menghadiri upacara peringatan kematian saudara perempuannya yang bernama Carol 'Cookie' Cole, yang meninggal akibat kanker paru-paru tepat di hari yang sama Natalie menerima organ transplantasinya.
"Natalie semakin baik setelah menjalani operasi," kata juru bicaranya.
Momen yang dialami Natalie bisa dibilang cukup tragis. Di saat ia harus menjalani tiga kali dialisi dalam seminggu gara-gara komplikasi pengobatan hepatitis C yang dialaminya, ia mendapat telepon bahwa sebuah organ hasil donor sudah siap. Waktu itu bersamaan saat ia sedang memegang tangan Cookie yang sedang sekarat.
Natalie diperkirakan akan menjalani tiga atau empat bulan perawatan lagi dan telah menjadwalkan ulang tur musim panasnya, sebagai promosi album terbaru berjudul STILL UNFORGETTABLE. (peo/boo)

Penyanyi berusia 59 tahun ini menderita gagal ginjal akibat hepatitis C yang ia derita. Natalie tak menyangkal jika ia terjangkit hepatitis ini ketika ia masih mengkonsumsi heroin dulu. Natalie memang mengkonsumsi barang terlarang ini sejak ia masih duduk di bangku kuliah dan bahkan ia sempat ditangkap sepulang dari sebuah pertunjukan di Canada karena kepemilikan heroin.
Saat ini Natalie Cole berada dalam daftar tunggu donor ginjal sementara beberapa kerabat dekat dan sahabat sedang diperiksa kemungkinan untuk menjadi donor buat Natalie. Natalie sempat mengakui bahwa ia ketakutan kalau ia kehabisan waktu dan keburu meninggal sebelum mendapatkan donor namun ia kemudian memasrahkan semua pada Tuhan. (cnm/roc)

Penyanyi berusia 59 tahun ini didiagnosa mengidap hepatitis C yang mengharuskannya menjalani serangkaian kemoterapi. Celakanya, jadwal kemoterapi ini bertepatan dengan jadwal konser yang telah ia buat sebelumnya. Bukannya menunda konser, Natalie justru malah membawa para tim medis ke belakang panggung untuk menjalankan terapi sebelum ia memulai konsernya.
"Tampil dalam konser setelah menjalani kemoterapi adalah sebuah tantangan berat. Coba saja bayangkan saja infus yang bergelantungan di lemari pakaianku di Jepang selagi aku mempersiapkan dua pertunjukan dalam satu malam," ujar Natalie. Natalie mengakui bahwa penyakit yang ia derita saat ini adalah akibat dari kecanduan kokain dan heroin yang sempat ia alami sebelumnya. (ctm/roc)

Di antara penonton di depan panggung terlihat ada Plt Menko Perekonomian, Sri Mulyani, dan Ketua KADIN, MS Hidayat, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom.
Juga terlihat politisi Surya Paloh, Mien S Uno, artis Christine Hakim, Catherine Wilson, Memes dan suaminya Addie MS, Jeffry Woworuntu dan istrinya Ruth Sahanaya, serta personel Kla Project, Romulo Radjadin alias Lilo.
Natalie Cole yang mengenakan gaun bernuansa kuning, menyanyikan 18 lagu yang diambil dari album pertamanya sampai album terakhirnya.
Natalie membuka konsernya dengan empat lagu yang kental dengan melodi blues yaitu Come Rain or Come Shine, yang dilanjutkan dengan Something's Gotta Give, Orange Colored Sky dan Nice and Easy.
Pada lagu kelima yaitu Walkin My Baby, penyanyi berkulit hitam itu melantunkan lagu yang berduet dengan suara sang ayah, Nat King Cole.
Tercatat ada tiga lagu Natalie bernyanyi bersama dengan suara almarhum ayahnya yaitu di lagu Walkin My Baby, lagu fenomenal Unforgettable, dan lagu When I Fall in Love.
Natalie agak sedikit terganggu ketika menyanyikan lagu Unforgettable karena gambar Nat King Cole baru keluar pada layar di belakang panggung pada pertengahan lagu ia bawakan.
Dia juga menyanyikan lagu-lagu yang pernah hits yaitu Miss U Like Crazy, When I Fall In Love dan Starting Over Again.
Konser malam itu dia tutup dengan menyanyikan lagu Let There Be Love yang mendapatkan tepuk tangan panjang.
Suara Natalie Cole yang jernih, bertenaga dan masih terjaga seperti dahulu agak ternoda ketika karena dua kali terlihat sumbang, salah satunya ketika menyanyikan lagu Starting Over Again.
Akan tetapi hal tersebut tidak membuat sekitar 700 penonton yang memenuhi ballroom hotel Gran Melia terlihat sangat menikmati konser Natalie terbukti dari tepuk tangan setiap ia usai bernyanyi bahkan memberi sambutan meriah pada setiap lagu terkenalnya dinyanyikan. (kpl/npy)

