KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Wartawan ANTARA melaporkan, ratusan Nidji terus bergoyang saat Nidji menyuguhkan tembang-tembangnya dalam sebuah konser yang bertajuk Bintang Coklat itu serta diawali oleh penampilan pembuka dari grup band lokal.
Penampilan pertama dari grup band Nidji diawali dengan lagu berjudul Arti Sahabat. Lantunan lagu pertama persembahan dari Nidji pun langsung disambut teriakan ratusan orang yang memadati arena konser.
Penampilan atraktif dari Giring, sang vokalis grup band Nidji membuat para penonton yang hadir di lokasi konser turut berjingkrak dengan semangatnya.
Selain itu, saat dipersembahkan lagu yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta, Giring berduet mesra dengan Nurul, salah seorang penyanyi wanita asal Subang.
Selain itu, penonton yang hadir langsung dimanjakan dengan suasana haru lewat lantunan lagu hits terbaru dari Nidji yang berjudul Sang Mantan.
Sepanjang konser, Giring tak henti-hentinya mengajak para penonton untuk ikut menggoyangkan badan dan tangannya sambil bernyanyi bersama. (ant/bar)

Debo yang mulai tampil sekitar pukul 16.30 sore Wita itu membawakan lagu hits milik band Nidji berjudul Biarlah. Saat penampilan awal di lagu pertama ini, ratusan penggemarnya sempat dibuat kaget karena ternyata Debo sebelumnya telah berada di tengah-tengah penggemarnya.
Di saat lagu ini bergema, ratusan anak kota Palu didampingi para orang tuanya pun segera mendekati dan menyambut Debo dengan mengabadikan gambarnya menggunakan kamera yang sebelumnya telah disiapkan. Suasana semakin meriah, ketika Debo penyanyi cilik asal Sukabumi, Jawa Barat ini, kemudian melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu hits Nidji berikutnya berjudul Laskar Pelangi.
Ratusan anak yang menyaksikan penampilan Debo ini didominasi oleh anak berusia lima hingga 15 tahun. Meski kebanyakan dari mereka adalah pelajar tingkat taman kanak-kanak hingga SMP, namun mereka terlihat menikmati konser tersebut. Penampilan Debo kemudian ditutup dengan lagu berjudul Kepompong yang dalam kesempatan itu berduet dengan Tri Kurnia (Ikun), seorang penggemarnya.
Menurut Baim, Ketua panitia pelaksana, pihaknya sengaja mendatangkan artis Debo dalam rangka menghibur para anak-anak di kota Palu dan sekitarnya. Sebab menurutnya, bernyanyi dan bermusik ini adalah merupakan salah satu kegiatan seni yang berdampak positif bagi perkembangan mental dan fisik anak.
"Ini baru pertama kali artis cilik didatangkan khusus untuk menghibur para anak-anak di kota Palu," katanya.
Dia menambahkan, sebelum menampilkan Debo, pihaknya juga menggelar berbagai lomba dalam memeriahkan konser tersebut yakni lomba menggambar, mewarnai, dan menyanyi yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah tingkat kanak-kanak dan sekolah dasar.
Untuk itu, pihaknya berharap dengan adanya pagelaran berbagai lomba dan kehadiran artis Debo itu, para anak-anak di kota Palu bisa lebih mengembangkan minat dan bakatnya terhadap dunia seni. "Alhamdulillah konser Debo berjalan lancar sesuai harapan kita," katanya kepada ANTARA di Palu, Minggu (25/10), sembari menambahkan ke depan kegiatan semacam ini akan berlanjut dengan mendatangkan artis cilik yang lain. (kpl/boo)

Hal itu diakuinya di sela-sela manggung dalam LA Lights Concert 3D Experience di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam lalu.
"Percaya atau tidak, saya pernah dekat sama cewek Malang," katanya pada para penonton yang berjubel. Sontak para penggemar yang berjumlah sekitar 3.000 orang itu berteriak penuh rasa penasaran.
"Ketemunya ya di sini. Tapi sayang, hubungan itu nggak bisa terus. Soalnya saya selalu rindu kehangatan wanita. Saya nggak bisa long distance relationship," tukasnya sambil tertawa.
Seperti hendak mengingat masa-masa di mana cinta tak harus memiliki itu, Giring bersama Nidji pun menyanyikan lagu Sudah featuring Nindy. Crowd pun menyambut hits tersebut dengan bernyanyi bareng dan mengayunkan tangan mereka ke atas. (kpl/npy)

Demi perjuangan melibas pelanggaran hak cipta itu, Nidji tak lupa untuk selalu mengajak para penggemarnya membeli karya cipta musisi yang asli, bukan yang bajakan. Dan usaha mereka itu juga ditunjukkan oleh band asal Jakarta tersebut saat manggung di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam kemarin.
Di sela-sela pertunjukan mereka, Giring, sang vokalis, menyapa para penggemarnya yang membludak dalam acara LA Lights Concert 3D Experience tersebut.
"Apa kabar Malang? Jangan beli bajakan ya! Bajakan haram!" teriaknya disambut sorakan ribuan penonton di situ.
Semoga saja, imbauan Nidji itu turut membantu mengurangi tingkat pembajakan di Indonesia yang sudah mencapai 84% ini. (kpl/npy)

