KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Buat saya ini penting, karena bisa dekat dengan orang yang di dekat kita dan bisa dekat dengan orang yang jauh dengan kita," jelas Nicholas saat dijumpai di Pacific Place, Rabu (28/10) kemarin.
"Jadi saya rasa walaupun hanya melalui social networking, kita masih ber-relationship yang oke dengan sekitar," imbuhnya.
Nicholas juga mengaku tidak ada ruginya ia beraktivitas di jejaring sosial. Sebab dia memanfaatkannya sesuai dengan fungsinya. Tidak hanya sekedar menyapa dan update status.
"Kita malah bisa tahu temen lagi ngapain, kita bisa tahu informasi dengan lebih cepat, dan menerima informasi lebih detail. Jadi kita bisa menyeimbangkan semua, luwes saja mana yang harus di-share mana yang harus disimpan. Dan yang saya share pasti yang berhubungan dengan kerjaan," pungkasnya. (kpl/wwn/boo)

"Selain itu saya harus mencoba dulu, apakah ada kecocokan antara produk dengan saya. Karena saya harus pakai perasaan juga," tutur Nicholas saat dijumpai di Pasific Palace, Rabu (28/10).
Seperti saat ia didapuk menjadi brand ambassador dari Samsung Corby. Karena nama besar Samsung, Nicholas menerima tawaran jadi dutanya. "Samsung memiliki nama besar yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Saya bangga bisa berada di sini," tambahnya. (kpl/wwn/erl)

"Biasanya saat break syuting, di mobil atau pas jalan. Ya, pingin tahu saja temen–temen lagi ngapain, pada lagi di mana. Pokoknya aku selalu connecting dengan mereka walaupun sibuk dan kesibukan temen–temen juga beda," tuturnya saat ditemui dalam acara peluncuran produk Samsung Corby di Pasific Palace, Ritz Carlton Jakarta, Rabu (28/10).
Dian secara pribadi juga mengakui kalau jejaring sosial seperti FB dan Twitter ternyata mempunyai manfaat besar bagi dirinya. Ia bisa tahu apa yang dikerjakan teman–temannya dan keberadaan mereka walau sibuk dan jarang bertemu.
"Selain itu saya juga mendapatkan informasi–informasi penting yang dapat menambah wawasan, bukan hanya sekedar update status," tambah Dian yang didapuk sebagai brand ambassador Samsung Corby bersama Nicholas Saputra ini. (kpl/wwn/npy)

Resepsi itu dihadiri Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu, Dubes RI di AS Sudjadnan Parnohadiningrat, pimpinan NewsCorp Rupert Murdoch, sejumlah pegiat perfilman Indonesia seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra, dan Raam Punjabi serta masyarakat AS.
Dalam resepsi kegiatan yang menampilkan berbagai keunikan Indonesia yakni budaya, makanan, musik dan film itu ditampilkan gamelan dan Tari Pendet.
Mendag Mari Pangestu menjelaskan, promosi industri kreatif dengan menampilkan film yang merupakan salah satu dari 14 sektor industri kreatif yang dikembangkan pemerintah Indonesia, selain untuk mengembangkan potensi ekonominya juga untuk memperkenalkan bahwa budaya Indonesia tidak hanya yang bersifat tradisional, tapi juga ada yang kontemporer yang diwakili film dan musik.
Melalui promosi itu, ia mengharapkan agar Indonesia tidak saja hanya menjadi lokasi pengambilan gambar untuk film yang diproduksi oleh sebuah produser utama film AS, tapi juga bisa terjadi adanya produksi bersama yang pastinya positif untuk pengembangan produksi film Indonesia.
Menteri juga menyatakan, pertukaran budaya bersifat lebih kuat dan lebih bermakna untuk mengubah persepsi ke arah yang lebih positif. Film dan musik, katanya, dapat menjadi wahana promosi untuk mengubah persepsi itu.
Pada Rabu malam itu, Mendag Mari Pangestu juga turut hadir dalam kegiatan "Jazz Quartet Performance at Tilden" yang diselenggarakan di Wisma Duta Besar Indonesia di Washington DC.
Dalam promosi yang diberi nama "Indonesia Festival" itu, selain menampilkan festival film juga sub-sektor ekonomi kreatif lainnya seperti batik, perhiasan, fotografi, pertunjukan seni dan masakan Indonesia.
Dalam Festifal Film itu, selain LASKAR PELANGI, juga akan diputar beberapa film terbaik Indonesia lainnya seperti NAGA BONAR JADI 2, GARUDA DI DADAKU, DENIAS, PINTU TERLARANG. Festival berlangsung mulai 1-3 Oktober di Gedung Motion Picture Association of America (MPAA) di kampus John Hopkins University dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Selain pemutaran film juga diadakan workshop serta seminar di Washington DC dan Los Angeles. (kpl/bar)