"Natalie Cole tampil luar biasa. Kualitas suaranya tetap terjaga, kecuali pada beberapa lagu terakhir yang dia tidak biasa nyanyikan," kata konduktor Twilight Orcestra, Addie MS yang ditemui usai menonton konser Natalie Cole di Ballroom Hotel Gran Melia Jakarta.
Addie MS yang didampingi istrinya Mediana Maemunah alias Memes mengatakan 10 tahun yang lalu dia pernah membantu Natalie Cole konser dengan membawa sebagian besar musisi Twilight Orcestra untuk mendukungnya konser.
Sedangkan penyanyi Ruth Sahanaya yang menonton bersama suaminya Jeffry Woworuntu mengatakan penampilan Natalie Cole memuaskan dan bisa mengembalikan kenangannya dengan lagu-lagunya.
"Kualitas suaranya masih bagus dan masih bertahan dengan nada-nada tinggi," kata Ruth yang lebih akrab dipanggil Uthe ini.
Dia menilai wajar dengan sumbangnya nada Natalie pada dua lagu yang dibawakan.
"Ada hal-hal tertentu yang membuat dia hilang kontrol, seperti ketika menyanyikan lagu Unforgettable berduet dengan bapaknya, gambar bapaknya baru keluar pada pertengahan lagu. Terlihat dia turun mood-nya," ujar Uthe. (kpl/npy)

Presiden Direktur Buena Productions, Peter Basuki kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/2), mengungkapkan, kehadiran Natalie Cole ke Indonesia merupakan bagian dari promosi album terbarunya STILL UNFORGETTABLE.
Konser dikemas eksklusif dan glamor dengan kapasitas pengunjung terbatas untuk 2.000 penonton.
"Begitu mendengar rencana promo album terbaru Natalie Cole, kami langsung melakukan kontak dengan manajemen untuk kemungkinan konser di Jakarta. Memang hal ini membutuhkan kesabaran dalam bernegosiasi dikarenakan banyak negara yang ingin menghadirkan sang diva tersebut," katanya.
Peter menjelaskan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang akan disinggahi oleh pelantun lagu I Miss You Like Crazy dan Starting Over Again ini. Berikutnya Natalie Cole dipastikan bertolak ke Thailand dan kota-kota lain di Asia Tenggara.
Cole mengawali karir di industri musik sejak 1975 lewat album perdananya INSEPARABLE dengan single hits This Will Be (An Everlasting Love). Berkat single itu pula penyanyi kelahiran 6 Februari 1950 ini berhasil meraih penghargaan Grammy Award untuk kategori Best Female R&B Vocal Performance dan Best New Artist di tahun 1976.
Hits berikutnya yang berhasil mengukir nama Cole antara lain Sophisticated Lady (1976), Someone That I Used to Love (1980.) Termasuk lagu pop hits-nya, I`ve Got Love on My Mind dan Our Love di tahun 1977 yang keduanya meraih sertifikat Gold Single.
Karir Cole sempat terhenti pada awal 1980 di saat harus berurusan dengan perilaku buruk akibat minuman keras. Namun bangkit kembali dan memperlihatkan langkah pertamanya dengan menelurkan album DANGEROUS yang diluncurkan oleh Modern Label.
Pada 1987, ia mengeluarkan single Everlasting yang berhasil terjual lebih dari dua juta copy di Amerika Serikat. Natalie juga memenangkan penghargaan Soul Train Award untuk kategori Female Single of the Year untuk lagu bergenre R&B ballad I Live For Your Love yang menduduki tangga lagu R&B pertama.
Kualitas suara prima masih menjadi daya tarik dari penyanyi ini. Ia bahkan baru saja meraih penghargaan Grammy Award pada perhelatan Grammy Award ke-51 pada 8 Februari. Ia meraih penghargaan untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album untuk album terbarunya STILL UNFORGETTABLE. (kpl/dar)

Pria yang dibesarkan di Eropa, khususnya di Swiss dan Austria itu, merasa marah dan terharu melihat korban di sekolah PBB yang memberikan inspirasi baginya untuk mengarang lagu yang ditujukan untuk korban Gaza.
Michael yang hidup dalam berbagai budaya ini menggratiskan lagunya untuk di-download. Hanya saja ia menyarankan untuk memberi sumbangan ke Unicef atau ke organisasi yang berdedikasi untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina.
Michael yang belajar piano dan gitar di usia 10 tahun, dan mulai menulis lagu dan sempat melakukan rekaman setelah menyelesaikan pendidikan dari Full Sail (sekolah rekaman), dan akhirnya hijrah ke Los Angeles di tahun 1990.
Selama 18 tahun, Michael bekerja di studio lokal. Selain bermain gitar, dia juga bekerja sebagai recording engineer untuk artis terkenal, seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, dan The Pointer Sisters.
Michael yang juga dikenal dengan nama Annas Allaf membantu rekaman kelompok Earth Wind & Fire dan artis terkenal lainnya seperti Ricky Lee Jones, Lou Rawls, Jesse McCartney, Hillary Duff, Jessica Simpson, Jennifer Paige, Al Jarreau, KCi & Jojo, Deborah Cox, Monica, Taylor Dayne, Keiko Matsui, Steve Nieves, Luis Miguel dan Tarkan.
Kefasihan Michael berbahasa Perancis menjadi bonus saat ia bekerja dengan artis Perancis, seperti Calogero (The Charts), Marc Lavoine dan Veronique Sanson.
Selain bekerja di studi rekaman, Michael pernah melakukan tur di awal tahun 90-an sebagai pemain gitar flamenco bersama Juan Manuel Canizares pada pembukaan konser Dire Straits.
Awal Januari 2009, Michael menulis dan sekaligus menyanyikan lagu yang menceritakan situasi masyarakat Palestina in Gaza. Lagu yang diberi judul We Will Not Go Down itu akan terus bergema di hati masyarakat dunia. (kpl/npy)