KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Kedatangan Nita bersama dua pemandu tari sekaligus pemandu suara dijaga ketat tim keamanan panitia acara menyusul banyaknya warga yang mencoba mendekatinya untuk meminta foto bersama.
Lagu pertamanya yang khas dengan dangdut rock dilantunkan di hadapan penonton yang hadir pada penutupan Tasik Festival sambil bergoyang. Aksi panggung Nita yang menggoyangkan tubuhnya membuat sorak para penonton yang berada di bawah panggung, bahkan setiap pertengahan lagu sempat membuat ricuh akibat perkelahian antar penonton.
"Mohon jangan ribut, nanti dilanjutkan goyangnya lebih panas," kata Nita Thalia kepada penonton yang berharap tidak terjadi kembali perkelahian antar penonton.
Beruntung tim aparat keamanan dari organisasi beladiri Boxer mengamankan oknum penonton yang diduga sebagai biang keributan di tengah-tengah penonton yang sedang berjoget. Bahkan petugas keamanan tersebut sempat mengamankan oknum penonton yang ketahuan melempar sendal ke arah panggung sehingga terpaksa menyeretnya ke luar area penonton.
Sementara itu kepala bagian ekonomi sekaligus salah satu kepanitiaan Tasik Festival, Rahmad Mahmuda mengatakan penutupan Tasik Festival 2009 sengaja digelar musik dangdut sebagai puncak acara untuk menghibur masyarakat Tasikmalaya.
"Sebagai hiburan saja dalam acara penutupan Tasik Festival dengan dangdut," katanya disela-sela acara puncak penutupan Tasik Festival. (ant/boo)

Rudystra dalam keterangannya, telah membeli putus sembilan lagu milik penyanyi Tarling asal Cirebon itu. Persoalan terjadi saat dirinya merekam lagu tersebut dalam bentuk karaoke dan menyertakan dalam album milik Nita Thalia.
"Ini sebenarnya bukan masalah serius, tapi alhamdulillah saya diputus bebas, jadi masalahnya saya diduga melanggar hak cipta, saya dianggap melanggar perjanjian terhadap lagu-lagu yang telah saya beli putus. Saya beli master sebanyak 9 lagu, lagu itu dinyanyikan oleh Tia Mutiara, dia penyanyi Tarling asal Cirebon. Saya dituntut 2 tahun penjara dan denda 100 juta," terang Rudystra usai putusan sidang.
Rudystra menganggap tidak ada perjanjian yang melarang dirinya tidak boleh menjadikan master itu untuk karaoke, karena dirinya telah membeli secara putus, artinya membeli untuk selanjutnya bebas untuk melakukan modifikasi atau perubahan dari lagu aslinya.
"Menurut saya itu ndak ada di perjanjian, mau diapain saja itu hak saya, karena saya beli master dan beli putus," tegasnya.
Akibat kasus yang mulai proses sejak tahun 2007 itu, pihaknya menderita banyak kerugian. Karena peredaran VCD-nya, yang seharusnya sudah berada di pasaran, kini sebagian harus menjadi alat bukti dan disita pengadilan. Padahal MGM sendiri telah mencetak sekitar 6000 copy, dan itu belum beredar sama sekali.
Sementara Nita Thalia, yang hadir mendampingi suaminya, mengaku selalu memberi dukungan pada sang suami secara moril selama kasus itu digelar. Baginya urusan uang tidak begitu menjadi persoalan, yang terpenting secara hukum suaminya tidak bersalah dan tidak masuk penjara.
"Ini mungkin karena kekhawatiran saja karena ada tuntutan dua tahun penjara. Kalau masalah uang nggak jadi masalah, asal jangan ditahan," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

