KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Sementara, Niniek L Kariem, Ketua Pelaksana FFI 2009, mengatakan bahwa ada perbedaan penyelenggaraan FFI 2009 dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu terletak pada adanya Komite Festival Film Indonesia (KFFI) sebagai pihak penyelenggara.
"Proses penjurian serentak dimulai pada tanggal 12 November dan rampung tanggal 24 November dan nominasi unggulan pada tanggal 28 November 2009. Berbeda dari tahun sebelumnya, mulai 2009 ini FFI diselenggarakan oleh Komite Festival Film Indonesia (KFFI) yang dibentuk oleh Menbudpar (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata). Komite ini untuk barometer pencapaian kualitas film Indonesia yang lebih baik. Ke depannya negara harus memberikan perhatian yang intensif bagi insan film," tandasnya.
Ajang bergengsi insan perfilman nasional, Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2008 akan kembali digelar. Acara tahunan ini sempat vakum selama 12 tahun (terakhir terselenggara tahun 1992 -red). Dan digelar kembali sejak tahun 2004 lalu. Untuk tahun ini FFI 2008 mengusung tagline dan logo anyar 'BANGKIT MENUJU CITRA BARU.'
Dari catatan redaksi, dalam launching FFI 2008 yang digelar di Auditorium Gedung Film, MT Haryono, Jakarta Selatan, Sabtu malam (06/09/08), Menbudpar Jero Wacik meminta dukungan sponsor untuk ikut memajukan ajang perfilman Indonesia ini. (kpl/gum/bun)

Acara yang dibuka oleh Arswendo Atmowiloto itu juga menghadirkan keluarga W.S Rendra, mantan istrinya Sitoresmi Prabuningrat, serta tokoh seniman dan budayawan lainnya seperti Jajang C Noer, Djenar Maesa Ayu, Butet Kartaradjasa, Niniek L karim, dan Slamet Rahardjo.
"Kita hadir bukan sekedar mengenang kepergian W.S Rendra, namun semangatnya tetap hadir bagi kita," kata Arswendo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan memutar rekaman kegiatan-kegiatan terakhir Rendra, dan juga penampilan pria kelahiran Solo, 7 November 1935 itu saat membacakan puisi.
Setelah itu, giliran Sitoresmi Prabuningrat mengawali penceritaan dan pembacaan puisi karya-karya Rendra. Adik ipar Rendra, Adi Kardi, kemudian memulainya dengan puisi yang berjudul Nyanyian Angsa dan berturut-turut Sitok Srengenge, Putu Widjaya, Ratna Riantiarno serta Butet Kartaradjasa.
Sederetan seniman dan budayawan lainnya ikut meramaikan acara yang juga memberikan penghargaan kepada keluarga Rendra. Mereka antara lain Niniek L Karim, Harry Tjahyono hingga Djenar Maesa Ayu. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.
Menurut salah seorang pengagum Rendra, AH Mahendra, dirinya sangat mengagumi Rendra, yang begitu peduli dengan keadaan di sekitarnya.
Sikapnya yang kritis membuktikan kepeduliannya terhadap masalah-masalah kemanusiaan, nilai budaya dan lingkungan yang mendalam, ujarnya.
"Itu sebabnya saya menyediakan tempat di kompleks apartemen ini, sebagai upaya untuk meneruskan semangat sang Burung merak," katanya.
Rendra meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Kamis, 6 Agustus 2009 sekitar pukul 21:30 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok Jawa Barat. (kpl/dar)

Ada enam kategori pada penghargaan terbaik yaitu pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pembantu pria terbaik, pemeran pembantu wanita terbaik, aktor pendatang baru terbaik dan aktris pendatang baru terbaik.
Sedangkan kategori pada penghargaan terfavorit yaitu pemeran utama pria terfavorit, pemeran utama wanita terfavorit, pemeran pembantu pria terfavorit, pemeran pembantu wanita terfavorit, soundtrack terfavorit dan film terfavorit.
Puncak acara IMA 2009 sendiri akan berlangsung pada 16 Mei 2009 di Stadion Tennis Indoor Senayan dan disiarkan secara langsung oleh RCTI.
IMA 2009 merupakan pelaksanaan untuk kali ketiga, dengan diikuti film yang dirilis antara 31 Januari 2008 - 28 Februari 2009. Ada 75 karya film dari 40 rumah produksi film yang turut meramaikan acara ini. Dan hanya 16 film yang berhasil masuk nominasi setelah diseleksi oleh tim juri pada 18 april lalu.
Sebagai tim juri IMA 2009 diketuai oleh Arswendo Atmowiloto, wakil ketua Ratna Riantiarno, dan anggota tim yaitu Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, El Manik dan Niniek L Karim. (kpl/dar)