Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan budayawan Putu Wijaya akan berada di satu panggung dalam acara pembacaan puisi karya Chairil Anwar di Teater Studio Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/6).
Mendapat kesempatan untuk tampil dalam film yang memuat kisah sejarah membuat aktris senior Tutie Kirana merasa sangat terhormat. Ia mengungkapkan keberuntungannya berperan sebagai Cik Bing dalam film MAY sebuah film cinta berlatar belakang peristiwa kerusuhan 13 Mei 1998.
Tragedi kerusuhan 13 Mei 1998 di Jakarta yang menyisakan kesedihan dan lara di hati orang yang mengalaminya mengilhami sejumlah insan film yang mengangkatnya ke layar lebar dalam film MAY. Sutradara MAY, Viva Westi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/5), mengungkapkan film tersebut merupakan kisah cinta dengan latar belakang kesaksian atas peristiwa kelam Mei 1998.
Meski banyak artis yang kini terjun ke dunia politik, Ferry Salim tak mau ikut-ikutan 'latah'. Ia pun mengaku sudah banyak yang menawarinya masuk ke dunia yang 'menakutkan dan keras' itu, tapi ia masih belum mau mencobanya.
Peragaan busana dengan menampilkan deretan peragawan dan peragawati dalam sebuah panggung adalah hal yang biasa. Untuk itu, perancang busana Musa Widyatmodjo ingin memberikan sentuhan khusus dalam menampilkan karya-karyanya. Ia mempersembahkan pagelaran busana yang disatukan dengan seni dan melibatkan Niniek L Karim, HIM Damsyik, Didi Petet, Ayu Diah Pasha, dan 80 seniman lainnya.
Pementasan monolog PEREMPUAN MENUTUT MALAM oleh Rieke Dyah Pitaloka (Oneng), Niniek L Karim, dan Maryam Supraba, mengangkat tema perkawinan bawah tangan untuk penampilan di Nangroe Aceh Darussalam, 24 Maret 2008.
Rieke Dyah Pitaloka bersama Niniek L Karim dan Ria Irawan akan mementaskan teater 'Monolog Tiga Perempuan' di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta 8-9 Maret 2008. Pementasan teater produksi Institut Ungu dan Yayasan Pitaloka itu diselenggarakan untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia 8 Maret.
Stasiun televisi swasta tertua di tanah air, RCTI, akan menggelar sebauh ajang apresiasi bagi insan film Indonesia dalam 'Indonesia Movie Award'. Sedianya, ajang ini akan menjadi sebuah festival film di Indonesia yang secara khusus akan memberikan penghargaan kepada kemampuan akting para pemain film, yang juga akan dipilih oleh penonton melalui 'sms vote'.
"Saya pernah dibilang sombong karena tidak mau main film dan hanya mau bermain teater," demikian kata aktris kawakan Indonesia Niniek L. Karim yang pernah tampil dalam film Ca Bau Kan sebagai Giok Lan.
Penggambaran kaum perempuan oleh berbagai media termasuk film dan televisi seharusnya yang membawa manfaat, karena berbagai kasus yang memperlihatkan perempuan sebagai mahluk lemah dan rentan terhadap tindak kekerasan, antara lain di dalam tidaklah terlalu berguna, demikian kata psikolog yang juga aktris, Niniek L Karim.