Acara yang diramaikan oleh Nita Thalia, Fitri Carlina, Vita KDI, Widhi KDI dan Wulan KDI itu berhasil menyeleksi lima peserta terbaik yang akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti Gerbang KDI-6. Masing-masing adalah Fitriyah (Sidoarjo), Ennik Sugiarti (Malang), Fitri Ayu Apriamzani (Surabaya), Rani Larasaty (Lumajang) dan Ajeng Awidianingrum (Surabaya).
Untuk mengikuti audisi ini peserta awalnya hanya diminta untuk melengkapi persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di tempat-tempat yang telah ditentukan. Selain itu para bintang bintang KDI yang datang juga memberi support dan berbagi tips dan trik untuk lolos audisi.
Satu persatu peserta pun memasuki ruang audisi, dimana pada tahap pra audisi ini, peserta mendapatkan penilaian dari tim juri. Mereka yang lolos berhak mengikuti babak selanjutnya, yaitu babak Audisi 1. Ada 40 peserta yang berhak mengikuti Audisi 1, yang kemudian dikerucutkan menjadi 15 orang.
Kelima belas peserta inilah yang masuk ke babak final atau yang disebut dengan babak Uji Manggung. Pada tahap ini mereka tampil di depan masyarakat umum yakni di Atrium ITC Mega Grosir, Surabaya pada 9 Maret 2009. Baru kemudian ke-15 peserta itu mengikuti tahap wawancara dan eksplorasi, hingga terpilih lima orang kontestan.
Pada babak Uji Manggung peserta dinilai oleh tiga orang juri yang tersebar di tengah-tengah padatnya penonton. Mereka di antaranya Sri Wahyudati (Programming Acqusition Department Head TPI), Fajar Nuswantoro (Executive Producer KDI) dan Joel Achmad (Musikus/pelatih vokal). (kpl/dar)

Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB itu dibuka oleh penampilan beberapa artis dangdut termasuk Nita Thalia dan Chintya Sari. Para penonton yang sebagian besar adalah para anggota KOSTRAD ikut bergoyang dalam alunan lagu dangdut yang mereka bawakan.
Semakin malam acara semakin meriah, ditambah dengan kehadiran para Masiver yang menunggu hadirnya d Masiv sebagai acara puncak dalam acara yang dibesut oleh 18 Production ini.
Hingga akhirnya jam 10 malam, d Masiv menggebrak panggung dan menyapa arek-arek Malang dengan hit Diam Tanpa Kata. Gaya energik Rian, Riki, Rama, Rai, dan Wahyu membuat Masiver semakin tenggelam dalam teriakan mereka.
Medan becek karena hujan turun siang harinya tidak menghentikan penonton ataupun pengisi acara memberikan aksi terbaik mereka. Bahkan d Masiv dan krunya harus rela menggunakan tas kresek hitam untuk membungkus sepatu yang mereka gunakan agar tidak terkena lumpur yang menggenang area panggung Rampal. (kpl/boo/npy)

Dalam acara yang dipromotori oleh 18 Production ini, masyarakat bisa menikmati lantunan musik pop yang berpadu dengan dangdut di Lapangan Rampal, Malang, besok malam mulai pukul 19.00 WIB tanpa dipungut biaya apapun.
Aldrin yang mewakili 18 Production saat ditemui KapanLagi.com menjelaskan, "Upacara ultah KOSTRAD bakal digelar di Blitar. Sorenya, baru acara hiburannya dilakukan di sini."
"Nanti masyarakat akan dihibur gratis oleh Nita Thalia, Chintya Sari, beberapa artis dangdut lain, dan yang puncaknya ditutup oleh d Masiv. Sedangkan MC-nya dibawakan oleh Merry Putrian," sambungnya.
18 Production sendiri, jelas Aldrin, bukan pertama kali menangani pementasan seperti ini. Jadi, meskipun dadakan karena baru dikonfirmasikan seminggu yang lalu, namun pihaknya yakin acara ini bakal berjalan dengan lancar dan sukses.
"Iya sih, kita baru dihubungi seminggu lalu, dadakan juga. Tapi kita yakin nanti lancar-lancar saja. Kita harap masyarakat bisa berpartisipasi meski promosinya tidak seberapa gencar," pungkasnya. (kpl/boo/npy)