"Saya diminta bantuannya oleh Depbudpar untuk mengajak orang-orang sebanyak-banyaknya untuk mem-vote Pulau Komodo," terang Olga saat ditemui di Cafe La Forca, Setiabudi Building, Kuningan, Sabtu (26/09).
Dengan dimintai bantuan tersebut, Olga ditugaskan untuk memberikan informasi pada masyarakat tentang Pulau Komodo.
"Saya ditunjuk untuk memberitahukan ke masyarakat banyak bahwa pulau ini adalah pulau yang sangat menarik," kata Olga yang juga sempat mengunjungi Pulau Komodo bersama rekan-rekan di Depbudpar, Dephut, dan Nicholas Saputra ini. (kpl/gum/npy)

Sebagai model, bintang iklan, dan aktris, Sigi menilai event tahun ini terdapat beberapa karya inovatif dan inspiratif, salah satu yang menarik perhatiannya karya milik Dika Gusti Nugraha berjudul EBI (Economic Bath Installation) yang berbahan dasar dari ciduk dengan tujuan untuk mengajak orang bisa menggunakan air lebih bijak.
"Kalau menurut saya ciduk sangat asli Indonesia, itu sangat inspiratif tapi soal originalitas bagi saya sepertinya sangat berlebihan karena saat ini sangat sulit untuk mengatakan original apalagi kita sekarang ini terbiasa lihat majalah, nonton TV dan juga traveling," kata Sigi.
Jadi menurut Sigi, apapun yang kita lihat secara otomatis akan tersimpan dalam memori, dan tanpa kita sadari ide tersebut dapat dikatakan tidak lagi original karena ada masukan dari orang–orang lain.
Tapi Sigi mengaku sangat terkagum dengan karya – karya yang dilombakan. "Bagi saya melakukan inovasi sangatlah susah, karena menurut cara berpikir saya, sebuah inovasi adalah sebuah usaha keras," tandas pemilik nama panjang Sigi Wimala Somya Dewi ini. (kpl/wwn/erl)

Bagi Nico, begitu sapaan akrabnya, pria metroseksual tidak hanya berhubungan dengan penampilan rapi dan wangi, tetapi juga terkait dengan kesehatan terutama yang terkait dengan perawatan kulit.
"Apalagi kita yang hidup di negeri tropis seperti ini, di mana panas matahari berpotensi membakar kulit kita tiap hari, dan kita sama sekali tidak diproteksi, itu kenapa saya menggunakan L'Oreal men expert baik foam maupun moisturizer," ujarnya, saat ditemui KapanLagi.com, di Djakarta Theater, Kamis (16/7).
Sebelum didapuk sebagai brand ambassador L'Oreal Men Expert, Nico mengaku telah menggunakan dan mempercayakan perawatan kulit wajahnya pada produk tersebut.
"Dan produk ini sangat membantu saya dalam mengembalikan kondisi kulit saya seperti semula, setelah terkena sinar matahari," akunya.
Sementara itu, sebagai pekerja seni yang banyak berkutat di luar ruangan, produk ini menurut Nico menjawab kebutuhan dirinya.
"Hanya dengan membasuh muka dua kali sehari dengan foam dan moisturizer men expert, saya tidak perlu repot harus ke salon untuk mendapatkan kulit yang sehat dan terjaga," pungkasnya. (kpl/wwn/bar)