KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Aku percaya sama Tuhan. Kalau ternyata kiamat memang sudah dekat, aku memang harus siap. Entar ketinggalan dong," aku Nay saat ditemui di Studio Persari, Jaksel, Selasa (17/11) lalu.
Nay sendiri menuturkan akan selalu mendekatkan diri dengan Tuhan karena itu memang hal yang penting.
"Persiapannya aku emang selalu mendekatkan diri sama Tuhan. Bukannya sok suci, tapi emang bener itu penting banget," tambahnya.
Lalu, mengenai film 2012 yang menuai kontroversi itu, Nay mengaku tidak takut. Lagi pula, 2012 hanyalah sebuah film rekaan manusia.
"Percaya nggak percaya. Kiamat tuh abstrak. Yang tahu cuma Tuhan. Kita hanya bisa ngira-ngira jadinya kayak apa. Kalau film 2012 kita ambil seninya aja deh. Mereka bisa bikin efek begitu bagus kan teknologinya. Kita banggain dari situ aja, kalau kita bawa takut, rugi di kita sendiri kan," pungkasnya mantap.
![]() | ![]() | ![]() |

Menurut Nay, dirinya memakai kacamata sudah lama. Namun dia hanya memakai alat bantu melihat itu saat membaca saja, bukan dalam kesehariannya.
"Sebenarnya udah lama aku pakai kacamata cuma aku pakai kalau baca aja. Nah terus di sini aku kan pakai kacamata karena mau dibikin karakter aku yang berubah, jadi sekalian pakai aja," ujar Naysila saat ditemui di Studio Persari, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Lebih lanjut, Naysila menuturkan, dirinya memakai kacamata minus tersebut akibat salahnya sendiri yang suka membaca terlalu dekat dan di tempat gelap. Walaupun sudah diperingati oleh sang Mama, Naysila tetap membandel.
"Gak memang ini salah aku baca buku kedekatan terus baca lampunya gelap. Terus Mom juga bilang, 'Sayang ah Nay pakai kacamata.' Tapi kan cuma sekali-sekali aku pakai," tuturnya. (kpl/buj/npy)

"Aku diskusi sama Mama dan Papa aku, ada tawaran baru dengan jalan cerita dan karakter dan dengan pertimbangan honor yang sekian kita ngomongin bareng-bareng gitu sih, jadi ada satu suara," terang Naysila.
"Kalau Papa dan Mama nggak setuju, aku tanya kenapa, aku balik lagi kalau memang pertimbangan-pertimbangannya sesuai. Ya aku ikut pendapat mereka aja," sambung Naysila saat ditemui di sela syuting DOA DAN KARUNIA di Studio Persari, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Dan walaupun Naysila selalu meminta saran dari orang tuanya, bukan berarti dia tidak memiliki konsep untuk menerima pekerjaan bermain sinetron.
"Ya semua jadi pertimbangan lah. Jadi semuanya sudah terkonsep jika aku ngambil pekerjaan," jelasnya. (kpl/buj/boo)

Menurut Naysila, sebenarnya keberadaan dirinya di dalam dunia entertainment adalah karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuknya menjalankan keseriusan dalam berakting.
"Kalau menurut aku sih itu ini semua karena Tuhan sih, Tuhan tahu aku di sini serius dan aku dikasih kesempatan untuk bekerja di sini, aku bersyukur banget," terang Naysila saat ditemui di sela-sela syuting sinetron DOA DAN KARUNIA di Studio Persari Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Totalitasnya dalam sinetron ini kabarnya mampu mengangkat rating sinetron tersebut yang sempat merosot ke urutan terbawah. Ketika tim KapanLagi.com mengonfirmasikan hal itu, dengan rendah hati Naysila menjawabnya.
"Kalau menurut aku, aku bersyukur banget ya kalau sinetron aku digemari oleh masyarakat, tapi ini semua berhasil bukan karena aku doang, bukan karena aku sebagai pendongkrak rating, nggak, tapi memang kerja sama dari semua tim dan konsistensi dari semua karakter yang ada dipertahanin," pungkasnya. (kpl/buj/boo)

"Kalau aku gak tahu ya. Kalau aku untuk nanti ada kerjaan sendiri aku gak mungkin selama-lamanya bergantung di dunia entertain. Kerjaan aku tetap aku jadikan pegangan tapi sekarang aku mau berkarya. Aku sudah terlanjur jatuh cinta sama dunia akting sendiri jadi susah ya," terang Naysila di sela syuting DOA DAN KARUNIA di Persari, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Kecintaan Naysila kepada dunia akting itulah yang sulit membuatnya mengembangkan karir di luar dunia hiburan. Jadi wajarlah jika Naysila di setiap peran yang dimainkannya selalu total dan serius.
"Di sini aku coba mempertahankan emosi dan karakter kita. Terus jaga stamina sih yang pastinya," tuturnya. (kpl/buj/npy)

Sinetron tersebut berjudul DOA DAN KARUNIA yang mulai tayang 30 September 2009 lalu di RCTI setiap hari mulai pukul 18.00 WIB. Sinetron ini sendiri menggantikan sinetron MANOHARA yang telah habis masa putarnya di episode 67.
Berlokasi di Studio Persari Baru di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (20/10), syuting memasuki episode kedua puluh dua. Syuting hari itu akan ditayangkan Rabu (21/10) malam nanti dengan pengambilan gambar adegan percintaan antara Nay (Nia) dan Dude (Dude) yang disaksikan orang ketiga yakni Glenn Alinskie (Glen).
Tampak dari situ, walaupun sudah lama tak bermain bareng, Nay dan Dude masih kompak satu sama lain. (kpl/bbm/npy)

Salah satu yang menjadi korban adalah rumah Lidya Kandou di Bukit Cireundeu Permai. Rumah itu semestinya ditempati Naysila Mirdad, namun urung ditinggali lantaran direnovasi sejak beberapa waktu lalu. Namun begitu, Nay mengaku kaget ketika mendengar rumahnya digenangi air setinggi tiga meter, Jumat (27/3) pagi.
"Saya sempat shock waktu dengar kabar itu dari Mama. Saat itu saya sedang menuju ke lokasi syuting. Untungnya tiga orang penjaga nggak sampai jadi korban karena keburu menyelamatkan diri," katanya.
Ditemui di Ballroom Jakarta Teater, tadi malam, Nay menambahkan bila dirinya belum mempunyai waktu untuk melihat kondisi rumah itu. "Saya belum sempat lihat. Maunya bareng keluarga untuk kesana. Tapi lihat nanti," lanjutnya. (kpl/dis/npy)