Acara pun tepat dimulai pukul 8 malam dengan kehadiran The Changcuters yang langsung disambut meriah oleh para penonton. Kehadiran Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick yang tampil seragam dengan kemeja putih dan celana pensil kotak-kotak sambil menyanyikan lagu-lagu hits mereka benar-benar memanaskan para penonton yang rela berdesak-desakan di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam itu.
Suasana makin meriah ketika Giring Nidji ikut naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu I Love You Bibeh bersama Tria dan kawan-kawan. Tak hanya itu, Giring pun bergoyang-goyang ala penyanyi dangdut lengkap dengan geolan pinggulnya.
Pukul 09.20 malam anak-anak The Changcuters masuk ke backstage. Sebelum disusul dengan penampilan Nidji yang rupanya paling ditunggu-tunggu, panitia menayangkan beberapa testimonial para penggemar yang juga menonton di situ.
Akhirnya pukul 09.30 malam, Giring dan kawan-kawan naik ke panggung dan disambut dengan sorakan khas Aremania. Penampilan mereka pun semakin membuat suasana makin panas dengan joget ala Giring.
Dalam kesempatan tersebut, Giring juga memamerkan kemampuannya untuk bersolo gitar di intro lagu Sang Mantan dan Hapus Aku. Sementara kemampuannya berduet juga dibuktikan bersama Nindy dalam lagu Sudah dan bersama Tria dalam lagu Biarlah.
Dan konser di mana para penonton juga diberikan kacamata 3D oleh panitia itu pun berakhir sekitar pukul 11 malam dengan kolaborasi dari The Changcuters, Nindy, dan Nidji. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh grup Swami, Bongkar. Dengan aransemen yang berbeda, Bongkar sukses menutup konser dengan kesan semarak ini. (kpl/npy)

Acara ini akan dimeriahkan oleh Nidji, The Changcuters, dan juga penyanyi cantik Nindy. Uniknya, akan dibagikan juga kacamata 3D untuk para penonton.
Menurut Aldo dari Maestro Production, pihaknya optimis akan kelancaran acara ini. Dari 4.000 tiket yang dikeluarkan panitia, terhitung 3.000 lembar lebih yang sudah berada di tangan penggemar.
"Ya, pasti ramai banget ini. Ini aja masih banyak yang ngantri di ticket box," ujarnya saat ditemui KapanLagi.com di depan UMM Dome, Rabu (21/10).
Di antara calon penonton yang berjubel tersebut, banyak yang sudah berteriak tidak sabaran. Mereka takut kehabisan tiket seharga Rp20.000 tersebut dan malah terpaksa membeli lewat calo dengan harga berlipat-lipat. (kpl/boo/npy)

"Pembuatan album ini cukup lama. Lima bulan itu waktu yang cukup lama dalam pembuatan album kita, biasanya gak nyampe segitu. Dalam album pertama Nidji banyak eksperimen, album kedua kita banyak lebihnya dalam aksi panggung dan di album ketiga kita coba lebih rendah hati dan lebih simpel. Kita mulai membuat lagu jujur dari Laskar Pelangi. Di album ini tiap lagu adalah kejujuran dari hati kita," papar Giring di sela peluncuran album ketiga Nidji di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (15/10).
Dalam album tersebut terdapat sebuah lagu yang dipersembahkan Giring untuk sang kekasih, judulnya Dosakah Aku. Menurut pria berambut kribo itu, lagu tersebut menggambarkan kisah cinta mereka.
"Gue membuat Dosakah Aku yang gue ciptain khusus buat Chyntia. Dia pacar gue, dia janda tapi gue gak peduli masa lalu dia dan orang lain bukan hakim yang tepat untuk hubungan cinta gue," tandas Giring.
"Untuk pencapaian masih banyak yang belum kita capai. Kita pengen bikin album yang ke-20, 25. Kalau untuk kemapanan kita sangat bersyukur atas karunia ini. Lagu Sang Mantan itu bukan untuk mantan-mantan gue. Sebenernya tadinya judulnya Sang Mantan Juara, tapi Bu Aci bilang judulnya kepanjangan," imbuhnya.
Peluncuran Nidji sempat diwarnai kericuhan saat para Nidjiholic, sebutan bagi para fans Nidji, yang saling berebut untuk keluar dari gedung dikarenakan gempa yang mengguncang Jakarta.
"Gara-gara gempa barusan launching Nidji dan sekaligus tampil langsung pukul 5 sore," tandas Giring.
Para Nidjiholic kocar-kacir turun ke bawah meninggalkan tempat acara yang berada di lantai 12 Gedung Annex Building, Hotel Nikko. Bahkan ada segerombolan Nidjiholic yang sempat disuruh tenang oleh keamanan merasa jengkel dan berkata 'Tenang-tenang, kalau gue mati gimana?' ujar salah seorang fans berteriak. (kpl/adt/bun)